seorang dokter yang terkesan cuek dan dingin di jodoh kan dengan calon dokter yang cantik dan ceria, bagai mana kiasah mereka selanjutnya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aily sauri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28
Mekipun tidak formal karan teman papa nya itubmemeng sering berkunjung ke rumah tapi Atar tetepa tidak membiarkan Kia turun hanya dengan memakai baju tidur.
Akhir nya Kia pun berganti baju dengan gamis simple yang biasa ia pakai sehari hari.
"Hmm kok baju kita samaan ya mas" ucap Kia keluar dari walk in closed Kia sudah rapi dengan gamis hitam nya Atar pun sudah mengenakan kemeja berwarna Hitam.
"Ini sih tanpa sengaja couple" ucap Atar sambil terkekeh.
"Jangan cantik cantik Kia, Aldo itu teman mas yang paling playboy dia gak tahan saat melihat cewe cantik" ucap nya malas.
"Tapi teman mas kan" jawab nya terkekeh.
"Kalau bukan teman gak akan mas suruh masuk"
"Poko nya kamu jangan senyum terlalu manis pada nya biasa aja" ingat nya.
"Senyum itu ibadah loh mas" ucap Kia sambil menampilkan senyum termanis nya, Atar langsung menatap tajam ke Arah Kia.
"Poko nya senyum manis kamu hanya untuk mas titik" ucap nya dengan serius.
"Kamu gak usah natap Aldo bila perlu kamu nunduk aja pas ada di sana" ucap nya lagi.
"Yakali mas, posesif banget sih" jawab Kia.
"Poko nya harus gitu titik, tapi kamu tenang aja mas sama Aldo masih gantengan mas kok kalah jauh malah" ucap nya dengan percaya diri.
"Masa sih tapi tadi Sarah bilang katanya dia ganteng loh mas" ucap Kia sengaja menggoda Atar.
"Kia" tegur Atar.
"Yaudah yuk ah turun takut mereka nunggu lama" ajak Kia.
"Gak usah turun lah sekalian" jawab Atar dingin.
"Loh Kenapa??? Tanya Kia.
"Aldo tuh anak nya bene bener ngeselin tau gak" ucap Atar.
"Takut dia godain kamu" sambung nya.
"Udah yuk mas akhh " ajak Kia sambil menarik tangan Atar.
"Kok kamu jadi gak sabaran gini sih Kia" tanya Atar sambil memincingkan mata Nya.
"Penasaean aja sama Aldo seganteng apa sih dia " ucap nya sangaja menggoda Atar.
"Gak usah keluar" ucap nya dengan nada dingin.
"Becanda mas" ucap Kia lembut.
"Terserah" ucap nya masih dengan nada dingin.
"Serius Kia cuma bercanda mas" ucap Kia berusaha menyakinkan Atar.
"Jangan marah ya" ucap Kia sambil melingkar kan tangan nya lengan Atar karan suami nya itu masih saja diam,
Melihat kia melingkar tangan di lengan nya Atar tersenyum samar.
"Yaudah yuk turun" ajak, akhirnya nya Atar pun mengangguk dan kedua nya pun turun ke bawah dengan bergandengan tangan.
"Woyyy atarr" teriak aldo saat melihat Atar menuruni tangga.
Walaupun langsung bangkit dan melangkah cepat menghampiri Atar lalu memeluknya dengan erat.
"gila lu sesak gue" keluh Atar saat Aldo memeluknya dengan erat.
"Makin ganteng aja Lo" ucap Aldo dengan kekehan.
"Gue memang ganteng dari orok tak ada yang bisa merubah itu dan tak ada tandingannya" ucapnya lantang dengan sangat percaya diri, dia hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.
"Kenalin ini Kia istri gue" ucapnya memperkenalkan Kia pada Aldo.
"Hai, gue Aldo" ucap Aldo memperkenalkan diri.
"Kia" jawab Kia tersenyum sambil menangkubkan tangannya di depan dada.
"Cantik, manis,imut sumpah idaman gue banget bini lo Tar" ucap aldo membuat Atar geram.
"Milik gue" jawab nya dengan tatapan tajam.
"Gila senyum nya gak nahan bikin hati gue kelepek kelepek " ucapnya tanpa memperdulikan perkataan Atar, ada terus memakai ke arah Kia.
"Jangan liatin bini gue mulu" Ucap Atar penuh peringatan.
Atar pun melingkarkan tangannya di pinggang Kia dan menarik istrinya itu agar lebih dekat dan itu membuat kia tersentak kaget.
"Fosesif banget sih Lo" jawab Aldo santai.
"Punya bini kayak gini memang harus di posesifin kali" jawab Atar santai lalu melangkah meninggalkan Aldo sambil menarik pinggang sang istri menuju ruang tamu.
"Bener juga sih" ucap Aldo menyusul langkah attar dan istrinya.
"Wah Atar makin sini makin ganteng ya" ucap mamah Aldo saat Atar menghampiri mereka.
"Ahh Tante bisa aja" jawab Atar.
"Oh ya kenalin om tante ini istri Atar namanya Kia" ucapnya memperkenalkan Kia.
"Kia" ucap Kia sambil menyalami kedua orang tua Aldo.
"Cantik ya" ucap mama Aldo.
"Makasih Tante" jawab Kia malu malu.
"Atar udah lama nih nggak pernah main ke rumah Om" Ucop papa Aldo.
"Biasalah Om lagi sibuk-sibuknya" jawab Atar.
"Iya sih bagaimana nggak sibuk kamu kan dokter terkenal sekaligus pengusaha pasti jadwalnya sangat padat" ucap papa Aldo.
"Om bisa aja"
"Udah ayo kalian duduk jangan ngobrol sambil berdiri"ucap ayah Atar.
"Mending langsung ke meja makan aja yuk" usul bunda Atar.
"Boleh juga" jawab mama Aldo.
Mereka semua pun langsung melangkah menuju meja makan untuk melakukan makan malam bersama.
Atan duduk di sebelah istrinya sedangkan Aldo ia memilih duduk di seberang Kia agar bisa menatap senyum manis istri sahabatnya itu dan itu membuat Atar sangat geram.
"Jangan duduk situ lo" ucap Atar pada Aldo.
"Gue tamu ya asal Lo tau"
"Tante Aldo beelh gak duduk sini" tanya pada bunda Atar.
"Boleh dong, biasa nya Sarah yang duduk situ " jawab nya.
"Oh yaudah Sarah duduk sini aja" ucap Aldo sambil menepuk bangku samping nya yang masih kosong.
Membuat Sarah tersenyum senang " rezeki gue ni bang" bisik nya saat melewati Atar.
"Sarah juga makan cantik ya, padahal terakhir ketemu masih kecil" ucap Aldo.
"Makan dulu yuk ngobrolnya nanti aja" ucap bunda Atar.
Mereka pun memulai makan dia dengan telaten melayani Atar di meja makan mengambilkan makanan untuknya.
"Aduh enaknya yang punya istri udah dilayanin" goda mama Aldo.
"Jadi pengen nikah di rumah" ucap Aldo tiba-tiba.
"Ya udah cepetan dong nikah" ucap papa Aldo.
"Jodohnya belum datang"
"Dicarilah" jawab atar dengan santai.
"Songong banget ya Anda mentang-mentang udah punya istri, jadi pengen berantem yuk" canda Aldo.
"Hayu" jawab Atar.
"Udah udah kita makan aja salah pusing dengar kalian malah berdebat" keluh Sarah membuat mereka semua terkekeh akhirnya mereka pun melanjutkan makan malam tanpa ada obrolan apapun.
Selesai makan malam mereka kembali ke ruang keluarga untuk mengobrol sambil bersantai bersama.
"Holiday yuk tar" ajak Aldo.
"Gak bisa besok gue ada tugas"
"Hah serius Lo bukan nya masih cuti" tanya Aldo sedikit terkejut.
"Serius geu" jawab Atar.
"Serius tar " keli ini mama Aldo yang bertanya.
"Iya Tan"
"Duh kasian dong istri nya dintinggal" ucap mama Aldo pada Kia.
"Gak papa kok Tan" jawab Kia.
"Kalau begitu bagaimana kalau besok kamu main aja ke rumah tante" ajak mama Aldo, Kia mentap ke arah utara seolah meminta persetujuan namun Atar memberikan gelengan kepala menandakan kalau kita tidak boleh pergi.
"Maaf ya Tan bukan nya kia gak mau tapi besok ada jadwal kuliah" tolak nya dengan halus. Membuat Atar tersenyum senang.
"Wah sayang banget yah padahal kalau besok kamu mau main ke rumah aku bakalan aja kamu jalan-jalan kebetulan besok free" ucap Aldo.
"Pulang lewat mana Lo do" tanya Bara dengan tatapan tajam, buat semua orang terkekang geli.
"Santai bercanda gue" jawab nya sambil cengengesan.
"Kia kuliah jurusan apa.??" Tanya papa Aldo.
"Kedokteran om"
"Baru semester berapa??"
"Akhir om"
"Wah sebentar lagi jadi dokter hebat kaya suami mu dong" ucap papa Aldo.
"Gak lah om Kia belum mampu jadi dokter hebat kaya mas Atar" ucap Kia.
Kata tersenyum lembut pada Kia tak lupa tangannya selalu menggenggam tangan dia dari tadi ia ingin menunjukkan kalau dia adalah miliknya.
Namun tiba-tiba Aldo bangkit dari duduknya dan duduk di sebelah atar.
"Btw nih tar Andi sama Almira sering main ke sini gak sih" tanya nya dengan serius.
"Gak terakhir gue ketemu saat nikahan gue" jawab nya.
"Udah lama banget gue gak ketemu sama mereka " ucap nya dengan tatapan sedih.
"Kita sama sama sibuk tapi nantinlah kita luangkan waktu buat ketemu" ucap Ayar sambil menepuk pundak Aldo.
"Andi sama Almira enak di penerbangan bisa ketemu terus"
"Nantinlah kita atur jadwal untuk heve fun sepuas nya"
"Boleh juga tuh"
"Btw alisya gimana kabar nya??" Bisik Aldo pada Atar.
"Gak usah di bahas" jawab nya dengan dingin.
"Dari Aura nya seperti bini Lo belum tau ni tentang dia" tanya Aldo.
"Diem do" ucap Atar sedikit keras hingga semua orang menoleh ke arah nya.
"Kenapa sih" tanya mama Aldo.
"Gak papa kok ma, biasa lah" jawab Aldo sambil menyengir kuda.
"Santai " bisik Aldo.
"Ma, pa pulang yuk" ajak Aldo.
"Loh kok pulang sih??" Tanya bunda Atar.
"Udah malam Tan, nanti deh Aldo akan sering sering main ke sini" ucap nya sambil menarik turun kan alis nya pada Atar.
"Bene ya" jawab mama Atar dan itu membuat Atar terkejut.
Setelah itu keluarga Aldo pun berpamitan untuk pulang, kedua orang tua Atar mengantar keluarga Aldo sampai depan dan sekarang di ruang keluarga hanya ada Kia, Atar dan Sarah
"Gila bang Aldo bener bener cakep banget, bening gitu muka nya" ucap Sarah dengan mata berbinar.
"Jodohkan Sarah sama dia dong bang" ratu Sarah pada Atar.
"Yakin Lo" tanya nya dengan tatapan tajam.
"Gak deh bercandaa " jawab nya dengan kekehan.
"Tapi bang Aldo beneran cakep kan , iya kan kak??" Tanya Sarah meminta persetujuan Kia.
Kia melirik Atar jangan di tanya lagi bagai mana tatapan laki laki laki itu pada nya seperti ingin memangsa.
"Kak cekep kan??" Ulang Sarah.
"Hmm... I..itu...."
"Langsung jawab aja kak gak usah peduliin Abang" ucap Sarah.
"Aku ke kamar ya , ada tugas" Kia memilih kabur.
"Ih dasar kak Kia" kesal nya.
Atar pun melangkah menuju kamar mengikuti sang istri.
"Lagi apa hmm" tabyabatar kembut saat melihat istri nya bermain ponsel.
"Kaya nya besok kia beneran masuk kuliah deh mas" beritahu nya.
"Lah bagus dong"
"Kok bagus?"
"Mending kamu kuliah dari pada ke rumah Aldo" jawab nya.
"Yah sayang padahal " keluh Kia sengaja menggoda Atar.
"Males kerja jadi nya kalau gini.
"Loh kok males??"
"besok mas gak ada di rumah bagainmana kalau mama Aldo kesini dan bawa kamu"
"Gak akan mas kan Kia kuliah"
"Beneran ya jangan maunkalau mereka kesini dan sengaja kamu"
"Iya mas iya" Atar tersenyum dan mengelus kepala Kia
"Mas Kia belum pernah loh masuk ke dalam walk in closed milik mas" ucap Kia.
"Ya masuk tinggal masuk aja apa susah nya" jawab Atar.
"Mas lupa ya kalau masuk sana pake sidik jari mas"
"Emang iya"
"Iya"
Atar tersediam sebentar memang walk in closed nya menggunakan sidik jari nya sendiri jika ingin masuk.