NovelToon NovelToon
Cintaku Dipalak Preman Pasar Sholeh 2 (Extended)

Cintaku Dipalak Preman Pasar Sholeh 2 (Extended)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:712.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Tak disangka, awal pertemuan nya yg buruk merubah jalan hidup gadis ini. Awal dimana ia mengenali seorang preman nan berandal yang membawanya masuk ke dalam dunianya, dunia yang penuh warna. Membawanya mengenal dan belajar sebuah kata yg disebut orang, dari mata turun ke hati dari benci menjadi---cinta.

Cinta masa remaja yang terkadang manis kaya permen kapas, kadang asin bagai air garam, dan asam-asam pedes mirip rujak.


Season ke 2 CINTAKU DIPALAK PREMAN PASAR SHOLEH, menceritakan kisah cinta para penghuni MIPA 3.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAMA-NARA : NGAPELIN BANG AKHSAN

Keduanya saling menatap penuh keambiguan, seolah waktu berhenti detik ini juga.

Dedaunan yang jatuh karena berguguran tertiup angin menambah kekakuan suasana. Dapat Nara lihat hubungannya ke depan akan selalu penuh tawa jika ia bersama Rama.

"Ra, kalau memang kamu masih ragu ngga usah buru-buru jawabnya, jangan jadi beban buat kamunya," ucapan Rama memecah lamunan Nara.

Ia tersenyum ramah tanpa merasa kecewa ataupun marah seperti yang ditunjukkan Willy, "udah masuk gih! Aku balik dulu ya," Rama lebih mendekat dan kemudian diusapnya pucuk kepala Nara ke arah bawah, ada semacam sengatan lebah atau voltase listrik yang membuat Nara merasakan rona di wajahnya nan bergetar.

"Assalamu'alaikum," pamitnya membalikkan badan.

"Ram," gadis itu meraih tangan Rama.

"Aku mau kita coba jalanin hubungan," ucapnya, hanya bicara 5 kata saja gugupnya setengah mati, seperti mau pidato di istana kenegaraan.

Rama mengulas senyuman lebar, ia menarik tangan Nara yang satunya agar posisi mereka lebih mendekat dan satunya lagi kini sudah bersarang di kepala Nara.

"Makasih Ra," jawabnya, perbedaan posisi mengharuskan Nara sedikit mendongak saat Rama berbicara dalam jarak yang begitu dekat ini.

"Kayanya sekarang aku harus belajar lagi catur sama abah, terus ngepush rank lagi bareng Trio G.O di kelas, "ucapnya

Nara menautkan alisnya, "buat apa?"

"Ya soalnya nanti kalau ngapel, bukan cuma mau ngapelin kamu doang, tapi ngambil hati calon mertua sama calon kakak ipar!" jawabnya, Nara tersenyum manis membuat Rama ikut terhanyut akan pesonanya.

"Astagfirullah, aku mandang-mandang gini berasa pengen cepet-cepet halalin," ucap Rama, ia buru-buru melepaskan pandangan dan menurunkan tangannya.

"Yahhh---dosa dong, kalo gitu aku ngga jadi deh terima kamu-nya! Pacaran kan dosa," ujar Nara.

"Kita bukan pacaran---emhhh, hanya penjajakan," ngelesnya nyengir.

"Ngeles aja nih Aa Rama," cibir Nara.

"Kan kalo cari jodoh harus penjajakan dulu biar saling kenal, biar tau bibit, bebet, bobotnya kalo ngga kan nanti di babat sama abah sama ambu juga--"jawab Rama.

"Ya udah, aku pulang dulu! Jagain papa jangan nakal! Kalo nakal---tak gendong ke pelaminan," ia kembali mengusap rambut Nara dan berhenti di ujung demi memainkannya.

"iya," angguk Nara.

"Nanti kalau ada suster laki-laki--- nunduk aja, kalau diajak ngobrol..kamu pura-pura bisu. Ngga usah jawab!"

"Loh, kenapa?"

"Takutnya dia jatuh cinta," bisik Rama tertawa.

"Kalo dia maksa gimana?" tanya Nara menantang.

"Cukup ngangguk sama geleng aja, kalo abang atau mamah nanya kenapa? Bilang aja mulut kamu dikunci, dan kuncinya dikantongin aku!" jawab Rama menepuk-nepuk saku berlogo OSIS dengan entengnya tapi bisa membuat Nara tertawa renyah.

"Ya udah sana pulang! Dari tadi udah pamit sampe salam tapi ngga pergi-pergi," Nara mendorong lengan Rama hingga berbalik badan dan mendorong punggungnya.

"Ya udah aku pulang dulu, assalamu'alaikum,"

"Wa'alaikumsalam," jawab Nara melambaikan tangannya seiring punggung Rama yang semakin mengecil.

Gadis itu tersenyum-senyum sendiri bahkan sampai memasuki ruang rawat inap papa-nya.

Akhsan menyadari keanehan adiknya itu, "wah, sakit dia! Senyum-senyum sendiri. Gue tau kenapa," ujarnya bermonolog.

"Nih, ma! Bentar lagi bakal ada yang minta nikah," lirihnya lantang pada mama dan papa.

"Apaan? Enak aja, yang ada lo kebelet kawin bang," Nara memukul lengan Akhsan.

"Tau aja!" kekehnya berkelakar. Dengan tawa kedua anaknya, papa ikut tersenyum meski wajahnya terlihat pucat.

"Udah sore, kalian pulang aja. Kan besok harus sekolah sama kuliah," titah mama menyuruh Nara dan Akhsan pulang. Nara dan Akhsan saling pandang sangsi.

"Mamah ngga apa-apa sendirian nungguin papa?" tanya Akhsan.

"Ngga apa-apa, sebelum kalian lahir juga cuma berdua kok sama papa," jawabnya membuat papa terkekeh.

"Yakin nih?" tanya Nara memastikan sudah bersiap mencangklok tasnya.

"InsyaAllah sayang, mama ga apa-apa. Udah, sana pulang."

"Kalo ada apa-apa telfon Akhsan sama Nara, ma."

"Iya," keduanya menyalami papa dan mama lalu pulang, setelah sebelumnya memastikan mama mendapatkan kenyamanan, makanan dan tempat untuk tidur.

Ia memegang pundak abangnya sebagai tumpuan lalu dengan hentakan setengah melompat, naik ke atas jok motor. Hanya berdua saja bersama Akhsan, ditambah bi Asih yang selalu sibuk di area belakang rumah. Nara naik ke lantai atas, berkali-kali ia menguap karena hari ini ia tak tidur siang.

Nara melirik jam tweety di dinding, "jam 3, lumayan lah sejam'an buat meremin mata!" ujarnya sudah benar-benar dilanda rasa kantuk, jika sudah menemukan kasur dan bantal dengan otomatis matanya sudah tau kondisi. Niatnya sih cuma satu jam, tapi pada kenyataannya ia kebablasan hingga hampir magrib. Bahkan seragamnya saja belum ia ganti.

Ia turun dari kamar untuk mengambil minum ke dapur. Tapi suara berisik mengusiknya, entah siapa yang sedang bersama Akhsan.

"Abang sama siapa? Ada kak Andri sama ka Titus ya?" gumamnya menghampiri.

Terdengar seruan dan tawa tergelak bikin pendengaran tersentak, "ck! Sama siapa sih! Heboh amat!" alisnya berkerut. Karena penasaran, gadis ini memanjangkan lehernya ke arah ruang tengah.

"Rama !!" Matanya membola, Nara mendekat.

"Kamu ngapain kesini? Ngga bilang dulu?" tanya Nara. Rupanya dari tadi yang berisik itu mereka berdua, tengah main game online bareng. Baik Akhsan ataupun Rama menoleh, tapi kemudian fokusnya kembali pada layar ponsel.

"Aku kesini mau nengokin kamu sama bang Akhsan," jawabnya tanpa melihat Nara yang berdiri mematung di depan mereka. Gadis itu menggelengkan kepalanya tak habis pikir, dimana-mana kalo pemuda ngapel itu ya ketemu ceweknya, ini yang diapelin malah abangnya.

"Restu gue ngalir kok Ram, buat loe!" ucap bang Akhsan menepuk-nepuk pundak Rama yang berada di sampingnya, pemuda itu menyunggingkan senyumannya senang, restu kakak ipar sudah ia kantongi.

"Dih, aneh! Ya udah kalian berdua aja yang pacaran kalo gitu--" sewot gadis ini melihat betapa asik dan syahdunya kedua pemuda ini, sementara Nara malah jadi kacang.

Terdengar suara adzan berkumandang, jika Akhsan akan cuek seolah tak bergeming demi sebuah kemenangan dalam gamenya. Lain hal dengan Rama yang langsung mematikan permainannya.

"Bang udah adzan, gue mau solat dulu," Rama memasukkan ponsel ke dalam saku celananya.

"Oh iya Ram, ini gue tanggung nih! Kalo lo mau solat di kamar gue aja," ucapnya tanpa melihat lawan bicara. Nara menggelengkan kepalanya, "ngga malu!" desisnya melengos untuk mengambil air wudhu.

"Sorry bang, disini ada masjid yang deket ngga?" tanya Rama.

"Ada--ada---masjid komplek!" tukasnya.

"Jiahhhh mati lagi!" gerutunya mencebik.

"Alangkah baiknya kita ke masjid aja bang, insyaAllah pahala nya lebih besar, kan lumayan buat jajan di akhirat! Buat nambahin timbangan pahala," kekeh Rama menyisipkan candaan disetiap ajakannya pada setiap orang yang diajaknya agar mereka tidak merasa digurui.

"Ha-ha-ha lo bisa aja Ram, ya udah gue anter, sekalian gue juga deh!" pemuda itu beranjak dari sofa dan ikut bersama Rama.

"Mau pada kemana?" tanya Nara.

"Masjid," jawab Akhsan singkat.

Nara sampai melongo, sejak kapan bang Akhsan mau solat di masjid komplek yang isinya kebanyakan bapak-bapak usia lanjut?

.

.

.

.

1
Anonymous
Nara semoga kamu selamat
gak diapa"in sama Willy cs
Anonymous
Ramadhan Gilang is the best
Anonymous
Hati"memilih teman Nara Masih untung jamu dipantsu Rama
Anonymous
Cinta anak sekolah selslu rona"TOP
Anonymous
Sombong amat tuh anak Mipa 2
Anonymous
Ramadhan memburu cinta
Anonymous
Klas Mipa 2 dan Mioa 3 ada persaingan kayaknya
Anonymous
Berisik sangat mengganggu ketentraman hati (kata hati Nara )😄
Anonymous
Baru baca kak👍
panjul man09
terlalu banyak pemerannya agak pusing ,di perkecil deh thor !
🥀🥀: ngga usah baca !
total 1 replies
lestari saja💕
cupiddddd😇😇😇
Kᵝ⃟ᴸEfy💫💦
kata2 papaRam wezzzeh🤣
Kᵝ⃟ᴸEfy💫💦
Rifal disini udah ngeh sama Dea
lestari saja💕
klo dulu kirana yg suka rama,rama tak suka,willy suka kirana.klo sekarang rama mengejar krn rama suka dan nara juga suka.
lestari saja💕
karena cinta segi tak beraturan temen jadi demen sekarang jadi musuhan
lestari saja💕
pasti diplesetin deh ini tar
lestari saja💕
rama sweet kayak suamiku,klo mau pergi pasti masangin helm nya....
Kᵝ⃟ᴸEfy💫💦
nyamannya baca disini, poin-poinnya langsung masuk di aq...sambil nungguin update Rifal_Dea,baca NARAMA dulu🤗
lestari saja💕
hemmmm....gimana ga kejebak kalo seribu jurus dilancarkan bertubi tubi....
nyaman dong di treat kaya princes juga
lestari saja💕
wiihhh ngatain anaknya sidepan abah nya...ga takut kena sambit golok daging ini rika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!