💞😍Family Putra❤😘
Second Story, Istri Istri Tuan Bryant
🥰Couple Beda Usia🥰
🍃Subscribe, Like, Comment🍃
⚔️NO BOOM LIKE! TAK SUKA, SKIP⚔️
Bagaimana rasanya mencintai pria berumur yang berstatus om sendiri?
Mencintaimu adalah do'a terbaik dalam hidupku. Bagi dunia, kamu hanyalah pria dewasa nan dingin tanpa ekspresi. Namun, bagiku, kaulah duniaku. ~Bunga Angela
Menikah? Satu ikatan yang slalu kuhindari, tapi keras kepalamu menjadi akhir cerita masa lajangku.~Alkan Putra.
Hubungan hati dengan problematika keluarga dan perbedaan usia mengubah dunia dalam keluarga Putra. Kisah pasangan yang memiliki cinta sederhana berselimut badai kehidupan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30#Tanya Terabaikan, Surprise
Kekesalan Elvan, membuat ketiga sahabatnya semakin bingung. Ides, Rafi dan Nathan hanya bisa menunggu waktu agar emosi hati milik si pangeran kampus mereda. Elvan Baim Pratama yang berarti seorang lelaki yang kelak menjadi penguasa bermartabat, kuat, dan terus merasa beruntung.
Namun, siapa sangka jika keberuntungan si pemuda hilang ketika menemukan gadis pencuri hati yang mampu menghempaskan semua kriteria tinggi dalam kehidupan masa mudanya. Alih-alih bersikap santai bak dipantai, Elvan masih saja membiarkan bayangan kemesraan antara Al dan Bunga menari di dalam kepala.
Diam di tengah keheningan menambah suasana semakin mencekam. Bukan menegangkan, tetapi menghanyutkan. Sementara di sisi lain, Bunda dan Al sudah berada di dalam mobil. Dimana keduanya menikmati perjalanan pulang.
"Om, apa ka Bryant akan datang ke acara makan malam?" Bunga bertanya tanpa menatap sang paman yang fokus menyetir karena ia tengah disibukkan membalas pesan dari mamanya.
Al yang mendengar pertanyaan sang keponakan seketika tersadar. Dirinya lupa mengabari keluarga bahwa malam ini akan diadakan jamuan makan sebagai bentuk syukuran di hari kelahiran Bunga. Sesaat berpikir akan melakukan apa hingga sebuah ide muncul menghantarkan kelegaan hati.
"Hmm, apa kamu mau membeli sesuatu. Misalnya baju baru untuk acara malam ini? Jika iya, ayo, kita mampir ke butik dulu!" Pria itu menawarkan diri mengajak Bunga untuk berbelanja, tapi yang diajak hanya melirik sesaat menatapnya. Lalu kembali fokus memainkan ponsel. Padahal ia hanya bersikap seperti seorang ayah pada putrinya.
Sadar bahwa Bunga tidak menyukai agenda belanja seperti kebanyakan gadis di luar sana. Meski begitu, incaran gadis itu jauh lebih baik dan berkualitas. Seperti hadiah yang ia beli dari sang designer langsung. Sebenarnya wajar karena sejak kecil terbiasa menjadi gadis pemilih.
Setiap barang yang di pake bisa dikatakan benar-benar sudah pilihan dari yang terpilih. Kecuali makanan saja, maka gadis itu bisa menikmati berbagai menu dari sajian nusantara sampai mancanegara. Tidak mengherankan karena sudah sering menjadi teman bisnis sang papa tercinta di setiap memiliki kesempatan pertemuan persahabatan antar para pebisnis.
Tawarannya diabaikan, lalu apa yang harus dirinya lakukan? Bunga pasti tidak mau mendengar apapun di saat hati masih menyimpan emosi. Sekali lagi mencoba untuk membujuk gadis itu, tapi ia membutuhkan alasan tepat agar bisa mengembalikan senyum di wajah si gadis bermata hazelnut. Tak ingin menanyakan apapun lagi, sehingga ia menambah kecepatan tanpa permisi.
Laju kendaraan yang meningkat, nyatanya tidak berpengaruh pada Bunga. Gadis itu malah mengambil earphones bluetooth yang ada di kantung sisi kanan samping tas, lalu memakainya dan tak lupa menyambungkan ke ponsel. Kemudian mencari galeri musik seraya mengubah posisi mencari kenyamanan.
"Om, aku mau tidur. Nanti bangunin, ya!" tukas Bunga berpamitan setelah menemukan posisi nyaman. Mata mulai terpejam tanpa menunggu jawaban dari sang paman.
Bunga benar-benar menghindar dari usahanya yang berniat membawa gadis itu berkeliling terlebih dahulu. Melihat situasi tidak memungkinkan, akhirnya Al memilih untuk tetap kembali ke rumah Bima. Akan lebih baik mengantarkan gadisnya pulang dibandingkan jalan tanpa arah tujuan.
Waktu berlalu begitu cepat hingga tak terasa siang berganti malam bersambut rasa penasaran. Di kala langkah kaki berjalan pelan mengikuti pemandu jalan karena kini matanya tertutup kain. Ia hanya mengandalkan indera pendengaran yang ternyata hanya ada suara langkah kakinya saja.
"Pa, kenapa begitu sepi, ya?" tanyanya berusaha untuk memfokuskan diri dan berharap bisa mendengar helaan napas milik orang lain. Akan tetapi, tetap saja tidak ada suara lainnya lagi. Sebenarnya papa Bima membawa ia kemana?
Dilepaskannya tangan sang putri, lalu memposisikan diri beralih berdiri di belakang Bunga. "Papa akan bukain tali penutup matanya, tapi tetap tutup mata! Hitung sampai tiga, baru Bunga boleh buka mata. Ready?"
"Okay, Pa. Do it!" Bunga menjawab pasti tanpa ragu, gadis itu tak mau terus menerka ada dimana dan bersama siapa saja.
Penutup mata dibuka bersambut langkah kaki sang papa yang menjauh, tetapi hitungan mundur terdengar dari arah berlawanan. Suara yang familiar mengubah rasa penasaran menjadi ketidaksabaran. Hitungan terakhir bersama kelopak mata yang terbuka secara perlahan dihujani kelopak bunga mawar putih yang menyebarkan aroma wangi.
"Surprise!" seru orang-orang yang hanya terdiri dari anggota keluarganya saja.
Meski ajah-wajah yang memakai topeng tidak terlihat begitu jelas, tetapi suara dari setiap anggota keluarga bisa ia kenali. Sehingga tidak ada masalah begitu satu per satu datang memberi pelukan seraya mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Senang bisa mendapatkan kejutan tak terduga.
Apalagi keluarga serempak mengenakan kostum white couple bagi pasangan dan yang masih lajang kostum black seolah mencerminkan kegelapan di dalam penantian. Seperti yang dirinya mau, dimana makan malam diadakan di cafe tempat langganan. Hanya saja kali ini tidak ada pengunjung lain.
"Ayo, kita ke tempat acara!" Mama Milea menggandeng putrinya, sedangkan Papa Bima mengiringi langkah kedua ratu hatinya dari belakang.
Suasana cafe tampak berubah bahkan dihias begitu bagus sampai Bunga pangling dan menatap fakjub akan niat hati sang perencana acara. Mata menelusuri setiap sudut ruangan, "Indah banget, Ma. Apa kalian merencanakan semua ini sejak lama?"
"Bukan kami, Sayang, tapi Al. Dia juga yang menyiapkan segala sesuatunya termasuk gaun yang kamu kenakan. Katanya, tema pesta ulang tahun yang ke tujuh belas harus istimewa. Jadi, pesta topeng menjadi pilihannya. Kami harap, kamu suka, Nak," jelas Mama Milea tanpa menutupi apapun.
Meski dirinya sebagai seorang ibu terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan karena masih membantu usaha sang suami. Tetap saja ada Al yang siap siaga memberikan kasih sayang tanpa pamrih. Terkadang hati mengharapkan pria seperti saudara iparnya itu yang harus menjadi suami sang putri.
Siapapun pasti mau memiliki menantu mapan, tampan, dan bertanggung jawab. Pemikiran sepintas lalu yang mengubah emosi hati menjadi candaan rasa. Sayangnya, manusia hanya bisa berandai-andai, atau sekedar bermimpi tanpa pernah menunjukkan keinginan hati.
"Bunga suka, Ma, hanya saja kenapa om Al memilih pesta topeng? Bukankah yang datang hanya keluarga. Jadi rasanya aneh ngobrol tanpa bisa melihat wajah satu sama lain. Ini yang rencanain acara pun menghilang," balas Bunga menyakinkan mamanya bahwa ia benar-benar bersyukur atas kejutan dari keluarga.
Pesta topeng adalah acara yang dihadiri oleh banyak peserta dengan mengenakan topeng. "Pesta kostum" yang kurang formal mungkin merupakan turunan dari tradisi ini. Pesta topeng juga dikenal sebagai bola topeng dimana biasanya berisi musik dan tarian. Untuk mengenal apa itu pesta topeng, maka harus melihat sejarah dari tradisi satu ini.
Ada tradisi aneh dari kelompok borjuis yang dikenal dengan Pesta Topeng. Tradisi pesta topeng termasuk dari sekian banyak tradisi kelompok borjuis dari Eropa yang dijalankan secara turun-temurun. Pada awalnya, pesta topeng hanya diselenggarakan dan diikuti oleh para bangsawan atau kelompok masyarakat kelas atas yang berada di wilayah Florence.
Beberapa sumber mengatakan jika Masquerade Party Ball banyak berkembang di wilayah Venice. Nama Pesta Topeng itu sendiri baru dikenal setelah memasuki abad ke-16, atau ketika periode awal dimulainya masa Renaissance. Dari sekian banyak tradisi pesta kaum bangsawan di Eropa, Pesta Topeng termasuk tradisi yang hingga saat ini masih ada yang melestarikan, bahkan sudah banyak mengalami perkembangan.
Nilai-nilai tradisi yang terdapat dalam Pesta Topeng sesungguhnya tidak hanya sekedar bagian dari gaya hidup kaum Borjuis di Eropa. Pesta Topeng merupakan salah satu simbol dari seni gaya klasik yang masanya berakhir ketika dimulai abad Renaissance.
Pesta Topeng atau Masquerade Party Ball diselenggarakan pada setiap bulan februari. Dimana tamu yang hadir umumnya adalah mereka yang sudah terdaftar sebagai anggota komunitas yang menyelenggarakan acara tersebut. Sisi misterius adalah yang menjadi daya tarik utama Masquerade Party Ball. Seperti yang dikisahkan dalam roman Romeo & Juliete, terkadang mereka tidak tahu jika sedang berdansa dengan musuh bebuyutannya sendiri.
Pengaruh tradisi Pesta Topeng semakin meluas keluar dari wilayah Eropa. Mereka yang membawa tradisi ini umumnya adalah orang-orang yang berkebangsaan Italia ataupun Perancis. Salah satu nilai tradisi yang tetap masih dijalankan dalam acara ini adalah Ballroom Dance. Pada abad ke-18, Pesta Topeng atau Masquerade Ball mulai menjadi tradisi kaum elite di Amerika Serikat yang pertama kali dibawakan di Kota New Orleans.
Kembali pada nuansa ruangan yang didekor ala taman dengan banyaknya tirai menjuntai berhias bunga lili putih favorit sang gadis yang berulang tahun. Di saat masih menunggu jawaban, tiba-tiba lampu padam menyisakan kegelapan. Seketika hening menyapa.
Namun, beberapa detik kemudian sorot lampu jatuh menimpa langkah kaki di depan yang berjalan dari arah Bunga, "Happy birthday, kesayangan semua orang Bunga Angela."
... Happy birthday to you....
... Although you’re with someone new....
... I guess I just touch base....
... To wish you all the best...
...Hope you’re all rested and okay...
... ...
...On your big day...
...Happiest year, I pray...
...Good memories may stay...
...I guess I just touch base...
...To wish you the success ...
Iringan lagu yang terdengar begitu merdu dinyanyikan oleh pemain band dari cafe tersebut dan mengiringi langkah kaki si pembawa kue yang akhirnya berhenti di hadapan Bunga. Seulas senyum tersungging menghiasi wajah tanpa topeng dengan lirikan mata mengisyaratkan ke arah lilin yang menyala.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu