NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:165.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Penolakan Kakung

"Kakung harus menolong aku mengungkap apa yang telah terjadi tentang Pakde Parto itu." Arman berkata kepada kakung yang sudah tua.

"Ya sudah biarkan saja karena dia juga tidak mengganggu kamu." Mbah Kakung tidak ingin mencari masalah.

"Tapi masalahnya itu tadi saat aku di kamar mandi di datangi sama sesuatu yang sangat seram, jadi itu namanya aku di ganggu." Arman tetap keras kepala.

"Man, kita hidup di dunia ini berdampingan dan segala macam pasti ada di dalam dunia ini. jadi tidak bisa kalau hanya ingin menuruti keinginan yang ada di dalam dirimu itu saja." tegas Mbah Kakung yang menghisap rokok cerutu.

Arman kesal bukan main Karena dia sudah berharap Mbah Kakung mau menolong dia untuk mengungkap apa yang telah di sembah Pakde Parto, sebab Arman merasa sangat yakin bahwa iblis yang mendatangi dia di dalam kamar mandi tadi adalah ulah dari Pakde Parto akibat Arman berbicara sembarangan saat belum masuk sekolah tadi.

Jadi dia berusaha keras untuk mengungkap dan mengatakan kepada semua warga bahwa Pakde Parto adalah kades yang tidak baik, padahal tentu saja itu bukan urusan dia dan Arman sendiri sama sekali tidak ada yang di rugikan dari kejadian ini dan bila saja dia menjaga mulut maka masalah tadi tidak akan terjadi dalam hidup dia.

Padahal Arman juga bisa di bilang masih anak-anak sehingga tidak layak untuk ikut campur dalam urusan kali ini, tapi memang dia adalah pemuda yang kepo dan tidak terima sehingga saat Rahman di belikan motor langsung keluar omongan yang tidak benar dari mulut Arman itu sendiri.

Malah tambah lagi kemudian dengan kejadian yang ada di dalam kamar mandi itu sehingga Arman semakin merasa curiga bahwa kades baru memang memiliki sesuatu yang berhubungan dengan hal gaib, Mbah Kakung sebenarnya adalah orang yang paham tentang hal gaib tapi dia tidak ingin ikut campur karena merasa itu bukan urusan dia.

"Kau itu dari pada sibuk mengurus hal yang bukan menjadi urusan mu maka lebih baik fokus sekolah." Mbah Kakung berusaha untuk menasehati.

"Sekolah kan ada waktunya sendiri dan sekarang aku sudah pulang, ayolah Mbah pasti bisa." desak Arman.

"Sebenarnya yang kau pikirkan itu apa to, Man? untuk apa kau ikut campur dalam urusan mereka." Mbah Kakung sungguh tak habis pikir.

"Lah kalau dia nanti merugikan seluruh warga desa bagaimana? lagi pula siapa yang mau di pimpin dengan kades yang memiliki skandal seperti itu." sengit Arman.

"Ah kau hanya karena iri kepada Rahman saja sehingga terus berbicara demikian." Mbah Kakung tahu apa yang Arman pikirkan.

Ini semua Karena rasa iri hati yang dimiliki oleh Arman karena dia tidak terima Rahman memiliki kendaraan yang sangat bagus dan begitu mantap, sedangkan dia memang sudah lama ingin mempunyai motor seperti itu namun belum terkabul karena orang tua belum memiliki uang sehingga Arman hanya bisa melihat orang lain memilikinya.

"Ya sudah kalau memang Mbah Kakung tidak bisa membantu." Arman keluar dari rumah dengan perasaan kesal.

"Kau harus menjaga diri agar tidak terlalu sibuk mengurus urusan orang lain." pesan Mbah Kakung.

"Dasar tua cerewet tidak ada guna, aku sudah berharap dia bisa membantu tapi ternyata tidak bisa!" Arman kesal bukan main.

"Hahhhh bila dia terus seperti itu sampai dewasa maka akan tumbuh menjadi pribadi yang sangat sulit." Mbah Kakung menarik nafas panjang sambil menata punggung Arman yang kian menjauh.

"Arman ingin punya kendaraan itu mungkin makanya dia jadi iri kepada Rahman." Mbah Putri muncul dari dalam rumah.

"Ya biar kepingin tapi mau bagaimana lagi karena memang keluarga belum mampu membelikan dia kendaraan bagus." jawab Mbah Kakung.

"Ya Allah semoga saja dia tidak tumbuh terus menjadi pria yang seperti itu, kasihan bila nanti sampai tua dia tetap saja menjadi orang yang gampang iri." Mbah Putri juga ikut sedih.

Sebagai Mbah tentu saja ada rasa sedih di dalam hati mereka melihat cucu hanya bisa mengadu dan itu juga atas dasar iri hati yang sangat besar, mereka takut bila Arman akan kebablasan hingga menjadi pria yang tidak berguna dan hanya bisa iri kepada orang lain yang lebih mampu dari dia.

Di sini saja kelihatan bahwa Arman begitu memiliki rasa iri dengki yang sangat besar terhadap Rahman, maka dari itu dia sengaja memfitnah dan seolah ingin ikut campur dalam urusan Pak kades yang baru saja naik beberapa hari lalu bahkan sekarang sampai dia keluar dari sekolah hanya karena ingin menemui Mbah Kakung.

...****************...

Grosaaakkk.

Arman menoleh ketika sedang berjalan dengan perasaan kesal tapi malah mendengar sesuatu yang berisik dari sebelah semak, sebelah kanan lagi adalah hutan karet dan itu adalah milik dari Pakde Parto karena memang Pakde Parto memiliki kekayaan yang lumayan walau belum menjadi kepala desa di desa ini.

"Babi apa ya?" batin Arman karena memang masih banyak hewan di sekitaran sini.

Grosaaaaaak.

"Apa sih, mana pakai mendung segala." kesal Arman karena memang segala sesuatu bisa membuat dia sangat kesal.

"Tau dia tidak mau menolong maka aku tidak akan jauh-jauh datang ke sini membuang tenaga seperti ini." rutuk Arman.

Sebab Arman memang sangat berharap bahwa Mbah Kakung mau menolong dia untuk mengungkap kasus itu, tapi ternyata Mbah Kakung malah menolak sehingga sekarang Arman pulang dengan tangan kosong dan tidak ada hasil walau sedikit saja sehingga sudah pasti rasa kesal menumpuk di dalam diri pemuda ini.

"Apa itu?!" Arman heran ketika melihat sesuatu tengah berkumpul di kebun karet milik Pakde Parto.

"Ah jangan jangan dia sedang melakukan ritual, lebih baik aku ke sana untuk melihat dan memastikan." Arman semangat karena dia sangat yakin bisa mengungkap kasus ini.

Sebab hatinya sudah sangat yakin bahwa iblis yang datang di dalam toilet sekolah itu adalah suruhan dari Pakde Parto, kebab Arman sudah berbicara tentang korupsi ketika ada di luar sekolah sehingga pasti saja iblis itu mendengar dan ingin memberi Arman pelajaran.

Jedeeeeeer.

"Ah petir ini membuat orang kaget saja!" Arman terjingkat.

"Kok mereka seolah cuek begitu, pasti karena fokus dengan ritual." tebak Arman.

Di hadapan nya tanpa orang membuat lingkaran sekitar sepuluh orang dan mereka menggunakan jubah putih semua, Arman kian mendekat karena dia yakin itu adalah rombongan Pakde Parto yang sedang melakukan ritual sehingga dia datang untuk menyaksikan secara langsung agar nanti semua orang percaya dengan hasil rekaman yang dia bawa ini.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
Cindy
lanjut kak
Eli Rahma
keren gas..
Safitra
lanjut kak
nara
wih bagas langsung tebas kepala gendruwo tanpa ba bi bu 😄😄
NoviTa jungkook: crash aja🤣
total 1 replies
Nurr Tika
keren bagaskara
Itel A70 4/128
Sore thor
NoviTa jungkook: 🥰 🥰 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!