NovelToon NovelToon
#SALAHFOLLOW

#SALAHFOLLOW

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Berbaikan
Popularitas:117
Nilai: 5
Nama Author: ilonksrcc

Satu like salah. Satu DM berantai. Satu hidup yang kacau.

Ardi cuma ingin menghilangkan bosannya. Kinan ingin hidupnya tetap aesthetic. Tapi ketika Ardi accidentally like foto lama Kinan yang memalukan, medsos mereka meledak, reputasi hancur, dan mereka terpaksa berkolaborasi dalam proyek paling absurd: menyelamatkan karir online dosen mereka yang jadi selebgram dadu.

#SalahFollow Bukan cinta pada like pertama, tapi malu pada like yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ilonksrcc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: SPECTRUM, SHADES OF 'US', & PERAYAAN HAL-HAL YANG TIDAK SPESIAL

Disclaimer: Bab ini mengandung definisi cinta yang tidak hitam-putih, perayaan milestone yang tidak ada di kalender, dan keindahan dalam spektrum emosi yang luas tidak hanya yang tinggi-resolusinya.

---

Tiga bulan pasca-gempa.

Jika hubungan sebelumnya adalah gelombang sinus naik turun antara konflik dan resolusi kini hubungan mereka menyerupai spektrum warna yang luas. Tidak selalu cerah, tidak selalu gelap. Kadang abu-abu kebiru-biruan di hari hujan, kadang kuning mustard yang hangat tapi tidak menyilaukan di senja hari.

Mereka tidak lagi mencari "defining moment" momen besar yang mendefinisikan mereka sebagai pasangan. Sebaliknya, mereka mulai mengoleksi "shades of us" nuansa-nuansa kecil dari kebersamaan mereka.

Shade #1: "The Comfort of Predictable Boredom"

Setiap Rabu malam adalah "Mie Instan & Dokumenter" night. Mereka bergantian memilih rasa mie dan topik dokumenter (Ardi lebih ke teknologi/alam, Kinan ke seni/sosial). Tidak ada yang baru. Hampir membosankan. Tapi justru dalam kebosanan yang bisa diprediksi itu, mereka menemukan kedamaian. Di tengah dunia yang tidak stabil, memiliki satu malam yang bisa ditebak adalah kemewahan.

Shade #2: "The Unspoken Collaboration"

Kinan sedang mendesain poster untuk sebuah kampanye literasi digital. Dia stuck pada pemilihan font. Tanpa diminta, Ardi yang sedang duduk di seberangnya mengirim link ke folder Google Fonts. "Coba yang ini. Kasih vibe 'terpercaya tapi nggak kaku'. Kayak lo."

Kinan membuka font itu. Tepat.

Itu bukan kolaborasi besar. Itu hanya satu tautan yang tepat pada waktu yang tepat. Tapi itu terasa lebih berarti daripada semua proyek Dadu Champ dulu. Karena ini murni, tanpa kontrak, tanpa ekspektasi.

Shade #3: "The Permission to Have Separate Rainbows"

Kinan mendapat tawaran workshop di Yogyakarta selama 5 hari. Dulu, ini akan memicu diskusi panjang: "Kita jadi jarak jauh lagi nih," atau "Jangan-jangan nggak komunikasi."

Sekarang, percakapannya berbeda.

"Kesempatan bagus tuh," kata Ardi. "Lo bakal ketemu komunitas desainer sana."

"Gue agak… bersalah. Tinggalin lo lagi."

"Jangan. Gue juga ada rencana. Mau ikut workshop modular synth di kampus. Jadi kita sama-sama upgrade skill."

Mereka memberi izin satu sama lain untuk memiliki spektrum pengalaman yang terpisah, tanpa merasa itu mengancam "spektrum bersama" mereka.

---

The "Aesthetic" of the Unremarkable (Yang Sekarang Justru Dirayakan).

Mereka mulai mendokumentasikan kehidupan mereka dengan cara baru: "The Unremarkable Project". Sebuah akun Instagram privat, hanya berisi dua follower (mereka berdua). Setiap hari, mereka bergantian mengunggah satu foto yang paling tidak menarik dari hari mereka.

· Foto oleh Kinan: Sebuah gelas kopi yang sudah kosong, dengan sisa lipstik di pinggirnya, dan noda cincin dari gelas sebelumnya di meja kayu. Caption: "Bukti bahwa gue duduk di sini cukup lama untuk menghabiskan dua gelas, dan memikirkan satu orang."

· Foto oleh Ardi: Tampilan layar laptop yang penuh dengan tab browser yang berantakan: lirik lagu setengah jadi, tutorial solder, halaman beli kabel audio, artikel tentang gempa psikologis. Caption: "Pikiran gue hari ini, dalam visual. Kaos kaki kanan hilang."

Tidak ada filter. Tidak ada penyesuaian warna. Ini adalah anti-aesthetic. Dan justru di situlah keindahannya: dalam ketidakspesialannya. Ini adalah arsip kehidupan sehari-hari mereka yang tidak akan pernah dipahami orang luar, karena konteksnya hanya ada di ruang privat antara mereka berdua.

---

The Spectrum of Arguments (Yang Tidak Lagi Hitam-Putih).

Mereka masih bertengkar. Tapi sekarang, pertengkaran itu tidak lagi tentang "benar vs salah", tapi lebih tentang "kebutuhan vs keinginan".

Pertengkaran tentang rencana liburan akhir tahun.

Kinan: "Gue pengin ke pantai yang sepi. Benar-benar off the grid. Nggak ada sinyal."

Ardi: "Setelah gempa? Are you sure? Gue… agak trauma dengan tempat yang nggak ada sinyal."

Dulu, ini bisa jadi: "Lo nggak ngerti kebutuhan gue!" vs "Lo egois!"

Sekarang, percakapannya berkembang:

"Oke, gue ngerti trauma lo," kata Kinan. "Tapi gue juga butuh ruang buat ngebuktikan ke diri sendiri, bahwa gue bisa tenang di tempat terpencil tanpa panik. Bisa nggak kita cari jalan tengah?"

"Tempat yang sinyalnya ada, tapi kita sepakat buat nggak pegang HP? Jadi safety net-nya tetap ada, tapi kita tetap disconnect?"

"Bisa. Gue bisa terima itu."

Pertengkaran tidak lagi diakhiri dengan satu pemenang. Tapi dengan kompromi yang mengakomodasi spektrum kebutuhan mereka berdua. Itu tidak selalu memuaskan sepenuhnya, tapi itu adil.

---

The Celebration of Non-Anniversaries.

Mereka melewatkan tanggal-tanggal besar yang biasa dirayakan pasangan: 6 bulan pacaran, 1 tahun kenal, dll. Sebagai gantinya, mereka merayakan "Non-Anniversaries".

· Peringatan "Hari Kita Nggak Sengaja Teleponan 3 Jam Tentang Hal Tidak Penting". Dirayakan dengan memesan makanan dari aplikasi yang sama dan makan bersama via video call sambil menonton bad movie.

· Peringatan "Hari Lo Pertama Kali Nongolin Gue Versi Berantakan (Minyak Goreng Habis)". Dirayakan dengan memasak bersama—dan kali ini, dengan persediaan minyak yang cukup.

· Peringatan "Hari Kita Berhasil Lewatin Padam Listrik 2 Jam Tanpa Panik". Dirayakan dengan membeli lampu emergency yang lebih bagus, dan menamainya "Little Guardian".

Perayaan-perayaan ini konyol. Tidak berarti bagi siapa pun kecuali mereka. Dan itulah intinya: membangun mitologi privat mereka sendiri. Sebuah kumpulan ritual dan ingatan yang hanya bermakna di dalam alam semesta kecil mereka berdua.

---

The Realization: Love as a Spectrum, Not a Label.

Suatu malam, mereka berbaring di atap kos Kinan yang baru (dia pindah ke tempat yang lebih terang, dengan akses darurat yang jelas). Memandang langit Jakarta yang berhasil menunjukkan 3 bintang.

"Kinan," kata Ardi. "Kita… kita ini apa sih sekarang?"

Kinan terdiam. Dulu, pertanyaan ini akan membuatnya cemas. Sekarang, dia merasa penasaran.

"Apa pentingnya label?"

"Gak penting. Cuma penasaran aja. Di mata lo."

Kinan berpikir. "Gue rasa… kita adalah spektrrum. Bukan titik. Bukan garis lurus. Kita punya semua warna. Kadang merah marah, kadang biru sedih, kadang kuning bahagia, kadang abu-abu biasa aja. Dan… itu oke. Karena spektrrum itu lengkap. Karena spektrrum itu… hidup."

Ardi tersenyum. "Jadi kita bukan 'couple'. Kita… spektrrum?"

"Spektrrum. Dengan dua 'r'. Karena kita rada repetitive kadang, dan rada random di waktu lain."

Ardi tertawa. "Spektrrum. Gue suka itu."

Mereka tidak perlu mendefinisikan apakah mereka "serius", apakah mereka "exclusive", apakah mereka "ke arah pernikahan". Mereka hanya ada, dalam spektrrum warna mereka sendiri, yang terus berubah, namun selalu berisi satu sama lain.

---

LAST LINE: Beberapa hari kemudian, Kinan menyelesaikan desain poster untuk workshop-nya. Di sudut kanan bawah, di bagian yang hampir tidak terlihat, ada elemen grafis kecil: sebuah prisma sederhana, yang membiaskan satu garis sinar putih menjadi pelangi kecil. Hanya dia dan Ardi yang tahu artinya. Itu adalah tanda tangan mereka yang baru: bukan sebuah nama, bukan sebuah logo, tetapi sebuah spektrrum. Dan di akun Instagram privat mereka, Ardi mengunggah foto hari itu: sebuah gelas air mineral yang setengah penuh, diletakkan di samping laptop, menangkap cahaya matahari sore dan memantulkannya menjadi pelangi mini di dinding. Caption: "Spectrum of an ordinary Wednesday. You are my prism." 🌈✌️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!