NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 - Dungeon: Kaisha (3)

“Kalian bisa pergi dulu."

"Kamu tidak ikut kami, Pyo?"

"Mana mungkin, aku sudah lama ingin naik ke lantai dua. Meski terlihat normal, dinding lantai ini memiliki retakan tipis seperti jaring laba-laba."

"Kamu ingin memberitahu bos monster lantai lain?"

Carnotaurus, Baibai dan Piyo melihat Clae seketika.

"Grahahaha, kamu sangat pintar, benar-benar manusia yang menarik."

Clae memutar mata dalam hatinya.

'Jika aku tidak pintar, bisakah aku selamat dari mu.'

Tapi wajah Clae sangat tenang. Tidak ada perubahan di wajahnya.

Kata-katanya dan jawaban Carnotaurus telah menjelaskan. Carnotaurus akan menghubungi monster atau bos monster dibawah lantai 6 untuk pergi bersamanya.

Mereka jelas monster yang peduli dengan dungeon seperti kata Piyo.

"Baiklah, pyo. Kami akan pergi lebih dulu."

"Ya, aku akan segera menyusul dengan yang lain."

"Pyo... Terimakasih banyak atas bantuan mu, pyo."

Carnotaurus melambaikan tangan kecilnya.

Clae mengangguk sedikit pada Carnotaurus. Lalu dia mengangkat Piyo dan Baibai ke pelukannya. Menekan pena delapan kali.

Sedetik kemudian, dia ditelan oleh cahaya seperti sebelumnya.

Saat Clae sedang berpindah, sesuatu muncul di pikirannya.

Jika Carnotaurus bisa mendapatkan kebijakan dan bersikap seperti manusia, penghuni lantai 6 yang merupakan sisa-sisa manusia bisa mengerti apa yang dia ucapkan dan lakukan, juga Piyo yang seperti ini.

Apakah sejak awal penghuni dungeon ini memiliki kecerdasan atau mereka mendapatkannya setelah terkurung di sini beribu-ribu tahun.

Jika itu yang pertama, betapa kejam orang yang mengurung mereka. Tinggal ditempat ini beribu-ribu tahun, layaknya terpenjara.

Clae tiba-tiba merasa hatinya sedikit berat.

Firasatnya tentang tempat ini, dia harap dirinya tidak ada hubungannya.

Ketika Clae membuka mata, mereka berada di dek kapal. Clae melihat simbol teleportasi yang berada di kapal telah menjadi samar, hampir menghilang.

Ketika Clae sedang mencari jalan turun, seseorang datang kepada mereka, dia terlihat tergesa-gesa. Jelas tujuan utamanya adalah Piyo.

Baik Clae atau Baibai tidak mengenal siapapun disini.

"Piyo, akhirnya kamu kembali!!!"

"Pyo, ada apa, tenang, Pyo."

"Tidak bisa, retakan menjadi lebih lebar. Kami tidak bisa menahannya. Kamu harus segera menahannya."

"Pyo!! Kalau begitu cepay TaoTie, ayo pergi."

Piyo kemudian meninggalkan Clae dan Baibai. Clae bisa melihat dari kejauhan, apa kehancuran itu.

Inti dungeon di lantai 2 terlihat sangat jelas. Itu berada di atas tepat sebuah gunung yang mengeluarkan asap. Gunung itu merupakan gunung berapi. Ada beberapa lelehan lava keluar dari celah samping gunung.

Clae awalnya hanya menebak melalui percakapannya dengan Piyo. Namun sekarang ternyata tebakannya 90% benar.

Kehancuran dungeon lebih tepatnya sesuatu yang mendorong penghancuran inti dungeon itu sendiri.

Inti itu sebenarnya sangat kecil dia mungkin berukuran seperti Baibai. Namun, inti itu dilindungi lapisan demi lapisan hingga membuatnya sangat besar dan terlihat mencolok di atas gunung berapi.

Saat ini lava dari bawah naik ke atas seperti sebuah tombak yang berusaha mengenai inti tersebut. Selain lava di bawahnya beberapa rantai aneh dengan ujung runcing juga berusaha menusuk inti. Ada satu rantai yang berhasil menusuk satu lapisan pelindung dan menghancurkannya.

Namun sepertinya itu bukan masalah yang sebenarnya. Karena inti itu mengeluarkan sebuah listrik

Listrik menyambar ke segala arah. Mengenai lantai, dinding, menusuk ke celah-celah bebatuan dan sedikit demi sedikit meratakan bagian dalam dungeon. Layaknya petir.

Namun petir itu masih sedikit terkendali.

Clae tiba-tiba mengerti. Ketika semua membran pelindung tersebut hancur sepenuhnya. Listrik yang menyerupai petir itu akan menjadi tidak terkendali dan menghancurkan dungeon sebagai bentuk pertahanan terakhir.

"Kalian disini dulu, Pyo. Aku akan ke sana!"

Clae melihat Piyo mendekati inti yang mengeluarkan listrik karena diserang lava dan rantai.

"Apa kami bisa membantu?"

"Tidak perlu, Pyo. Aku bisa mendorong rantai dan mencegah lava itu seorang diri, Pyo."

"Baiklah."

Clae melihat saat Piyo melompat ke salah satu kepala monster. Bersama beberapa monster, Piyo mengepakkan sayap kecilnya.

'Hm? Sihir?'

Ternyata Piyo memiliki kemampuan hebat dalam sihir.

Clae yang sejak awal fokus pada Piyo tidak memperhatikan kegelisahan Baibai.

"Manusia, rantai ini muncul setiap 50 tahun, meow. Namun...."

"Apa?"

Clae bertanya karena suara Baibai sangat rendah dan tidak jelas.

".... Maaf. Kali ini rantai itu muncul 20 tahun lebih cepat, meow."

Clae mengerutkan kening. Dia merasa tidak nyaman dengan mata bersalah Baibai.

"Bai, apa maksudmu. Kenapa kamu minta maaf?"

Ketika Clae inti dungeon perlahan terkendali, Clae tidak tahu mengapa, jantungnya berdebar dengan keras seperti…

"Meow!! manusia? Kamu.... Memiliki resonansi dengan benda itu manusia, meow."

"Aku..."

'AKU JUGA TIDAK TAU INI!!'

"Meow, ternyata begitu... Sama seperti pertama kali ketika kita masuk ke sini. Ternyata itu kamu...."

'apa sih yang dikatakan kucing ini!.'

Clae juga tidak mengerti mengapa ini terjadi.

Sebelum dia bertanya, tiba-tiba rantai dengan ujung tajam yang menjauh dari inti berbalik padanya.

Tidak, itu harus dikatakan dia menuju ke arah Baibai.

Clae selalu memiliki intuisi yang kuat sehingga dia mengetahui kapan dia akan terluka. Oleh karena itu dia juga tahu bahwa saat ini rantai tajam itu tidak mengarah padanya tapi pada Baibai.

"Bai, Ayo lari!"

Clae ingin membawa Baibai pergi, namun Baibai melompat menjauh dari Clae.

"BAIBAI!"

Baibai jelas juga menyadari mengenai rantai yang tertuju padanya, tatapan Clae mengarah pada rantai sedikit kewalahan. Tapi dia juga melihat Baibai dengan tidak mengerti.

Dia bisa merasakan tubuh Baibai bergetar hebat. Terlihat tidak stabil. Saat Clae ingin menggapai Baibai, Baibai melangkah lebih jauh.

"Jangan khawatir, meow. Aku hanya akan kembali."

Baibai mulai menjadi transparan. Clae merasa hatinya bergetar.

Baibai bukan makhluk hidup. Dia tubuh astral.

Dia tahu Baibai tidak akan mati, dia akan baik-baik saja. Tapi siapa Baibai. Kemana dia kembali.

Bukan hanya itu, Baibai sepertinya juga membawa rantai-rantai dengan ujung tajam itu menghilang bersama dengannya.

"Baibai!!"

"Clae Jangan turun lagi. Minta Piyo menemukan jalan keluar dari dungeon ini."

"Apa yang...."

"Kamu terlalu lemah, jangan mencoba mengorbankan dirimu."

"Kamu..."

"Kembalilah saat sudah kuat, aku akan menunggumu."

Clae mematung saat Baibai menghilang sepenuhnya.

'Aku tidak bisa melakukan apapun.'

Ketika dia sadar. Dia bisa melihat inti yang sudah dikendalikan dan diberi lapisan pelindung lagi oleh Piyo.

Clae juga merasakan jantungnya menjadi lebih tenang.

Clae tidak menyadari, saat dia berpikir semua baik-baik saja, matanya berubah menjadi violet dengan sayap putih.

"Mencoba melarang ku?"

Senyum muncul di wajah tabah Clae. Tangannya bergerak merapikan rambut ke belakang telinga.

"Tunggu aku, kucing pemalu."

Clae hanya dengan tenang mendekati Piyo. Dia memerlukan informasi untuk pergi ke lantai bawah.

Tidak peduli apakah itu akan mengungkap takdirnya. Atau jika dia tidak mendapatkan item di dungeon ini.

Dia hanya tau, ada seseorang yang menunggunya disana.

1
SecretS
Tapi selalu semangat up kak😄😄😄, Aku ini sejujurnya masih kepo sih tapi karena urusan tertentu jadi harus tabung eps, semangat terus kakak 😄😄😄👍
SecretS
Untuk eps selanjut nya, Aku tabung ya kakak mau menggerjakan tugas Akhir nih 🙏🙏🙏, nanti bulan Mei baru bisa Baca lagi kak /Sob//Sob//Sob/, maaf ya gk bisa baca mulai besok kak🙏🙏🙏
DancingCorn: Tenang aja, ceritanya bakal nambah kok (⁠✿⁠^⁠‿⁠^⁠)
Semangat terus buat ngerjain tugasnya ya (⁠☆⁠▽⁠☆⁠)
total 1 replies
SecretS
Up lagi kak /Cry//Cry/, Baca 1 eps aja masih kurang kayak nya soal nya cerita kakak seru bangggeeett, jadi ketagihan gitu loh, Baca sedikit langsung kepo terus, " ini gimana ke lanjutan nya?? waaaahh". Tolong semangat up terus kak, Aku tunggu kok 👍👍👍
DancingCorn: Terimakasih atas dukungannya ^^
Meski mau bilang 'tabung dulu baru baca', spesial karena komen kamu. aku update 2 bab hari ini.
semoga suka ya (⁠ ⁠ꈍ⁠ᴗ⁠ꈍ⁠)
total 1 replies
SecretS
Tolong up lagi dong kak gimana lanjutan nya, kepo kak!!! Tolong paling tidak up sehari sekali
DancingCorn: Tentu ^^
total 1 replies
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!