Cover by me
Saga Bimantara, Letnan Satu TNI, menerima perjodohan dengan Nada Queenza Rahadi, putri komandannya. Alasannya sederhana, agar sang ibu berhenti mendesaknya untuk menikah.
Berbanding terbalik, Nada justru menolak keras. Ia tak mengenal Saga, dan membayangkan pria itu sudah tua, kusam, dan tak menarik apalagi karena berprofesi sebagai tentara.
Sampai suatu hari, mereka dipertemukan takdir lewat insiden mencekam: Nada hampir diperkosa oleh pembegal. Saga datang sebagai penyelamat. Di situlah, Nada jatuh cinta pada pandangan pertama, tanpa tahu, pria itu adalah calon suaminya.
Yuk, baca ceritanya disini👇🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dikejar babi hutan
Akhirnya kuliah Nada sudah memasuki semester 6, untuk memenuhi tugas akhir, FK di universitas tempat Nada menuntut ilmu memberikan tugas KKN untuk mereka di daerah yang minim akan layanan kesehatan.
Entah ini kebetulan atau Nada sedang beruntung. Kelas Nada di tempatkan di daerah Kalimantan Utara, di daerah yang sama tempat Saga bertugas.
"Huaaa... Akhirnya gue bisa jumpa suami gue Minggu depan!!" pekiknya di sela-sela keriuhan kelasnya yang sibuk tidak terima akan tempat mereka akan mengejar nilai akhir.
"Lo mah enak Nada, kita yang tersiksa, apa lagi katanya gak ada sinyal disana" ucap Ilona–teman sekelas Nada.
Benar yang di katakan Ilona, disana tidak ada sinyal. Apa Nada bisa hidup tanpa itu? Nada menggelengkan kepalanya. Yang penting Nada bisa bertemu dengan suami yang sudah ia rindukan selama satu tahun terakhir. "Harus terbiasa dong, untuk nilai akhir kita lo" ucap Nada sambil menaik turunkan alisnya.
"Untuk nilai akhir pala lo, ngenes iya kalau KKN nya jauh dari kota" ucap Raiden kesal.
"Bener tu, mana bisa kita hidup tanpa sinyal di jaman sekarang ini" sahut Rian teman satu kelas dengan Nada.
Nada bahkan tidak perduli dengan keluhan para teman satu fakultas dengannya, yang penting dia berjumpa dengan Saga.
^^^Om Saga tunggu aku, Minggu depan aku akan melepas rinduku dan rindumu, i'm coming baby^^^
^^^Suami gantengku❤^^^
_______________________
Mereka akhirnya tiba di bandara, begitu tiba disana mereka menaiki bus menuju ke tempat mereka di tugaskan. Masih di area kotanya, mereka semua masih tertawa riang. Tiba saat bus yang mereka tumpangi berhenti di jalan yang tidak bisa di masuki bus besar.
"Jadi dari sini kita naik apa?" tanya Nada pada pemandu jalan mereka.
"Dari sini kita harus naik ojek motor" ucap pemandu itu.
"Astaga! Mobil gak bisa masuk apa?" ucap Ilona yang sudah merasa kepanasan, ia mengipasi wajah dengan kipas genggam.
"Mobil sebenernya bisa masuk, tapi susah jalurnya, apa lagi ini musim hujan, jalannya licin" ucap pemandu itu lagi.
Lagi-lagi semua orang menghela nafas kesal. Kecuali Nada, ia senyum-senyum sendiri.
"Cuma dia yang semangat sama tugas ini. Ya Tuhan!" ucap Ilona yang menggelengkan kepalanya melihat senyum Nada yang tidak pernah luntur sejak mereka di tetapkan KKN disana.
"Udah terima aja Na, pasrah aja. Yang penting dapet nilai" ucap Nada.
"Endasmu!" maki Ilona tidak terima dengan ucapan Nada barusan, ia bahkan mengepalkan tangannya ingin memukul mulut Nada, karena kesal.
Akhirnya mereka menaiki ojek motor menuju ke desa tempat mereka bertugas. Jalur yang di lalui jangan di tanya, rusak parah, apa lagi habis hujan deras, beberapa ojek motor yang mereka tumpangi bahkan ada yang terjatuh.
"Ah, sit!" umpat Rian yang sudah tidak tahan dengan keapesan yang mereka alami.
"Ketimbang lo ngumpat gak ada habisnya, mending Istighfar. Supaya di permudah sama Allah" Nada sedang menasehati Rian.
"Diem lo!!" ketusnya.
Raiden terkekeh melihat Nada di bentak oleh para rekannya. "Eh ketimbang kalian marah-marah mulu coba lo hirup banyak-banyak oksigen di sini, jarang-jarang lo kita dapet udara sebagus ini" Raiden menghirup udara disana yang memang begitu segar masuk ke rongga hidung mereka.
Akhirnya setelah berjam-jam perjalan menuju desa tempat mereka bertugas, mereka pun sampai juga.
Mereka langsung di sambut oleh kepala desa yang sudah mengetahui kedatangan mereka.
"Selamat datang adik-adik di desa kami, perkenalan saya Ali, kepala desa disini." ucap kepala desa itu.
Akhirnya mereka semua pun tersenyum kecut pada kepala desa tersebut sambil mengulurkan tangan mereka, kecuali Nada, hanya senyum dia yang paling manis.
"Oh iya, pasti kalian capek ya, karena perjalanan yang terlalu jauh. Maaf kami hanya menyiapkan tenda posko untuk kalian, karena disini tidak ada rumah kosong.
Semua rekan Nada memutar bola matanya malas. Mendengar mereka di suruh tinggal di posko, karena sudah lelah, mereka hanya terima apa yang telah di siapkan oleh Ali sang kepala desa, yang penting mereka bisa istirahat.
Ali mengantarkan mereka ke posko yang sudah di siapkan yang tidak jauh dari rumah kepala desa.
"Ini posko kalian" Ali menunjukkan beberapa tenda yang ada di hadapannya kepada mahasiswa-mahasiswa yang ada di hadapannya.
"Astaga, bakalan di gigitin nyamuk entar gue tidur" keluh Ilona melihat kondisi tenda posko itu.
"Entar gak ada uler yang masuk ni?" Jihan tidak kalah miris melihat tenda posko mereka di sana.
Tapi lagi-lagi mereka menganggukkan kepala pasrah. Berdoa segera cepat selesai KKN mereka disana.
"Pak, disini pos perbatasan dimana ya?" tiba-tiba suara Nada terdengar, ia sudah tidak sabar untuk bertemu Saga, rasa rindunya akan meledak saat itu juga.
"Ada perlu apa kamu kesana?" tanya Ali.
"Ada seseorang yang ingin saya temui"
Ali mengerutkan dahinya.
"Suaminya sedang bertugas disini pak" ucap Raiden dengan gamblang.
"Oh suaminya nugas disini" ucap Ali berfikir "eh berarti suaminya tentara ya mbak" lanjutnya.
Nada menganggukkan kepalanya.
"Tidak jauh kok dekat dari sini, jalan kaki sebentar juga sampai ke pos perbatasan"
Nada berjingkrak senang. "Bener pak?"
"Iya, mbaknya mau kesana sekarang? Biar saya suruh salah satu warga mengantarkan mbak"
"Gak pak, gak usah. Saya takut ngerepotin, saya bisa sendiri. Kan bapak bilang tadi deket"
"Yakin lo?" Raiden menyikut tubuh Nada menyakinkan.
"Tenang aja"
"Ya sudah kalau begitu. Kamu hanya perlu mengikuti jalan setapak ini. Nanti kamu akan jumpa pos perbatasan"
Nada pun mengangguk mengerti.
"Kalau begitu saya permisi dulu. Semoga kalian betah disini" ucap kelapa desa itu sebelum akhirnya pergi dari sana membiarkan para mahasiswa lain disana beristirahat.
"Lo yakin, gak mau di temenin Nada?" tanya Jihan.
"Yakin, lah tadikan si bapak udah jelasin jalannya, gue gak bakalan nyasar, tenang aja"
"Terserah lo deh Nada, pergi lo cepetan. Keburu malam." ucap Ilona melihat cuaca yang sudah sore.
"Sip"
Akhirnya Nada meninggalkan posko, ia berjalan melewati beberapa rumah penduduk yang tersenyum ramah padanya, Nada pun membalas senyuman mereka. Sesekali juga Nada mampir ke beberapa rumah warga untuk silaturahmi, lalu melanjutkan perjalannya.
Di pikirannya hanya ada Saga, ia ingin bertemu Saga, ia sangat merindukan suaminya tersebut.
Di posko, ada dua TNI yang mengantar beberapa keperluan tidur untuk mahasiswa disana. Salah satu dari 2 tentara tersebut adalah Dirga teman dekatnya Saga. Ia langsung mengenal Raiden saat melihatnya di sana.
"Loh kamu, temannya mbak Nada kan?" tanya Dirga pada raiden yang sibuk merapikan beberapa keperluannya di luar tenda.
"Iya, bapak..." Raiden mencoba mengingat Dirga, tapi tak jua ada yang dia ingat akan pria berseragam loreng tersebut.
"Saya temennya lettu Saga"
Raiden menganggukan kepalanya mengerti.
"Masnya KKN disini?"
Raiden menganggukan kepalanya. "Nada juga KKN di sini sama saya"
Dirga membulatkan matanya tidak percaya. "Yang bener? Apa lettu Saga tau?"
"Gak, tapi Nada sedang menuju pos perbatasan sekarang. Mau ketemu sama suaminya"
"Apa?! Emang dia tau jalan kesana?"
Raiden mengangguk. "Pak kades tadi udah kasih tau dia jalannya"
Kembali ke Nada, Nada terus berjalan menyusuri kampung. Pemandangan disana masih hutan alami, Nada mulai menyusuri jalan setapak menuju pos perbatasan. Entah kenapa sudah sedari tadi ia berjalan tapi tidak kunjung sampai di pos perbatasan. Karena tidak kunjung sampai Nada berniat untuk kembali ke pemukiman warga saja untuk meminta di tunjukkan jalan kesana. Nada berjalan untuk kembali ke perkampungan. Tiba-tiba Nada melihat semak belukar yang bergoyang.
"Ya Allah apa itu?" batinnya.
Nada mencoba berfikir positif, tidak memikirkan yang aneh-aneh. Ia berjalan mendekat untuk memastikan apa yang bergerak di balik semak belukar itu.
Langkahnya tiba-tiba terhenti saat memikirkan jangan-jangan itu hantu atau binatang buas. Bulu kuduknya merinding seketika saat itu, terlebih lagi matahari sudah mulai tenggelam.
Nada perlahan melangkah mundur, selangkah demi selangkah. Dan,
"HUAAA..!!" Nada memekik keras saat babi hutan keluar dari semak itu, Nada berlari sekencang mungkin menghindari dari kejaran hewan liar tersebut.
"PAPA TOLONG!!" pekiknya lagi, masih berlari sekuat tenaga.
Nada berlari keluar dari jalur yang seharusnya, entah kemana langkah kaki membawanya berlari, yang penting ia terhindar dari babi hutan yang ganas itu dulu.
"Ngapain lo masih ngejer gue?! Gue bukan makanan lo" Nada melihat babi hutan itu masih setia mengejarnya.
Malam sudah tiba, Nada sudah tidak dapat melihat jalan lagi, ia terjatuh karena tersandung akar pohon. "Ya Allah selamatin gue, gue masih mau ketemu suami gue, gak lucu bangetkan gue mati di sini dimakan babi hutan pula hiks!, hiks!" Nada menangis melihat babi itu sudah berada di hadapannya.
"Mampus, gue mati muda, di makan babi hutan pula hiks!" Nada menangis sambil mejamkan mata sudah pasrah akan hidupnya yang mungkin akan segera berakhir.
se x lagi SEMANGAT THOR💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
masyaallah bngt lah BPK ini😂😂😂😂😂😂😂?ni ya
atau jangan2 ABRI nungguin papa nya ya???🤭🤭🤭
AQ sih berharap plng dan temenin nada lahiran😓😓😓.
tp apa mungkin ya????
yah terserah author aja dech🤭🤭🤭
lok bagian msh ada pasti dia jg mau nikah,kan kt nya mau bareng Dirga pengajuannya😓😓😓😓