berawal dari ikut pesta bersama ayah dan ibu tirinya nya. malah menjadi pengantin oleh pria yang sama sekali dia tak kenal. hal itu karena ayah nya memiliki utang kepada sang pemilik acara tersebut. seharusnya dia menolak, tapi karena paksaan ibu tiri nya nya akhirnya dia mau menjalani pernikahan tanpa tau apa yang terjadi dengan nasib nya kedepan. bagaimana kelanjutan nya yuk simak sama sama>>>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.30
Hari sudah semakin larut malam, dan belum ada tanda tanda suaminya itu pulang. Bahkan jam sudah menunjukan pukul 12 malam. Sebenarnya mau tidak perduli, tapi bagaimana pun juga Mereka terhubung disebuah ikatan pernikahan yang Sah.
"Kemana tuan arogan itu, kenapa tak pulang?" ucap nya yang sesekali melirik ke arah pintu.
Laras yang sedang duduk bersandar di sofa dikagetkan dengan suara dobrakan pintu kamarnya yang cukup keras. Hal itu membuat nya shock seketika.
"Brak...
Terlihat sekali Aksa berjalan sempoyongan dengan baju yang sudah berantakan. Entah dari mana pria itu, dan tercium bau alkohol di indra penciuman milik Laras.
"Tuan. Apa yang terjadi?" ucap laras yang mengampuni pria itu.
"Hahaha.... Kemana kamu pergi Monica, aku mencintaimu." ucap Aksa yang tak sadar saat ini.
"Tuan_" ucap nya dengan terbata.
Bisa Laras lihat bahwa pria itu begitu mencintai sang kekasih. pantas saja laki laki ini, menjaga jarak kepada nya. Sekali lagi hidup nya sungguh dipermainkan. Kenapa rasanya sakit sekali. tapi dia sadar, tak ada hak untuk cemburu. sebab pernikahan yang mereka jalani adalah karena keterpaksaan.
"Ayo, aku bantu beristirahat tuan." ucap nya yang mencoba perduli. karena dalam kondisi mabuk seperti ini, tak tega melihat pria itu begitu kacau nya.
"Monica... Kau dimana sayang. Kenapa meninggalkan ku." gumam Aksa saat ini.
"Monica, aku mencintaimu!"
"Beruntung sekali wanita itu, dicintai hebat oleh seorang laki laki seperti tuan arogan ini."
Laras yang melihat itu semua merasa prihatin sekaligus iba melihat tuan nya menjadi seperti ini.
Dengan perlahan Laras melepaskan sepatu nya terlebih dahulu, dan membuka jas yang berada di tubuh suaminya.
Dia berusaha memindahkan pria itu ke ranjang, dan mencoba membuka kancing atasan kemeja nya agar tidak gerah.
"Maaf tuan. Demi kemanusiaan." ucap nya sambil mencoba menetralkan perasaan nya.
dengan penuh kelembutan, Laras menjadi istri yang berbakti. Dia menyeka tubuh pria itu agar lebih nyaman.
"Tuan... Apa kamu bisa mendengar ku?" ucap laras dengan suara pelan nya.
"Kenapa kau disini. Kemana Monica ku?" ucap Aksa yang setengah sadar.
"Tidak ada tuan, tapi izinkan aku untuk melakukan tugas sebagai seorang istri. aku janji tak akan menyentuh sembarangan." ucap laras yang meminta izin terlebih dahulu.
"Tidak... Karena yang berhak cuman monic ku, menjauh lah gadis aneh. aku tak suka kau menyentuh ku sembarangan. Aku tak suka. Karena yang boleh hanya Monica. Ingat itu." ucapannya dengan kendali di bawah pengaruh alkohol.
"Huft, dasar pria menyebalkan. Untung saja dia masih setengah sadar. Kalau sadar bisa bisa dia memarahi ku." gerutu Laras sambil tetap menyeka kaki suami nya itu.
Saat akan berdiri, tiba tiba tangan Aksa menarik tangan nya Laras. Hal itu membuat gadis itu terperanjat kaget.
"Grep....
Cup.."
Aksa mencium bibir Laras secara spontan, membuat Laras tertegun melihat nya. Kali ini topeng nya di buka oleh pria itu, dan dibuang ke sembarang arah. Ini membuat Laras kaget dengan tindakan laki laki itu.
Dia tau, pria itu pasti membayangkan kekasih nya. Hal itu membuat Laras memberontak saat Aksa tak hanya mengecup nya, tapi juga melumat bibir pink nya.
"Tuan, sadarlah... Aku bukan kekasih mu Monic." ucap laras yang panik.
"Tuan ku mohon."
"Kau cerewet sekali sayang. Mari kita bersenang senang."
"Tuan_
"Srek...
Baju nya robek karena Aksa terus menerus mengecup bibir candu itu. entah apa yang dipikirkan oleh suaminya membuat Laras menangis.
"Tolong... Jangan." ucap nya dengan tubuh yang sudah bugil."
"Aku menginginkan mu, Monica." ucap nya dengan suara pelan.
Hal itu membuat Laras tertegun mendengar nya, dia membayangkan wajah kekasih nya.
"brengsek!" teriak nya yang marah dan menampar pipi Aksa.
"Sudah cukup! hentikan Aksa." ucap nya dengan air mata yang jatuh.
Aksa yang masih gelap mata pun, tak menggubris ucapan dari istri kontrak nya itu. entah pengaruh apa yang membuat nya menginginkan lebih.
"Lepaskan aku!"
"Tolong.... Tolong... Hiks... Jangan kumohon. Kita sudah sepakat untuk tak menyentuh bukan... Kenapa kau ingkar janji tuan." teriak nya yang tak terima perlakukan Aksa hari ini.
"Cup... Cup...
Tanpa perduli tangisan menyedihkan wanita itu, Aksa melanjutkan aksi nya dan hari itu dimana dia telah mengingkari janji janji yang telah dilanggar nya sendiri.
Blesh....
"Ahh..... Tolong berhenti.... Sakit." ucap laras yang merasa bawahannya robek dan terlihat bahwa keperawanan nya hilang di tangan pria ini.
"Kau sungguh candu sayang." ucap Aksa dengan suara serak.
Bahkan di lampu yang temaram itu, membuat kedua pasangan itu, melakukan penyatuan tanpa persetujuan masing masing.
"Ah... Enak sayang, teruskan." ucap Aksa yang sudah mencapai klimaks.
"Hiks.... Sakit..."
Laras yang sudah kehabisan tenaga, tak mampu lagi melawan. Dia hanya bisa pasrah dan menangis dalam diam. Sakit, kecewa, dan hancur seketika harapan dan mimpi nya itu.
tapi,cuek aja atas sikapnya Aksa ya Laras,,biar saja dia mau ngapain terserah, biar waktu yg menjawab kedepannya,
semangat Thor./Smile//Smile/