NovelToon NovelToon
Pacar Sewa Satu Milyar

Pacar Sewa Satu Milyar

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:240
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Andi, seorang akuntan kuper yang hidupnya lurus seperti tabel Excel, panik ketika menerima undangan reuni SMA. Masalahnya: dulu dia selalu jadi bahan ejekan karena jomblo kronis. Tak mau terlihat memprihatinkan di depan teman-teman lamanya, Andi nekat menyewa seorang pacar profesional bernama Nayla—cantik, cerdas, dan terlalu mahal untuk dompetnya.

Namun Nayla punya syarat gila: “Kalau kamu jatuh cinta sama gue, dendanya satu milyar.”
Awalnya Andi yakin aman—dia terlalu canggung untuk jatuh cinta.

Tapi setelah pura-pura pacaran, makan bareng, dan menghadapi masa lalu yang muncul kembali di reuni… Andi mulai menyadari sesuatu: dia sedang terjebak.
Antara cinta pura-pura, kontrak tak wajar, dan perasaan yang benar-benar tumbuh.

Dan setiap degup jantungnya… makin mendekatkannya ke denda satu milyar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WA Reuni

Kamar Andi seperti miniatur robot habis batre: rapi, sunyi, dan terlalu fungsional untuk disebut nyaman. Meja kerjanya penuh tumpukan berkas pajak yang di-clip teliti ala AI, sementara laptop tua dengan stiker “I ❤️ Excel” menyala redup di sudutnya seolah ingin tidur.

Di dinding terdapat rak buku yang isinya cuma tiga kategori: akuntansi, akuntansi tingkat lanjut, dan Cara Menghadapi Stres bagi Workaholic—masih disegel bungkus plastik Sophie.

Sprei kamarnya warna abu-abu polos, tak ada motif seperti neraca saldo pembukuan. Di sisi kasur, jam alarm “teroris” menghantam gendang telinga setiap subuh, ditambah dengan boneka kalkulator Panda mini ber-tag nama “Kuku”—hadiah pribadi yang dibelinya sendiri di Market Serbu (serba enam ribu) saat lulus kuliah.

Satu-satunya tanda yang menunjukkan dia hidup selain angka adalah papan gabus kecil berisi struk belanja Alfamart dan kupon diskon yang kedaluwarsa enam bulan lalu.

Kamar itu tenang, terlalu tenang, membuat dedemit nyasar akan menyingkir takut ikut terhanyut menjadi petugas pajak.

Malam ini suasana sunyi hanya dipecah dengungan kipas laptop yang meratapi masa pensiun. Laki-laki itu menguap, matanya merah setelah berjam-jam berkutat dengan angka dan tabel di depan laptop.

Jam dinding menunjukkan hampir pukul 11 malam, tubuhnya ringkih ingin istirahat, tapi laporan bulanan belum kelar. Iseng-iseng ia melirik ponselnya—sebuah notifikasi WhatsApp menyala merah seperti alarm tanda bahaya:

Reuni angkatan Tahun 2015 SMA Merah Putih, hari Sabtu pukul 19.00 WIB di Cafe Janji Jiwa

P.S.: Bawa pasangan masing-masing, no jomblo, no solo. WAJIB HADIR

Dikirim oleh Retno, mantan ketua kelas IPA 1

Andi menelan ludah yang tercekik di kerongkongannya. Ini undangan reuni atau survei terselubung untuk mengukur “kesuksesan” hidup?

Ia tidak bisa membayangkan berkumpul dengan teman-teman seangkatannya yang heboh, norak, dan “slengek-an”. Sedari kecil dia sudah dididik disiplin teratur oleh Mama, seperti asuhan tentara di barak militer. Ibu nya begitu protektif—apa-apa dilarang, mungkin karena dia satu-satunya anak laki dari empat bersaudara perempuan.

Semua aktifitasnya tertata dengan baik: mulai dari makan, mandi, sekolah, semuanya on time, no trick, no tipu-tipu—berjalan sesuai prosedur Kitab Undang-Undang Anak Mama. Jangan sampai untuk hang out ke mall, bahkan ke kamar mandi saja ada “mamang tukang intip” saat pipis atau ngayal.

Dan saat sekarang dia bekerja, aturan itu tidak berubah meskipun jauh dari Ibu yang “meneror”. Meja kerjanya tertata sempurna—spreadsheet tersusun rapi, sticky notes tercatat detail: Bayar listrik tanggal sekian, Laundry Mbo’ Ijah, Wifi—terstruktur sehingga memudahkan malaikat mencatat amalan.

Pacaran? Olala… Jauh panggang dari pada api. Ibunya akan mensortir setiap teman perempuannya, menghitung untung rugi, bibit, bebet, bobot pakai skala deret ukur. Dan alhamdulilah, disaat teman-teman nya sudah menikah, dia hanya jago menghitung duit orang untuk dipajakin.

“Kalau gue datang sendiri, Bella pasti membuat berita heboh: ‘Lihat bro, Andi masih nyusu dengan Makanya’,” gumamnya duduk lemas di atas sofa.

Tiba-tiba, pintu apartemen terbuka lebar—Dio menerobos masuk seperti badai kecil yang baru dilepas dari gudang senjata. Gaya lelaki bertubuh tegap itu memang berbeda, sesuai dengan profesi marketing: ribut, penuh drama klien—kebalikan dari Andi yang tenang, sunyi, persis kuburan.

Meski beda departemen, mereka sering ketemu di pantry kantor: sama-sama lembur, sama-sama ngopi sachet murahan, dan akhirnya jadi akrab—Dio bebas masuk apartemen Andi persis petugas KPK.

“Hai, Ndi!” teriaknya sambil menendang kardus mi instan di pojokan. Sebagian kopi sachet super manis yang dibawanya tumpah sepanjang perjalanan dari pintu ke sofa. “Gue suntuk, pengen tidur di tempat lu.”

Andi mengernyit dan menyepak kakinya. “Lu masuk rumah orang kaya Densus 88 ya?”

“Sorry bro, gue pengen main, gue suntuk,” ujarnya sambil guling-guling di atas sofa.

“Ya Tuhan, bro, itu sofa bukan kolam renang—seenaknya aja lu,” kata Andi sambil menarik kakinya dan duduk kembali.

“Gue panik, salah satu klien minta kawin,” laki-laki tampan berjenggot tipis berkata tanpa dosa.

“Wǒw, playboy cap kaki tiga ketiban rezeki,” Andi tersenyum, kumis tipisnya mengembang. “Siapa yang naksir lu?”

“Janda…”

Andi membelalak. “Janda? Paling minta keringanan pajak deh.”

“Bukan. Anaknya lima, suaminya bunuh diri lompat sungai Ciliwung—penderitaan hidup.”

Tawa Andi ingin meledak, tapi dengan cepat ia menutup mulut. “Ya udah, nasib lu belum beruntung.”

“Gue ngantuk… mana bantal lu?”

Permintaan Dio tidak dihiraukan. “Lu tidur di sofa gih,” ucapnya sambil menyembunyikan ponsel dalam saku baju.

Tapi si marketing lincah itu tahu gelagatnya dan menyambar ponselnya dengan cepat seperti elang mematuk anak ayam.

“Hei… kurang ajar lu, main sambar aja!” teriak Andi panik.

“Hahah! Andi, reuni SMA!” Dio menghentakkan kaki ke lantai seperti MC dangdut membaca WA. “Nah ini baru bener, gue suka—buktiin ke semua orang kalau lu bukan mitos urban yang cuma ada di absen dan catatan orang-orang, bukan makhluk halus!”

Andi terdiam. Pasti banyak permasalahan akan muncul dalam “kawah candradimuka” reuni. Tapi Dio menepuk bahunya, kursi berdecit bergeser satu jengkal. “Lu bingung syaratnya bawa pacar?” tanya Dio tanpa ekspresi drama. “Sementara dunia sudah mengakui bahwa lu jomblo akut.”

“Gue gak pergi,” ucapnya dengan berat.

“Ha… segitu ya?” Dio mendelik, alisnya naik satu senti. “Jika lu gak pergi, gue bakal nyebar gosip murahan di WA: lu hombreng.”

“Kunyuk!” Andi melemparnya dengan bantal, mukanya memerah. “Gue hajar lu, sembarangan.”

“Motor aja bisa disewa, masa pacar enggak?”

“Ini pacar apa hotspot, Dio? Bisa dicabut kalau kuotanya habis.”

Tapi laki-laki itu tidak peduli. Dia merebut laptop Andi dan mengetik dengan kecepatan langit, seolah keyboard ninja warrior. Dalam beberapa detik, sebuah situs tampil jelas di layar dengan tagline premium:

CINTA RENTAL 24 JAM

Profesional • Sopan • Rahasia Terjamin

Mulai 100 ribu/jam

Andi memekik. “Harga segitu sama dengan listrik gue sebulan!”

“Ini investasi, Andi dodol” Dio menyeringai sambil melempar bungkus kopi kosong ke meja kerjanya. “Putusan nya cuma dua: pergi dengan pacar sewaan atau hombreng.”

Andi benar-benar sesak napas melihat tingkah gila sahabatnya. Namun Dio tidak peduli mulai berpetualang mencari perempuan di situs itu. Ini musibah—seandainya ibunya tahu, bakal perang antar bintang dan dia kembali menjadi “alien bodoh” penuh aturan.

Dio meng-scroll katalog seperti memilih skin karakter game mobile. “Namanya Lala,” ucapnya menunjuk foto wanita super glamor yang tercantum sebagai model: tinggi semampai, hidung mancung, mata eropa. Review point: “Suka healing ngabisin uang.”

Dio langsung menutup tab dan mendengus. “Lo bakal invisible, dan dompet lu masuk UGD.”

Andi hanya menghela napas dan menatapnya bingung. Entah siapa yang nyari pacar, Dio kayanya semangat banget.

“Terus ini, Sinta.” Profil wanita manis dengan apron persis chef hotel bintang. “Jago masak, penyayang binatang. Review: ‘Terlalu protektif sama kucing—makan, tidur, ngajak kucing date. Lo bakal tidur ama bebek, ayam, sapi.’”

Pria berwajah lembut itu menggeleng-geleng kepalanya. Dio menutup tab seakan menolak proposal proyek. “Yang mana sih pilihan lu? Dari tadi kepala lu menggeleng kaya burung pelikan.”

“Gue gak mau, mending lu aja yang pergi.”

“Dodol, emang otak lu tinggal separuh? Gue bukan alumni SMA Merah Putih.”

“Pokoknya enggak.”

“Shiit,” Dio mengangkat satu jari memintanya diam demi “kepentingan negara” dalam kondisi darurat.

Scroll.

Geser.

Klik.

Berhenti.

Dia memicingkan mata, lalu wajahnya berubah seakan menemukan butiran emas di sungai keruh.

“Nah, ini dia.”

Seorang gadis rambut tergerai alami, senyumnya hangat, matanya bulat seperti bola bakso yang berbinar. Bibirnya tipis seperti penggaris, energinya hidup seperti batrai 12 volt.

Dio membaca deskripsinya cepat: “Cantik, ceria, percaya diri, komunikatif. Review: ‘Asyik… tapi suka ngobrol sama pohon jambu dan bintang.’”

“Ini dia, bro! Cewek punya vibe unik, cocok ama lu yang sedingin batu es.”

Laki-laki itu terdiam bukan karena review tentang pohon (oke, mungkin sedikit), tapi karena ada sesuatu dalam senyumnya yang membuat dadanya terasa… hangat.

“Siapa namanya?”

“Nayla.”

“Apa hari raya?”

Tanpa persetujuan, Dio langsung menekan tombol booking dan mendorong tangannya untuk menekan mouse “resmi”. Layar laptop memunculkan notifikasi berwarna hijau cerah:

Terima kasih! Nayla akan menghubungi Anda dalam 15 menit.

Andi menutup wajah dengan kedua telapak tangannya sementara Dio bertepuk tangan seolah meresmikan mall baru. Apartemen yang tadi sunyi mendadak berubah menjadi arena perang Mobile Legends—Dio menjadi “musuh” dari semua barang di dalam kamar.

“Dio… bangke…” ia mengerang lirih, pasrah pada nasib.

1
Greta Ela🦋🌺
Dah ketebak pasti si Nayla/Facepalm/
Ddie: 🤣🤣 ...ya gitu dk...Nayla
total 1 replies
Greta Ela🦋🌺
Jadi dia ini anak mama yang manja ya/Chuckle/
Ddie: ya begitu lah dk ...kalau dk gak begitu ya..mandiri ...mandi sendiri
total 1 replies
Ddie
lucu absurd tapi mengena di hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!