Ardi Wijaya.
seorang mahasiswa siswa kedokteran berusia 20 tahun. pria tampan. yang memiliki tinggi tubuh 175 cm. kulit putih dan berhitung mancung. pintar dan juga Soleh harus patah hati ketika gadis yang di cintai nya menerima lamaran dari bosnya.
ia juga harus menerima di jodohkan dengan adik dari gadis tersebut. yang bernama Aisah. seorang gadis yang cerdas dan juga ceria. apa kah Aisah bisa mengantikan posisi kakaknya di hati pria tampan itu?
bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 30
Aisah Tampak berfikir. " terserah Abang aja jawab nya. Ica cuman mau sama abang. "
ucapnya lagi.
sehingga kening Ardi berkerut untuk memikirkan tempat yang akan ia habiskan bersama gadis itu.
" karaokean mau gak?" Ia memberikan usulan. kalau mau jalan ke mall rasaya Ia sangat lelah setelah menempuh perjalanan berjam-jam untuk bisa sampai di Indonesia.
dengan cepat Aisah mengangukan kepalanya.
mobil tersebut melaju ke kesebuah tempat karaoke. Ardi memesan kamar VVIP , makanan, cemilan dan juga minuman.
Ardi mengusap wajahnya dengan kasar. Ia mengutuk kebodohan nya. bagaimana mungkin dia tidak berfikir sebelum membawa Aisah ke tempat karaoke seperti saat ini. berada hanya berdua di suatu ruangan. membuat dadanya berdetak dengan keras.
ia begitu sulit untuk mengatur nafasnya.
" bang ayok kita nanyi. ucap Aisah yang sudah memegang mikrofon di tangannya.
Aisah mengambil remote untuk mencari lagu yang akan di nyanyikan nya.
" Ardi Tersenyum memandang wajah gadis itu. ia selalu menghindar agar bisa menjaga jarak dengan gadis tersebut. namun apakah prinsip yang selama ini di pegang nya akan di goyahkan oleh gadis remaja tersebut?
Ardi mencacarkan pantatnya di sofa panjang yang ada di ruang itu. Aisah sudah mengaktifkan video ponsel miliknya.
setelah memilih lagu, mereka mulai bernyanyi. ternyata suara Aisah sangat bagus. mereka bergaya seperti seorang penyanyi terkenal. Aisah bahkan melempar kan mikrofon yang ada tangannya ke atas dan kemudian menyambutnya kembali sambil terus bernyanyi. Ardi tertawa saat melihat gaya gadis remaja itu berespresi yang terlihat begitu sangat mengemaskan.
Aisah juga bernyanyi ala artis K-Pop. dengan gaya goyangan yang centil. setelah capek bernyanyi. mereka duduk di sofa kembali.
Ardi meneguk minuman yang tadi sudah di pesan nya. cairan dingin yang mengaliri tenggorokan nya yang terasa kering, kini sudah terasa lebih segar.
Aisah juga melakukan hal yang sama. Ia meminum minuman dingin yang di dalam botol tersebut. ia juga memasukkan cemilan ke mulutnya dan kemudian mengunyahnya.
ia juga menyodorkan kentang goreng Tersebut ke mulut Ardi. pria itu mengingit kentang goreng dari tangan gadis tersebut.
Aisah kembali mengambil mikrofon yang tadi sudah di letakkan nya. Ia duduk di paha Ardi. membuat wajah pria itu langsung memucat,
detak jantung nya sudah tidak karuan.
" kita nyanyi apa lagi bang? " ucap Aisah yang masih duduk di paha nya. gadis itu masih belum berubah. Ia masih bersikap seperti dulu. sikapnya masih sama saat ia bersama dengan Ardi.
" Adek duduk di sini ya." ucapnya sambil menepuk kursi sofa yang ada di sebelah nya.
" apa Ica berat?" tanya gadis remaja Tersebut sambil terus memandang wajah pria tampan tersebut.
" gak dek." jawab Ardi yang sudah mulai gugup.
" terus kenapa?" tanyanya sambil sedikit mengeser duduk nya agar mengarah ke arah pria tersebut. Ia semakin bergerak-gerak di atas pangkuan pria yang sudah kesulitan bernapas tersebut.
" jangan gerak dek." ucapnya sambil memejamkan mata nya.
" kenapa gak boleh gerak?" tanya Aisah yang melingkarkan tangannya di leher Ardi.
" pokoknya jangan gerak,. " ucap pria itu.
" Abang kenapa pucat? tanya nya saat ia memandang wajah pria tersebut.
" Adek Udah gedek sekarang." jawab Ardi yang berusaha agar tidak melihat gadis yang ada di depan nya.
" Abang capek ya?" tanya Aisnah.
dengan cepat Ardi mengangukan kepalanya.
sehingga Aisah pindah ke posisi di sebelah nya.
" kita nyanyi apa lagi bang?" tanya Aisah yang menoleh ke sebelah nya.
" terserah adek, Abang ikut aja." jawab nya yang sudah tidak bisa berkonsentrasi.
Aisah mengambil lagu dangdut. ia menyanyikan lagu Dewi persik .
" impian gadis perawan berharap di pinang orang. ya...ya....
bermimpi siang dan malam.
berharap jadi penganti...."
Ardi tertawa saat mendengar lagu yang di nyanyikan Aisah. ia gak habis pikir dari mana gadis itu mengetahui lagu tersebut.
setelah puas di tempat karaoke. Ardi mengajak Aisah untuk jalan-jalan. berhubung masih jam 4 sore.
"kita sholat dulu ya dek" ucap nya yang di jawab angukan dari Aisah.
setelah selesai sholat, Aisah mendengar Ardi yang sedang ngaji. Ia yang awalnya duduk, kini memilih untuk berdiri melihat ke depan.
di dalam mesjid tersebut hanya mereka berdua.
*****
"kita mau kemana lagi sayang?" ucapnya
sambil memandang wajah gadis yang duduk di sebelah kursi kemudi nya.
" kita duduk di taman aja ya bang."
ucap Aisah.
" boleh" jawab Ardi sambil mengangguk kan kepalanya. kita duduk di coffe shop dulu ya. ucapnya. berhubung masih sangat sore.
Aisah mengangukan kepalanya.
selama duduk di coffe shop tersebut, gadis remaja itu tidak ada henti-hentinya bertanya tentang Ardi selama di Amerika.
Ardi mencerita kan tentang kuliah nya. pekerjaan nya di sana. pasien nya yang begitu banyak dan hampir rata-rata perempuan. membuat bibir mungil gadis itu maju kedepan. Ardi juga mencerita kan bahwa ia sudah tidak tinggal di asrama, Ia sudah ngekos di kosan muslim. pemilik kos-kosan Tersebut umat muslim. Aisah begitu antusias saat mendengar cerita-cerita yang di ucapkan Ardi. ia juga tidak ada henti-hentinya bercerita tentang sekolahnya. Ardi selalu tertawa saat melihat ekspresi gadis remaja itu saat bercerita. gadis itu masih tampak belum ada dewasa nya.
setelah mereka melakukan sholat Maghrib di mesjid. Ardi mengajak Aisah ketaman.
*****
mereka duduk di salah satu kursi taman. Ardi duduk di sebelah Aisah. gadis itu mengengam tangan nya.
taman tersebut tampak lebih ramai pengunjung berhubung malam Minggu.
begitu ramai pasangan suami istri yang datang membawa putra-putri mereka untuk bermain ke taman tersebut
" Ica gak pernah menyangka kalau Abang akan kembali ke Indonesia. " ucapnya sambil tersenyum.
Ardi memandang ke arah nya, sambil tersenyum.
" bang, bisa gak waktu di percepat seperti di film atau novel. langsung 5 tahun kemudian. "
ucapnya nya dengan wajah yang tampak begitu sedih.
Ardi menempelkan telapak tangannya di pipi Aisah. " udah gak sabar Abang lamar?"
tanya nya kemudian. wajah gadis itu tampak merona.
" adek harus percaya sama abang, seperti Abang yang percaya sama Ica. Abang akan datang untuk melamar adek di saat Abang sudah menyelesaikan semuanya. "
mata Aisah tampak berkaca-kaca. Ia kemudian memeluk Ardi. " Ica cinta dan sayang sama Abang, Ica janji gak akan selingkuh" ucap nya.
" Abang juga cinta sama adek." ucapnya sambil berbisik di telinga Aisah.
" besok Abang berangkat jam berapa? "
tanya Aisah saat ia sudah melepas pelukannya di tubuh pria tersebut.
" sore" jawab Ardi.
" besok Ica antar Abang ke bandara ya"
ucapnya sambil memandang ke arah Ardi.
"iya boleh sayang. "
" Abang tau gak, waktu Abang berangkat ke Amerika. Ica ke bandara di kejar-kejar polisi"
ucapnya penuh semangat.
kening Ardi berkerut saat mendengar ucapan gadis tersebut. " kenapa?" tanyanya kemudian.
" Ica ngebut bawak motor nya , dan melangar lampu merah" jawabannya dengan begitu bangga.
Ardi Tampak marah melihat gadis tersebut.
" Abang gak mau lagi dengar adek buat seperti itu." ucapnya.
melihat Ardi yang terlihat marah. Aisah menutup mulutnya. ia berencana untuk menceritakan bahwa ia memiliki motor gede. namun di urungkan nya, mengingat pria tersebut pasti tidak suka dan merah.
" bang, Ica mau es krim." ucapnya saat melihat penjual eskrim yang memakai mobil box parkir di taman tersebut.
" kita beli." ucap Ardi sambil memegang tangan gadis tersebut.
" Ica mau rasa campur dan cup yang paling besar". pinta gadis tersebut saat di lihatnya ada beberapa varian rasa. vanila, coklat, strawberry durian dan alpukat.
Ardi hanya meminta rasa coklat dan vanilla.
Aisah memegang eskrim berukuran jumbo di tangannya. ia memasukkan sendok eskrim tersebut ke dalam mulutnya. tampak ia begitu menikmati eskrim tersebut.
Ardi sejak tadi hanya memperhatikan gadis tersebut. tidak banyak yang mereka bicarakan. Ia hanya ingin melihat gadis itu sampai Ia benar-benar puas. rasanya ia tidak rela untuk meninggalkan gadis tersebut. es krim di tangan Ardi sampai meleleh karena tidak di makan nya.
" es krim Abang meleleh." ucap Aisah sambil mengangkat tangan Ardi dan menjilat lelehan eskrim di jari pria tersebut. membuat Ardi cukup terkejut.
********
like, komen dan vote nya author harapkan ya reader.
terimakasih. 😊😊😊🙏🙏🙏