"Kau menghancurkan semuanya, mimpiku, cintaku, hidupku, harapanku Anggun ... kau menghancurkan semuanya, mulai hari ini pergilah sejauh mungkin jangan berani tunjukkan wajahmu dihadapanku! Saat kepercayaanku hilang, maka hubungan ini sudah tidak ada artinya!" Ariel Erlangga.
Harapan menikah muda harus berakhir di tengah jalan saat, Ariel laki-laki posesif ini menemukan foto Anggun tertidur pulas di pelukan laki-laki asing.
Hingga lima tahun kemudian, Ariel kembali kehadapan Anggun dengan menggandeng wanita lain. Bahkan Anggun sendiri yang akan merancang busana pengantin Ariel dan calon istrinya.
Benarkah Anggun sudah ternoda? Mampukah Anggun merelakan Ariel untuk wanita lain?
"Ternyata kau datang hanya untuk meninggalkanku lagi." Anggun Anggraini.
Facebook Violla
Instagram @Violla536
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tatapan mata setelah 5 Tahun.
Ariel Erlangga waktu sudah mengubahnya. dalam waktu lima tahun ini, Ariel sudah menjelma menjadi seorang pengusaha sukses yang terkenal dengan tatapan tajamnya dan juga kecerdasannya.
Ariel adalah seorang pemimpin disalah satu perusahaanya yang berada di Luar Negri. Karena tanggung jawabnya ini, Ariel tidak pernah kembali ke Indonesia.
Karena usia papa yang tidak lagi muda, Ariel terpaksa kembali dan akan menggantikan posisi Papanya di perusahaan.
Ariel Erlangga usianya sudah menginjak angka 29 Tahun, seorang pengusaha yang paling dihormati rekan bisnisnya. Tidak ada yang bisa membantah perintahnya, para pesaingnya juga selalu kalah dalam waktu sekejap mata. Semua bisa dia taklukan.
Semua bisa berada didalam genggamannya. Ariel menjadi orang yang sangat berambisi , misterius , pendiam dan paling Angkuh pada siapapun yang tidak dia sukai.
Selam lima tahun itu juga, Ariel berusaha memendam dalam luka hatinya. Terkadang Ariel juga merasa bodoh karena pernah menangis hanya karena seorang wanita.
Tapi semua itu sudah berakhir, Ariel menjadi seorang pria yang tangguh.
Setelah merasa dikhianati, Ariel menutup diri dari wanita manapun. Walaupun terkadang Ariel sering menghabiskan waktunya untuk mabuk mabukan dan selalu menginjakan kakinya di kelab malam. Hanya dengan cara itu Ariel bisa melampiaskan kekecewaannya .
Sampai suatu hari dia bertemu dengan seorang wanita yang selalu mengejarnya, dan selalu menemani malamnya dan perlahan menghapus lukanya, Ariel mencoba untuk kembali membuka hatinya untuk wanita ini.
Walau terkadang wajah mantan yang dulu pernah singgah di hatinya itu, selalu saja menghantuinya, tapi Ariel tetap yakin dengan pilihannya untuk menjalin hubungan yang lebih serius dengan wanita yang baru baru ini mencuri perhatiannya.
Setelah kembali ke Indonesia, Ariel sudah disibukan dengan urusan perusahaan, ia harus menandatangani beberapa dokumen, sebagi serah terima jabatan yang baru.
******
"Ambil bungamu ini, lain kali kalau mau berkencan persiapkan sendiri, dari dulu selalu merepotkan aku ! " ucap Yusri melempar bunga yang baru di belinya keatas kasur dimana Ariel merebahkan tubuhnya dengan nyaman.
"Kau tidak ikhlas membeli bunga ini?" tanya Ariel.
"Kenapa kau memberinya setangkai bunga mawar? wanita itu lebih suka Bunga Deposito Riel." ucap Yusri yang sudah ikut berbaring di samping Ariel.
"Aku sudah memberi semua yang dia mau, lagi pula dia juga sudah punya segalanya."
"Iya kau benar Riel, kau juga sudah memberikan hatimu padanya kan? tapi syukurlah bukan kau yang membeli bunga itu tadi ! "
"Memangnya kenapa? kenapa kalau aku yang ke toko bunga itu..?" Tanya Ariel yang sudah duduk dan memegang setangkai bunga mawar yang dibeli Yusri.
"Aku, bertemu dengan seseorang tadi, sepertinya dia juga mau membeli bunga, tapi dia langsung pergi setelah melihatku, aku yakin dia masih mengenaliku."
"Siapa dia ? kenapa dia menghindarimu ?"
"Tebaklah siapa dia, kau mengenalnya dengan baik Riel."
"Sudahlah itu tidak penting,dan bukan urusanku ! "
"Aku bertemu dengannya, mantanmu ! "
Deg........
Jantung Ariel kembali berdetak kencang, setelah sekian lama, setelah 5 tahun lamanya, getaran ini masih sangat terasa.
"Kau bilang apa?" terkejut dan Ariel menoleh, tatapan matanya menyimpan ribuan pertanyaan.
Yusri yang mengerti arti tatapan itu, perlahan bangkit dan duduk di samping Ariel.
"Kenapa?apa kau masih merindukan dia?"
"Tidak, apa dia baik baik saja? maksudku... ah sudahlah aku harus pergi sekarang ! "
Ariel langsung pergi keluar kamar tanpa membawa bunga untuk kekasih barunya.
.
.
.
.
.
Pagi ini Anggun dan Hani sudah berada di perusahaan yang bekerja sama dengannya, dengan kesepakatan bersama, selama proses pembuatan iklan, Anggun bertanggung jawab sepenuhnya dengan style para modelnya.
Setelah selesai tanda tangan kontrak,
Anggun memutuskan untuk kembali ke Butiknya.
Di ruangan Ariel.
"Semua berjalan sesuai rencana ! designer itu sudah menandatangani kontrak dan bekerja sama dengan kita sampai pengambilan gambar ini selesai pak ! " asisten Ariel mencoba menjelaskan hasil pertemuannya dengan designer yang baru ditemuinya.
"Kau yang bertanggung jawabkan? aku tidak mau ada kesalahan sedikitpun, aku tidak mau hasilnya jelek dan tidak memuaskan nanti, Aku akan memotong semua gajimu kalau kau mengecewakan aku ! " seru Ariel sambil melihat rancangan gaun untuk para model iklannya.
"Tidak pak !bapak tidak akan kecewa nanti, mereka ini salah satu designer ternama di Kota ini pak, semua rancangannya pasti tidak akan mengecewakan pak ! "
"Manda butik, maksudmu...dia ini yang baru menandatangani kontrak ini"? tanya Ariel membaca dan melihat tanda tangan Manda.
"Iya pak ! itu butik miliknya, pak Angga juga sudah pernah beberapa kali bertemu dengan dia pak, Pak Angga tidak pernah merasa keberatan dengan kerja sama ini pak !"
"Baiklah ! suruh dia masuk, aku ingin bertemu langsung dengannya." pinta Ariel.
"Manda sudah pergi sekitar setengah jam yang lalu pak ! " jawabnya takut.
"Belum mulai kerja sama saja dia sudah seenaknya, pergi tanpa ijinku terlebih dulu, benar benar tidak bertanggung jawab, apa dia tidak menghargai aku ? " teriak Ariel.
Ariel melemparkan pena tepat mengenai sepatu orang yang biasa menjadi Asisten papanya ini. "Keluarlah !" perintahnya.
Ariel menyenderkan tubuhnya di kursi kerjanya, dan memejamkan matanya, dia teringat kata-kata Yusri yang sempat bertemu dengan Anggun. Ini lah yang dia hindari , apa yang akan ia lakukan kalau sampai bertemu lagi dengan Anggun?
Menyapanya? Memeluknya? Menghindarinya, lari sejauh jauhnya. ntahlah Ariel belum tau jawabannya.
Sudah hampir jam 12 siang , saat Ariel meninggalkan kantor, dalam perjalanan ia menepikan mobilnya di depan sebuah mart dan perlahan ia memarkirkan mobil tepat di samping mobil lain yang berwarna putih.
Ariel melangkahkan kakinya dengan cepat menuju showcase dan segera mengambil minuman dingin yang bisa melegakan tenggorokan di cuaca yang panas.
Setelah mengambil jenis minuman bersoda, Ariel berjalan menuju kasi, ia berdiri tepat di belakang wanita yang sepertinya sedang melakukan pembayaran, terdengar beberapa percakapan mereka.
Ariel merasa seperti pernah mengenali suara ini, ia terus saja memperhatikan wanita ini,
wanita yang memakai dress hijau tosca, tanpa lengan, panjangnya selutut perlihatkan kaki jenjangnya, rambut hitam yang dikuncir kuda hampir menyentuh pinggangnya yang ramping memperlihatkan lehernya yang putih.
Ariel tersadar ketika wanita ini berbalik arah dan terpaku didepannya, kantung plastik yang berwarna putih ini jatuh dari tangannya, dan
mata mereka terkunci satu sama lain.
Wanita ini adalah Anggun yang menatap dengan penuh kekecewaan, sementara Ariel terus menatapnya dengan penuh pertanyaan. Mereka saling memandang sampai akhirnya Anggun mengakhirinya terlebih dulu.
"Ini milikmu ! " ucap Ariel setelah mengambil kantung plastik yang sempat di jatuhkan Anggun.
Anggun tidak menjawab, hanya menjulurkan satu tangannya mengambil kantung plastik dari tangan Aril, dan tanpa sengaja jarinya menyentuh ujung jari Ariel.
Degan cepat, Anggun pergi meninggalkan Ariel, tapi Ariel mengejarnya sampai ke luar mart " Tunggu! tunggu sebentar !" pinta Ariel menghalangi Anggun yang hampir masuk kedalam mobil putih yang terparkir di samping mobilnya.
"Maaf ! apa kamu mengenalku? maksudku apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Ariel penasaran menatap manik mata Anggun.
"Tidak tuan ! aku tidak mengenal Anda !" seru Anggun menjawab dengan paati.
Bersambung......
Kenapa mereka tidak saling mengenal?
Jangan lupa jejak ya
Mampir juga ke
Cinta Raisa ya 😍😍😍
baru hadir, nyimak kayaknya seru dech