Sherly Lee adalah wanita cantik yang harus rela tinggal sendirian setelah kekasihnya meninggalkannya. Padahal selama ini ia hidup bersama kekasihnya selama tujuh tahun. Didalam kegalauan dan kesedihannya, datanglah pria tampan yang tinggal di depan rumahnya.
Tora Sin pria tampan yang tinggal berseberangan dengan Sherly Lee. Tora Sin adalah seorang polisi yang ternyata menyukai Sherly Lee sudah lebih dari sepuluh tahun. Sejak mereka bertemu di sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua Sherly Lee.
Tora Sin selalu berniat menjaga Sherly Lee, dan mendapati kenyataan bahwa Sherly Lee tinggal bersama kekasihnya selama tujuh tahun. Disaat Sherly Lee ditinggalkan kekasihnya. Disaat itu pula Tora Sin ingin masuk dalam kehidupan Sherly Lee.
Bagaimana kisah antara Sherly Lee dan Tora Sin. Ikuti ceritanya dalam novel "Diakah Jodohku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
Acara resepsi sangat meriah, bahkan ada parodi dari anggota polisi dan TNI yang menyambut kedatangan sepasang pengantin di gedung acara. Hampir semua tamu iri melihat pasangan ini. Keduanya persis seperti raja dan ratu. Karena banyaknya tamu undangan maka acara resepsi dilakukan selama 2 hari.
Tora dan Sherly sangat lelah, mereka harus menghadapai ribuan tamu undangan yang memberi ucapan selamat pada mereka.
"Apa kau sangat senang sayang?" tanya Tora.
"Aku sangat senang kak, tapi aku juga sangat lelah." jawab Sherly.
"Masih ada yang akan membuatmu lelah nanti sayang. Perjalanan bulan madu kita ke Bali." ujar Tora.
"Kau benar, untung saja hanya ke Bali. Jika mengikuti saran keluargamu. Maka kita akan ke Amerika atau Singapura." ujar Sherly.
"Seharusnya memang keluar negeri sayang, tapi aku minta maaf karena tidak bisa membawamu kesana, cuti ku hanya seminggu." kata Tora.
"Tidak apa apa kak, aku senang bisa ke Bali. Ini pertama buatku, dan aku berangkat bersamamu. Itu sangat menyenangkan." jawab Sherly.
"Dan kau jangan takut, apapun adanya dirimu. Aku akan menerimanya. Aku takkan pernah meninggalkanmu sayang. Aku mencintaimu." ujar Tora.
"Aku juga mencintaimu." jawab Sherly.
Mereka berbicara dengan tamu tamu yang lain, Tora berkali kali memperkenalkan Sherly padahal mereka sudah tahu ia adalah istri Tora. Tapi Tora sangat membanggakannya. Dan semuanya tak ada yang berani berpaling dari pembicaraan.
*****
Hari semakin malam, acara resepsi sudah usai. Tora dan Sherly kembali ke rumah Sherly sementara, karena besok sudah berangkat ke Bali. Rumah Tora sudah terjual dan rumah baru mereka sedang di renovasi.
Tora menggendong Sherly ke kamarnya.
"Kak turunkan aku." ujar Sherly.
"Aku tahu kau sangat lelah." jawab Tora. Tora menurunkan Sherly ke ranjang dan mulai memijat kakinya.
"Kak hentikan, kau juga sangat lelah kan? Aku ingin mandi dan segera tidur, besok kita harus berangkat pagi pagi." ujar Sherly.
Tora mengangguk. "Mau aku bantu?" tanya Tora
"Tidak tidak aku bisa sendiri." jawab Sherly cepat cepat.
Tora terkekeh. "Aku sekarang suamimu sayang, mengapa masih malu." ujarnya.
Tapi Sherly sudah meninggalkan Tora masuk ke kamar mandi. Tora merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia harus menahan hasratnya sampai mereka sampai di Bali. Tapi ia heran dengan sikap Sherly. Wanita itu seperti masih suci, wajahnya terus saja memerah saat Tora menggodanya.
Beberapa menit kemudian Sherly keluar hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya, kaki jenjangnya terlihat sangat mulus dan pundaknya terbuka sama mulusnya. Tiba tiba Mr. P Tora terbangun.
"Mengapa kau tak memakai baju di kamar mandi?" tanya Tora menahan kekesalannya.
Sherly terkejut. "Bajuku di lemari, bagaimana aku mengganti baju di kamar mandi kak. Apa kakak tidak suka?" tanya Sherly.
Tora menyipitkan matanya, wanita ini akhirnya mengeluarkan godaannya. Ia benar benar wanita berpengalaman. Tora memeluknya dari belakang.
"Apa kau tahu kau sedang menggodaku sayang." Tora mengelus pundak Sherly dan menciumnya.
Nafas Sherly tiba tiba memburu, ia memejamkan matanya saat Tora menyentuhnya.
"Tapi aku akan menahannya. Karena besoklah bulan madu kita. Segera berpakaian nanti kau masuk angin." ujar Tora sambil mengecup pipi istrinya dan masuk ke kamar mandi.
*****
Tora terus mendinginkan tubuhnya. Ia tak bisa menahannya, hampir saja ia melepaskan masa lajangnya malam ini. Dan itu akan membuat bulan madu mereka tidak berkesan.
Istrinya pernah tinggal bersama kekasihnya selama 7 tahun, tentu saja Sherly sangat berpengalaman di ranjang. Wanita itu pun tak malu saat memperlihatkan kulit mulusnya pada Tora. Walaupun bukan pertama untuk Tora tapi Tora sangat ingin malam pertama mereka sangat berkesan di Bali nanti.
Tora mandi dengan sangat lama, sampai akhirnya ia keluar dan mendapati istrinya sudah tertidur dengan baju piyamanya. Tora tersenyum saat melihat wajah polos tanpa make up itu. Ia sangat bersyukur bisa menikahi wanita yang cantik tanpa make up sekalipun. Tora memakai piyamanya dan ikut tertidur disamping istrinya. Ia memeluknya dan mencium kening Sherly.
*****
Keesokan harinya mereka sudah bersiap ke bandara Raden Intan II. Keluarga Sin juga berangkat bersama mereka tetapi ayah dan keluarga kakak Tora hanya transit ke Jakarta untuk selanjutnya kembali ke negara masing masing.
"Semoga berbahagia, jagalah menantuku dan cucuku nanti Tora." ujar Lee Bo Sin ayah Tora. "Papa menagih janjimu untuk memberikan cucu laki laki sebagai penerus perusahaan papa." sambungnya.
Tora mengangguk. "Aku akan menepati janji pa." jawab Tora.
"Berbahagialah Sherly. Ingat Tora jangan pernah sakiti hati istrimu." ujar Mey Sin kakak Tora.
"Aku takkan pernah menyakitinya kak. Kakak juga berbahagialah bersama keluarga, titip salam buat ponakanku. Sayang sekali mereka tidak bisa ikut." ujar Tora.
"Kakak pasti akan menyampaikannya Tora, hati hati dalam bekerja. Aku berkali kali mendengar penyerangan terhadapmu dan istrimu." kata Mey Sin lagi.
Akhirnya mereka berpisah di Bandara Soekarno Hatta. Tora dan Sherly langsung melanjutkan perjalanan mereka ke Bali. Kurang lebih Tiga jam Tora dan Sherly berada di pesawat sampai akhirnya mereka sampai di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali.
Mereka langsung menuju hotel yang dipesan dan pihak hotel sangat mengagumkan. Kamarnya benar benar dihias oleh bunga dan lilin. Suasana romantis sangat terasa saat keduanya memasuki kamar mereka.
"Ini sangat menakjubkan kak." ujar Sherly.
"Kau suka?" tanya Tora.
"Tentu saja sangat suka." Sherly berlari ke Balkon dan menikmati pemandangan laut Bali dari sana. "Ya Tuhan, ini sangat indah." ujar Sherly takjub.
"Tadinya aku sangat takut kau tak menyukai tempat ini. Beristirahatlah sayang, ini masih sangat pagi." ujar Tora sambil memeluknya dari belakang.
"Berapa lama kita disini kak?" tanya Sherly.
"Hanya 5 hari sayang. Apa masih kurang?" tanya Tora balik.
"Aku tak tahu akan bosan atau tidak disini, tapi jika tidak bosan maka 5 hari sangat kurang." jawab Sherly.
"Aku janji akan sering membawamu berlibur jika tugasku tak terlalu sibuk." ujar Tora.
Sherly berbalik dan memeluk Tora. "Kau suamiku yang terbaik di dunia ini." Sherly mencium suaminya.
"Jangan memancingku sekarang. Kita akan melakukannya nanti malam. Akan aku buat malam pertama kita paling berkesan seumur hidup." ujar Tora sambil mencium kening Sherly.
Wajah Sherly memucat. Ia lupa jika malam ini kesuciannya akan ia lepas. Rasa takutnya membuat perutnya tiba tiba mual.
"Kau kenapa sayang?" tanya Tora panik saat Sherly mulai mual.
"Sepertinya aku jetlag kak. Tapi ku sudah tidak apa apa." jawab Sherly.
Tora menarik Sherly dan mendudukkannya di ranjang. "Tidurlah sayang, aku akan membangunkanmu jika sudah waktunya makan siang." perintah Tora.
Sherly mengangguk dan mulai memejamkan matanya. Sebenarnya ia tidak apa apa, tapi memejamkan mata adalah cara terbaik untuk membuat hatinya tenang sekarang.
*****
Happy Reading All...😘
Dukung, like n komen terus ya...
iyah Thor berasal dari daerah Sumatera ya?
jadi bayangin Tora Sudiro thor🙄🙄🙄🙄aku ganti Ray aja deh biar bacanya GK kebayang sama Tora Sudiro 😂