Kisah seorang gadis cantik berumur 22 tahun,anak tunggal dari keluarga Atmajaya yang baru pulang dari Luar Negri.
Dalam perjalanan pulang mobil yang mereka tumpangi mengalami rem blong dan terbakar,untung dia bisa menyelematkan diri.
Tapi naas kedua orang tuanya terjebak dalam mobil tersebut.
Andi adalah dokter muda di Kotanya,selain berwajah ganteng andi juga seorang dokter ahli bedah yang terkenal.Dia juga di idolakan para suster dan perawat tp sikapnya dingin tp jg ramah terhadap pasiennya.
Akankan andi dan anissa berjodoh,lanjut ke cerita saja ya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengetahui kelamin calon bayi kembar
Pagi ini andi bangun pagi kemudian membangunkan nisa,karna andi akan berolah raga. Andi bersiap memakai sepatunya sedangkan nisa ingin menghirup udara segar di halaman rumah mereka.
Tak lama mereka keluar dari kamar mereka,dan menuju ke luar rumah. Andi mulai joging keluar pagar sedangkan istrinya asik menyiram tanaman yang baru di tanam tukang kebun kemarin.
Kehamilan nisa memang aneh karna tidak mual saat pagi,melainkan lebih suka berkebun,memasak bahkan berdandan,dan kondisi kesehatannya jauh lebih baik sebelum dia mengandung.
Namun andi tetap over protektif pada kehamilan nisa dia tidak memperbolehkan istrinya melakukan aktivitas yang dapat melelahkan dirinya.
Begitulah aktivitas andi dan nisa semenjak istrinya hamil,tak jarang juga kadang nisa juga ikut berjalan jalan untuk menemani suaminya joging di pagi hari.
Hari ini jadwal nisa untuk melakukan cek kehamilan.
" Sayang nanti siang antar aku untuk cek kehamilan ya " pinta nisa kepada suami ya saat mereka melakukan sarapan pagi.
" Baik nyonya andi nanti saya akan antar " jawab andi sambil tersenyum kepada istrinya.
" Sayang berapa usia kehamilanmu sekarang ? " tanya papa mertuanya.
" Sudah 7 bulan pa " jawab nisa.
" Wah bentar lagi cucu kembar kita akan meramaikan rumah ini ma " ucap ramon.
" Iya pa,mama sudah tidak sabar lagi " jawab heni.
" Sayang,mulai sekarang kamu harus mulai menyiapkan kebutuhan untuk bayi kalian " heni mengingatkan.
" Betul sekali itu ma,bagaimana kalau besok mama bantu aku belanja keperluan si kembar ? " ajak nisa bersemangat.
" Ide bagus itu sayang " jawab heni sambil mencium pipi nisa.
" Maa tapi nisa gak siap untuk melahirkan normal " ucap nisa sambil menundukan kepalanya.
" Kenapa sayang ? " tanya andi sambil memegang tangannya.
" Aku takut saja di " jawab nisa.
" Sayang gak usah takut semua wanita merasakannya kok,sakit itu akan hilang setelah melihat anak kita " jawab mama heni.
Akhirnya perasaan nisa mulai agak lega mendengar kata kata mama mertuanya.
Siang itu andi mengantar nisa ke rumah sakit,pasien hari cukup banyak. Andi menyuruh nisa untuk duduk menunggu,sedangkan andi mengambil nomor antrian.
Setelah mengantri cukup lama,sekarang giliran nama nisa yang di panggil. Mereka berdua pergi ke ruangan dokter gladis untuk cek rutin kandungan.
" Selamat siang dok " kata nisa sambil menjabat tangan dokyer gladis dan di susul oleh andi juga.
" Siang bu.. pak.., bisakah kita langsung memeriksa kandungan ibu ? " tanya dokter gladis.
" Bisa dokter " nisa langsung berbaring di kasur.
" Dokter gladis mengoleskan gel ke perut nisa dan mulai mengarahkan alat tersebut " dokter gladis tersenyum melihat monitor di depannya.
" Bagaimana keadaan anak kami dokter ? " tanya andi yang berada di sebelah nisa.
" Lihatlah pak kedua bayi kembar bapak aktif sekali,keadaannya sehat semua pak. Namun berat badan bayi yang satunya agak kurang pak,masih belum di ketahui kenapa " mendengar itu andi dan nisa tampak khawatir dengan keadaan bayi kembarnya.
" Apa yang harus kami lakukan dokter ? " tanya andi lagi.
" Ibu cukup makan makanan yang bergizi,istirahat yang cukup,minum vitaminnya ya bu soalnya tekanan darah ibu hamil biasanya meningkat kalau kurang istirahat. Nanti kalau bayinya lahir kita priksa secara menyuluruh ya pak bu " ucap dokter gladis menerangkan.
" Kalau begitu kita lihat kelaminnya ya pak,apakah kalian sudah siap soalnya posisinya pas sekali jenis kelamin mereka terlihat semua bu " ucap dokter gladis lagi.
" Baik dok kami antusias sekali ingin mengetahuinya " jawab nisa.
Dokter gladis menerangkan bahwa anaknya berkelamin laki laki dan perempuan,nisa dan andi saling berpandangan serta memegang erat tangan nisa.
Setelah periksa kandungan selesai mereka langsung pergi dari rumah sakit tentunya sesudah menebus resep obat yang sudah di berikan oleh dokter gladis.
👍👍👍