NovelToon NovelToon
Gadis Polos Kesayangan Tuan Mafia

Gadis Polos Kesayangan Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:160.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Sebelum lanjut membaca, boleh mampir di season 1 nya "Membawa Lari Benih Sang Mafia"

***

Malika, gadis polos berusia 19 tahun, tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah hanya dalam satu malam. Dijual oleh pamannya demi sejumlah uang, ia terpaksa memasuki kamar hotel milik mafia paling menakutkan di kota itu.

“Temukan gadis gila yang sudah berani menendang asetku!” perintah Alexander pada tangan kanannya.

Sejak malam itu, Alexander yang sudah memiliki tunangan justru terobsesi. Ia bersumpah akan mendapatkan Malika, meski harus menentang keluarganya dan bahkan seluruh dunia.

Akankah Alexander berhasil menemukan gadis itu ataukah justru gadis itu adalah kelemahan yang akan menghancurkan dirinya sendiri?

Dan sanggupkah Malika bertahan ketika ia menjadi incaran pria paling berbahaya di Milan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

Keesokan paginya, Malika sudah terlihat jauh lebih baik. Setelah mendapatkan tidur nyenyak pertama dalam waktu yang lama, keceriaan mulai terpancar dari wajahnya, seolah sembuh dari mimpi buruk yang menghantuinya semalam.

Albert tersenyum lega melihat perubahan itu. Ia lalu mengajak Malika untuk menemui para pelayan lain yang sedang memiliki waktu luang.

“Malika, ayo, Paman kenalkan dengan teman-teman Paman di sini,” ajak Albert ramah.

“Mereka semua orang baik. Kau akan aman.”

Albert memperkenalkan Malika sebagai keponakannya yang baru datang dari desa. Para pelayan menyambut Malika dengan hangat dan antusias.

Mereka semua terpesona dengan keramahan dan kesopanan gadis itu.

“Wah, keponakan Paman Albert cantik sekali,” celetuk salah seorang pelayan wanita, Bibi Nina. “Pasti pintar juga, ya?”

Malika tersipu malu. “Terima kasih, Bi. Lika masih banyak belajar,” jawabnya rendah hati.

Setelah perkenalan yang menyenangkan itu, Albert menyampaikan niatnya untuk menyekolahkan Malika di salah satu kampus ternama di Milan.

“Bagaimana, apa kau mau?” tanya Albert.

Malika sontak terkejut mendengar rencana itu.

“Paman, maaf, bukannya Lika menolak,” ucap Malika dengan nada hati-hati. “Lika hanya tidak ingin membuat Paman repot. Apalagi kuliah itu pasti butuh biaya yang mahal.”

Albert tersenyum lembut. “Bicara apa, Lika? Paman senang bisa membantu kamu meraih cita-citamu. Soal biaya, jangan khawatir. Paman akan usahakan.”

“Bukankah Paman punya keluarga yang harus Paman biayai selain Lika?”

Albert menggeleng pelan. “Sayangnya, Paman tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini, Lika. Istri dan anak Paman meninggal karena wabah saat anak Paman masih bayi,” ujarnya dengan nada sendu. Kenangan pahit itu kembali menghantuinya.

Melihat kesedihan di mata Albert, hati Malika terenyuh. Ia merasa iba dan kasihan dengan nasib paman yang baru dikenalnya itu. Tanpa ragu, Malika memeluk Albert erat.

“Maaf, Paman. Lika tidak bermaksud membuat Paman teringat kenangan pahit itu,” bisik Malika tulus.

“Tidak apa-apa, Lika. Paman senang kamu ada di sini. Kamu adalah keluarga Paman sekarang,” ucap Albert membalas pelukan Malika, merasa hangat dan nyaman.

Malika melepaskan pelukannya dan menatap Albert dengan mata berkaca-kaca.

“Lika juga sama, Paman. Lika tidak tahu siapa orang tua Lika. Paman Jhon bilang, mereka menemukan Lika di tempat pembuangan sampah saat masih bayi. Lika juga tidak pernah berharap bertemu keluarga Lika yang tega membuang Lika tanpa mencari keberadaan Lika sampai sekarang. Mereka semua jahat,” gumam Malika dalam hati, meski bibirnya tetap tersenyum di depan Albert.

Selesai berkenalan dengan para pelayan, Albert menemani Malika mempersiapkan segala keperluan untuk kuliahnya.

Mereka duduk berdua di meja belajar, dikelilingi buku-buku dan perlengkapan tulis baru.

“Paman bekerja untuk siapa?” tanya Malika tiba-tiba.

Albert menoleh, sedikit terkejut dengan pertanyaan itu. “Paman bekerja untuk Tuan Diego Frederick,” jawabnya singkat.

“Kenapa bertanya begitu? Apa kamu meragukan pekerjaan pamanmu ini, hm?” tanya Albert dengan nada khawatir.

Malika menggeleng cepat. “Bukan begitu, Paman. Lika hanya penasaran saja,” ujarnya sambil tersenyum manis. “Tuan Diego itu orangnya seperti apa?”

Albert tersenyum lega. Ia pikir Malika mengira pekerjaannya itu tidak baik.

“Tuan Diego itu orang yang sangat baik. Dia juga sangat dermawan dan tidak pernah memandang status siapapun. Dia memperlakukan kami seperti keluarganya sendiri,” jawab Albert. “Besok, Paman akan mengajakmu ke Mansion utama dan memperkenalkanmu pada pemilik rumah. Kau mau?”

“Bertemu pemilik rumah? Apa mereka mau menerima Lika?”

Albert tertawa pelan. “Tentu saja mereka mau, Lika. Mereka orang baik. Sayangnya, Tuan Diego dan istrinya sedang berada di luar kota dan baru akan kembali lusa. Tapi kamu bisa bertemu dengan tuan dan nona muda yang lain,” jelas Albert.

“Baik, Paman. Lika mau,” jawab Malika dengan semangat. Ia tersenyum lebar, membayangkan betapa bahagianya ia bisa bertemu dengan orang-orang baik yang telah memberikan kesempatan baginya untuk mengubah hidupnya.

“Semoga saja mereka menyukai Lika,” gumam Malika dalam hati, sambil memasukkan beberapa buku ke dalam tasnya.

Gadis tidak tahu saja kalau tuan muda yang akan ia temui nanti, adalah pria yang ia tendang.

*

*

Pintu kamar Alexander di Mansion diketuk oleh seseorang. Leana Frederick, adik Alex, masuk dengan langkah tergesa-gesa dan membangunkan kakaknya itu.

“Alex, cepat bangun! Ayo antar aku ke kampus,” rengek Leana sembari menarik lengan sang kakak.

Mafia dingin itu tak menghiraukan ucapan adiknya dan malah tidur dengan posisi tengkurap. Ia berusaha keras mengusir memori panas dan rasa sakit dari tendangan semalam.

“Alex, kau dengar tidak?! Kalau kau masih tidak bangun, aku akan naik ke punggungmu!” ancam Leana.

Alex tetap tidak bangun, dan itu membuat Leana semakin kesal. Leana pun bersiap naik ke atas tempat tidur Alex.

“Berani kau naik ke punggungku, aku tarik semua fasilitasmu detik ini juga!” ancam Alex dengan mata masih terpejam. “Lalu panggil aku Kakak, Lea! Aku kakakmu, sopanlah sedikit!” imbuh Alex membuat Lea mencebik kesal.

“Iya, iya, Kakak Alex yang terhormat! Sekarang bangun!” Leana mengguncang-guncang tubuh kakaknya.

“Berisik! Aku masih mengantuk.”

“Ayolah, Kak. Aku sudah telat. Nanti aku dihukum dosen,” bujuk Leana dengan nada memelas.

Alexander membuka sebelah matanya. “Salah sendiri bangun kesiangan.”

“Itu karena semalam aku begadang mengerjakan tugas. Kakak, sekali ini saja, please,” pinta Leana dengan puppy eyes-nya.

Alex mendengus kesal. Adik perempuannya ini memang pandai sekali berbohong. Padahal, semalam Leana pergi ke klub malam bersama teman-temannya dan membuat Jimmy kewalahan mengurus keributan yang ia buat.

“Ck! Kenapa semua wanita selalu saja berbohong untuk menutupi kebohongan lain?” gerutu Alex dalam hatinya, teringat pada gadis yang mengaku bernama Lucy.

Dan anehnya saat ini, gadis itu menghilang bak ditelan bumi.

1
Ayu
Mksh thor.. crita nya bgs bgt. smgt trs dan sukses sl💪🙏
Senjakala: Terima kasih juga sudah mampir kak🙏
total 1 replies
tinie
nah tebakanku Malika anaknya Jenifer yg dibuang atau ditukar sama bayi yg mati
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
yaaa kok udah tamat aja Thor astaga, blom juga punya anak gimana ya ampun
Febby fadila
Jimmy tugasmu bertambah untuk membeli pabrik kerupuk kesukaan calon nyonya federick
Febby fadila
kasihan Malika karena sellu disiksa sama John gila itu jadinya dia JD gadis yg tumbuh dlm kepolosan
Febby fadila
jangan egois dong bang Al, kasih Malika kesempatan untuk merasakan cinta dari ortunya, cos khaylin kamu bisa jaga dia lbih ketat lagi agar tidak bertindak lbih jauh untuk menyakiti malika
Febby fadila
yaa ketahuan kan klw kamu menyimpan rasa Sama leana
Febby fadila
khaylin ini emang rada gila terlalu obsesi karena ketakutan yg nggak jls padahal enak tu punya kakak kandung bisa berbagi cerita dan saling melngkapi
Febby fadila
nggak masalah cuman dicicip sedikit kok tuan muda 🤣🤣🤣🤣 yg penting jaga pertahanan
Febby fadila
tenang Jimmy bocah kematianmu lagi jatuh cinta sama kek papax dulu 🤣🤣🤣
Febby fadila
Alex harus menjaga Malika Denga baik karena khaylin sebagai adik lagi nggak waras
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣 iya benar Leon singa, Malika kamu ini ada² aja
Febby fadila
ckk.. khaylin jangan serakah, kamu itu seorang adik kandung tp sifatmu mencerminkan sikap yang tidak baik
Febby fadila
betul sekali tidak ada jln lain selain tes DNA
Febby fadila
ckkk... salah kamu sendiri klw bilang ciuman itu adalah tanda terima kasih
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣🤣 malu ya Alex apalagi kalaw tau Malika pernah cium Leon sebagai salam perpisahan 🤣🤣🤣 langsung keluar asap tu dari kepala Alex 🤣🤣
Febby fadila
iya senjata yg akan membuatmu terbang nirwana 🤣🤣🤣 sekali ditembak
Febby fadila
jangan membantah ya Lika karena ada adikmu yg nggak tau diri itu nggak mulai ngak waras mau nyakitin kamu karena obsesinya
Febby fadila
astaga emangx benar kata pepatah buah jatuh tak jauh dari pohon sama kek khaylin ini sama kek Jenifer masih muda dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!