NovelToon NovelToon
Cinta Berselimutkan Lara

Cinta Berselimutkan Lara

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Keluarga
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mom young

Menjalani Takdir Pernikahan yang Begitu Rumit Untuk Sania..

" Katakan Apa Salah Ku Sehingga Kau Memberikan Aku Ujian Seberat Ini! " Sania Terduduk Pilu Saat Menyadari Takdir Pernikahan Nya Tidak Sesuai Dengan Semua Nya....

Mampukah Sania Bertahan Atau Ia Akan Memilih Pergi....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom young, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hal-27

( Orang Jahat Terlahir Dari Orang Baik Yang Tersakiti )

Sania Membenarkan Jilbab Nya Yang Acak-Adul. Nafas Nya Tersengal-Sengal, Sementara Bu Lastri Menangis Histeris Di Sana. Ia Berjalan Perlahan Mendekati Sang Anak.

" Pak Kades, Bu Septi Maafkan Anak Saya Maafkan Dia..." Bu Lastri Memohon

" Bu Cukup Bu Untuk Apa Kita Yang Meminta Maaf " Sania Menatap Sinis Wajah Bu Septi. Yang Belok (kotor)

" Ini Ada Apa Sebenarnya? Kalian Kan Satu Desa Harusnya Rukun " Pak Kades Menarik Nafas Dalam Karena Kesal Menghadapi Warga Desa Nya Yang Selalu Gaduh dan Lagi-Lagi di Setiap Kegaduhan nya Pasti Berseteru Dengan Bu Septi.

" Dia Yang Kurang Ajar Pak, Sania Mengangkat Arit. Dan Hendak Membacok Mulut Saya, Dan Ini Lihat Jentik Saya Sampai Berdarah Gara-Gara Menahan Arit Yang Hendak Ditancapkan Pada Bibir Saya " Bu Septi Merasa Dirinya Yang Paling Berhak di kasihani.

" Berani Nya Kau Bersilat Lidah! " Sania Hendak Maju Satu Langkah Namun Ibu Nya Dan Bu Hanifah Memegangi Bahu Sania.

" Nak' Sania Sabar Tenang Tarik Nafas Dalam Istighfar Nak... Kenapa Dirimu Jadi Seperi ini? " Pak Kades Menahan Sania, ia Juga Tidak Percaya Sania Yang Pendiam Bisa Menjadi Liar Seperti Singa Yang Kelaparan.

" Pak Mana Mungkin Saya Bisa Tingal Diam, Kalau Dia Terus Menghina Saya Dan Ibu Saya, Saya Tidak Terima Pak! Dari Saya Kecil Samapi Sekarang Bu Septi Terus Saja Menghina Saya Entah Apa Salah Saya? " Sania Membuang Nafas Kesal Ia Mengeluarkan Semua Unek-Unek Yang Ia Pendam.

" Lagian Bapak kan Sudah Bilang Bu Jagan Terus Bergosip Apa Lagi Samapi Menyinggung Perasaan Orang " Pak Hamad Menghampiri Sang Istri Yang Penampilan Nya Sudah Sangat Berantakan.

" Iya... Apa Bu Septi Tidak Bosan Selalu Membuat Keributan Di Kampung Ini? " Bu Hanifah Turut Menimpal.

Semua Tetangga Yang Melihat Ini Bersorak Ke Arah Bu Septi, Gara-gara ucapan Nya Hasil Nya Ia Menangung Malu.

" Ayo Bu Septi Minta Maaf Dengan Nak'Sania Dan Bu Lastri, Dan Juga Tolong Jagan Mengulangi Kesalahan Yang Sama, Jaga Lisan Nya. Agar Tidak Terjadi Hal-Hal Yang Tidak Di Inginkan." Pak Kades Mengambil Jalan Damai.

Namun Bu Septi Tetap Besar Kepala Ia Hanya Gila Dengan Pujian Ia Tidak Mau Meminta Maaf Kepada Sania Dan Bu Lastri Apa Lagi Di Depan Semua Orang.

" Ayo Bu, Ulurkan Tangan Nya " Titah Pak Hamad Menarik Tangan Bu Septi.

Bu Septi Memalingkan Wajah Nya Ia Berteriak Engan Meminta Maaf Kepada Sania Dan Bu Lastri, Bu Septi Langsung Minta Pulang Di Antar Oleh Bu Harti Dan pak Hamad.

Sementara Bu Lastri Menangis Karena Ia Sangat Takut Jika Berurusan Dengan Pak Kepala Desa. " Dek' Sania Jagan Ulangi Lagi Yah Dek, Bahaya Membawa Arit Seperti Ini " Ucap Pak Kades

" Iya Pak... Saya Tidak Janji Tapi Jika Bu Septi Mulai Lebih Awal saya Tidak Akan Tingal Diam Lagi " Sania Mendongak Menatap Wajah Sang Ibu Yang Sendu. " Karena Saya Tidak Terima Jika Ada Orang yang Berani Menghina Ibu Saya, Apa Lagi Seperti Ucapan Bu Septi Barusan " Sania Menekan Ucapan Nya Kembali.

Berharap Orang-Orang Seperti Bu Septi, Bu Harti dan Bu Rumi jera.

Sania Mematri Ucapan Nya Di Hadapan Semua Orang, Kali Ini Ia Tidak Perduli.

" Ayo Bu Kita Pulang " Sania Menuntun Sang Ibu Mengajak Bu Lastri Pulang.

Sesampainya Di Rumah Sania Dan Bu Lastri Langsung Menganti Pakian Nya, karena Sepulang Dari Ladang Mereka Langsung Mampir Mandi Di Kali.

Setelah Itu Bu Lastri Duduk Di Bangku Panjang Tua Di Dekat Jendela, Sania Yang Melihat Ibu Nya Sedang Merenung Ia Mengambilkan Secangkir Teh Hangat Untuk Sang Ibu.

" Bu Ini Diminum " Sania Menyuguhkan Segelas Teh Hangat Kepada Ibu Nya.

Bu Lastri Menerima Nya Sambil Tersenyum Hangat Melihat kearah Sania " Terimakasih Nak "

" Ibu Luruskan Kaki Nya Biar Ku Pijat " Sania Memijat Kaki Sang Ibu, Meskipun Usia Bu Lastri Tidak terlalu Tua, Namun Tubuh Nya Yang terlalu Lelah Menjadi Kering Bahkan Tungkak Kaki Nya Penuh Kerapak Dan Juga Kering.

" Sania Apa Aditya Sudah Menelfon Mu? " Pertanyaan Sang Ibu Membuat Senyuman Bahagia Sania Memudar.

" Ibu Tahu Kan Aku Tidak Punya Hp " Sania Menarik Nafas Dalam.

" Disini Ada Telfon Umum Di Kantor Balai Desa, Kenapa Kau tidak Menelfon Nya Nak? " Bu Lastri Mengusap Pipi... Dagu Sang Anak yang Menggantung Bak Delima Di Gantung.

Sania Menggeleng " Tidak Bu Aku Tidak Ingin Mengagu Kesibukan Nya, Jadi Biarakan Saja Aku Disini Sementara Bersama. ibu " Sania Menaruh Kepala Nya Di Pangkuan Sang Ibu.

Bu Lastri Tidak Berani Bertanya Lagi, Karena Tanpak Sekali Wajah Sania Akan Berubah Jika Menyangkut Aditya.

" Bu... Rupa Ayah seperti Apa? " Tiba-Tiba Sania Menanyakan Hal Itu.

" Ayah Mu Sangat Tampan Nak' Ia Seperti Keturunan Timur Tengah, Mata Nya Hazel Dan Bentuk Wajah Nya Sama Seperti Mu Nak' " Ucap bu Lastri Sangat Detail.

Sania Terdiam Mendengarkan Cerita Sang Ibu, Sania Membatin Karena Dirinya Hampir Bernasib Sama Seperti Sang Ibu. Namun Ibu Nya wanita yang sangat Kuat.

Tidak pernah Marah Apa Lagi Mengeluh, Berbeda Dengan Dirinya Yang Langsung Tersingung Jika Seseorang Menanyakan Keberadaan Aditya.

.

.

Di Kantor Balai Desa, Pak Hamad Menghubungi Salma Karena Akan Bercerita Kepada Sang Anak.

" Bapa Sim Yang Nelpon " Salma Menoleh Sang Adik Kebetulan Kedua Nya Sedang Belajar Di Teras Depan.

" Angkat Kak Coba, " Ucap Kasim.

" Hallo Pak Assalamualaikum " Ucap Salma Dari Balik Telfon.

" Waalaikumsalam Nduk, Sehat Kalian? " Pak Hamad Berbinar Mendengar Suara Sang Anak Dari Balik Telpon.

" Alhamdulilah Sehat Pak...Bapak Bagain Mana Kabar Nya Di Kampung? Ibu Masih Suka Bentak-Bentak Bapak? " Salma Kahwatir Karena Ibunya Selalu Memarahi Bapak.

" Tidak Nak' Tapi Justru Ada Hal Lain Yang ingin Bapak Sampaikan "

Mendengar Itu Kasim Dan Salma Saling Tatap, " Ia Pak Bicara Apa Katakan Saja? "

" Tadi Sore Ibu Mu Bertengkar Dengan Sania, Mereka Saling Jambak... Bapak Malu Nduk, Bapak ingin Pulang Kerumah Mbah Saja " Pak Hamad Merasa Tidak Kuat Menghadapi Sikap Bu Septi...

" Kenapa Bapak Bicara. Begitu Pak? " Salma Tanpak Panik Namun Nama Sania Menyita Perhatian Nya.

" Bapak Sania Pulang Ke Kampung Pak? " Ucap Salma Dari Balik Telpon.

Kasim Menatap Manik Wajah Sang Kaka Sangat Serius.

" Iya Nduk, Kemis kemarin Sania pulang Di Antarkan Suami Nya, Mungkin Sudah Lima Hari ini Sania Berada Di Kampung " Jelas Pak Hamad Detail.

" Mba... Sania pulang Ke Desa nya " Bisik Kasim Lirih.

" Sini Mba Aku Mau Bicara Dengan Bapak? " Kasim Menarik Telfon Namun Telfon Langsung Di Matikan Oleh Salma.

Karna Salma Takut Jika Bapak Mendengar Berita Yang Tidak-Tidak Tentang Sania.

" Loh-kenapa Di Matiin Mba? " Kasim Gelagapan.

" Ws Meneng Sim... Jagan Bicara Apa-pun Yang terjadi Di Kota, Apa Lagi Kita Melihat Suami Nya Sania Adalah Suami Dosen Kita Juga, Jadi Mba Mohon Kamu Jagan Bocorkan Berita Ini Dulu Kepada Orang Rumah, Karna Mba Cuman Takut kalau Ibu Samapi Denger Terus Ibu Merasa Mempesona Karna Dirinya Berhasil membuat Gosip Baru. " Salma Memperingati Sang Adik.

" Lalu Sekarang Bagai Mana Mba? "

" Biarakan Saja Sim, kita Akan Bicara Jika Kita Bertemu Sania Saja." Tegas Salma Karna Ia Engan Membicarakan Hal Itu. Sebab Ada Masalah yang Lebih Penting Bapak Nya Akan Meninggalkan Ibu Nya Karna Sifat Ibunya Yang Susah Di Atur Dan Maunya Menang Sendiri.

.

.

.

" Bersambung "

1
Malihatu Rahma
sedih
Mutia Frhn
Luar Biasa
Mutia Frhn
ngak kebayang Kalau Sania Asli Ada di Dunia Nyata😣😢
Mom Young
namanya Juga Wanita😁
M Subahan Sahil
cemburu nya di pendam
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Kesian dgn Sania tpi mau buat mcm mna cinta sdh tumbuh, seharusnya Sania jujur sma ibunya, kan malu org lain yg menegur Aditya uda menikah.
Mom Young: cinta Emang Buta Kak😅
total 1 replies
Mutia Rmdhani
Bagus
Mom Young: terimakasih Dukungan Nya
total 1 replies
M Subahan Sahil
hanya Mikirrin dirinya Aja Aditya
Mom Young: begitulah Kak
total 1 replies
RaNia Annisa
Di Tunggu Thor
Mom Young: baik Kak... Maksih Sudah Berniat Mampir
total 1 replies
RaNia Annisa
Luar Biasa Menguras Air Mata
Mom Young: makasih Kak bintang 5 nya
total 1 replies
RaNia Annisa
Setiap kali Bikin Cerita Sedih Terus Thor😓
Mom Young: 😃😃😃😃 😃
total 1 replies
Ayu Rahma
Luar Biasa @Mom Young
Mom Young: hatur Nuhuh Teteh Bintang Nya.
total 1 replies
Nur Enisah
pertama Kali Baca Langsung Suka Dengan Alur Nya... mampir Thor❤
Mom Young: terimakasih kak
total 1 replies
M Subahan Sahil
up
Mom Young: di Tunggu
total 1 replies
M Subahan Sahil
sangat Bagus
Mom Young: maksih atas dukungan nya
total 1 replies
M Subahan Sahil
Mampir Thor
Mom Young: 🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!