NovelToon NovelToon
Kau Rebut Suamiku, Ku Rebut Suamimu

Kau Rebut Suamiku, Ku Rebut Suamimu

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Pelakor / Suami Tak Berguna / Tukar Pasangan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

"Ambil saja suamiku, tapi bukan salahku merebut suamimu!"

Adara yang mengetahui pengkhianatan Galang—suaminya dan Sheila—sahabatnya, memilih diam, membiarkan keduanya seolah-olah aman dalam pengkhianatan itu.

Tapi, Adara bukan diam karena tak mampu. Namun, dia sudah merencanakan balas dendam yang melibatkan, Darren—suami Sheila, saat keduanya bekerjasama untuk membalas pengkhianatan diantara mereka, Darren mulai jatuh dalam pesona Adara, tapi Darren menyadari bahwa Adara tidak datang untuk bermain-main.

"Apa yang bisa aku berikan untuk membantumu?" —Darren

"Berikan saja tubuhmu itu, kepadaku!" —Adara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua

Adara meletakan makanan yang dibawanya ke atas meja. Jika menuruti emosi, ingin rasanya makanan ini di lempar ke wajah sang suami. Tapi, dia tak mau gegabah. Dia harus tahu apa saja yang suaminya lakukan. Dia harus mengembalikan semua miliknya dan juga semua yang dibeli sang suami yang menggunakan uangnya.

"Mas Galang, ayo makan. Pasti kamu lapar setelah tadi bekerja," ucap Adara dengan penuh penekanan.

"Iya, Sayang. Aku pria paling beruntung. Secapek apa pun, kamu tak lupa menyiapkan makan untukku," ujar Galang.

Adara menahan perutnya yang mual mendengar rayuan gombal suaminya. Jika kemarin dia akan melayang dan tersanjung mendengarnya, berbeda hari ini. Dia merasa ingin muntah.

Galang meraih piring yang berisi makanan dari tangan sang istri. Keduanya terdiam dan larut dalam pikiran masing-masing. Galang memandangi Adara dengan tatapan heran. biasanya sang istri tak akan berhenti mengobrol mengenai perjalanannya ke luar kota, tapi saat ini dia lebih banyak diam.

"Apakah Adara tadi melihat kami sedang bercumbu?" tanya Galang dalam hatinya. Dia melirik istrinya secara diam-diam.

"Sayang, kenapa kamu diam aja?" tanya Galang.

"Aku capek, Mas." Adara menjawab seadanya saja.

"Sudah aku katakan, kamu itu di rumah aja. Semua bisnis ini biar aku yang tangani. Apa kamu tak percaya denganku?" tanya Galang.

"Tentu saja aku tak percaya denganmu, Mas. Apa lagi setelah aku mengetahui pengkhianat'mu!" Tapi itu dijawabnya dalam hati saja. Mana mungkin Adara mengatakan semua, pastilah sang suami tak akan mau mengakui.

"Aku tak mau membebani kamu dengan semua bisnis milikku! Satu perusahaan ini saja sudah cukup!" seru Adara.

"Aku tak pernah merasa terbebani. Justru senang karena bisa mengembangkan perusahaan. Aku merasa bangga karena bisa memberikan manfaat untukmu, Sayang," ucap Galang dengan suara lirih.

Adara menjawab ucapan suaminya hanya dengan tersenyum. Takut nanti dia keceplosan bicara.

Selama mereka makan, sudah berulang kali Galang melihat ke gawainya. Sepertinya banyak pesan masuk yang dia baca. Adara bisa menebak siapa orang yang mengirimi suaminya pesan. Pria itu terlihat sangat gelisah.

Adara yang melihat kegelisahan suaminya justru menjadi senang. Dalam hatinya berkata, tak akan aku biarkan kau tenang.

"Mas, siapa sih yang kirim pesan. Sepertinya kamu sangat gelisah?" tanya Adara pura-pura tak paham dan tak tahu siapa dalangnya.

"Hhmm ... Itu dari rekan bisnisku, Sayang." Galang menjawab dengan sedikit gugup.

"Kalau dari rekan bisnis, kenapa kamu hanya membacanya saja. Kenapa tak dibalas, Mas?" tanya Adara sambil tersenyum miris. Merasa dirinya selama ini bodoh. Setahun suaminya berselingkuh tapi dia tak mengetahui dan menyadari itu.

"Tak ada yang perlu dibalas. Dia hanya sekedar curhat."

Kembali Adara tersenyum. Jika kemarin-kemarin mungkin dia akan percaya dengan suaminya. Tapi tidak kali ini. Dia tak akan pernah percaya lagi dengan apa pun yang Galang katakan.

Setelah menghabiskan makanannya, Galang lalu berdiri. Dia berjalan ke meja kerjanya. Tampak pria itu mengetik sesuatu di gawainya. Adara bisa memastikan jika pesan masuk tadi yang sedang dibalas sang suami.

"Sayang, sampai jam berapa kamu di sini?" tanya Galang.

"Kenapa kamu tanyakan itu, Mas?" bukannya menjawab pertanyaan sang suami justru Adara balik bertanya.

"Aku hanya takut kamu kecapean. Bukankah kamu baru sampai dari luar kota," jawab Galang sambil tersenyum untuk menghilangkan kegugupannya.

"Bukankah di ruangan ini ada kamar? Aku bisa beristirahat nanti di sana," balas Adara.

Galang tampak terkejut mendengar ucapan istrinya. Dia memandangi wanita yang telah dia nikahi selama empat tahun itu dengan tersenyum.

"Kamar itu kotor. Aku belum minta dibersihkan. Sebaiknya kamu pulang saja, Dara. Kamu bisa beristirahat dengan leluasa kalau di rumah. Lebih nyaman," ujar Galang.

Dia tak mungkin membiarkan istrinya berisitirahat di kamar itu karena takut sang istri curiga jika melihatnya sangat berantakan dan jika dia tak salah, ada baju Sheila di dalamnya.

"Kamu mengusirku, Mas?" tanya Adara dengan wajah sedih. Dia yakin ada sesuatu yang disembunyikan suaminya di dalam sana sehingga pria itu takut dirinya masuk dan beristirahat di sana.

Adara membayangkan jika kamar itu telah digunakan suaminya dan Sheila untuk bercinta. Dia merasa jijik membayangkan itu. Tak sudi juga memakai kasur bekas wanita lain.

Akan tetapi dia ingin membuat suaminya itu senam jantung dulu. Dia akan masuk ke kamar walau akhirnya akan pulang juga.

Adara berdiri dan berjalan menuju kamar yang ada di balik lemari buku. Galang yang melihat itu langsung berdiri. Sepertinya dia ingin menghalangi langkah sang istri.

"Dara, kamu mau kemana?" tanya Galang dengan gugup.

"Mau tidur ...," jawab Dara dengan entengnya.

"Jangan, Sayang," balas Galang.

"Kenapa ...? Apa yang kamu sembunyikan di dalam sana, Mas. Kenapa kamu dari tadi tak mengizinkan aku masuk?" tanya Adara.

"Nggak ada yang aku sembunyikan, Sayang. Aku hanya tak mau kamu beristirahat di sana kotor. Aku minta seseorang membersihkan dulu. Kamu bisa kembali besok," jawab Galang.

"Tapi aku ingin istirahat sekarang," ucap Adara. Dia kembali berjalan menuju kamar tanpa pedulikan suaminya.

Saat dia masuk ke kamar itu, dia melihat seprei yang berantakan. Tanpa sengaja dia juga melihat kemeja wanita di atas meja samping tempat tidur. Saat dia ingin melangkah lagi, suaminya menahan tangan wanita itu.

"Sayang, kamu lihat sendiri, kamarnya masih berantakan. Aku kemarin capek banget, tidur di sana," ucap Galang.

Adara membalikan tubuhnya. Dia merasa mual dan jijik membayangkan siang kemarin suaminya bercinta di atas ranjang.

"Kalau begitu aku pulang saja. Besok aku datang lagi. Sepertinya aku akan sering menemani kamu, Mas. Aku ingin belajar memimpin perusahaan!' seru Adara.

"Memimpin perusahaan?" tanya Galang dengan raut wajah terkejut.

"Ya, aku juga ingin merasakan menjadi pemimpin!" seru Adara.

Adara melihat keterkejutan di wajah suaminya. Tapi pria itu tak mengeluarkan sepatah kata pun. Wanita itu tersenyum melihat wajah suaminya yang berubah.

"Aku pamit, Mas. Selamat bekerja," ucap Dara.

Adara langsung berjalan keluar dari ruangan tanpa menunggu suaminya mengecup pipi dan memeluknya seperti biasa. Suaminya juga tak berusaha mengejarnya.

Adara melihat Sheila yang cemberut di meja kerjanya. Dia lalu menghampiri temannya itu.

"Hei Sheila, kenapa kamu belum mengerjakan apa pun. Padahal ini sudah jam kerja bukan istirahat!" seru Adara.

Sheila yang sedang bermain dengan gawainya menjadi terkejut mendengar pertanyaan Adara. Dia tak menyadari kehadiran wanita itu.

"Apa tadi yang kamu tanyakan, Ra? Aku tadi kurang dengar," ucap Sheila.

"Ah lupakan saja. Aku hanya mengingatkan kamu dan seluruh karyawan jika mulai besok aku akan berada di sini setiap hari!" seru Adara dengan suara agak lantang biar semua mendengar.

"Kamu akan di sini setiap hari?" tanya Sheila dengan raut wajah terkejut.

,

1
Muji Lestari
kok lgsung tamat harusnya Adara dan Daren punya anak dulu baru tamat Thor
Katherina Ajawaila
Shella kaya mau pergi jauh aja atau mau mati ulang" minta maaf, ngk tau nya bsk nongol lg dgn cerita versi yg sama🥺
Katherina Ajawaila
Semoga menjadi kenyataan insaf nya Shella, jgn muna aja 🤭
Katherina Ajawaila
biar yg ngk suka sm mrk berdua jebur aja k laut. 😎
Katherina Ajawaila
makanya jd perempuan intelek dikit jgn obral, bikin malu 😡
Katherina Ajawaila
jilid lg Shella Acara ngk kaya kamu buka kaki buat laki" dasar jalang ngk ada insaf" nya jadi org😎
Katherina Ajawaila
jijik ya liat gaya nya Shella, murah banget kaya jablai pela"😎
Katherina Ajawaila
Shella ngajak perang lg dasar pelacur doyan benar buat gosip🥺
Katherina Ajawaila
jalang ngk malu dia yg buka kaki. malah skrng mohon"
Katherina Ajawaila
kaya yg bener aja sheka, si gatel yg ngk bisa jg diri😡
Katherina Ajawaila
dasar pelacur ngk tau diri shella
Katherina Ajawaila
di popol aja mulut pendustas pakai cabe setasn dan pada 🤭
Katherina Ajawaila
blng aja Dara k suami nya Shella biar jadi jalang di luaran sana. ngk sopan
Katherina Ajawaila
dasar suami mokondo tau diri di garap lo berdua smAdara 😎
Katherina Ajawaila
keren Adara, bikin sport jantung berdu terus biar kencing celana dasar halng murahan🤭
Katherina Ajawaila
bagus Adara, main halus jgn biar kan GalNg dan Shela nge jablai dasar modal mokondo galang belagu 😡
Mabuok Hape
kita lihat saja, apakah author bisa membuat cerita ini keren, sehingga para penjahat menderita atau sebaliknya cerita ini hanya sampah seperti novel perselingkuhan lainnya yang tukang selingkuh ending bahagia
say't
bkn teman saja tp teman hidup darren masa mendatang bunga 🤣
say't
nah kan g jd mati jd ceritanya tmbh seru niih 🤭
say't
pst sheila tdk mati kalo sheila mati skrng wuaah g seru ceritanya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!