NovelToon NovelToon
Penyesalan Zenaya

Penyesalan Zenaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim O

Kehidupan Zenaya berubah menyenangkan saat Reagen, teman satu kelas yang disukainya sejak dulu, tiba-tiba meminta gadis itu untuk menjadi kekasihnya.

Ia pikir, Reagen adalah pria terbaik yang datang mengisi hidupnya. Namun, ternyata tidak demikian.

Bagi Reagen, perasaan Zenaya tak lebih dari seonggok sampah tak berarti. Dia dengan tega mempermainkan hati Zenaya dan menginjak-injak harga dirinya dalam sebuah pertaruhan konyol.

Luka yang diberikan Reagen membuat Zenaya berbalik membencinya. Rasa trauma yang diberikan pria itu membuat Zenaya bersumpah untuk tak pernah lagi membuka hatinya pada seorang pria mana pun.

Lalu, apa jadinya bila Zenaya tiba-tiba dipertemukan kembali dengan Reagen setelah 10 tahun berpisah? Terlebih, sebuah peristiwa pahit membuat dirinya terpaksa harus menerima pinangan pria itu, demi menjaga nama baik keluarga.

(REVISI BERTAHAP)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Air mata seorang kakak.

Kedua penjaga rumah keluarga Winston berdiri seraya tertunduk. Mengetahui keadaan nona muda mereka, Danny dan Jack, nama kedua penjaga tersebut, memberanikan diri bicara pada Liam. Kebetulan orang suruhan Liam juga berada di sana.

Dengan penuh ketakutan, kedua penjaga tersebut menceritakan soal kedatangan Reagen dan kepergiannya bersama Zenaya yang mereka pikir hal tersebut bukanlah suatu masalah besar.

Liam meradang. Dengan penuh amarah ia melempar salah satu vas bunga mahal kesayangannya ke dinding hingga nyaris mengenai Jack dan Danny. Matanya kemudian menatap Zenaya melalui pintu kamarnya yang sedikit terbuka. Gadis itu sedang duduk di atas ranjang tanpa suara.

Amanda yang juga turut mendengar penjelasan para penjaga hanya bisa memeluk Zenaya sambil menangis sesenggukan. Wanita itu sama sekali tidak menyangka, bahwa pria baik-baik yang selalu datang ke rumahnya tersebut tega melakukan hal keji terhadap sang putri kesayangan.

"Maafkan Mama, Zen, maafkan Mama!" pekik Amanda pada putrinya yang hanya mematung dengan sorot mata kosong dan wajah pucat.

Di lain sisi, Adryan tampak sangat terluka. Air mata terlihat sudah menggenangi pelupuk matanya dengan perasaan hancur lebur.

Perasaan bersalah kontan menyelimuti Danny dan Jack. Melihat intensitas kedatangan Reagen ke sana membuat mereka tidak begitu mengkhawatirkan Zenaya saat dibawa pergi. Mereka pikir, keduanya hanya sedang bertengkar biasa.

"Maafkan kami, Tuan. Silakan hukum kami, kami siap menanggung segalanya." Jack dan Danny bersimpuh, tetapi Liam segera menahannya karena biar bagaimanapun ini bukan kesalahan mereka.

Suara isak tangis Zenaya kemudian terdengar. Adryan dan Liam dengan sigap masuk ke dalam kamar gadis itu.

Tak ada lagi raut kebahagiaan yang tersisa di wajah cantik Zenaya. Sinarnya yang dulu ceria kini redup dan layu. Zenaya saat ini tak ubahnya sebuah boneka usang yang rapuh.

Perasaan bersalah lantas menghantam batin Adryan. Andai saja ia membiarkan Zenaya tetap di rumah sakit, mungkin malapetaka ini tidak akan pernah terjadi.

Adryan lantas mengambil alih posisi Amanda lalu memeluk erat tubuh sang adik yang terasa ringkih itu.

"Maaf, Zen, maaf," ucap Adryan lirih.

Tangis Zenaya pun semakin pecah. Suasana terasa sangat pekat dan menyakitkan.

Sesaat kemudian, suara langkah kaki seorang asisten rumah tangga bergema menaiki tangga. Dengan langkah tergopoh-gopoh dan wajah panik ia tiba di sana. "Tuan, ada beberapa orang tamu yang memaksa untuk bertemu Anda."

"Siapa?" Adryan lah yang membuka suaranya lebih dulu.

"Mereka bilang dari keluarga Walker."

Mendengar nama itu disebut, tangis Zenaya mendadak terhenti. Ia melirik asisten rumah tangga itu dingin dan menyuruhnya untuk mengusir mereka. Mata gadis itu kemudian beralih pada sang ayah, memohon agar beliau turut membantu mengusir mereka.

"Tidak perlu!" tukas Adryan seraya melepas pelukannya pada Zenaya. "Baguslah, setidaknya aku tidak perlu repot-repot mencari bajingan itu!" kata Adryan sambil berlalu.

Melihat kepergian putranya, Liam pun ikut menyusul.

Tepat di ambang pintu rumah mereka, berdiri sepasang suami istri berusia enam puluhan dan seorang pria dalam kondisi babak belur. Sementara tidak jauh di belakang sana, berdiri sepasang suami istri muda lainnya.

"Selamat malam, Tuan Liam Chester Winston." Craig menundukkan kepalanya begitu melihat Liam.

Liam memandang Craig dingin. Baru saja ia hendak membuka suaranya, Adryan tiba-tiba menerobos tubuh sang ayah dan menarik kerah kemeja Reagen lalu menyeretnya ke dalam rumah. Pria itu membanting Reagen ke lantai, sebelum kemudian meninju keras-keras pipi pria itu hingga tubuhnya membentur pajangan guci bernilai fantastis sampai pecah.

"Bedebah sialan, berani-beraninya kau muncul setelah menghancurkan adikku!" hardik Adryan seraya terus memukuli Reagen.

Jennia yang terkejut hanya bisa menangis sesenggukan. Ia ingin maju untuk menolong putranya, tetapi Craig menahan wanita itu. Noah dan Krystal pun tidak dapat melakukan apapun selain hanya meratapi adik mereka yang sedang dihajar sedemikian rupa.

Liam berdiri angkuh sembari memandang Reagen dingin. Semula ia ingin menghajar pria itu, tetapi sang anak sudah lebih dahulu melakukannya.

Craig menatap Liam sendu. Meski Liam berusaha kuat, tetapi Craig dapat melihat kerapuhan yang ada di mata tuanya. Ia memang tidak memiliki anak gadis, tetapi ia sangat memahami bagaimana hancurnya perasaan seorang ayah jika anaknya terluka.

Reagen sendiri sama sekali tidak melawan. Ia menerima pukulan yang diberikan Adryan bertubi-tubi. Mati pun ia rela jika itu memang dapat menebus semua kesalahan fatalnya pada Zenaya.

"Kau sudah menghancurkan hidup adikku, sialan!" Tangis Adryan pecah. Lelehan air mata mengalir membasahi pipinya. Kepedihan yang sedari tadi tertahan akhirnya lepas juga.

Mendengar suara ribut-ribut di lantai bawah membuat Zenaya bangkit dari ranjang. Gadis itu mengkhawatirkan kedua orang tercintanya.

"Mau ke mana Sayang? Jangan pergi ke mana-mana, di sini saja," pinta Amanda yang sebenarnya juga mengkhawatirkan keadaan suami dan putranya.

Zenaya enggan mendengar, ia memohon pada Amanda untuk membiarkannya keluar dan melihat keadaan dari depan kamar. Zenaya benar-benar takut sesuatu hal terjadi pada ayah dan kakaknya.

Amanda pun akhirnya memapah Zenaya menuju ke luar. Dari lantai dua, gadis itu dapat melihat kekacauan yang dibuat Adryan.

Sang kakak saat ini sedang menduduki tubuh Reagen yang sudah babak belur dan tidak berdaya. Ruang tamu tampak kacau dengan banyak pecahan guci yang berserakan di lantai. Liam sendiri tampak berdiri sambil memegangi dadanya sesekali.

Adryan baru berhenti memukuli Reagen setelah kehabisan tenaga. Ia bangkit dari atas tubuh Reagen dan terduduk di sebelahnya, sambil menekuk kedua lutut untuk menyembunyikan kepalanya di sana. Tangan pria itu tampak gemetar hebat dengan bercak darah Reagen yang tertinggal di sana.

Melihat keadaan sang kakak, Zenaya tentu saja menangis. Sambil bersandar pada raling tangga lantai dua, ia berulang kali menggumamkan kedua orang tercintanya itu.

Dengan napas terengah-engah Reagen bangkit dari posisinya dan duduk di sebelah Adryan. Wajah tampan pria itu benar-benar sudah babak belur setelah dihajar habis-habisan oleh Adryan.

Craig lalu maju menghadap Liam sambil berkata, "Mr. Liam, sebelumnya dari lubuk hati yang paling dalam kami memohon maaf sebesar-besarnya," ucap pria itu santun.

Liam enggan membalas.

"Selain untuk meminta maaf, kedatangan kami kemari ad—"

"Uncle, izinkan aku bertanggung jawab dengan menikahi Zenaya!"

Suasana mendadak sunyi sesaat setelah mendengar perkataan Reagen yang memotong pembicaraan ayahnya. Pria itu dengan penuh kesungguhan bersimpuh di kaki Liam guna meminta izin.

Tidak ada satu pun kata yang keluar dari mulut keluarga Winston, selain hanya raut keterkejutan yang terpampang. Namun, kesunyian itu seketika buyar saat Zenaya dengan lantang berteriak, "TIDAK!"

Reagen beserta seluruh anggota keluarganya refleks menoleh ke arah sumber suara. Mereka sama sekali tidak menyadari, bahwa Zenaya sedari tadi berada di sana.

Melihat kondisi Zenaya yang tampak mengenaskan, membuat Reagen terperanjat. Ia pun menanyakan keadaan gadis itu pada Liam.

"Dia hampir mati kecelakaan saat lari dari pria biadab sepertimu!" jawab Liam dingin.

Reagen terbelalak. Perasaan bersalah semakin menghujam jantungnya.

Jennia yang turut menyaksikan keadaan Zenaya, kini mulai tersadar untuk tidak lagi membela Reagen.

"Bolehkah saya menemui Zenaya?" ucap wanita itu pada Liam.

Liam menoleh ke arah sang istri, sebelum akhirnya mengijinkan wanita itu untuk menemui putri mereka.

Ditemani Krystal, Jennia naik ke lantai dua dan langsung memeluk Zenaya. "Maafkan kami, Nak, maafkan kami," ucap Jennia terisak-isak.

Selain meminta maaf pada Zenaya, Jennia juga meminta maaf pada Amanda. Sebagai seorang ibu, ia memahami betapa hancurnya Amanda.

Amanda sendiri menerima pelukan Jennia dengan hati terbuka. Biar bagaimana pun, Jennia pasti merasa terguncang seperti dirinya juga.

Melihat interaksi Amanda dan Jennia, Liam mengembuskan napasnya. Pria baya itu mencoba berbesar hati dengan mempersilakan Craig dan Noah untuk duduk di ruang tamu. Ia juga meminta pada salah seorang asisten rumah tangga untuk mengambil kotak P3K.

1
siti bambang
ceritanya bagus kk
Hiatus: terima kasih kk🤗😘❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Lili Inggrid
good
Salim
apakah othor ini seorang penulis yg Nyambi jadi dokter???
Hiatus: bukan kakak, cuma banyak2 cari tahu aja setiap sebelum menulis 😊
total 1 replies
Zizie Malek
kekalkan alur ceritamu sendiri Thor. mereka yg hanya tahu megkritik & mencemuh tanpa memberi idea yg lebih bagus hanyalah org2 yg ngomong kosong 💪💪💪
Hiatus: terima kasih banyak supportnya kk, berkesan bgt buat aku pribadi biar makin semangat🥹😍😘🤗❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Helen
suster ya,,
Anonymous
cerita bagus sekali👍👍👍😍😍😍😍
chezalianut
hmmm...
Raudahlina Lina
2016tahun kelahi ran saya😍😍
Erni Kusumawati
dr awal sampai akhir ceritanya sangat menarik, penuh emosi ah guys fix cerita ini harus masuk daftar Pustaka kalian karena sebagus itu.

untuk kk Author Terima kasih untk ceritanya, semoga sukses selalu di karya-karya berikutnya.. aamiin

ttp jaga kesehatan ya kk..
Erni Kusumawati: Sama-sama kk Author.. di tunggu next ceritanya ☺☺☺☺
total 2 replies
imoe nawar
👍👍👍
Nik momRiz&Ga
banyak part yg menurut ku tidak terselesaikan dg tuntas, jadi masih tanda tanya. seperti kelanjutan frans dg gadis nya, alex dg hukumannya, gender baby juga.
tapi dr semua itu ceritamu memang bagus n bahasa nya, pemulisannya, bahasa nya TOP bgettt...
sukses terus buat auothor n sehat selalu.
🙏🙏
Nik momRiz&Ga: sama2 thor,, 🙏🙏
total 2 replies
Frida Klau
siapa perempuan yang menangis histeris itu?
ayo lanjut
Nia nurhayati
mampirr thorr
Hiatus: terima kasih kk🤗❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Suherni 123
bener kata Bryan kamu terlalu lembek Regan,, walaupun dia sahabat harus ada batasan nya dong apa lagi Natali dari dulu suka sama kamu Yo wes di jadiin alasan buat gimic gimic
nobita
terimakasih thor.. utk karya yg luar biasa hebat ini.... alur ceritanya komplit banget... jadi campur aduk dehhh hatinya para readers mu thor... sukses selalu untuk mu...
Hiatus: terima kasih kembali ka udah berkenan mampir di sini😍🤗😘❤️❤️❤️
total 1 replies
nobita
orang baik bertemu dengan orang baik
nobita
cwek itu mungkin nanti jodohnya Frans
nobita
hadeh hadehhh dasar Lea ... cwek gatall
Sitichodijahse RCakra
terimakasih Thor... karya yg sangat luar biasa... bnyk nangis ada bahagia nya...
kereeeen🙏😍
Hiatus: terima kasih kembali ka udah mampir di sini😘🤗😍❤️❤️❤️
total 1 replies
nobita
kak author nya banyak pengalaman nihh... kan bisa sambil belajar
RatuElla11: halo kak mampir juga yuk kekaryaku, "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!