NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8 ~ Mama Terbaik

Sore itu Arga baru saja pulang dari kantor dan langsung mengemudikan mobilnya kembali ke rumah sakit.

Baru saja pria itu masuk kedalam ruang rawat, Samuel langsung berseru riang dari atas ranjang.

“Papa…!” Bocah kecil itu buru-buru duduk lalu memeluk Arga erat dengan wajah berbinar.

“Papa… kata doktel besok pagi Sam sudah boleh pulang…”

Seketika wajah Arga melembut. Tangannya mengusap rambut Samuel pelan sebelum mengecup kening bocah itu singkat.

“Oh ya?” tanyanya hangat. “Bagus dong. Kalau Samuel cepat sembuh, berarti kita juga bisa cepat jalan-jalan.”

“Iya pa!” Samuel langsung tersenyum lebar. “Sam sudah nggak sabal mau jalan-jalan!”

Tawa kecil Arga terdengar pelan. Namun beberapa detik kemudian, tatapannya perlahan beralih ke arah Ayra yang baru keluar dari toilet ruang rawat.

Wanita itu tampak terdiam, wajah cantiknya terlihat cukup begitu lelah.

“Pa…” Samuel kembali mendongak polos. “Mama kasihan. Tadi Oma malah-malah sama Mama…”

Senyum diwajah Arga perlahan memudar. Tatapannya kembali beralih pada Ayra.

Namun wanita itu justru sibuk merapikan pakaian Samuel seolah tidak ingin membahasnya didepan anak mereka.

Arga mengusap kepala Samuel pelan.

“Samuel istirahat dulu ya,” ucapnya lembut. “Biar besok cepat pulang.”

Samuel mengangguk patuh.

Melihat anak itu mulai kembali tenang, Arga akhirnya berdiri lalu berjalan mendekati Ayra yang kini tengah melipat pakaian kecil Samuel didalam lemari samping ranjang.

“Aku dengar Mama tadi siang kemari?” tanyanya pelan.

Ayra tidak langsung menjawab. Tangannya masih sibuk merapikan pakaian sebelum akhirnya membuka suara datar.

“Iya.”

Hening sesaat.

“Dan Shella yang memberitahunya,” lanjut Ayra tanpa menoleh.

Rahang Arga langsung mengeras samar.

“Ra…” helanya pelan. “Aku lagi bicara tentang kita. Jangan bawa-bawa Shella.”

Kini tangan Ayra akhirnya berhenti bergerak. Perlahan wanita itu menoleh menatap wajah suaminya.

Tatapan itu tidak lama. Namun cukup untuk membuat Arga merasa ada sesuatu yang berubah dari istrinya.

“Harusnya aku yang bilang seperti itu,” ucap Ayra dengan amarah yang tertahan. “Berhenti membawa-bawa wanita itu di hidup kita.”

“Apa maksud kamu?” tanya Arga pelan.

“Sebenarnya Shella itu siapa, Mas?” tanyanya lirih namun menusuk. “Kenapa kamu dan Mama terlihat sangat dekat dengannya?”

Tatapan Ayra semakin dalam seolah mencari jawaban dari mata suaminya. “Atau… aku saja yang selama ini terlalu bodoh untuk sadar?”

“Ra!” nada suara Arga mulai berubah tegas. “Kamu juga tau Shella itu sekretarisku, Mama juga sering datang ke kantor. Wajar kalau mereka dekat.”

Ayra langsung menatap lurus mata suaminya.

“Dekat sampai ikut campur urusan rumah tangga kita?”

“Ayra cukup!” bentaknya tertahan. “Aku sedang tidak ingin berdebat sekarang.”

Suara Arga memang tidak terlalu keras. Namun cukup membuat Samuel yang berada diranjang langsung terdiam takut.

“Aku tanya baik-baik, tapi kamu selalu saja seperti ini." lanjut Arga sambil mengusap wajahnya kasar. Pria itu mundur, lalu duduk bersandar di kursi sofa.

“Aku tau kamu lelah, tapi bukan berarti kamu juga bisa mengusir Mama dari sini.” ujar Arga lirih.

Ayra langsung menengok. “Aku tidak mengusir Mama.”

“Lalu apa? Dia cuma mau jenguk Samuel!” balas Arga cepat. “Apa salahnya?”

Seketika dada Ayra terasa semakin sesak.

Untuk pertama kalinya sejak tadi, wanita itu benar-benar menatap Arga dengan luka yang tidak lagi bisa disembunyikan.

“Kamu tau apa salahnya?” suaranya mulai bergetar. Matanya mulai memerah. “Dia menyebutku wanita mandul… tepat didepan Samuel,"

Suara ayra begitu pelan dan hati-hati, seolah tidak mau jika Samuel sampai mendengar kata-kata tidak pantas seperti itu.

Arga langsung terdiam untuk sepersekian detik, pria itu tampak kehilangan kata-kata.

"Tapi kamu bisa bicarakan itu baik-baik dengan mama, bukan dengan cara seperti ini."

“Bicara?” Ayra tertawa kecil, hambar. “Memangnya ini pertama kalinya Mama bicara seperti itu padaku?”

Kalimat itu sukses membuat Arga kembali diam.

Tatapan Ayra perlahan berubah sendu.

“Bahkan sampai sekarang aku masih berusaha jadi ibu yang baik buat Samuel. Tapi dimata Mama, aku tetap wanita gagal karena tidak bisa memberimu anak.”

Dada Arga terasa sesak mendengar itu.

Pria itu perlahan berdiri melangkah mendekat, berniat memegang tangan Ayra. Namun wanita itu justru mundur setengah langkah.

Gerakan kecil itu sukses membuat tangan Arga menggantung di udara.

“Aku capek, Mas…” bisik Ayra lirih. “Aku benar-benar capek…”

Tatapan Arga langsung melembut.

“Ayra…”

Namun wanita itu tidak menjawab.

Ayra justru berbalik pelan, kembali sibuk menata pakaian Samuel didalam lemari kecil ruang rawat. Jemarinya bergerak pelan melipat baju-baju mungil putranya satu per satu seolah sedang berusaha menyibukkan diri agar tidak kembali menangis.

Ruangan kembali sunyi, saat tiba-tiba ponsel Arga mulai berdering.

Pria itu langsung mengeluarkannya dari saku celana. Tatapannya sekilas berubah serius saat melihat nama dilayar.

Arga segera mengangkat panggilan tersebut.

“Halo?”

Hening beberapa detik.

“Iya…”

Tatapan pria itu sempat melirik kearah Ayra yang masih membelakanginya.

“Baik. Aku segera kesana.”

Tut. Ponsel kembali dimasukkan kedalam saku.

Arga menghembuskan napas pelan sebelum akhirnya melangkah mendekati Ayra.

Wanita itu masih diam, bahkan tidak menoleh sedikit pun.

Perlahan Arga mengangkat kedua tangannya lalu memegang pundak Ayra dari belakang. Sentuhan hangat itu membuat gerakan tangan Ayra terhenti sesaat. Pria itu menunduk sedikit lalu mengecup puncak kepala istrinya pelan.

Cup.

“Maaf…” bisiknya rendah. “Aku harus pergi sekarang.”

Ayra memejamkan matanya perlahan. Dadanya terasa sesak, namun bibirnya tetap bungkam.

Beberapa detik kemudian, pria itu perlahan melepaskan pundak Ayra lalu melangkah pergi keluar dari ruang rawat.

Ayra masih berdiri ditempat yang sama dengan tatapan kosong menatap lipatan pakaian kecil ditangannya. Begitu pintu tertutup, diam-diam dia melihat bayangan suaminya yang semakin hilang menjauh.

••

••

Pagi ini setelah dokter selesai memeriksa kondisi Samuel dan memastikan semuanya benar-benar membaik, akhirnya bocah kecil itu diperbolehkan pulang.

“Yeay! Sam pulang!” serunya riang dari atas ranjang.

Ayra tersenyum kecil melihat wajah ceria putranya untuk pertama kali setelah kecelakaan itu terjadi.

Karena Arga sedang sibuk dikantor, pagi itu Pak Bima datang menjemput mereka menggunakan mobil keluarga.

Begitu mobil memasuki halaman rumah mewah keluarga Lorenzo, Samuel langsung menempel diwajah kaca mobil dengan mata berbinar.

"Kita sudah sampai dilumahhh…”

Ayra mengusap rambutnya lembut sambil tersenyum tipis.

Turun dari mobil, beberapa pelayan rumah langsung menyambut Samuel hangat.

“Tuan kecil sudah pulang…”

Samuel terkikik kecil sebelum buru-buru menarik tangan Ayra masuk kedalam rumah.

Namun langkah bocah itu mendadak terhenti tepat didepan kamarnya.

“Waaahhh…!”

Kamarnya kini terlihat jauh lebih indah. Balon-balon kecil menghiasi sudut ruangan, lampu tidur baru menyala hangat, sementara beberapa mainan baru tersusun rapi diatas karpet.

Samuel langsung menoleh kearah Ayra dengan mata membulat bahagia.

“Mama yang buat ini?” tanyanya antusias.

Ayra mengangguk pelan, berjongkok didepan Samuel. “Mama cuma mau Samuel senang dan tidak bosan saat beristirahat dikamar.”

Seketika bocah kecil itu langsung memeluk Ayra erat.

“Telimakasih Ma…” gumamnya manja. “Mama adalah mama telbaik didunia…”

1
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
sunaryati jarum
Nikmati saja buah dari perbuatan kalian, karena dilimpahi kemewahan kalian lupa diri asal ada harta melimpah hingga berani membohongi orang yang sangat berjasa pada kalian.
Zhao_Xena: kacang lupa kulitnya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!