NovelToon NovelToon
Dosenku Suamiku

Dosenku Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: JihanAnjani

Kisah Cinta Zahra dan Si Dosen tampan Arsyad yang berusaha membuat Zahra melupakan cinta Pertamanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JihanAnjani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

BAB 30 : PERASAAN ZAHRA YANG SEBENARNYA.

***************

“Mas, ikutlah bersamaku!”

Satu kata yang terucap dari bibir Zahra membuat Arsyad menoleh dengan cepat kearanya dengan tatapan punuh tanya sekaligus kekhawatiran yang tinggi menguncang hati Arsyad. Mereka berdiri saling berhadapan, Zahra menangkup tangan Arsyad dan mendekapnya di dadanya dengan sangat erat.

Sebuah perasaan yang aneh menggemparkan hati Arsyad saat ia bisa merasakan debaran jantung Zahra melalui tangannya. “Ikutlah bersamaku dan kumohon percayalah padaku!” pinta Zahra lirih menatap dalam mata Arsyad yang juga menatapnya dengan bingung.

Tanpa berkata, tanpa berucap, yang bisa Arsyad lakukan hanyalah mengangguk. Berusaha mengacuhkan segala rasa khawatir, curiga, dan segala bisikan hal lain yang membuatnya meragu.

Kali ini, dan hanya untuk terakhir kali ini,”Aku akan percaya padamu!” bisik Arsyad dalam hatinya.

Sinar mata hari telah terbit dan pagi ini adalah penentuan bagi sepasang, tidak! Tapi tiga orang anak manusia yang akan menghadapi nasib dan kisah cinta mereka pada seorang wanita.

Wanita yang sama yang mereka cintai. Namun bedanya yang satu dengan tulus sedang yang satunya lagi karena obsesi dan nafsu. Ketulusan cintanya mungkin sudah hilang bersama ke goisanya. Hari ini adalah penentuan yang akan mengubah segala cerita dan kehidupan dari dua orang pria.

Dan tak mungkin keputusan itu akan membuat keduanya berbahagia, tapi yakinlah bahwa bahagia bukan hanya bisa kita dapat oleh atau dengan satu orang saja.

Saat kamu kehilangan satu cinta dan kamu mengikhlaskannya. Maka percayalah bahwa Allah akan mengirimkan lebih banyak cinta dan kasih yang akan kamu dapatkan dari orang yang berbeda dan tentu saja dengan kisah cinta yang berbeda.

Riswan telah menunggu sejak 1 jam yang lalu dari waktu perjanjiannya dengan Zahra jam 9 pagi, dan dia telah datang sejak jam 8 pagi dengan setelan jas yang lengkap serta setangkai bunga mawar merah yang di gengammnya bahkan sesekali dia mencium aroma mawar itu.

Berharap dan membayangkan bahwa wanita yang di cintainya menerima dengan segala rasa senang dan senyumnya yang indah. Serta berharap dia bisa kembali mendapatkan kesempatan untuk di cintai dan mencintai wanita itu.

Yang dia lakukan adalah

Menunggu......

Terus menunggu.... di sebuah danau yang indah. Pepohonan yang rindang serta angin yang bertiup menggetarkan hatinya. Rasa dingin itu sama sekali tak ia rasakan selain perasaan hangat karena menunggu belahan hatinya.

Ya, itulah yang Riswan pikir dan rasakan.

Berjalan dengan gelisah ke kanan dan ke kiri bahkan berulang kali juga dia melirik ke arah alur jalan setapak danau itu berharap Zahra sudah berjalan di sana dan menghampirinya.

Tapi harapan itu kosong karena masih tak terlihat sosok wanita yang di nantikannya. Dia duduk di sebuah kursi kayu panjang yang ada di bawah pohon menghadap ke arah danau.

Menunggu dan terus menunggu.....

*************

Sementara itu sepasang suami istri saling berdiam diri tanpa saling mengucapkan sepatah katapun. Berkelana dengan pikiran mereka yang sama-sama membuat perasaan mereka berdua berkecambuk.

Hari ini sesuai dengan keingan Zahra. Arsyad membawa Zahra menemui cinta lamanya dan sebuah kehebatan bagi Arsyad seorang suami yang dengan segala keberanianya mengikhkaskan untuk mengantarkan istrinya menemui mantan pria yang pernah mengisi hati istrinya.

Kali ini Arsyad yang mengemudikan mobilnya. Menelusuri jalan yang di penuhi dengan pepohonan besar sepanjang jalan. Dan Arsyad tahu mereka berjanjian di sebuah danau.

Danau yang indah yang dulu juga tempat Arsyad dan kedua orang tuanya berekreasi setiap libur sekolah. Dan tentu dia tidak asing dengan tempat ini.

Matanya masih terfokus menyetir sedang hati dan pikirannya terus berkecambuk. Bahkan sesekali pikirannya merutuki dirinya sendiri. Mengatakan bahwa dia adalah suami terbodoh di dunia yang dengan suka rela menuruti istrinya untuk ikut menemui pria itu.

Sedang hati Arsyad sendiri hanya melakukan apa yang bisa dia lakukan untuk membuat wanitanya bahagia. Itu saja! Sebuah alasan yang sederhana yang membuat Arsyad menyetujui keinginan Zahra dan untuk kali ini dan juga untuk yang terakhir kalinya dia akan mencoba percaya pada keputusan Zahra.

Dan dia sudah pasrah akan setiap keputusan yang Zahra pilih nantinya. Jika kali ini Zahra memintanya untuk mundur dan menyerah, maka dengan berat hati dia akan lakukan.

Tanpa peduli dengan dirinya sendiri jika sampai hal itu terjadi, maka mungkin hidupnya tak akan berlanjut.

Karena bahagianya adalah Zahra, Zahra adalah hidupnya!

Jika Zahra pergi, maka sama saja hidupnya, alasanya untuk terus bernafas dan cintanya yang hilang bersama kepergian Zahra. Maka saat itu juga dia akan mati! Jikapun dia hidup maka hidup itu serasa tak berguna dengan nyawa yang kosong tanpa cinta dan rasa. Membawanya kedalam kefanaan dunia yang menghancurkannya.

Sama halnya dengan Zahra, wanita itu hanya diam sambil menatap kosong ke arah luar jendela. Menatap pepohonan yang hijau yang mengantarkan kedamaian hati melalui matanya. “Ya Allah, bantu aku untuk membuat keputusan yang yang terbaik!” doa Zahra dalam hati. Berharap pada sang khalik keputusannya kali ini adalah yang memang seharunya dia lakukan.

Senyum di bibir Riswan merekah saat melihat wanita yang di nantinya kini telah datang. Berjalan dengan anggunnya menghampirinya. Dengan mengenakan gamis berwarna hijau muda serta pasmina hitam membalut kepalanya membuat Riswan terpesona dengan penampilan Zahra.

Namun semua itu sirna dan senyum itu memudar kala dia mendapati seorang pria dengan kemeja santai nya berjalan di belakangan Zahra, berjalan dengan kedua tangan terselip di kedua saku celananya.

“Maaf, membuat kak Riswan menunggu!” ucap Zahra membuyarkan lamunan Riswan.

Dan Riswan kini menyadari Zahra sudah ada di depannya. Membuat Riswan menatap Zahra dengan mata birunya yang meneduhkan. Sedangkan Arsyad menghentikan langkahnya saat matanya melihat pemandangan yang begitu menyesakan.

Ketika Riswan memberikan setangkai mawar merah pada Zahra dan wanita itu menerimanya dengan tersenyum. Membuat tangan Arsyad terkepal erat serta buku-buku tanganya memutih. Wajahnya memerah menahan segala rasa cemburu, marah, sakit, kecewa, dan terluka.

“Terima kasih bunganya!” kata Zahra tulus kepada Riswan membuat Riswan tersenyum lembut pada Zahra. Kemudian dia melirik dari sudut matanya ke arah Arsyad. “Ehhmm... dia?” tanya Riswan canggung.

Zahra menoleh ke arah Arsyad yang memalingkan wajahnya ke arah lain membuat Zahra tersenyum masam, “Dia suamiku. Bukankah tidak ada perjanjian untuk tidak membawa orang lain kan? Jadi tidak masalah jika aku membawanya ikut kesini!” bibir Riswan terkatup rapat mendengar penjelasan Zahra.

Karena memang semuanya benar. Dan tiba-tiba Riswan berjongkok di depan Zahra membuat Zahra dan Arsyad kaget dan secara bersamaan pria itu bertekuk dengan posisi seperti orang melamar. Dan benar saja!

Riswan mengeluarkan sebuah kotak cincin dari saku jasnya.

Ya!

Riswan melamar Zahra di hadapan suaminya! Membuat Zahra menutup mulutnya kaget. Sedang Arsyad mengepalkan tanganya dengan emosi serta nafas yang menggebu. Giginya mengeretak serta rahang kokoh nya yang mengeras.

Pemandangan di depannya benar-benar membuatnya naik pitam. Ingin sekali Arsyad membunuh Riswan saat ini juga. Tapi nuraninya menetang perbuatanya itu. Nasib baik bagi Riswan karena lawannya adalah pria yang memiliki iman yang kuat. Jadi secemburu apapun Arsyad, maka dirinya akan lebih kuat untuk menahan amarahnya.

Huhff ......

Zahra mengela nafas berat menatap Riswan yang masih tetap dengan posisinya sambil mengulurkan kota cincin tanpa mengucapkan apapun. “Zahra sudah menikah!” kata Zahra kepada Riswan sambil menunjukan cincin pernikahannya dengan Arsyad yang tersemat indah di jari manisnya.

“Aku tahu! Aku juga tahu, kamu tidak bahagia dengan pernikahan ini! Maka dari itu berpisahlah dengannya dan menikahlah denganku Zahra! Aku mencintaimu!”

“Berdirilah, kak Riswan! Zahra kemari sekaligus ingin mengatakan sesuatu!” mohon Zahra pada Riswan membuat Riswan mau tak mau menurut dengan berat hati.

Kemudian Zahra kembali melanjutkan, “Ada hal yang tidak bisa kita pilih dari yang kita ingin atau tidak inginkan. Hidup ini berputar dengan begitu cepat. Semua bisa berubah bahkan tanpa kita tahu kapan semua itu berubah. Rasa cinta yang dulu tumbuh untukmu kini sudah menghilang,”

Deg....Jantung kedua pria itu tersentak mendengar ucapan Zahra. Arsyad maupun Riswan tertegun. Apa maksudnya itu? Pikir mereka.

Zahra menatap kearah air danau yang begitu tenang sebelum kembali melanjutkan. “Aku tidak tahu, kapan cinta itu bisa menjadi rasa yang hampa. Dan rasa benci itu kini justru menjadi rasa cinta yang begitu besar. Sangkin besarnya aku bahkan merasa akan sulit bernafas jika kali ini kehilangan rasa cinta itu...” Zahra kembali menatap Riswan yang sudah meneteskan air mata dengan tubuh yang kaku.

Zahra tersenyum lembut dengan mata yang seolah mengucapkan kata maaf pada Riswan. “Dan rasa cinta itu kini bukan lagi untukmu kak Riswan! Maaf, cinta ini kini menjadi milik suamiku. Satu-satunya hatiku dan detak jantungku kini sudah menjadi miliknya.” Zahra melirik ke arah Arsyad yang menatapnya dengan pandangan yang begitu sulit di artikan.

“Aku mencintanya, sangat mencintainya! Bahkan aku tidak tahu kapan rasa ini timbul begitu cepat pada hatiku...,” dia menjeda sejenak ucapanya sambil memjamkan mata, detik itu juga butiran air mata menetes.

“...Benar, aku pernah melukainya. Bahkan selalu membuatnya menangis dan tersakiti karena aku. Tapi aku tak menyadari kenapa aku juga ikut terluka ketika melihatnya terluka! Kenapa aku menangis saat melihatnya menderita? Dan kenapa aku begitu khawatir saat dia sakit? Dan, saat aku menyadari semuanya! Ternyata aku sudah jatuh cinta terlalu dalam padanya! Hingga, cinta ini akan membuatku hancur jika aku benar-benar kehilangannya!” jelas Zahra dengan suara bergetar serta uraian air mata mengalir deras di pipinya.

Riswan terisak, dengan tangan bergetar dia melemparkan kota cincin dengan sisa tenaganya ke danau. Dan sekejap saja cincin itu menghilang tak terlihat. “Maaf!” hanya kata itu yang terucap dari bibir pria malang yang ternyata harus menerima takdir cintanya dengan Zahra berakhir di sini.

Dia sadar cintanya pada Zahra sudah salah. Obesesi dan ke egoisan yang dia rasakan untuk memiliki Zahra seketika lenyap. Dia sadar bahwa Zahra tak akan pernah bisa menjadi miliknya.“Maaf, karena aku terlambat menyadari cintamu! Juga maaf karena aku telah menghianati cinta dan memberikan luka pada hatimu. Dan semoga kalian bahagia!” lirih Riswan mengusap kasar air matanya dan pergi dari hadapan Zahra yang menatap Riswan dengan raut wajah merasa bersalah.

Riswan terhenti saat berada di samping Arsyad yang berdiri kaku menatap ke arah Zahra dengan raut wajah yang sulit di tebak.

Riswan menepuk sedikit keras pundak Arsyad membuat sang empu tersentak dan menoleh ke arahnya. Riswan tersenyum getir dan mengatakan, “Selamat! Akhirnya lo menang! Lo udah berhasil merebut hati Zahra! Lo harus bisa bahagiain dia!” ucapnya dengan tenang walau masih sedikit bergetar.

Setelahnya Riswan pergi dengan hati dan cinta yang sudah tenggelam bersama cincin yang dia buang ke danau. Meninggalkan cintanya kepada Zahra dan berusaha memulai hidup dan menemukan cinta yang lain. Yang sudah Allah siapkan untuknya. Yang perlahan akan kembali mengubah Riswan menjadi pria yang lebih baik.

*****************

like, koment, dan share cerita ini ya teman2.... thank you so much....

love by Jani

1
A&R
/Smile/
Intan Ummi Ihsan
Kecewa
arfan
up
Limo Enam
mengapa ceritanya lebih seru yg S2
Rinjani
Zara kisah nya gimana nasib nya lanjut
Rinjani
lo Ayla sakit apa kan aduhh Yusuf kenapa pingin kawin apa u sumsu ya kan Zara bisa hamil lg
Rinjani
Ummi ma Haikal.kemana yaa kok gak ada ceritanya malah Ani anak bibi nya yg nemani Zahra
Rinjani
aduh Arsyad dah marah mana bisa dak bogem
Rinjani
buka topeng ya Zahra tahu deh Rey dulu padahal benci Zahra tau kenapa hanya Jefri yg baik
Rinjani
Rey semoga cepat sadar
Rinjani
Zara ma Jefri nikah deh biar tinggal Yusuf yg nikah ma adik nya edan
Rinjani
Rey sinting krn Zahra kok bisa yaaa
Rinjani
Rey kenapa gila jd suka ma Zahra seh dan nyulik waah Thor ada aja seh
Rinjani
perdarahan aduh 🙈🙈🙈😢
Rinjani
Zara minggat krn suaminya Poligami dan anaknya mengizinkan anak kecil kok bisa yaaa
Rinjani
aduh jeahh ketemu suami Zara
Rinjani
anak sahabatnya yg suaminya tau aah
Rinjani
aduh Dr Zara kok nasib mu ngini😢🤲
Rinjani
aduh jahat sekali Suami dan anak Zara nikah lg eee gila lo
Rinjani
ops Zara Anjani aduh ibunya buka tabir nih ..loo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!