" Aku akan memberikanmu uang Rp. 250.000.000,00 asalkan kau bersedia tidur denganku ".
- Jason Gilbert -
" Baiklah aku menyetujuinya "
- Ayu Puspita -
Ayu Puspita gadis muda (18 Tahun ) yang baru saja lulus dari bangku SMK dengan mengambil jurusan SK (Sekertaris).Berbekal ilmu yang diperolehnya selama sekolah. Ayu mencoba peruntungan dengan ikut Bibinya yang sudah lama bekerja pada salah satu keluarga paling kaya di Kota Jakarta. Yang akhirnya mempertemukannya dengan CEO ganteng ( Jason Gilbert, 28 Tahun ) dengan paras yang sangat rupawan dan memiliki tubuh atletis, kaya raya, playboy, pintar dan sangat arogan. Tapi cinta bisa menemukan jalannya.
Ini karya saya yang ke dua, mohon dukungannya. dengan cara Like, Komen, Gift dan Vote.
Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kuswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
" Tidak bisa Ay... kamu tidak bisa mundur atau membatalkan kesepakatan kita".
" Tapi Tuan, saya tidak membutuhkannya lagi".
" Kita bicarakan semuanya didalam, ok".
Ayu menggangguk pelan dan mulai melangkah kan kakinya masuk kedalam Apartemen.
" Lihatlah semuanya, apa kamu suka?"Tanya Jason setelah berhasil membawa Ayu masuk dan mengunci pintunya.
" Kita duduk dulu! "Jason mendudukkannya diatas sofa yang menghadap TV yang berukuran besar, yaitu 80 inch.
Jason pergi ke dapur membuka kulkas, mengambil beberapa minuman, cemilan dan kembali lagi menemui Ayu.
Ayu mengambil cemilan dan minuman tersebut dari tangan Jason dan meletakkannya diatas meja.
Jason ikut bergabung mendudukkan dirinya disamping Ayu.
" Ay "
" Iya Tuan "
Jason membuka salah satu minuman kaleng untuk dirinya dan Ayu. Kemudian Jason memposisikan dirinya menghadap Ayu.
Namun Ayu masih menghadap pada layar TV yang berwarna hitam.
Tangan Jason terulur untuk bisa menggenggam salah satu tangan Ayu. dan meletakkan nya pada dada bidangnya.
" Ceritakan lah pada ku kenapa kamu kemarin dengan lantang menerima tawaranku? dan sekarang tiba-tiba ingin membatalkannya?"Tanya Jason santai.
Ayu menoleh kesamping dimana Jason sedang duduk dan menatapnya.
" Saya menerima dan menolaknya karena Abah, uang dengan jumlah banyak itu diperkirakan bisa membantu Abah melakukan operasi pada kedua kakinya. tapi ternyata sudah ada orang berhati baik mau membantu kami. khususnya Abah. jadi saya tidak memerlukan uang sebanyak itu lagi"Jawab Ayu dengan jujur.
" Terus sekarang... "Jason sengaja menggantung ucapannya.
" Saya akan membatalkan kesepakatan kita"Ucap Ayu dengan penuh keyakinan.
" Baiklah alasanmu bisa ku terima jika kamu ingin membatalkan kesepakatannya.tapi ada hal lain juga yang aku ingin bicarakan dengan mu".
" Hal lain apa Tuan?"
Jason melepas jaketnya sebelum memberikan jawabannya pada Ayu.
Ayu tetap terpesona walau sudah sangat sering melihat Jason dengan pakaian santainya.
" Ay "
" Iya Tuan "
" Kenapa kamu tidak menerima ajakkan ku untuk menikah?".
" Saya tidak harus memberikan jawabannya lagi Tuan, karena semuanya sudah jelas. dan sekarang anda sudah mau menikah dengan Nona Lyra. ingat itu!"Ucap Ayu entah kenapa tiba-tiba merasa kesal.
" Aku tidak lupa itu Ay, dan aku akan menyelesaikan secepat mungkin tapi bukan ini yang ingin aku bicara kan padamu".
" Menikah lah dengan ku Ay!, aku sanggup memberikan semua yang kamu butuhkan. termasuk Abah dan Umi".
" Tu-tuan... ".
" Tapi saya tidak sanggup menerima semunya Tuan, dan bila itu terjadi apa yang mereka katakan benar. kalau saya memberikan kepuasan pada anda, makanya sebagai imbalan Tuan memberikan segala kemudahan dan kemewahan pada saya".
" Apa Mommy dan Oma yang berpikir begitu?"
Ayu menunduk sambil mengangguk pelan.
" Sudah aku duga, pasti Mommy dan Oma Grace tahu sesuatu tentang kita?".
" Tapi Ay, jika kita ada dalam ikatan pernikahan. semua yang aku berikan padamu sudah menjadi kewajiban ku sebagai suami sekaligus kepala rumah tangga dan itu hak mu".
" Apartemen ini sengaja aku membelinya dengan akses yang mudah, kamu bisa melanjutkan pendidikan mu disini dan bisa bekerja sesuai yang kamu inginkan Ay, aku tidak akan melarang itu".
" Untuk Mommy dan Oma Grace serta Daddy, aku yakin mereka bisa menerima mu dengan mudah Ay. karena pada dasarnya mereka orang yang baik dan bijaksana dan kamu layak untuk dicintai Ay".
Blush
Pipi Ayu serasa ditampar oleh kuas blush on karena mendengar perkataan Jason yang sanggup membuat dadanya kembang kempis.
Kedua tangan Jason memegang pundak Ayu, sehingga menjadikan wajah Ayu menatapnya.
" Jadikan aku temam tidur yang halal untuk mu!".
Deg
Ayu memegang kedua tangan Jason yang berada dipundak dan menurunkannya.
" Jadi benar tidur bersama, maksud Tuan kita melakukan hal intim?. bukan hanya sekedar tidur biasa seperti yang saya lalukan bersama Bibi Yuni?!".
" Tadinya seperti itu Ay, seperti di cerita novel. tapi disini aku ingin memberikan kedudukan dan tempat yang istimewa untuk mu Ay, sehingga kamu bisa bangga menunjukkan kemurnian mu yang akan aku ambil setelah aku menghalalkan mu".
" Makanya Ay, aku meminta mu untuk kita bisa menjadi teman tidur yang halal yang sesuai dengan keinginanmu".
" Ayo kita menikah Ay? Menikah lah dengan ku Ay! jadikan kita halal untuk bisa melakukan semuanya".
Apa yang ditawar kan Jason sebenarnya tidak bisa Ayu tolak dengan mudah. karena Ayu pun memang sudah jatuh hati pada Jason. terlepas hubungan Jason dan Lyra serta rencana pernikahan mereka.
" Baiklah Ay, aku memberimu waktu satu hari ini, supaya kamu bisa memikirkan apa yang terbaik untuk hidup mu".
" Sekarang tolong buat kan aku sesuatu yang bisa kita makan Ay, untuk sarapan kita. terserah pada mu mau membuat apa, aku pasti akan memakannya.tapi sepertinya aku lagi mau makan omlet Ay".
" Sekalian kamu lihat isi Apartemen ini".
Jason berdiri, menarik tangan Ayu supaya berdiri juga dan berjalan beriringan membawanya ke dapur.
" Aku akan membantu mu Ay".
Jason mendadak membalikkan tubuhnya sehingga tubuh Ayu menabraknya. untung saja pelan tidak sampai membuat Ayu terpental, secara dada bidang nan kokok yang Jason miliki.
" Kenapa Tuan suka sekali membuat orang menabrak tubuh anda?".
Jason terkekeh mendengar pertanyaan Ayu, yang memang sudah beberapa kali Jason melakukan itu, baik yang disengajanya atau pun tidak.
" Hanya pada mu Ay, Aku suka aroma wangi yang dikeluarkan oleh tubuh mu dari sesuatu yang kamu pakai,dan sangat membuat ku candu Ay".
" Ini..." Jari Jason meraba bibir Ayu merah alami Ayu.
" Ini..." Jarinya turun menyusuri leher jenjang Ayu.
" Ini... " Jarinya menunjuk sesuatu yang menonjol kedepan tanpa berani menyentuh lagi, untuk saat ini. hanya saat ini, tidak tahu detik atau menit berikutnya.
" Dan semua ini... Akan aku miliki dan rasakan saat sudah halal nantinya".
" Tapi kalau aku mencium mu masih boleh ya Ay".
Cup
Tanpa menunggu jawaban Ayu, mengiyakan atau tidak. Jason sudah menciumnya dengan lembut. dan Ayu pun menerimanya, membalas ciuman Jason yang sudah tidak sekaku beberapa waktu kebelakang.
" Eugh "Begitu cepat Ayu mengeluarkan suara erotis disela ciumannya.
Jason tersenyum tipis, dan kembali menggerakkan bibir menciumnya dengan sangat dalam.
Mereka saling me lu ma, bertukar saliva, dan sa ling me ma gut sampai terdengar suara alarm dari perut Jason.
Ayu menarik wajahnya kebelakang dan mengusap bibirnya yang basah.
" Baiklah Tuan, saya akan membuat sarapan untuk anda, duduklah" Untuk pertama kali Ayu memegang pundak Jason yang cukup lebar dibalik kaosnya dan mendudukkannya dikursi meja makan.
Ayu membuka kulkas dan mengambil telur serta tomat.
Ayu menuangkan air kedalam teko listrik, mencolokkan kabelnya dan menunggunya sampai mendidih.
Ayu dengan gesit memasak omlet yang diminta Jason.
Hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga puluh menit, Semuanya sudah terhidang diatas meja meja makan. Omlet telur dengan irisan tomat dan sedikit saus dengan satu gelas teh hangat.
salut deh ama jason