Ceo tampan yang terkenal anti pacaran di jodohkan dengan gadis SMA yang terkenal bar bar, sifat keduanyapun jauh berbeda bak langit dan bumi, ingin menolak namun terlanjur berjanji, ingin kabur? Oh ayolah mereka berdua bukan anak anak lagi yang tidak bisa menyelesaikan permasalahan keduanya.
Intip ceritanya di novel CEO Tampan Terjebak Dalam Perjodohan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radhit naufal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Di Luar Dugaan
Hari ini Rafael dan keluarganya menghadiri acara wisuda sekaligus lepas pisah murid tingkat akhir, karna Rafael adalah pemilik yayasan tersebut maka setiap tahunnya Rafael dan keluarganya akan menghadiri acara tersebut.
Sedangkan Niela, Novi dan Devi yang memang tidak pernah hadir di tahun sebelumnya pada acara tersebut hanya bisa mengandalkan insting mereka bertiga, karna biar bagaimanapun ini adalah acara wisuda mereka bertiga.
Penampilan Novi dan Devi yang sangat cantik di balut dengan kebaya merah yang mampu menghipnotis semua orang yang hadir saat ini sedang menunggu Niela mengganti pakaiannya di ruang ganti, karna Niela tadi tidak sempat untuk mengenakan kebaya merahnya saat di mansionnya terpaksa harus berganti pakaian di ruang ganti yang sudah di siapkan oleh pihak hotel dan penyelenggara.
Yap, acara ini diadakan di salah satu hotel milik Niela yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan Aufal, dan kali ini Niela tidak akan berpenampilan cupu, karna saat ini Niela merasa misinya hanya menarik Mr. X agar mau keluar dari persembunyiannya. Ingatkan Niela pada semua orang jika Niela bukanlah gadis yg mampu di ragukan keahliannya.
"Niela lama amat ya, mana acaranya mau mulai lagi" Gerutu Devi sambil mondar-mandir tidak menentu.
Bahkan saat ini Novi sedari tadi terus-menerus memainkan jari-jarinya tidak tenang sebelum melihat Niela keluar dari ruang gantinya, jika saja Novi dan Devi tau bahwa sebelum Niela sampai di gadung hotel, Niela sempat di hadang oleh beberapa pencopet yang saat itu Niela sedang berpenampilan cucunya itu.
"Tau tuh anak, mana dua menit lagi acaranya akan di mulai lagi" Sahut Novi cemas yang langsung mendapatkan anggukan dari Devi.
Baru saja Devi akan menyahuti ucapannya Novi, Tiba-tiba pintu ruang ganti pun terbuka dan memperlihatkan Niela yang keluar dari ruang ganti tersebut dengan penampilan yang lebih unggul dari pada penampilan Novi dan Devi.
"Lo cantik banget Niela" Puji Devi dengan senyum bangganya sambil memutar-mutar badan Niela menilai penampilan Niela yang jauh lebih cantik dari keduanya.
"Khem, tersisa waktu satu menit duapuluh lima detik" Kata Niela sambil menghentikan tingkah Devi.
Seketika Novi dan Devi pun melongo, Niela tersenyum lalu memakai topeng yang menutupi separuh wajahnya, karna tidak mungkin Niela masuk tanpa menggunakan topeng yang nantinya akan menjadikan sorotan para hadirin yang datang, Niela hanya akan membuka topengnya saat acara pemilihan siswa-siswi teladan yang di pilih tiga tahun sekali dan juga pemilihan siswa-siswi kreatif yang di pilih satu tahun sekali.
Ketiganya pun berjalan menuju ruang yang akan diadakannya acara tersebut dengan Niela yang mengenakan topeng yang tentunya menjadi sorotan para hadirin di karenakan hanya Niela satu-satunya siswi yang mengenakan topeng.
Tanpa memedulikan ucapan-ucapan jellek dari semua hadirin, Niela dan kedua sahabatnya terus berjalan keruangan hingga sampai di ruangan yang di khususkan untuk para siswa-siswi tingkat akhir.
"Mojok nih yeeee" Canda Devi.
Yap, Lagi-lagi kebiasaan ketiganya bahkan hingga acara mereka sendiri akan duduk di bagian pojok, namun jika bagian pojok di tempati oleh seseorang mereka akan memilih duduk di kursi paling belakang.
"Iya dong, BTW gue bawa cemilan sih" Sahut Niela sambil mengeluarkan dari bawah meja tersebut.
Jangan bilang Niela cerdik jika hal seperti ini saja tidak bisa di lakukan oleh Niela, Yap setiap ada acara atau pun pertemuan Niela akan menyuruh anak buahnya untuk meletakan beberapa cemilan di bawa mejanya atau di laci bawah mejanya, karna setiap ada acara seperti ini Nielaerasa sangat bosan maka dari itu Niela selalu menyuruh anak buahnya untuk meletakan beberapa cemilan di bawah mejanya itu.
Novi dan Devi di buat geleng-geleng kepala, namun hal tersebut kedua sahabat Niela memaklumi Niela yang memang seperti itu, dan meski begitu kedua sahabat Niela sangat senang karna Niela mau kembali ke penampilannya saat ini.
"Lagi di mode apa nih?" Ledek Novi.
"Sedang terjebak di mode pengin ngemil" Jawab Niela santai sambil memenuhi mulutnya dengan berbagai rasa cemilan.
"Lumayan rakus sih" Sahut Devi.
"Kalau mau jangan ledekin gue, ambil aja sendiri" Perintah Niela sambil memejamkan matanya namun tangannya tidak henti-hentinya menyuapi mulutnya dengan cemilan yang sudah tinggal separuh itu dalam hitungan beberapa menit.
Acara pun di mulai, dan satu persatu acara sudah dilaksanakan dan Niela mulai membuka topengnya saat berada di atas panggung, rencananya yang tadi diubah oleh Niela saat Niela tidak sengaja melihat Mr. X, maka dari itu Niela membuka topengnya diatas panggung.
Jangan di tanya seberapa terkejutnya mereka semua termasuk Ardian saat melihat dengan jelas wajah Niela, bahkan Aufalpun langsung mengira jika orang yang saat ini sedang berada diatas panggung adalah Putri bukan Niela.
Niela segera melaksanakan wisudanya dengan yang sudah di ajarkan beberapa jam lalu oleh guru di sana, dan setelahnya Niela ikut berbaris di antara para siswa-siswi yang berada di sana.
'Teruslah bersembunyi diantara mereka semua, karna dimanapun kauberada, maka orang-orang ku juga ada disana' Batin Niela sambil tersenyum tipis
Saat acara wisuda telah dilaksanakan tibalah acara pemilihan siswa-siswi teladan, Niela yang tidak merasa namanya tercantum pun berniat untuk meninggalkan ruangan tersebut untuk memancing Mr. X keluar dari persembunyiannya.
Namun siapa sangka saat baru saja Niela beranjak dari tempat duduknya, namanya seketika di panggil oleh sang moderator dari atas panggung yang ternyata Niela lah siswa-siswi teladan yang terpilih tahun ini.
"Busset" Maki Niela pelan.
Semua siswa-siswi langsung menoleh kearah Niela yang pada saat ini sedang ingin meninggalkan ruangan tersebut, Niela mengumpat dalam hati sekeras-kerasnya meski pada kenyataannya orang-orang tidak bisa mendengar suara umpatan dari Niela.
Menghela nafas pasrah Niela pun berjalan kearah podium tersebut dengan sangat amat elegan, tidak lupa semua mata menuju kearah Niela termasuk Mr. X yang saat ini begitu takjub dengan penampilan Niela serta kecantikan Niela yang semakin dewasa semakin terlihat sangat cantik.
Singkatnya Niela telah sampai diatas podium dan siap menerima piala, Piagam, serta sertifikat resmi dari yayasan, setelah menerima semuanya tak lupa pula dengan buket uang sebesar satu Milliarpun mengucapkan kata-kata yang begitu panjang lebar.
"Khem, pertama-tama saya mengucapkan banyak-banyak terimakasih kepada semua guru-guru yang telah membimbing saya hingga sampai di titik ini, kedua terimakasih kepada kedua orang tua yang telah mendukung saya hingga sampai saat ini berada di sini, ketiga terimakasih buat kedua sahabat saya, dan ke empat terimakasih kepada sosok pria tanpa mana yang telah membuat saya tertekan" Kata Niela sambil mengakhiri kalimat terakhir yang tidak di duga-duga.
...T B C ...