*NOVEL TAMAT!!!
jangan lupa Follow IG cerita ini:
Caiyo_03.horelalalay
Mey gadis 17 tahun memiliki wajah baby face. Dia tidak memiliki body gitar spanyol atau pun bermata biru, dia hanya gadis polos,lugu namun memiliki daya tarik sendiri.
sampai ia di pertemukan oleh tuhan dengan Breyen wijaya seorang miliader berusia 25 tahun, Ceo muda sekaligus tuan sempurna dengan harta melimpah ruah.
"aku mencintaimu," bisik Bryen ketelinga Mey
"om adalah ketidak mungkinan yang selalu Mey harapkan"jawab Mey lirih
hanya untuk bersenang-senang maaf apa bila ada kesalahan baik di sengaja mau tidak di sengaja terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iza cans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
JANGAN LUPA LIKE,KOMEN AND VOTE
FOLLOW JUGA IG AUTHOR
riyaferizap_
HAPPY READING ALL....
Paginya Abas dan Mariah duduk di meja makan menikmati sarapan paginya seperti tidak terjadi apa apa.
"Kita tidak jadi bangkrutkan?" Tanya Jingga
"Tidak sayang, kita tidak akan bangkrut karana kita sudah punya jalan keluarnya" jawab Mariah sambil memakan roti coklat ditangannya
"Baguslah"
"Aku harap mama sama papa gak akan mengambil keputusan yang salah dan mengorbankan salah satu diantara kita" ucap Fadhil yang sedari tadi diam lalu memandang kedua orang tuanya dengan tatapan tajam.
"Apa maksud kamu berbicara seperti itu, mana sopan santunmu" sahut Abas
"Apa kamu mau hidup susah! Tidakkan maka dari itu salah satu dari kita harus berkorban" sambung Mariah
"Fadhil gak papa kok hidup susah asal mama sama papa gak ngorbanin adik fadhil. Apa kalian tau Mey akan sangat sakit jika dia tau kalau mama sama papa nukar dia sama om om tua! Terlebih lagi itu hanya karana uang" jawab Fadhil yang membuat abas naik pitam.
"Dia bukan adikmu kamu hanya punya satu saudara yaitu Jingga" ucap Mariah
"Kalau begitu korbankan kak jingga jangan Mey"
PALKKK
"Apa maksudmu sialan apa kamu mau kakak prempuan kamu putus sekolah dan menikah dengan om berkarat" ucap abas lalu menampar Fadhil
"Papa dan mama tidak perna memikirkan perasaan Mey dia memang bukan anak kandung papa tapi papa tidak akan perna bisa menikmati hidup seperti saat ini kalau bukan karana adanya Mey. Dan mama yang melahirkan Mey dengan rahim mama sendiri"
"FADHIL" bentak abas yang menggema
"Apa maksud kamu dia bukan anak papa?" Tanya Jingga yang sedari tadi tidak mengerti alur pembicaraan
"Dia anak dari pria yang sudah menghamili mama" jawab mariah cepat
"Lebih tepatnya Pria yang mama jebak" serkas Fadhil
"Mama sama papa gak perna melakukan Mey dengan layak, mama gak perna ngajak Mey ke salon ke mall ke butik seperti mama memanjakan kak Jingga, dan lebih parahnya mama gak perna ngasih asi ke Mey waktu bayi, mama gak perna ngelus puncak kepala Mey, mama nitipin Mey sama bi idah sedari kecil, mama maupun papa gak perna hadir kesekolah buat ngewakilin Mey. Papa gak perna beliin Mey hadiah seperti papa berikan sama fadhil, papa gak perna ngajak Mey jalan jalan, papa gak perna ngasih uang saku sama Mey. Yang papa sama berikan cuman pukulan, tendangan,dan tamparan" ucap Fadhil panjang lebar sehingga dia mendapatkan tamparan yang kedua kalinya oleh Abas.
"Pergi sebelum papa memperlakukan kamu lebih dari ini" usir abas
Yang tanpa mereka sadari bi Idah sudah mendengar semua perdebatan mereka sedari tadi
"Astagfirullh gadis yang malang, pantas saja nyonya besar dan tuan besar begitu kejam kepada enon Mey" lirih bi idah lalu melanjutkan pekerjaannya
*SMA CENDEKIA INDAH
"HELLO GAIS IPIRIBADEH" teriak Reyhan menggema di kelas 12 MIPA 2
"Ada pr oi?"ucap Reyhan lagi karana tidak ada yang menyahuti ucapannya tadi
"Busht dah, gue kagak ultah woi janga cuek cuek napa"
"Sa pamit mo pulang satra gangu ko lagi satra mau ko sedih tetuit" sahut william yang baru saja memasuki kelasnya.
"Liat Mey kagak?" Tanya William setelah menaruh tasnya
"Kantin" jawab Beni singkat
"Thanks bro"
"Kantin yok gue traktir" ajak William yang di angguki oleh Reyhan
PLAKKK
Tiba tiba terdengar tamparan di lorong koridor kelas 12 MIPA 8 yang dimana berdekatan dengan gudang sekolah
Ahhh
Suara ringisan yang membuat William dan Reyhan menegok . Mata kedua pemuda itu membulat melihat Mey yang dijambak lalu di tampar oleh Jingga dan kedua antek anteknya.
"Lo denger baik baik lo bukan adek gue lo cuman anak haram yang gak perna di inginkan" ucap Jingga yang membuat Mey terdiam.
"Asal lo tau lo cuman anak atas sebuah kesalahan dan mama gak perna mau ngadung lo 9 bulan kalau gak dapat keuntungan, jadi lo gak usah belagu deh seharusnya lo udah sadar dari fisik aja kita udah beda" sambung Jingga yang lagi lagi menyayat hati Mey.
"Anak haram tanpa adanya pernikahan kek lo seharusnya gak perlu hidup , lo cuman bisa malu maluin mama sama papa"
Lagi lagi Mey diam dia cukup sakit mendengar bahwa dia anak haram hasil dari sebuah kesalahan, semalang itukah hidupnya kenapa derita selalu saja menghampirinya.
17 tahun bukan waktu yang singkat untuk Mey menahan semua keluh kesahnya selama ini, 17 tahun bukan waktu yang singkat untuk Mey menahan sakit hatinya selama ini. Harus berapa lama lagi dia harus bertahan.
Dengan cepat dan gesit William menghampiri lalu menghempaskan tangan jingga yang hendak menampar mey lagi dengan sedikit kasar.
"William lo__"
Tanpa menjawab ucapan Jingga William langsung membawa Mey menuju UKS sekolah
"kenapa diam aja" ucap william dingin sambil mengobati pipi Mey yang tadi memerah akibat tamparan Jingga dan kedua anteknya
"Gak papa" jawab Mey lirih yang masih memikirkan ucapan jingga tadi
"Gak usah dipikirin ucapan jingga tadi cuman buat ngerusak mental lo aja" ujar Reyhan yang menyadari raut muka Mey
"WOI MEY KENAPA WOI MEY KENAPA" teriak Vois memasuki ruang UKS tempat Mey ,William dan Reyhan berada
"BERISIK VOIS" ucap William dan Reyhan
"MEY MANA YANG LUKA MANA BIAR GUE LIAT TERUS KITA BALAS TU TIGA CURUT EMANG UDAH KEBANGETAN SAMA LOH" teriak vois lagi sambil mengitari tubuh mungil Mey
"astagfirullh vois jangan teriak teriak Mey gak papa kok"
"Woi ****** elu kristen ngapain istigafar" ucap Vois sambil menonyor kepala Mey pelan.
"Udah kebiasaan "jawab Mey cengengesan
"Astagfirullahhalazim kamu ini berdosa banget" sahut Reyhan dengan nada yang dibuat buat
BERSAMBUNG...
top dokter intan 👍🏼👍🏼👍🏼 susah utk legowo 😉💪😁
sekali baca langsung nyesek di dada kaya ketimpa batu besar😭😭😭