#Warning
Cerita ini hanya fiktif belaka. Jadi jika kalian suka silakan ikuti dan komentar lah dengan sopan dan baik. Selain itu, cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan melecehkan perempuan bercadar. karena cerita ini. Alzena memiliki karakter tegas yang berbeda dari yang lain sehingga kalian mungkin akan bilang tidak sesuai dengan pakaiannya atau apa pun hal lainnya🙏🙏🙏🙏
Athar Azmi adalah seorang berandalan yang selalu menjadi ketakutan penduduk kampung di tempatnya berada.
Ia sangat suka menciptakan masalah besar yang mendatangkan keributan.
Hingga suatu hari Athar dan kelompoknya melakukan pengeroyokan pada seorang anak remaja.
Dimana saat itulah Ia di pertemukan dengan seorang gadis bercadar yang sudah di lecehkan nya.
~~~~
Jadi sebelum tahu bentuk pelecehan itu seperti apa? Alangkah baiknya di baca dahulu isi cerita di dalamnya😁😁😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobri Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Menyenangkan Hati Suami
Zena mendapatkan kain tipis berwarna pink di dalam tasnya itu. Lama memandangi baju tersebut untuk menimang-nimang apakah Ia akan memakainya atau tidak. Sebab sudah di pastikan pakaian itu sangat minim saat di pakainya. Tapi apa boleh buat, Zena harus berani mengambil keputusan atau Athar akan marah lagi padanya.
Perempuan itu pun masuk ke kamar mandi lalu mengganti pakaiannya. Sungguh gugup dan takut rasanya karena pakaian itu telah melekat dengan sempurna di tubuhnya.
Lamat-lamat Zena membuka pintu dan mengambil alat kecantikan di dalam tasnya lalu mematut diri di depan cermin.
Entah kenapa Ia malu sendiri melihat pakaian itu terasa kurang bahan di tubuhnya hingga menonjolkan beberapa bagian penting lekuk tubuh Alzena.
Perempuan itu tetap nekat memoles wajahnya seperti yang diajarkan Bibi Marwah setiap hendak menjelang tidur. Supaya Alzena akan terbiasa melakukan hal itu.
Lagi-lagi itu harus di lakukan karena SURGA Istri ADA PADA SUAMINYA maka Zena harus mampu menyenangkan hati pria itu malam ini. Tapi di balik sendunya wajah Alzena, tidak ada yang tahu kalau jantungnya terus meronta-ronta membayangkan apa reaksi Athar nanti saat masuk dan melihatnya.
Cukup sepuluh menit saja, gadis yang terbiasa bercadar ini merasa pangling dengan wajahnya sendiri. Untuk pertama kali juga Zena membiarkan rambutnya yang sedikit panjang sampai setengah punggung itu tergerai dengan sangat rapi.
Ya Allah, kenapa Zena seperti sedang mengumbar tubuh ya? Apa keputusan Zena ini sudah benar? Halalkah jika Zena membiarkan Mas Athar melihat lekuk tubuh Alzena seperti ini?....
Karena malu terus merundung, Alzena pun hendak bangkit dan berganti pakaian lagi akan tetapi dua buah tangan kekar menyergap bahunya agar tetap duduk saja di sana.
"Mas Athar?" Alzena tercekap bukan main. Sejak kapan Athar Masuk sampai Alzena tidak menyadari hal itu.
"Em, ini lebih baik dari hari biasanya, bisa kan melakukan ini setiap malam!"
Athar meraih lipstik yang tergeletak di meja lalu memoleskannya di kedua bibir lembut Alzena yang lupa untuk menyempurnakannya.
Perempuan itu tak bisa berkata-kata lagi, untuk berlari apa lagi. Athar sudah menangkap basah dirinya hingga tidak bisa melarikan diri lagi dari sana.
Ya Allah, bagaimana ini? Kenapa jantung Zena seakan ingin copot sekarang? Apa lagi Mas Athar terus memandangi Zena seperti itu? Ampuni jika ini dosa ya Allah? Kenapa rasanya Ini masih tidak benar menurut Zena?...
"Kenapa? Apa kamu malu melakukannya?" Seloroh Athar lagi. "Sebenarnya mudah saja membuat aku betah berada di rumah, dengan syarat penampilanmu seperti ini? Karena apa? karena penampilan yang segar akan membuat pikiran pria juga segar, kamu paham kan maksudmu?"
Alzena pun menganggukkan kepala, seharusnya memang begitu tapi otak dan pikiran Zena yang salah dan menganggap itu adalah bagian dari zina karena rasanya masih sangat aneh, "Iya Mas, maaf!" Jawab Zena seraya menundukkan kepala. Bisa mati berdiri dia jika membalas tatapan tajam seorang Athar.
Tak ku sangka, dia memang semakin menarik saat bersolek seperti ini? Gak nyesel sih menikahinya karena Zena memang memiliki wajah yang sangat manis ketimbang si Bella...
Athar pun menggapai kedua tangan Alzena untuk berdiri lalu menuntunnya ke ranjang. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana posisi Alzena saat ini yang sudah seperti patung menghadapi suaminya hingga membuat sekujur tubuh Alzena seakan terserang demam.
Duh kok feeling aku ga enak ya aku takut ny athar kena imbas dri kelakuan teman2 nya palagi waktu itu syfa ambil fhoto ny athar di markas
untung malik masih percya lg sama athar,padahal athar pernah membuat malik sengsara.....kok masih ada kepercayaan nya....
jgn kita terlalu menilai dari segi sifat,sikap seseorang.......
terimakasih thor ceritanya.....walaupun pendek....manfaat juga..