NovelToon NovelToon
Mertua Galak

Mertua Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:223.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: rezza_handira

Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.

Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.

Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.

Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MG

Aku membawa anakku ke wahana bermain di dalam mall, aku ke mall menggunakan taxi online, anakku tampak senang aku ajak refreshing sebentar, memang benar bahagia seorang ibu adalah melihat malaikat kecilnya tampak ceria dan sehat, kemana saja aku kemarin, banyak moment indah terlewatkan, moment kebahagian yang tidak pernah kembali lagi, yaitu waktu bersama anak di masa emas pertumbuhananya.

Hari ini terasa plong, seakan beban hidupku berkurang satu, Nissa anakku tampak aktif sekali, dia berlari kesana kemari tanpa ada lelah, kuabadikan moment bahagia ini, tak lupa kukirim foto pada Bani ayah nya.

📩 "Ayah, kami berdua (mami dan Nissa) sedang ada di mall" ku kirim pesan pada Bani.

📩 "Apakah Nissa rewel?" Tanya Bani.

📩 "Tidak rewel yah, ku kirim foto ya" jawab ku.

📩 "Itu yah, foto Nissa sedang main perosotan, dia nggak bisa diam yah, gerak terus, aktif, lari kesana kemari" ku balas pesen lagi.

📩 "Jangan pulang kemaleman kalian ya, sebelum ayah sampai rumah harus sudah di rumah" jawab Bani

📩 "Siap ayah" balas ku.

Sepertinya Nissa sudah lelah bermain, dia tampak memberi kode dengan sedikit rewel, aku gendong Nissa, mencari tempat makan terdekat, ku beri susu di botol dan ku pangku dia, sekalian aku memesan makanan sepat saji karena aku sendiri juga lapar, tak lama Nissa terlelap, aku minta pelayan untuk membungkusnya saja, ku telpon Bani untuk mengabari, kurasa aku masih bisa pulang bareng karena jam menunjukkan jam pulang kerja untuk para pekerja.

📲 "Ayah, kamu lembur atau ngga hari ini?" tanya ku.

📲 "Engga ini mau segera pulang, aku sudah kangen sama Nissa" jawab Bani.

📲 "Aku masih di mall X yah, Nissa tidur kalau bisa pulang bareng ya" kata ku

📲 "Yah sudah, aku jemput kalian berdua, eh tunggu bentar ya mama nelpon, sudah ya sayang aku matiin dulu telpon nya" kata Bani sambil mematikan telpon.

Aduh benar benar deh, baru memulai menjalani hidup baru lagi, pasti mau ngadu ?soal kejadian tadi aku nggak mau nunggu Bani untuk membawa anakku jalan jalan. hampir sejam setengah, aku menunggu dan anakku sudah bangun lagi dan rewel, mana aku tadi nggak jadi makan Karena sudah minta di bungkus makananku untuk di bawa pulang, aku kira bakal cepat di jemput oleh Bani. tak lama telpon ku pun berdering, telepon berdering ada panggilan masuk dari Bani, aku langsung mengangkatnya.

📲 "Mami, kamu dimana?" tanya Bani.

📲 "Masih di restoran, ini adek bangun mulai rewel, lama banget katanya tadi ngga lembur" tanya ku.

📲 "Maaf mami, aku tadi mampir ke rumah mama, mama minta mampir biasa dia curhat" kata Bani.

📲 "Ya sudah aku turun" jawab ku langsung mematikan telpon.

"Nissa sayang, jangan rewel lagi ya, ayah sudah sampai ayo kita pulang" kataku kepada Nissa, bocah berusia kurang dari satu tahun itu hanya mengangguk seakan mengerti, karena dia belum bisa berbicara, namun sudah lancar berjalan, aku menggerutu sepanjang jalan menuju tempat Bani menunggu, emang curhat ngga bisa besok apa ya, selalu saja seperti ini.

🎆🎆🎆

"Hallo Nissa kesayangan ayah" kata Bani sambil turun dari motor dan menggendong Nissa, Nissa tampak tersenyum bahagia dalam gendongan ayahnya, aku tersenyum kecut, karena sedikit kesal.

"Mami kenapa, capek?" Tanya Bani padaku,

"Nggak apa apa kok yah, ayo pulang sudah malam" kataku.

"Mami cemburu ya, ayah nyapa adek duluan" kata Bani.

Aku hanya tersenyum, lalu kami melanjutkan perjalanan pulang kerumah, setibanya di rumah Nissa sudah tertidur, ku ganti baju dan popoknya, agar dia nyaman saat tidur, karena baju yang di pakai sudah di gunakan untuk main di wahana bermain dari siang pasti bau apek karena keringat, kulanjutkan makan karena perutku sudah sangat lapar, jatah makan yang tadinya untuk Bani ku santap juga saking kesal ke Bani.

"Mami, ayah nggak di bagi makanannya?" kata Bani.

"Beli aja sendiri, orang nunggu sampe laper, seperti orang terlantar" jawab ku sambil tetap makan tak membaginya.

"Mami marah sama ayah, ya maaf mi tadi mama telpon minta mampir sebentar, aku kira ada yang penting, biasanya kalau mama minta mampir kan ada yang penting" kata Bani.

"Kalau cuma sekedar curhat, bisa lewat telpon dulu, atau besok juga masih ada hari, lagian pagi tadi kan juga ketemu" kata ku masih kesal.

"Tadi mama cuma ngomong khawatir kalau cucunya rewel di ajak jalan kamu, biasa kan anak kecil suka rewel, apalagi kamu jalannya sendiri, takut kamu kerepotan, kalau lewat handphone kata mama takut kedengaran kamu terus kamu marah kata mama" jawab Bani dengan santai.

"Sudah ngomong gitu doang?" kata ku.

"Iya mi, masa ayah bohong, terus tadi mama liat status kamu, mama sedih kamu bawa Nissa ke mall tapi kamu ngga ajak mama" kata Bani.

Aku tak menjawab omongan Bani, percuma pasti bakal bertengkar, karena dia sekarang lebih percaya drama dari mama nya ketimbang ucapan jujurku, kuingat saat aku berpamitan dengan mama mertua saat mau ajak Nissa ke mall, namun dia hanya bilang, nggak nunggu Bani, nanti rewel nggak, udah cuma itu aja, aku tidak tahu lagi jalan pikiran pasangan mama dan anak satu ini, lebih baik saat ini aku istirahatkan diri dan otak, tak akan ada habisnya ngomongin mertua yang suka drama, suka mengadu yang tak masuk akal kepada suami.

Semoga kedepannya Bani bisa menelaah dan memilah mana perkataan yang benar dan bohong dari mama nya, tapi entah tahun berapa itu terjadi, akan menunggu walau jalan nya lama, dan juga semoga mertua cepat sadar, aku tahu banyak orang tua yang berharap anaknya membalas Budi atau jasa selama membesarkan anak, dan aku tahu tidak ada anak yang tidak berbakti kepada orang tua.

Semoga mertua ku, dan aku sendiri semakin hari semakin memperbaiki diri, tidak mengedepankan ego, karena nanti hasilnya pasti tidaklah seperti yang di bayangkan, dan aku berharap, rumah tangga ku ini berjalan dengan semestinya tanpa ada saling berebut kasih sayang dari Bani suamiku, dan mertua tidak merasa suamiku tidak berbakti kepadanya, satu lagi, mertua tidak ikut campur dan menyetir suamiku dalam menjalani rumah tangga.

"Mami banyak pikiran?" Tanya Bani.

"Kenapa emang?" Tanya ku balik.

"Bagaiman tadi serah terima, kerjaan di kantor?" Tanya bani kemudian.

"Alhamdulillah lancar" Jawabku singkat.

"Mami capek, apa marah sama ayah?" Tanya Bani lagi.

"Engga siapa yang marah" jawab ku.

"Pasti mami ngambek, karena ayah mampir rumah mama dulu sebelum jemput dari mall ya, ayah minta maaf deh mi, maksud mama baik, hanya ingin di ajak jalan ke mall, dia juga pengen jalan jalan sama cucunya" kata Bani lagi.

"Pandai bersilat lidah" kataku pada Bani.

"Apanya yang bersilat lidah sih mi." Tanya Bani lagi.

"Ya sudahlah ayo istirahat, besok kan masih kerja kamu" Kata ku,

Aku sengaja mengakhiri obrolan yang sudah pasti akan berakhir dengan perdebatan dan pertengkaran kecil dengan Bani, makanya aku jawab seadanya dan kata yang tidak nyambung, memang mama mertua selalu baik dimata Bani. tapi tidak pernah baik didepan ku.

~Bersambung~

jangan lupa beri dukungan kepada penulis dengan cara like vote rate klik tombol favorite

terimakasih banyak yang telah mendukung.

1
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
winezy
❤️❤️
mutoharoh
seruuu sekali ternyata ceritanya
mutoharoh
mampir untuk membaca,jangan lupa mampir juga kak
Puan Harahap
hadir thor

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
udah hadir thor

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
lanjut kk
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
hadir kk

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
Puan Harahap
hadir kk thor

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
hello
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Lidia Tikla
next author, semangat
Lidia Tikla
wah, masuk penjara
Lidia Tikla
ih, ngeselin banget ni mantan mertua
Lidia Tikla
Bani jadi stress ya
Lidia Tikla
yang kuat mama Nisa
Lidia Tikla
wah, cerai ya
Tika Ardiani
thour lanjutan mertua galak gada yaa?
Afandi
mertua kayak gitu ke laut aja
Windye Indie Prakoso
Like n vote untukmu thor..

Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!