Ramma Ardiyan Dirgantara (Ramma) 35 tahun, seorang duda anak satu yang ia beri nama Rendy Jonathan Dirgantara. ramma memiliki kebiasaan buruk yaitu selalu minum obat tidur, karena dia selalu di ganggu sama mimpi buruk yang selalu datang setiap malam.
Ramma selalu sedih jika Rendy bilang dia ingin punya mami baru, sedangkan pacar ramma yang bernama sonya tidak mau menikah dengan ramma karena alasan karir, sampai ramma bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Andriani Vita Melinda, yang mau menjadi ibu dari rendy.
Ramma menikah dengan Vita hanya untuk jadi mami buat Rendy bukan istri untuk ramma, tapi setelah pengorbanan yang dilakukan vita kini mulai timbul perasaan cinta di antara mereka.
hubungan Ramma dengan orangtua mendiang istrinya sangat baik, bahkan nenek dan kakek Rendy itu selalu menolong saat keluarga Ramma dan Vita mengalami gangguan dari orang luar, orang tua dari mendiang istri ramma itu bisa menjadi baik kalau sama orang baik dan bisa sebaliknya bahkan jauh lebih parah. sehingga kebanyakan orang tidak mau mencari urusan dengan keluarga ramma, karena mereka tidak mau sengsara seumur hidup kalau sampai mengusik keluarga itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malam Sunyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
“Mami!!!! Mami tadi kok telat sih jemput lendy” teriak rendy saat tau maminya datang
“maaf yah sayang, tadi ada sedikit masalah di kantor papi jadi mami agak telat ke sininya. Rendy mau maafkan mami kan sayang” ucap vita sambil menjewer kupingnya sendiri
“iya mi lendy maaf kan, tapi kita ke mall dulu yah mi, belikan lendy mainan” ucap rendy
“iya deh ayo sekarang kita ke mall dulu yah” jawab vita
Saat di jalan menuju mall, vita ngasih kabar ke suaminya kalau dia sama rendy tidak langsung pulang, karena rendy minta beli mainan di mall. Dan ramma menyetujui itu karena memang akhir-akhir ini rendy tidak pernah beli mainan sejak vita menjadi mami barunya. Ramma juga menyuruh vita untuk tetap di mall itu karena ramma juga akan menyusul mereka untuk makan siang bersama dengan mengajak satria.
Setelah sampai di mall, rendy langsung berlari masuk kedalam mall dan yang pertama kali rendy tuju adalah toko mainan, rendy juga sangat senang dia lari kesana-kesini tanpa di larang sama vita dan vita juga senang saat melihat rendy sesenang itu.
“mi, lendy boleh pilih semua mainan yang lendy suka kan” ucap rendy kepada vita
“iya sayang boleh kok, ambil saja semua mainan yang menurut rendy bagus, dan rendy belum punya. Kalau rendy sudah punya jangan beli lagi yah, beli yang rendy suka dan ingin beli saja” ucap vita kepada rendy
Kini rendy hanya melihat-lihat saja mainnan yang ada di sana karena vita melarang rendy untuk membeli mainan itu dengan alasan rendy sudah punya semua mainan yang dia tunjuk tadi, jadi karyawan toko tersebut di buat lelah karena rendy hanya main-main saja sehingga dia mengira kalau rendy dan vita hanya ingin melihat-lihat saja tanpa mau beli, sehingga karyawan itu menunjukan mainan yang murah di dalam tokoh tersebut karena dia mengira kalau vita tidak mampu membeli mainan tersebut.
“mi lendy belum punya mainan itu, lendy mau mainan itu bolehkan mi” ucap rendy sambil menunjuk mainan pesawat terbang yang cukup besar dengan remot control yang tengah terpajang di atas rak atas
“beneran mau itu sayang” ucap vita ke rendy dan langsung di jawab dengan anggukan sama rendy
“yah sudah mbak, saya mau ambil mainan itu, bisa tolong di ambilkan sekarang mbak” ucap vita dengan baik-baik
“yakin mbak, mau membeli mainan itu, itu mainan paling mahal di toko ini loh dan itu baru nyampai di indonesia kemarin jadi harganya sangat mahal, mungkin mbak akan kaget dengan harga mainan itu” ucap pegawai tokoh dengan nada meragukan vita
“mbak saya kan tidak tanya itu semua, saya tadi hanya minta tolong untuk ambilkan mainan itu, dan saya akan membayarnya. Apa mbak takut saya tidak bisa membeli mainan itu, mbak saya bilangin yah, jangan suka meremehkan orang lain, jangan memandang orang itu dari luarnya saja, belum tentu mbak orang yang berpakean seperti gembel itu beneran gembel” ucap vita dengan wajah serius dan tatapan tajam
“ada apa ini? Saya manager toko ini, apa ada yang bisa saya bantu” tanya seorang laki-laki dan ternyata itu adalah manager toko mainan tersebut
“ohh kebetulan sekali, saya Andriani Vita Melinda, dan itu adalah putra saya Rendy Jonathan Dirgantara, putra saya ingin sekali membeli mainan itu, tapi sepertinya anak buah bapak ini takut saya tidak bisa membayarnya” ucap vita dengan senyum devil kepada pegawai perempuan itu
“dan saya adalah suaminya Ramma Ardiyan Dirgantara, pemilik mall ini dan sekaligus pemilik toko mainan ini,yang berarti semua barang yang ada di tokoh ini adalah milik saya dan kamu sendiri yang menggaji adalah saya, jadi saya juga bisa untuk memecat kamu dari sini” ucap ramma yang langsung ingin memberi peringatan sama karyawannya
“tidak usah sayang.. untuk kali ini saya masih kasih kamu kesempatan untuk merubah sikap kamu, bersikaplah rama sama setiap pengunjung, layani mereka dengan sebaik mungkin, jika mereka hanya melihat-lihat barang di sini bukan berarti mereka tidak memiliki uang untuk membelinya, bisa jadi karena memang mereka sudah punya barang itu jadi mereka tidak mau membelinya lagi, jangan cepat kamu untuk mengambil kesimpulan sendiri, karena kamu di sini di bayar untuk melayani mereka bukan mengomentari, jadi lakukan tugas kamu sebaik mungkin, faham” ucap vita dengan sangat bijak
“iya faham tuan, nyonya. Sekali lagi saya minta maaf, saya janji tidak akan mengulangi lagi” jawab pegawai perempuian itu
“yah sudah bungkuskan mainan itu untuk anak saya, taruh di kasir dan saya akan membayarnya” ucap vita
Vita memang sudah berencana untuk membelikan mainan itu untuk rendy, walaupun dia bisa langsung mengambil tanpa membayar, tapi vita ingin itu menjadi hadiah dari vita untuk rendy, jadi dia rela membayar mainan itu walaupun harganya sangat mahal.
Setelah drama itu berakhir kini mereka berencana untuk makan siang di sebuah lestoran yang ada di dalam mall itu, satria juga sudah menunggu kedatangan ramma, vita dan juga rendy. Setelah sampai di lestoran itu, satria sangat terkejut melihat anak kecil yang bersama vita dan ramma, yang ternyata itu rendy anak bayi yang dulu sering ia gendong, dan sekarang sudah tumbuh menjadi anak laki-laki yang sangat tampan.
“kamu benaran rendy, ya ampun sekarang sudah besar dan tampan banget yah kamu” ucap satria sambil mengacak-ngacak rambut rendy
Rendy memang terakhir ketemu satria di umurnya yang ke5 bulan, dan sudah jelas kalau rendy tidak mengingat siapa satria, dan rendy malah memandang aneh ke arah satria dan pastinya rendy akan ngeluarin celetukan yang polos tapi sangat menohok ke hati.
“ihh aneh banget sih om, sok kenal deh sama aku” ucap rendy dengan wajah yang tidak suka
“rendy kamu lupa sama om sayang” ucap satria lagi
“jangan panggil cayang deh om ke aku, enak aja cayang-cayang ke aku. solly yah om aku tidak cayang sama om” ucap rendy yang berhasil membuat vita dan ramma menahan tawanya
“memang yah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, ram ni anak benar-benar nurunin sifat loe yang suka buat orang kesel” ucap satria ke arah ramma, karena dia sudah nyerah untuk ngomong sama rendy. Dan ramma hanya bisa menahan senyumnya melihat satria di kerjain sama rendy
(jangankan elo sat, gw aja sering di buat kesel sama tuh anak) ucap ramma dalam hati
“sudah-sudah ayo kita duduk, sampai kapan mau berdiri di sini terus” ucap vita yang mencoba mencairkan suasana lagi
“tau tuh mami, tidak tau apa kalu lendy sudah lapal malah di ajak ngoblol. Dasar om aneh” jawab Rendy lagi yang langsung di tutup mulutnya sama Vita, biar tidak ngomong lagi karena memang wajah satria sudah memerah karena malu.
Kini mereka semua makan dan duduk bersama, karena memang ajaran vita dan ramma ke rendy kalau makan itu tidak boleh berbicara jadi mereka ber tiga diam saat makan, tapi tidak dengan Satria, dia selalu menggoda rendy saat makan walaupun tidak mendapat balasan dari rendy tapi satria tidak patah semangat untuk dekat sama rendy, jadi dia terus menggoda rendy yang lagi makan.
“om!!!! Kalau makan itu tidak boleh banyak bicala, ini malah om celewet banget. Nanti kalau makanannya di ambil cetan om balu tau lasa, tlus om tidak bisa makn lagi tlus om kelapalan tlus om mati deh. Cukulin wlekk (rendy menjulurkan lidahnya ke satria)” ucap rendy yang makn kesal sama satria
“oke oke gw nyerah untuk deket sama anak loe ini ram, gila yah ini baru pertama kali loh gw kalah sama anak kecil, memang hebat anak loe ini ram” ucap satria ke ramma sambil mengontrol emosinya
“sabar..sabar, jangankan loe. Gw aja yang bapaknya juga sering di buat makan ati sama ni anak, rendy ini Cuma bisa luluh dan nurut kalau sama vita, selain vita tidak ada lagi yang bisa ngambil hati ni anak” ucap ramma ke satria yang sebenarnya senasib sama satria kalau lagi menghadapi rendy
Vita yang mendengar itu hanya bisa menahan tawa sampai pipinya melembung dan merah, sebenarnya dia ingin ngkak melihat 2 laki-laki di depannya itu yang di buat mati kutu sama anak sekecil rendy. Vita tidak berani mengeluarkan suaranya karena dia juga takut kalau rendy juga akan protes sama dia, satria dan ramma yang melihat vita menahan tawa dengan pipi melembung besar dan juga mata tertutup, hanya bisa menatap kesal ke arahnya saja tanpa berani ngeluarin suara lagi. kini memang vita sedang tertawa ngakak dalam hatinya sampai badannya bergetar dan sesekali tangannya menutup mulutnya.