♡Sebelumnya membaca Pernikahan kontrak dengan Ceoku karena cerita ini diambil dari salah satu karakter disana.♡
Rara gadis desa yang tinggal dipinggiran pantai Yogjakarta terpaksa menikah dengan pengusaha kaya asal London.
Keinginan untuk menyembuhkan si mboknya membuat dia menyetujui pernikahan itu.
Yang Rara fikirkan adalah bagaimana dia mendapatkan uang untuk perawatan si mboknya.
Mike adalah calon suami Rara, Mike ingin menikahi Rara karena tidak mau di jodohkan oleh keluarganya, dia lebih memilih untuk menikah dengan orang lain siapunpun itu asal bukan Kimberly gadis pilihan orangtuanya yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
Ternyata tak semudah yang mereka bayangkan,setelah pernikahan mereka akan ada banyak rintangan yang akan mereka hadapi terutama dari keluarga besar Mike yang sudah menentukan calon istri untuk Mike.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana part 2
"Aakkkkkhhh...apa yang kamu lalukan?"
Bruukkkk...
Kim menendang tubuh Emanuel yang sedang tertidur karena kelelahan.
"Aawwwhh...,apa yang kamu lakukan hah!" pekik Emanuel.
"Well,kami akan pergi,silahkan lanjutkan permainan kalian" ucap Devan yang langsung melangkah meninggalkan kamar setelah puas dengan cepretan cameranya.
"Kim,aku anggap urusan kita selesai sampai disini,ingat jangan pernah ganggu aku lagi"tandas Mike yang kemudian ikut pergi bersama Devan.
"Apa yang kau lakukan bangs*t?" teriak Kim saat Devan dan Mike sudah keluar dari kamar itu.
Emanuel berdiri dan memunguti bajunya yang berserakan di lantai,tak berniat menjawab pertanyaan Kim,dia sudah binggung dengan dirinya sendiri dan tak memperdulikan teriakan Kim yang terus memakinya.
"Kita bicara nanti setelah kau tenang" ucap Emanuel setelah selesai menggunakan bajunya dan pergi meninggalkan Kim sendiri di kamar.
Kim menangis sambil meremas selimut yang membalut tubuhnya yang polos,bagaimanapun seorang pria asing telah merenggut sesuatu yang dijaganya selama ini,benar Kim tinggal di London tapi dia bukan type wanita yang suka berhubungan dengan banyak pria.
Kim beringsut turun dari ranjang dan membersihkan dirinya,setelah selesai kembali dia memakai pakainannya dan keluar dari hotel dengan wajah frustasi.
Ditempat lain Emanuel melajukan mobilnya kerumah Mike,dia mengumpat sepanjang perjalanan,bagaimana bisa dia berhubungan dengan seorang wanita,pasti ada yang salah,selama ini dia bahkan sama sekali tidak tertarik pada wanita,tapi kenapa semalam dia bisa sangat bernafsu pada Kim.
Emanuel menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Mike,turun dari mobil dan membuka kasar pintu rumah Mike yang tak terkunci,matanya mengedar keseluruh ruangan mencari keberadaan kedua sahabatnya itu,matanya terhenti di ruang tengah dan mendapati kedua sahabatnya itu sedang duduk disofa dengan banyak camilan beserta wine.
Brakkk...
"Apa kalian juga memasukkan obat perangsang di minumanku" teriak Emanuel sambil menggebrak meja.
"Calm down bro,duduk dulu biar Devan yang menjelaskan semuanya" ucap Mike.
"Devan jelaskan sekarang?"bentak Emanuel emosi.
"Hanya sedikit Nuel,aku gak tau kenapa sangat bereaksi padamu,apa sekarang kamu sudah horny pada wanita?" ucap Devan santai.
"Sialan kamu Dev,bagaimana sekarang,kamu tau Kim masih perawan dan aku yang merusaknya" balas Emanuel emosi.
"Apaaa?kamu yakin Nuel?" tanya Devan
"Kalian gila,tentu saja aku yakin"jawab Emanuel kesal.
"Kalau gitu kau harus tanggung jawab Nuel" ucap Mike sambil menggangguk-anggukkan kepalanya.
"Sial kalian,kenapa sekarang kalian menyeretku juga dalam masalah" pekik Emanuel.
"Kenapa masalah Nuel,tinggal tanggung jawab apa salahnya,Kim cantik dan sexy tentu saja" jelas Mike.
"Kalian benar-benar sinting,apa mungkin aku masih bernafsu padanya tanpa obat perangsang,kalian tau aku alergi wanita" tandas Emanuel.
"Kalau gitu berarti kau harus mencobanya lagi tanpa obat perangsang,mungkin kau bisa berhasil,aku akan sangat senang kau kembali normal" ucap Devan yang mampu membuat mata Emanuel melotot seakan ingin keluar dari rongga matanya.
Emosi Emanuel mulai terkendali,mereka duduk bertiga dan mulai dengan misi mereka untuk melacak keberadaan Rara saat masalah dengan Kim sudah teratasi.
Devan sengaja menyewa seorang hacker ternama untuk membantu mereka,selama seharian ini mereka mulai melacak dimana keberadaan Rara dan hasilnya masih nihil,tuan Huang cukup pintar juga rupanya,dia benar-benar sudah mengatur semuanya agar sesuai dengan rencananya, rencana? ,apakah masih bisa dilakukan,menggingat Kim sudah ditumbangkan Emanuel,hanya saja tuan Huang belum mengetahuinya.
Mereka akhirnya memutuskan untuk istirahat sebentar karena memang belum sempat memejamkan mata saat menunggu malam menggairahkan Emanuel bersama Kim tentu saja.
***
Banjarmasin,
Rara mulai menata hidup barunya, dia mendapat pekerjaan sebagai pelayan coffee shop,mencoba memulai kembali lembaran baru dalam hidupnya,walaupun tak bisa dipungkiri setiap malam dia pasti akan menangis sendiri dikamarnya,tentu saja rasa rindu itu masih ada,sangat amat rindu wajah dan pelukan suaminya,tapi kenapa saat Rara benar-benar telah jatuh cinta pada suaminya sendiri malah mendapati suaminya selingkuh.
"Americano please..." pinta seorang pria yang ada didepan meja kasirnya.
Rara mendongak dan menatap pria yang ada didepannya,matanya tercekat sekian detik,mengerjap sebentar,mencoba kembali membuka matanya barangkali mata itu ikut berimajinasi juga sama dengan pikirannya.
"Rara"
"Bram"
Mereka berdua tersentak kaget dan ambigu pada posisinya masing-masing.
"Kok kamu ada disini?" tanya Rara.
"Harusnya aku yang bertanya kenapa kamu bisa kerja disini dan berhenti kuliah?" balas Bram.
"Aku..akuu...panjang ceritanya Bram,bisa kah kita bicara nanti,maaf aku sedang bekerja" jawab Rara pelan.
Akhirnya Bram menerima pesanannya dan duduk di meja paling ujung cafe itu sambil matanya tak bisa lepas memandang Rara yang mulai sibuk melayani antrian pembeli.
Ada senyum tersungging dibibirnya,mungkinkah takdir, dia bisa bertemu dengan Rara disini,dan lagi sekarang membuatnya tambah yakin kalau wanita pujaaannya itu sedang dalam keadaan tidak baik sampai harus jauh-jauh ke Kalimantan.
Bram tetap duduk ditempatnya sampai jam kerja Rara berakhir, perlahan Rara menghampiri Bram.
"Kenapa masih disini,emang gak ada kerjaan lain?" ucap Rara sambil mendudukkan dirinya di kursi tepat di depan Bram.
"Tentu saja menunggu kamu selesai kerja" balas Bram datar.
"Sudah bisa menjelaskan kenapa kamu berada disini?" tanya Bram.
"Eemmm,panjang ceritanya Bram"ucap Rara.
"Maka aku akan menyiapkan diriku untuk mendengarnya Rara" balas Bram.
"Sebelumnya kamu jelasin kenapa berada disini juga?" ucap Rara.
"Well,sepupuku ada disini dan besok akan menikah,makanya aku dan keluargaku kesini" jelas Bram.
"Mau bicara disini apa cari tempat lain,kelihatannya ceritamu bakalan sepanjang rel kereta api" goda Bram.
Rara mendengus kesal,akhirnya dia mulai bercerita tentu saja tanpa menceritakan tentang perselingkuhan suaminya karena memang Rara tidak mau mengumbar aib suaminya sendiri,dia lebih menceritakan kalau mertuanya tidak menyetujui pernikahannya dan saat ini dia ingin tenang berfikir di sini dan gak tau kapan bisa pulang ke Jakarta,tentu saja saat hatinya telah siap.
Bram terlihat mengangguk pelan,tanpa dia sadari kepergiannya ke Kalimantan kali ini benar-benar membuatnya sangat bahagia,bagaimanapun semenjak Rara memutuskan untuk cuti kuliah dia sudah merasa sangat bosan di kampus.
"Kamu tinggal sama siapa disini,saudara?" tanya Bram.
Rara menggelengkan kepalanya,dan menjawab bahwa dia tinggal sendiri,sejenak Bram merasa heran,sepertinya tidak sesederhana itu masalah rumah tangga Rara,tapi dia hanya bisa diam karena Rara tidak ingin berbagi kepadanya.
"Kamu tinggal dimana?" tanya Bram.
"Tidak jauh dari sini,aku cukup jalan kaki saja" jawab Rara.
Bram kemudian berdiri dan mengajak Rara pergi dari Cafe itu,berniat mengantarkan Rara pulang,tapi lagi-lagi Rara menolaknya karena tidak ingin Bram tau tempat tinggalnya saat ini.
"Tapi kenapa Ra?"
***
To be continue...