NovelToon NovelToon
Tanah Wonosobo

Tanah Wonosobo

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Lansia / Single Mom / Duda / Cintapertama / Mengubah Takdir / Romantis
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Restu Langit 2

Setelah bertahun-tahun bercerai, dan memiliki jalan hidup masing-masing, api cinta yang pernah membara diantara mereka masih saja terasa.
Dan meskipun telah tertutup oleh debu waktu, akankah takdir dapat membawa mereka kembali bersatu?

Ikuti kisahnya, karena hanya Tanah Wonosobo yang tahu. 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restu Langit 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengorbankan waktu istirahat

  Koridor sekolah dipenuhi dengan suara-suara riang siswa yang sedang beristirahat. Beberapa siswa duduk di bangku, makan siang atau mengerjakan tugas, sementara yang lain bermain di lapangan dan sebagian sedang berlari-lari di koridor itu.

  Di ruang guru, beberapa guru duduk di sofa, minum kopi dan berbincang tentang hal-hal ringan.

  "Kemarin aku pergi piknik, tempatnya asyik banget, cocok untuk liburan keluarga," cerita bu Puji.

  "Aku sudah lama banget nggak piknik, bu. Aku baru mau bikin rencana, tapi sibuk sekali dengan nilai ujian." Kata bu Tika.

  Keduanya menatap Winda yang tampak sedang gelisah, seperti sedang memikirkan sesuatu. Rasa penasaran pada hubungan Rama dan Adit membuatnya jadi ingin sekali menemui Rama. Sejak tadi konsentrasinya buyar, entah mengapa dia selalu ingin tahu tentang Rama dan juga keluarganya.

  "Ehm, maaf ya, ibu-ibu. Aku ada keperluan sedikit," kata Winda sambil mengulas senyum, lalu pergi begitu saja sebelum mereka menjawab.

  Bu Puji dan bu Tika saling menatap sambil mengangkat bahunya, mereka mengabaikan kepergian Winda lalu kembali melanjutkan obrolannya.

   Di koridor, sekelompok siswa sedang bermain, bercanda sambil lari-lari. Mereka berteriak-teriak dan tertawa, menikmati waktu istirahat mereka.

  "Ada yang lihat Rama, tidak?" Tanya Winda pada beberapa siswa yang sedang duduk santai di sana.

  "Nggak, bu." Jawab beberapa diantaranya.

  "Rama di kelas, bu." Jawab salah satunya.

  "Oh, terimakasih, ibu ke kelas dulu ya." Kata Winda sambil berjalan cepat ke kelas Rama.

  Di kelas, ada banyak siswa sedang mengerjakan tugas bersama-sama. Beberapa diantaranya duduk di meja, berbicara dan bekerja sama untuk menyelesaikan tugas mereka.

  Pandangannya menyapu ke seluruh ruangan, namun Rama tak nampak di sana.

"Anak-anak, ada yang melihat Rama, tidak?"

"Tidak, bu..." Seru semuanya yang langsung membuat senyumnya menyusut.

Lalu datang salah satu siswa yang mengatakan bahwa Rama pergi ke perpustakaan, ada juga yang mengatakan Rama sedang ke kantin, namun diantara tempat yang dia datangi, tidak juga menemukan Rama di sana.

  "Kemana Rama, ya?" Winda jadi bertanya-tanya dalam hati.

  Winda hampir menyerah mencari Rama di seluruh sekolah, ia hendak kembali ke kantor, mengingat jam istirahat tinggal beberapa menit lagi, dan dia sudah mengorbankan waktu istirahatnya hanya demi mencari Rama.

"Oh, ya Allah. Mengapa aku sangat ingin tahu?" bisiknya dalam hati.

Lalu pandanganya tertahan pada luar gerbang sekolah, terlihat Rama sedang berbicara sambil bergandengan tangan dengan seorang wanita yang diperkirakan seusianya atau lebih.

  "Rama bicara sama siapa lagi, ya?" Gumamnya pelan, lalu berpikir sejenak, ingin mencari alasan agar bisa mendekat ke arah mereka tanpa ketahuan jika dia sedang menginginkan sebuah informasi.

  Winda segera melangkahkan kakinya ke arah gerbang, ia korbankan waktu istirahatnya hanya demi rasa penasaran yang seharusnya tidak begitu penting untuknya.

  Winda menghela napas, lalu memanggilnya dari pintu gerbang sekolah itu. "Rama!"

  Rama dan Arumni menoleh, manik mata Arumni dan Winda bertemu pandang, keduanya larut dalam pikiran masing-masing sebelum Rama memperkenalkan keduanya.

  "Siapa wanita ini, ya? Nggak mungkin ibunya Rama atau mantan istrinya pak Galih, kan?" Bathin Winda, "kalau dia mantan istri pak Galih, sepertinya iya, karena sangat dekat dengan Rama. Tapi...dia tidak mirip sama Rama." Bisiknya lagi.

  "Apa ini bu guru yang Rama ceritakan kemarin, ya? memang cantik sih, aku seperti pernah lihat, tapi di mana ya?" bathin Arumni.

  "Bu Winda, sini." Kata Rama yang langsung membuat Winda berjalan ke arah mereka.

  Winda tersenyum sambil mengulurkan tangan ke arah Arumni, lalu Rama memperkenalkan keduanya.

  Alisnya naik tinggi, mata dan mulutnya terbuka lebar, ketika Rama memperkenalkan Arumni adalah ibu kandungnya. Winda seolah tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya, karena mereka sama sekali tidak ada kemiripan.

 "Senang berkenalan dengan anda, bu Arumni." Ucap Winda menyembunyikan rasa ingin tahunya yang mendalam.

  Arumni mengulas senyum, ada getar di hati yang tidak bisa dijabarkan, saat melihat Winda yang begitu cantik dan juga ramah seperti yang Rama ceritakan.

  "Senang berkenalan dengan anda juga, bu Winda." Kata Arumni, "maaf, saya hanya ingin memastikan kalau Rama sudah cukup sehat untuk ke sekolah."

 Winda tersenyum mengangguk, "yang tadi itu suami, bu Arumni?" tanya Winda yang membuat Arumni kebingungan, lalu menatap Rama.

  "Oh iya, tadi ayah juga ke sini, bu." Kata Rama yang membuat Arumni mengerti.

  "Oh, jadi tadi ayah juga sudah menemui kamu, Rama?" tanya Arumni.

  "Iya, bu. Tadi jam istirahat pertama, ayah sudah ke sini." Kata Rama.

  "Oh ya? Ibu tidak diberi tahu sama, ayah." Kata Arumni.

  Suara bel yang nyaring dan panjang sudah terdengar, menandakan jam istirahat telah usai. Siswa-siswa yang berada diluar mulai berlari masuk ke kelas masing-masing. Mereka pun mengakhiri obrolannya.

  "Sayang sekali, bu Arumni. Bel sudah berbunyi dan Rama harus kembali ke kelasnya," ucapnya yang dijawab senyum dan anggukan dari Arumni.

  "Ibu langsung pulang ya, Rama." Ucap Arumni, namun ia masih menunggu Rama masuk ke kelasnya bersama bu Winda.

  "Hati-hati ya, ibu." Kata Rama sambil melambaikan tangan pada Arumni.

  "Rama, kamu beruntung sekali, ada banyak orang yang begitu menyayangi mu." Kata Winda saat berjalan ke arah kelas bersama Rama, "yang tadi itu, suaminya ibu kamu yang sekarang, ya?" Tanya Winda yang langsung tersadar bahwa dirinya terlalu lancang, ingin tahu semuanya. "Maaf, ibu terlalu banyak bicara," sambung Winda sembari masuk kelas.

  "Nggak apa-apa, bu. Tapi ini sudah waktunya belajar, kita ngobrol di rumah saja nanti." Kata Rama yang dibalas senyuman oleh Winda, lalu mereka duduk di kursi masing-masing.

* *

"Bu Winda memang cantik dan juga ramah, pantas saja Rama sangat menyukainya. Ibu juga sangat berharap bu Winda akan menjadi ibunya Rama. Tapi keputusan ada di tangan mas Galih," Gumamnya saat menuju rumah dengan mengendarai motornya.

Entah mengapa pikirannya jadi terganggu, namun yang sebenarnya terjadi sangatlah tidak bisa ia jabarkan. Berbagai pertanyaan terus bermunculan di kepala, hingga ia telah sampai di rumahnya.

"Sudah jam satu?" ucapnya saat menatap jam dinding.

Biasanya sebelum jam satu, Tya sudah sampai di rumahnya. Arumni melihat rak sepatu yang masih belum ditempati oleh sepatu kesayangan Tya.

"Kemana anak itu?" Rasa khawatirnya mulai muncul, tidak biasanya Tya pulang terlambat. Biasanya Tya akan pulang ke rumah lebih dulu jika dia ingin ke rumah temanya, karena jarak rumah dan sekolahnya yang sangat dekat.

Arumni kembali keluar untuk mencari tahu keberadaan anaknya. Ia datangi sekolahnya terlebih dahulu, demi memastikan Tya sudah benar-benar keluar dari sekolahnya atau masih berada di sana.

...****************...

1
Fatra Ay-yusuf
seharusnya Rama sudah waktunya tau, kasihan arumni jadi nampak seperti penghianat, padahal itu kesalahan galih kenapa arumni yang harus menanggungnya
Fatra Ay-yusuf
bisa aja galih 😅
Fatra Ay-yusuf
sakit tapi tak berdarah
Fatra Ay-yusuf
ada -ada aja nih adit😅
Fatra Ay-yusuf
apakah bu winda jodohnya galih
Fatra Ay-yusuf
lama gk baca tetiba ingat ma zaki, kira - kira dah nikah pa belum ya 🤔
Fatra Ay-yusuf
waduh
Fatra Ay-yusuf
mampir lagi ah, udah mulai bosen nih nonton dracin 🤭
Siti Musyarofah
tambah thor 2 lagi
Restu Langit 2: Sesuai permintaan, ditunggu ya~
total 1 replies
Althea
aku kasih vote buat karyamu ya thor 👍
Restu Langit 2: terimakasih 😍
total 1 replies
Djabat
bahagianya A A 😄
Restu Langit 2: iya 🤭
total 1 replies
Djabat
semoga selalu bahagia Adit arumni
Restu Langit 2: Aamiin
total 1 replies
Djabat
semoga terwujud cita-citanya ya Rama
Restu Langit 2: Aamiin ☺
total 1 replies
Djabat
sip, keren👍
Djabat
nah lo
Djabat
ha ha arumni bisa aja
Restu Langit 2
oke, terimakasih banyak ☺
Djabat
aku bayangin gimana modisnya mama alin dalam berpenampilan
Djabat
mas ayah🤣🤣
Restu Langit 2: ha ha 🤣
total 1 replies
Djabat
semoga cepet move on dari masalalu ya Galih.
Restu Langit 2: aamiin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!