NovelToon NovelToon
Janji Suci Yang Ternoda

Janji Suci Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Aku Nadia istri dari Mas Afif dan ibu dari Bintang. aku istri yang setia, yang selalu berusaha melayani suamiku dengan baik, menemaninya dari nol. aku juga ibu yang baik untuk anakku Bintang. singkatnya aku berusaha menjadi yang terbaik untuk suami dan anakku.

Namun di saat pernikahanku yang ke tujuh, Mas Afif memberikanku kejutan besar, dia membawa seorang wanita lain ke dalam rumah tangga kami, namanya Laras dan anak tirinya bernama Salsa, yang Bintang selalu bilang kalau anak itu adalah anak tercantik di kelasnya.

cerita perhianatan dan kebangkitan Nadia dari penghianatan suaminya.

happy reading All❤️ bantu support cerita pertama saya ya, trims🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Setelab pertengkaran hebat kami. Keputusanku untuk berpisah dengannya semakin menguat saja. Masalah rumah dan masalah nafkah, tentu saja aku sudah memikirkannya__untuk rumah, aku akan pergi meninggalkannya. Aku juga sudah menyuruh kedua ART ku untuk berkemas, pun denganku dan Bintang. Rencananya aku akan mencari kosan dengan uang yang ku punya, sementara untuk nafkah. Aku akan mencarinya sendiri__untuk apa bertahan, tapi hatiku dan Bintang hancur.

Kesalahan Afif tak bisa ku toleransi lagi kali ini. Cukup dis menyakitiku dan Bintang. Dan mengenai anak yang ada di kandunganku, tentu aku akan menerimanya dan aku akan berusaha membesarkannya sendiri, aku akan berusaha menjadi sosok ibu dan ayah bagi Bintang.

“Nya, setelah keluar dari sini, nyonya akan tinggal di mana?.“Tanya Melati lirih dan raut wajah yang terlihat sedih, sementara alu tersenyum getir.

“Mungkin cari kos-kosan Mel. Kamu punya rekomen nggak? Yang murah ajalah, gak papa deh kalau cuman ada satu ruangan dan wc kecil di dalamnya.“Sahutku penuh keyakinan, sementara Melati sudah menangis dan memeluk tubuhku.

“Mel, kamu kenapa malah nangis sih? Maaf ya, kalau saya mecat kamu. Tapi bagaimana lagi, saya juga akan keluar dari rumah ini dan saya gak bisa gaji kamu lagi sama Mia.“Ucapku dan membuat Melati melepaskan tubuhku lalu memandangku dengan matanya yang memerah karena tangisan.

“Nya, tinggal bareng kita aja, ya? Meskipun rumah kita kecil, tapi cukup kok. Di sana juga ada sekolah tk kok, meski enggak sebagus sekolah den Bintang sebelumnya.“

Aku menaikan sebelah alisku dan menatapnya dalam.

“Maksud kamu, Mel?.“Tanyaku tak mengerti.

“Ya, ikut saya dan Mia. Dari pada tinggal sendiri Nya. Terus saya juga gak tahu kos-kosan yang murah di kota ini.“

Sepertinya Melati mencemaskanku, aku paham sekarang. Ya Alloh terimakasih, meski engkau mengujiku dengan suamiku, tapi Engkau masih memberiku orang-orang baik seperti Melati dan Mia.

“Iya nya, ikut kita aja. Mau? Saya dan Melati gak keberatan kok. Kita malah senang.“Timpal Mia yang baru kembali bersama Bintang sambil membawa bubur ayam sebanyak empat porsi__aku memang menyuruh Bintang membeli bubur ayam empat porsi, rencananya sebelum benar-benar keluar dari rumah ini, aku ingin mengajak anakku, Melati dan Mia makan bersama. Anggap saja sebagai salam perpisahan terakhir kami.

“Makasih, tapi saya tetap mau belajar hidup mandiri Mel, Mi. Tenang, sebelum saya menikah dengan Mas Afif, saya pernah jadi orang miskin kok.“Tukasku sambil tersenyum singkat dan menatap keduanya tulus.

“Yaudah, kalau begitu. Gak papa deh nya, untuk gaji kami yang bulan ini bayarnya setengah aja.“Tutur Mia yang membuat menatapnya protes, gaji setengah? Apa-apaan, padahal mereka bekerja siang dan malam di rumah ini dan mereka juga sering membantuku untuk membuat konten, pekerjaan yang mulai aku geluti sebelum aku tahu aku hamil, namun terpaksa rehat dulu, sebab memang kondisiku yang tidak memungkinkan setelah tahu hamil.

“Mana bisa. Kalian udah bantu saya, jagain Bintang, beres-beres rumah, ikut ngurus konten juga.“

“Tapi Nya__.“

“Gak papa, Mi. Lagian saya masih punya uang kok, Mas Afif masih ngirim kok. Tenang aja ya.“

“Yaudah kalau gitu, terimakasih ya Nya. Nyonya adalah bos yang paling baik dan ramah dan sebetulnya kami sangat senang dan betah bekerja sama nyonya.“

“Sama-sama, terimakasih juga karena kalian udah bantu saya selama ini. Wahh kalian mujinya bener-bener ya, hehehe.. saya do'akan deh, semoga kalian dapet bos yang lebih baik dari saya.“

“Aamiin.“

“Oh ya. Sebelum kita keluar dari rumah ini, saya ingin kita sarapan bersama. Ya, walau hanya dengan bubur ayam, tapi jangan di lihat dari apa yang beri, namun dari tujuan saya.“Ucapku yang di balas anggukan oleh Melati dan juga Mia, lalu kami pun mulai mengambil kotak sterefom yang tersedia dan membukanya. Aku menatap Mia dan Melati dalam-dalam sambil tersenyum simpul, mereka berdua adalah ART rasa saudara yang ku punya, selama kerja denganku mereka baik dan tulus. Di masa depan, aku berharap bisa bekerja sama dengan mereka lagi, semoga saja.

**********

Untuk urusan sekolah, aku sudah mengurushnya dan untungnya Bintang tak banyak mengeluh, katanya asal bareng mama, Bintang mau-mau aja sekolah di manapun.

Untuk barang-barang ku bawa, sebetulnya tidak banyak, hanya beberapa dari pakaianku juga kotak perhiasan dan beberapa barang berharga lainnya, termasuk tabungan dan emas batangan yang ku beli dari hasil uang nafkah dari mas Afif sendiri, untuk mobil CRV yang ku kendarai, mungkin aku akan memakainya dan membawanya padaku, lagian mas Afif sudah memberinya padaku kok__agaknya dia takan menggugat mobil dan beberapa barang yang sudah ia berikan padaku, mengingat Afif juga sudah jaya raya pun dengan istri barunya itu.

Sebetulnya rumah yang ku tinggali sudah ia berikan padaku, tapi mengingat ucapan Mas Afif yang kala itu menyuruhku untuk keluar dari rumahnya kalau mau bercerai, ya sudah. Aku ikhlaskan saja, lagian tanpa rumah besar dan megah darinya itu, aku masih hidup kok, lihat saja.

“Kita mau kemana, ma?.“Tanya Bintang yang kini sudah terbangun dan memandangku dengan tatapannya yang begitu menggemaskan sekali, aku tersenyum kecil, satu tanganku mengusap kepalanya sayang.

“Cari kosan sayang.“

“Oh..“

“Gak papa kan, kalau rumahnya jadi kecil? Gak kayak rumah yang sebelumnya?.“Tanyaku penasaran akan seperti apa reaksi Bintang.

Kepalanya mengangguk lalu anak itu tersenyum lebar”Gak papa mama, asal sama mama aja.“

“Makasih ya, sayang. dan maafin mama.“

“Berarti Bintang udah gak bisa sekolah lagi ya, ma?.“Tanyanya terdengar sedih, aku mengangguk tanpa suara, ku amati gesture tubuhnya yang terlihat lesu, sepertinya Bintang masih ingin sekolah di sana__mungkin Bintang ingin bersama teman-temannya di tk tersebut, tapi aku yang egois dan mementingkan egoku sendiri dengan membawa Bintang dan menyuruhnya pindah. Apa aku minta maaf sama Afif dan mengembalikan Bintang ke sekolah tk itu saja?

“Bintang gak mau pindah sekolah ya?.“Tanyaku yang di jawab dengan gelengan olehnya.

Seraya menghela nafas panjang dan meyakinkan diriku bahwa semua akan baik-baik saja, aku pun memaksa bibirku untuk tersenyum, walau hati ini sangat tidak ikhlas.

“Ya udah, kita kembali ke rumah, mama besok anter Bintang ke sekolah lagi.“Kebajagiaan Bintang di atas segalanya, walau pun aku harus menderita sekalipun, tapi tidak apa, asal demi kebahagiaan anakku saja.

“Enggak ma, Bintang gak mau. Ayo pindah rumah sama pindah sekolah.“

Lho lho, kok jadi Bintang yang terlihat ngotot begitu sih? Bukannya tadi terlihat gak rela pindah sekolah, ya?

“Beneran Bin?.“

“Iya ma. Bintang gak mau sekolah di sana, Bintang gak suka ngeliat Salsa yang terus di anterin papa, makan sama papa dan di gandeng papa, Bintang mau pindah sekolah yang gak ada Salsa sama papanya. Bintang juga mau sama mama aja, gak mau sama papa.“

Ya Alloh, aku kembali menangis di hadapan anakku, aku merasakan bagaimana sakitnya jadi Bintang yang di abaikan oleh papanya sendiri__padah Bintang jelas anak kandungnya, tapi Afif bahkan tak terlihat menyayanginya, kasihan sekali anakku.

“Mama jangan nangis, Bintang gak suka liatnya.“Ucapnya sambil mengusap air mataku dengan jempolnya yang mungil, ku paksakan bibirku tersenyum walau bukan senyum lebar yang terlihat, akan tetapi malah senyuman getir.

“Mama harus kuat sama seperti Bintang, ya? Ehh adek juga deh..“Ujarnya lagi yang membuatku tersenyum haru dan menatapnya penuh kasih sayang.

Anakku Bintang, mama sangat sayang sama kamu.

1
Anonymous
afif goblok
Anonymous
anying Juz 30 doang berasa bisa si paling adil
Dewi Sri Astuti: wkwkwkwk🤭🙏
total 1 replies
Anonymous
diem bocil
Dewi Sri Astuti: hahaha🙏
total 1 replies
Dewi Sri Astuti
Yuk kasih bintang lima dan komennya, biar author semangat🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!