NovelToon NovelToon
Wanita Mantan Narapidana

Wanita Mantan Narapidana

Status: tamat
Genre:Single Mom / Janda / Selingkuh / Bad Boy / Chicklit / Tamat
Popularitas:30.7k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Lembayung Senja, namanya begitu indah, namun, tak seindah nasib hidupnya.

Pernikahannya bahagia, tapi rusak setelah seorang wanita hadir diantara dirinya dan sang suami.

Fitnah yang kejam menghampirinya, hingga ia harus berakhir di penjara dengan tuduhan membunuh suaminya sendiri pada malam pertengkaran terakhir mereka.

Kelahiran bayi yang seharusnya menjadi hadiah pernikahannya bersama Restu Singgih suaminya, justru harus di warnai tangis nestapa, karena Lembayung melahirkan bayinya di balik jeruji penjara. Dua puluh tahun berlalu, Lembayung mendekam di penjara atas kesalahan yang tidak pernah ia lakukan.

Setelah bebas, Albiru justru berkata bahwa ia malu memiliki Ibu seorang mantan narapidana.

Akankah Lembayung menemukan kembali kabahagiannya setelah sekian lama menanggung derita tanpa berbuat dosa? Bagaimana Lembayung memperbaiki hubungan dengan Biru yang kini telah sukses? Pembalasan apa yang akan Lembayung lakukan pada orang-orang yang telah mengkhianatinya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Ada Kata Terlambat

#29

“Mami, bagi uang jajan,” pinta Miranda anak Anjani dengan Gunawan. Gadis muda itu sudah berpakaian rapi, hendak pergi ke sekolah. 

Dengan gaya santai dan mata tetap fokus ke ponsel, Anjani mengirimkan sejumlah uang jajan untuk putri satu-satunya itu. “Sudah Mami kirim.” 

“Oke, bye, Mami,” ucap Miranda tanpa cium tangan, tanpa pelukan atau sapaan hangat seperti kebanyakan ibu dan anak. Pokoknya tak kalah dingin dengan sang ibu. 

“Pak Min!” seru Miranda pada sopir pribadinya. 

Yang dipanggil tentu buru-buru datang, agar sang nona muda tak naik pitam. “Iya, Non. Mari, mobilnya sudah siap.” 

Pak Min membukakan pintu mobil untuk sang majikan muda, namun, belum sempat masuk ke mobil, sebuah mobil mewah berhenti tepat di sebelah mobil yang hendak di naiki Miranda. 

Rupanya Gunawan baru saja pulang dari perjalanan bisnisnya, “Nggak pamit Papi?” tanya Gunawan. 

Miranda hanya melirik sekilas, kemudian berkata, “Bye Papi.”  

Begitulah pamit gaya Miranda, dan gadis itu pun masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya. 

Gunawan hanya bisa menggelengkan kepala, cuek-cuek saja melihat tingkah putrinya yang kelewat modern. Namun, diam-diam ia pun mendambakan anak yang santun yang bisa menghormati orang tua dengan benar. Sayangnya hal itu tak ia dapatkan dari Miranda. 

Masuk ke rumah, Gunawan mendapati istrinya sudah rapi, dan sedang duduk di ruang tamu. Tapi Anjani hanya melihat Gunawan dengan datar, tak ada sambutan manis seperti para istri pada umumnya. 

Lagi-lagi Gunawan hanya bisa menghela nafas, pulang kerja, lelah, namun tiba di rumah hanya mendapat sambutan dingin dari anak dan istrinya. Rumah tangga macam apa ini? 

Kadang Gunawan berandai-andai, jika Giana masih di sisinya, apakah kehidupannya akan berbeda? 

Tiba-tiba pintu kamar terbuka, rupanya Anjani yang datang, namun, alih-alih membantu suaminya. Wanita itu justru bertanya hal yang lainnya. “Pap, undangan dari Tuan Rudi, jadi, kan?” 

“Hmm,” jawab Gunawan sambil membuka kancing kemejanya, lalu melepas benda tersebut dan melemparnya asal. Gunawan juga melepas celana panjangnya di depan Anjani, hingga menyisakan kain segitiga yang menutupi kejantanannya. 

“P-pap …” Anjani menelan ludah, suaranya bergetar menahan hasrat, ia lupa kapan terakhir kali Gunawan bercinta dengannya. 

Waktu semakin berlalu, jika dulu mereka benar-benar hot diatas ranjang, tiada hari tanpa bertukar keringat. Tapi semakin lama seiring dengan semakin bertambahnya kesibukan, kini aktivitas itu hanya terasa seperti rutinitas tanpa makna. Hingga beberapa tahun terakhir ini semakin jauh dan semakin dingin. 

“Kenapa lagi?” tanya Gunawan karena ia hendak mandi lalu istirahat. 

“Eh, itu— emm— aku tadi mau bicara apa, ya?” gumam Anjani tergagap. 

Gunawan berdecak kesal, kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi. Pria itu mengguyur tubuhnya di bawah kucuran shower, belum lama ia menikmati sensasi air hangat yang memijat tubuh lelahnya. Tiba-tiba sepasang lengan memeluknya dari arah belakang. 

“Pap—” bisik Anjani sambil menciumi punggung suaminya, bahkan mengusap barang pribadi pria itu. 

Tak perlu diberi banyak kode, pria tahu apa yang sedang diinginkan pasangannya bila sedang dalam mode panas seperti Anjani. Pergulatan bibir berlangsung sengit, tangan pun tak mau tinggal diam. Namun, sayang sekali hingga beberapa saat kemudian yang diharapkan tak bisa dilakukan, karena benda itu tetap diam tanpa reaksi. 

Hingga Gunawan yang kesal pada dirinya sendiri pun, mendorong tubuh istrinya dengan sedikit kasar, padahal Anjani sedang on mode. “Pap, sudah lama, loh, aku sampai lupa kapan terakhir kali aku memuaskanmu,” protes Anjani, wajahnya merah padam bercampur kecewa. 

“Aku sedang tak berselera, lain kali saja,” usir Gunawan berbalik memunggungi Anjani. 

Anjani sangat jengkel, tapi ia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya. 

Karena tak bisa melampiaskan hasratnya, Anjani mulai berpikir macam-macam, “Kamu selingkuh, ya?!” tuding Anjani. 

“Jangan asal bicara. Satu-satunya selingkuhanku hanya kamu!” hardik Gunawan. 

Mendapat jawaban itu, Anjani pun menghentakkan kedua kakinya, berjalan pergi meninggalkan Gunawan seorang diri. “Dasar pria lemah, apa barangnya tak bisa berfungsi lagi?” monolog Anjani dengan berbagai spekulasi. 

“Jika itu benar, sial sekali aku. Tapi untung saja uangnya banyak, jika tidak, sudah ku tendang jauh-jauh dia!” katanya dengan nada sinis. 

Anjani pun mengeringkan tubuhnya kembali, coba mendinginkan tubuhnya yang terbakar hawa panas, namun, tak sempat mendapat pelampiasan. 

Disisi lain, Gunawan pun merasa heran dan bertanya-tanya tentang kondisi sendiri. Padahal ketika di luar ia begitu berhasrat pada wanita-wanita seksi yang kerap menemaninya menikmati jamuan bersama rekan kerja atau kliennya. 

Dan di rumah? Anjani juga sering berpakaian seksi, sering juga wanita itu agresif hingga memimpin permainan mereka. Tapi belakangan hasratnya seperti pudar begitu saja. 

Apa jangan-jangan? 

Ah, tidak, Gunawan menggelengkan kepalanya, matilah ia jika sampai menderita penyakit paling mengerikan bagi para kaum pria Itu. Impoten. 

Mungkin hanya jenuh saja dengan pernikahannya, seperti dulu ketika masih bersama Giana. Jenuh karena hubungan mereka tak kunjung menghasilkan seorang anak. 

Tiba-tiba Gunawan tersenyum smirk. Haruskah lain waktu ia perlu coba sensasi jajan di luar, seperti kebanyakan orang-orang yang ia kenal. Sebenarnya tak perlu jajan juga, sih. Karena seringkali ia juga disodori wanita penghangat malam sebagai bonus dari para klien yang puas dengan hasil kerjanya. 

•••

Dengan perasaan berdebar, Ayu berdiri di hadapan Giana, kedua tangannya saling bergesekan karena gugup. Ini pertama kali ia mengenakan pakaian hasil rancangannya sendiri, dan ternyata rasanya seperti berjalan di atas catwalk, padahal Giana hanya memintanya berjalan, sambil mengibaskan dan memutar Gaun yang ia pakai. 

Wajah Ayu begitu cantik natural tanpa polesan make up, ternyata penjara tak mampu mengubur kecantikannya. Justru sebaliknya, wanita itu makin mempesona, bersinar dalam keanggunan dan kesederhanaannya. 

Entah apa yang dulu memburamkan kedua mata Restu hingga mudah berpaling pada Anjani, yang kecantikan wajahnya rata-rata saja. 

Giana membayangkan bila kelak di luar tahanan, dan Ayu mengenakan sedikit polesan make up di wajahnya, kecantikan Ayu pasti makin memukau. Dan di luar sana nanti pasti ada banyak pria yang berebut ingin memperistri wanita itu. 

Giana mengusap air yang menggenang di pelupuk matanya, “Bu, kenapa Anda menangis?” Ayu tiba-tiba panik, karena melihat Giana menghapus air mata. 

Giana menggelengkan kepalanya, “Tidak apa-apa, aku hanya terharu melihat kemampuanmu yang meningkat cepat.” 

Akhirnya Giana berhasil menguasai dirinya, wanita itu berdiri tegak di hadapan Ayu. 

“Gaun ini, akan segera dirilis brand LS. Aku yakin akan ada banyak orang yang menyukainya.”

“Benarkah?!” pekik Ayu tak percaya. 

“Percayalah padaku, kemampuanmu melejit dengan cepat,” puji Giana. 

Tapi kemudian, Ayu menunduk murung, “Tapi, saya pasti sangat terlambat, Bu.” 

“Tak ada kata terlambat, yang ada adalah, siapa yang mau berusaha dengan gigih. jadi, jangan putus asa dulu, ingat tujuanmu, tujuan kita membongkar kebusukan Gunawan dan Anjani. Dua orang yang sudah membuatmu mendekam di tempat ini.” 

Ayu meneteskan air mata, benar kata Giana, sungguh sia-sia jika menyerah sekarang. “Lalu, bagaimana cara kita memulainya?” 

Giana tersenyum penuh misteri, Ayu tak tahu bahwa ia sudah sangat siap membuat Ayu menjadi wanita kuat dengan kemampuan yang wanita itu miliki. 

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sekarang baru terasa ya😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
memudar
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Pantes aja desainnya hasil curian semua karena emang otaknya ga mampu😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Didikan yg salah 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 👍🏻
Eva Karmita
ayu kamu harus kuat 😭😭😭😭
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bagusss
Rahmawati
oke, lanjutttt
Endang Sulistia
Alhamdulillah ya yu...
Bun cie
karya yg bagus👍 cerita ttg ketidakadilan perselingkuhan fitnah dan kasih sayang ibu anak yg dikemas dengan baik.
trims kak thor
Er Ri
tetap lanjut dooonkk😄
Aditya hp/ bunda Lia
disini kekuasaan dan uang mengalahkan segalanya
R⁵
astaghfirullah othor bikin jantungan.. tau2 end wae😓
Patrick Khan
q kira tamat beneran..😁😁ternyata ada lanjutan nyok pindah tempat
DozkyCrazy
kaggettt 😁😁
Esther Lestari
dilanjut di judul yang lain....mampir ah
Siti Siti Saadah
baru di balas anak nya aja udah makjleb. gimana kalau ayu dah beraksi😄
Reni
huaaaaaa meluncur kak
Miranda mengutamakan cinta buta mungkinkah bakal cinta mati sama biru kita tunggu disebelah
Sh
ayoooo.. loyo makan apa ? atau dikasih koyo cabe biar the end sekalian😅😅
Nar Sih
ayu pasti jdi wanita hebat dgn bantuan juga arahan dri madam giana ,org yg sama,,terluka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!