🥉 Juara 3 lomba wanita kuat S3
DI LARANG PLAGIAT! APA BILA ADA DI TEMPAT LAIN LAPORKAN!!
Grizelda adalah gadis gendut, jelek dan polos. Ia kerap kali di bully di sekolah, bahkan ia juga sering mendapatkan perlakuan buruk dari ibu dan kakak tirinya. Ayahnya juga tidak mempedulikannya.
Suatu ketika ia di bully lagi dan di hajar di dalam toilet hingga merenggut nyawanya, akan tetapi saat itu system' masuk ke dalam tubuhnya.
System membantunya menjadi wanita kuat dan cantik, bukan hanya itu ia juga akan menjadi kaya berkat bantuan system yang merubah hidupnya.
Ia bukan hanya cantik dan modis, ia juga kaya dan punya perusahaan sendiri. Grizelda pun bersaing dengan perusahaan ayahnya dan tentu saja perusahaan menjadi perusahaan yang terkenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Nenek itu tersenyum saat tangannya di tuntun oleh pria itu.
Karena ia curiga, Grizelda pun mengikuti pria tersebut.
"Nenek mau ke mana?" tanya pria itu dengan suara lembut.
"Nenek mau pulang, tolong ya Nak antarkan Nenek," pinta nenek itu.
terlihat mereka pun berbelok menuju ke sebuah gang.
Di saat gang itulah nenek tersebut beraksi. Ia mengeluarkan alat sentrum dan menyetrum pria itu membuat pria itu pingsan.
Ia pun mengambil dompet, ponsel dan jam tangan pria tersebut dan menyimpan di dalam tasnya.
"Sudah aku duga, kau nenek yang berkedok pencuri. Kembalikan barang-barang itu!" perintah Grizelda.
"Oh, kau lagi, kau ingin merasakan juga sentruman ini? Kalau begitu kemari lah," ucap nenek itu.
"Kau pikir aku takut? Aku akan membuka kedok mu," ucap Grizelda.
Grizelda pun berlari ke arah nenek itu dan ia melayangkan tendangannya hingga mengenai kepala nenek itu dan membuat ia terjatuh.
Nenek itu geram, ia pun bangun lagi dan ia berlari ke arah Grizelda dan mengarahkan alat sentrumnya ke arah Grizelda.
Grizelda pun menendang pergelangan tangan nenek itu membuat alat sentrumnya terpelanting.
Nenek itu terkejut, ia berusaha mengambil alat sentrumnya akan tetapi di halangi oleh Grizelda.
Grizelda menginjak alat sentrum itu hingga pecah dan rusak.
"Apa! Aku sudah mahal membeli alat itu dan beraninya kau merusaknya!" ia terlihat sangat marah, ia pun membuka penutup kepalanya dan ternyata ia seorang pria.
"Oh, sudah kau buka kedok mu, sudah tak tahan lagi?" tanya Grizelda mengejeknya.
Pria itu pun membuka kain dari pinggangnya dan menyisakan celana pendek.
"Ayo ke sini cantik, kita main bersama," ucap pria itu tersenyum mesum.
"Cih! Sungguh menjijikkan! Aku tidak akan membiarkan sampah seperti mu hidup menyusahkan orang lain lagi, sekalian aku akan membuatmu memang membutuhkan pertolongan," ucap Grizelda.
"Kau itu hanya seorang perempuan, kekuatan mu itu tidak sebesar kekuatan pria, lebih baik menyerahkan diri saja atau…."
Buuukkk!
Belum sempat pria itu melanjutkan ucapannya, sebuah hantaman keras mengenai wajahnya membuat ia menjadi puyeng.
"Atau apa?" tanya Grizelda.
"Aduuuuuh!" keluhnya sambil memegang kepalanya yang sakit.
"Kau … kau ingin cari mati rupanya," ucap pria itu geram.
Ia pun mengeluarkan senjata tajam dari tasnya.
"Hehehe, jangan salahkan aku yang terpaksa melukai tubuhmu yang bagus itu," ucap pria itu yang bersiap ingin menikam Grizelda.
Pria itu mengibas-kibaskan senjata tajamnya ke arah Grizelda.
Grizelda menghindarinya lalu dengan kuat, ia menendang anu pria pria itu membuat pria itu terdiam.
"He-he-he, bagaimana rasanya?" tanya Grizelda menyengir.
Pria itu langsung tumbang dan pingsan.
"Jurus pemutus keturunan ini sungguh berguna untuk pria seperti mu," ucap Grizelda berjalan mendekati pria itu dan mengambil tasnya.
Di dalam tas terdapat 8 buah ponsel dan beberapa dompet dan beberapa emas dan barang berharga lainnya.
"Ternyata sudah banyak yang menjadi korbannya," ucap Grizelda.
Ia mengambil ponselnya lalu menelpon polisi.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Halo, selamat sore, ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang polisi dengan suara yang agak berat.
"Saya ingin melaporkan jika di sini ada pencurian," ucap Grizelda.
***
Beberapa menit kemudian terdengar suara sirine polisi datang.
Ada beberapa buah mobil yang datang dan mendekat.
"Di mana pencurinya?" tanya polisi itu.
💪💪💪💪💪
tapi cerita ini aku suka.. buat aku termotivasi ,lain kali aku bisa berfikir membuat nya... semangat kak..
mampir di aku ya.. aku pemula baru liris sedikit ..