NovelToon NovelToon
Dunia Kita Berbeda

Dunia Kita Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nsti Nsti

Dunia Kita Berbeda



Nesti Nugraha & Ardila Gabriela Leovarnost

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nsti Nsti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

,

,

,

,

,

Diruangan Nesti...

Nesti yang tengah mengoleskan saleb ke tangan Dila dengan hati-hati

"Ini tugas OB, kenapa kau yang membawa kopi itu " -Nesti

"Ob yang membuat kopi itu tersiram air panas di dapur tadi " -Dila

"Hmm dan sekarang kau yang terkena air panas itu " -Nesti

Dila hanya diam sambil menatap Nesti yang sedang mengoleskan saleb ke tangannya

"Harusnya kau lebih hati-hati saat meletakkan kopi itu dan pastikan posisimu sudah Baik " -Nesti

"Kalau kau sudah terkena air panas seperti ini kau sendiri yang merasakan sakitnya dan bisa saja aku yang disalah kan karna kau berada di perusahaan ku lagi pula kau adalah tamu disini dan ini bukan tugasmu" -Nesti

"Maafkan aku " -Dila

Flashback

Saat Dila masuk Nesti terkejut karna Dilalah yang membawakan kopi untuknya

"Ini kopi anda lady Nesti, saya harus menaruhnya dimana "-Dila

"T taro di meja saja " -Nesti

Dilapun menyimpan kopi Nesti di mejanya tapi saat Dila ingin meletakkan kopi tersebut tanpa sengaja Dila menyenggol meja tersebut membuat kopi itu tertumpah ditengahnya.

"Awwww "-Dila

Nesti yang melihat itupun panik dan langsung menghampiri Dila

"Astaga tangan mu " -Nesti

Nesti semakin panik karna melihat tangan Dila yang sudah memerah, Nesti pun membantu Dila untuk duduk di sofa.

"Tunggu disini " -Nesti

Dilapun hanya mengangguk, Nesti pun mencari di lemarinya, Nesti sedang mencari saleb dan tak lama Nesti pun menemukannya..

"Berikan tangan mu " -Nesti

Dilapun mengulurkan tangannya dan Nesti mulai mengoleskan saleb ke tengah Dila

Flashback end

"Hmm selesai " -Nesti

Nesti melihat ke arah Dila sementara Dila terus menatap Nesti

"Kau kenapa menatap ku seperti itu apa ada yang salah diwajahku " -Nesti

Lamunan Dila pun buyar

"Ahh tidak apa-apa " -Dila

"Terimakasih lady Nesti " -Dila

"Iya sama-sama, lain kali kau hati-hati " -Nesti

"Kha " -Dila

Dila mengangguk dan tersenyum ke arah Nesti, Nesti yang melihat senyuman Dilapun merasakan ada kupu-kupu berterbangan di perutnya.

"S senyuman itu, senyuman yang sudah lama aku tidak melihatnya " -Nesti

,

,

,

Campus

"Dila tumben banget gak ke campus " -Wiska

"Iya gak biasanya dia gini " -noel

"Hmm Dila ada urusan bisnis karna ayahnya masih sakit " -Billy

"Hmm kok Lo tau " -wiska

"Iya tadi gua ke mansionnya mau jemput dia tapi kata ayahnya dia gantiin ayahnya buat ke perusahaan nona Nesti Nugraha " -Billy

"Wihh Dila keren sih bisa satu perusahaan sama nona Nesti Nugraha " -noel

"Hmm kenapa begitu sayang? " -Wiska

"Setauku nona Nesti Nugraha adalah di CEO terkaya di Thailand dan masuk 5 besar di inggris, semua perusahaan mau berkerjasama dengan perusahaannya namun nona Nesti sangat sulit di ajak kerjasama jadi Dila beruntung bisa bekerjasama dengan perusahaannya sayang " -noel

"Hmm dia sungguh berkarir, apa kau tau wajahnya sayang " -Wiska

"Aku belum pasti dengan wajahnya karna nona Nesti tidak pernah ingin di publik di dunia Maya " -noel

"Sungguh aneh namanya sudah terkenal dimana-mana tapi dia tidak mau memperlihatkan wajahnya " -Billy

"Mungkin dia tidak ingin mendapatkan resiko yang berat Billy " -noel

"Hmm yasudah ayok kita ke kelas " -Billy

Merekapun menuju ke kelas bersama, sementara didalam kelas Echa yang sedang menunggu kedatangan Sakina

"Hay " -Sakina

"Lo lama banget " -Echa

"Hehe sorry " -Sakina

Sakina pun duduk disamping Echa

"Gimana perasaan Lo soal semalam " -Echa

"Gua seneng banget, bau p'nesti udah jadi candu gua " -Sakina

"Hmm Lo beruntung untung temen-temennya gak gebukin Lo " -Echa

"Haha iya juga yah " -Sakina

"Gua bakal lebih Deket sama p'nesti biar gua bisa pacaran sama dia " -Sakina

"Moga berhasil " -Echa

,

,

,

Di perusahaan Nesti tengah mengerjakan proyek yang akan ia bangun dengan perusahaan Astrong

"Bagaimana apa sudah selesai " -Nesti

"Hmm sedikit lagi " -Dila

"Apa masih banyak? " -Nesti

"Tidak terlalu banyak, kalau anda ingin istirahat duluan saja aku akan menyusul nanti " -Dila

Nestipun berjalan menjauh dari Dila dia menuju ke sofa sambil memainkan ponselnya, Dila yang mengira Nesti keluar dari ruangan diapun berbicara dengan dirinya sendiri.

"Aura P'nesti benar-benar mencengkram tapi aku merasa senang bisa satu ruangan dengannya " -Dila

Nesti yang mendengar itu sedikit mendekat

"Tidak sia-sia aku hari ini gak masuk campus, aku bisa berduaan dengan p'nesti " -Dila

Nesti menggelengkan kepalanya mendengar perkataan Dila

"Apa sudah selesai " -Nesti

Mendengar suasa Nesti Dila langsung berbalik dan melihat wajah Nesti begitu dekat dengannya

"S sejak kapan anda d disitu " -Dila

"Sejak kau berbicara sendiri, kau pikir aku keluar dan meninggalkan ku sendiri disini, kau adalah tamu disini" -Mesti

Dilapun terdiam karna malu

"Aaa shiaa ternyata p'nesti mendengar semuanya " -Batin Dila

"Sudah kau lanjutkan nanti saja sekarang kita makan siang sudah waktunya jam istirahat " -Nesti

Nestipun berjalan lebih dulu dan di ikuti oleh Dila, diperjalanan menuju ke restoran samping perusahaan tidak ada pembicaraan hingga Nesti memulai pembicaraan.

"Berapa umurmu " -Nesti ...

"19 tahun " -Dila

"Umurmu sangat mudah tapi potensi mu sudah sangat baik " -Nesti

"Terimakasih lady Nesti " -Dila

"Tapi kau sangat lambat dalam hal mengetik, kalau ada proposal diperlukan mendadak semuanya akan gagal " -Nesti

Mendengar perkataan Nesti membuat senyuman Dila menghilang

"Sebenarnya kau sedang memujiku atau mengejekku p'nesti" -Dila

Merekapun sampai di restoran tersebut

"Kau mau pesan apa " -Nesti

"Steak daging sapi " -Dila

Nestipun memanggil pelayan

"Steak daging sapi satu dan phat Thai satu " -Nesti

"Baik kak apa ada tambahannya " -pelayan

"Susu coklat hangat dan... Kau mau apa " -Nesti

"Milk tea Boba " -Dila

Nestipun seketika terdiam mendengar minuman yang ingin Dila pesan

"Baik kak tunggu sebentar " -pelayan

Pelayanan itupun pergi, Dila memerhatikan Nesti yang terdiampun menepuk tangannya

"Kamu kenapa? " -Dila

"Hmm tidak apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu " -Nesti

"Jangan terlalu memikirkan pekerjaan P'nesti itu akan membuatmu sakit kepala " -Dila

Nestipun menatap ke arah Dila sementara Dila hanya tersenyum kepada Nesti

"Kenapa kau sangat mirip dengannya " -Nesti

Dila yang mendengar itu pun bingung

"M mirip? Mirip dengan siapa " -Dila

Nestipun tersadar dengan ucapannya

"Ahh tidak ada, ouh iya apa kau masih menyimpan gelang ku " -Nesti

"Astaga aku lupa membawanya, gelang itu ada di kamar ku " -Dila

"Huff baiklah " -Nesti

"Hmm kamu bisa mengambilnya dirumah ku nanti dan sekalian kita makan malam" -Dila

"Hmm kau mengajakku makan malam? " -Nesti

"Hmm kha, sekalian saja kamu mengambil gelang itu, aku yakin ayah dan bunda akan senang kalau lady Nesti ke rumah " -Dila

Nestipun berpikir sejenak, lagipula hari ini dia tidak terlalu sibuk, diapun mengiyakan ajak Dila

"Hmm baiklah " -Nesti

Dilapun tersenyum dan tak lama pesanan merekapun datang.

Skip~~~

Tepat pukul 7 malam Nesti dan Dila masih mengerjakan beberapa proposal

"Sekarang jam berapa " -Nesti

"Hmm jam 7 lady Nesti " -Dila

"Sudah sangat malam, aku pikir sekarang baru jam 5" -Nesti

"Jadi kita akan mengerjakan proposal ini dimana? " -Dila

"Kita lanjutkan saja besok aku juga sangat lelah " -Nesti

"Hmm baiklah " -Dila

Nesti dan Dilapun membereskan proposal-proposal dan turun ke Lobi perusahaan

"Kau pulang dengan siapa? " -Nesti

"Aku akan menelpon supir untuk menjemput ku " -Dila

"Tidak perlu aku akan mengantarmu pulang lagipula aku juga akan mengambil gelang itu "-Nesti

"Hmm baiklah aku hampir lupa" -Dila

Nesti dan Dilapun menuju ke mobil dan Nesti menjalankan mobilnya meninggalkan perusahaan

Didalam mobil

"Hmm lady Nesti...

"Jangan memanggil ku lady Nesti disaat kita cuma berdua " -Nesti

"Lalu...

"Panggil saja namaku " -Nesti

"Hmm okey " -Dila

"Apa yang ingin kau katakan " -Nesti

"Aku ingin bertanya kenapa gelang itu berinisial D sedangkan awalan nama phi ada N "-Dila

Nestipun terdiam sejenak

"Belum waktunya kau mengetahui hal ini " -Nesti

"Hmm kenapa? " -Dila

"Sudah jangan banyak tanya, sekarang tunjukkan jalan ke rumahmu " -Nesti

Dilapun hanya mengangguk dan menunjukkan jalan menuju ke mansionnya

,

,

,

1
Dm Kece
Luar biasa/Smile/
Dm Kece
Lanjut dongg 🙏
Dm Kece
Cerita nya seruh 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!