Anita gadis berusia 18 tahun seorang pelajar yang terbangun dari tidur lelapnya. Namun hal tak terduga telah mengejutkannya hari itu.
Ia terbangun dan berada disebuah tempat yang asing dan tidak ia kenali. Dimana tempat itu juga adalah tempat yang dia inginkan.
Dunia tempat dimana seseorang dapat hidup kembali setelah mengalami kematian, dengan syarat ia mati karena tragedi bunuh diri.
Anita pun bertekad untuk mempelajari berbagai pengetahuan yang ada di dunia ini demi dapat kembali ke tempat asalnya.
Berbagai macam masalah terus datang kepadanya, tanpa di duga Anita mempunyai kekuatan yang sangat luar biasa, masuk kedalam ras berkemampuan yang sangat berbahaya.
Dirinya pun banyak diincar dan dicari-cari oleh orang-orang yang memang membutuhkan kemampuan langka tersebut.
Sehingga Anita harus pergi menuju tempat penghapusan kekuatan yang letaknya sangat jauh.
Petualangan Anita pun dimulai!
.
.
Lanjut sampai season duanya, happy reading☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahel wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Setiap Orang Memiliki Ceritanya Masing-masing
Tiba-tiba saja. Sabit pria itu bertukar posisi dengan dirinya, disaat sabit itu masih melayang di udara dan hampir saja sampai digenggaman tuan Mizu.
Alhasil pukulan keras mendarat di pipi sebelah kanan tuan Mizu hingga dia ambruk di tempat setelah terhempas beberapa sentimeter.
Momen tersebut membuatku takjub seakan satu serangan kejutan dapat melumpuhkan lawan sekali pukul.
"Benar kan apa yang aku katakan? Aku ini tidak akan berbohong kepadamu," ucap pria pembawa sabit kepadaku.
"Aah iya, makasih bantuannya."
"Ngomong-ngomong siapa pria tua itu, apa dia musuhmu?"
"Bukan, dia pria tua yang selalu mengejar ku!"
"Ternyata begitu."
Kino terlihat baik-baik saja hanya ada luka sedikit di pipi dan lengannya, kemudian aku rangkul dia dan membawanya pergi dari jangkauan tempat tuan Mizu.
Sementara pria itu terus menatapi wajah tuan Mizu palsu itu sambil berjongkok dengan satu tangannya yang memegang sabit. Dan menyangakan sabitnya di pundaknya.
Aku pun tidak tahu apakah tuan Mizu masih hidup atau tidak.
"Cewek. Coba lihat ini, wajahnya mulai berubah!"
"Jadi benar kalau dia bukan tuan Mizu," gumamku seraya menghampiri pria itu, selepas menaruh Kino yang masih pingsan.
"Wajahnya mulai berubah menjadi orang lain, berarti dia ini memiliki kemampuan menirukan wajah. Luar biasa!"
"Aku mengenalinya, dia ini adalah salah satu antek-antek raja. Namanya Siniken si ahli rencana, tapi... dia kok bisa ya ikut serta dalam menangkapku, hmm?"
"Jangan-jangan...? Ada seseorang lagi disini!
"Tebakan yang benar Putri, kamu seperti biasa selalu pintar dalam mengamati situasi. Hanya saja kamu masih awam menurutku, kamu terlalu pintar untuk menaruh barang berharga mu disini. Membiarkannya tergeletak tanpa pengawasan begitu saja!"
Karena kecerobohan ku, kini Kino jadi sandera di pihak musuh.
Sepertinya Siniken hanya bertugas menyamar menjadi tuan Mizu untuk menjebakku, sedangkan "dia" mungkin saja si pengguna kemampuan angin.
Pada saat momen angin berhembus melewati ku, arah datangnya berlawanan saat tuan Mizu ada di depanku. Maka aku simpulkan bahwa ada kerja sama diantara mereka berdua.
"Aku tidak akan bertele-tele, jadi menyerahlah Putri. Aku tidak mau melukai mu!"
"Sebenarnya kamu ini siapa sampai dicari oleh orang-orang kerajaan?"
Situasi yang tidak tepat untuk menjelaskannya secara langsung, pria pembawa sabit itu menatapku dengan tatapan tajam.
"Oh, iya. Aku lupa menjelaskan. Putri sebenarnya memiliki hubungan terlarang dengan salah satu penjaga kerajaan, makanya kami mencarinya kesana kemari untuk menangkapnya, karena dia kabur!"
"Sebagai orang dari kerajaan aku akan sangat berterimakasih karena kamu sudah menemukan Putri, hanya saja perlakuan mu tadi termasuk pelanggaran karena melukai rekan kami. Jadi, aku mengusulkan agar kamu berhenti di pihak Putri dan menyerahkannya kepada kami!"
"Maka raja akan memberimu imbalan yang besar sebagai gantinya, bagaimana?"
"Tidak!! Bukan begitu ceritanya. Dia berbohong!"
"Kejadian itu cuma salah faham, aku tidak mungkin melakukan sesuatu yang tidak baik itu... hiks.."
Tidak ada cara lagi aku hanya dapat berakting sedemikian rupa memainkan situasi.
"Mau mengelak bagaimanapun bukti sudah ada Putri, kamu tidak bisa mengelak nya begitu saja."
"Cukup! Aku percaya padanya. Lagipula masa bodoh sama imbalan raja, aku tidak peduli. Aku hanya menginginkan dia seorang!"
"Ow kamu berani ya, menolak imbalan raja. Padahal tawaran ku tadi sangat bagus tapi kamu mala menolaknya, sungguh disayangkan."
"Huh? Dimana sabitmu?"
Tras!!
"Serangan mendadak dari belakang ya."
Aku memang mengetahui rencana dadakan pria sabit itu, dia memaafkan obrolan tadi sebagai kamuflase untuk menyerang lawan secara diam-diam.
Namun sayangnya serangan tadi terbaca dengan mudahnya oleh pria itu, dia bisa menghindarinya meski berada di salah satu ranting pohon yang rawan akan serangan.
"Larilah, cewek! Pergi jauh-jauh dari sini!"
"Eh, tapi kamu..."
"Jangan khawatirkan aku, aku bisa mengatasinya seorang diri. Jadi kamu tenang saja, ikuti perkataan ku!"
"Emm," aku pun hanya bisa menuruti perintahnya, berharap dia akan baik-baik saja.
Sekuat tenaga aku pun lari menghindari pertarungan yang akan terjadi, sepertinya aku akan menyerahkan Kino kepadanya juga.
"Percuma saja kamu melawanku, yang ada hanyalah kematian. Mau mencobanya!!"
"Coba saja, bodoh!!!"
Dasrk!!
"Aaagrh!!!"
Langkah ku terhenti, ketika mendengar suara raungan pria pembawa sabit itu. Lalu setelah menoleh kebelakang, pandangan sadis terlihat oleh mata kepalaku sendiri.
Yaitu kedua lengan pria itu hancur hingga darah segar mengalir berceceran di tanah.
Tentu saja membuat diriku sok melihat pemandangan berdarah tersebut dari kejauhan.
Tak hanya itu, aku pun dibuat muntah sehabis berpaling melihatnya. Kini aku bersembunyi pada salah satu pohon mencoba memikirkan langkah selanjutnya yang akan aku pilih.
Terlintas dalam pikiranku saat tuan Mizu pernah berkata kepadaku "kekuatanmu itu bisa saja sewaktu-waktu aktif Putri, bisa saja secara tidak sengaja. Kuncinya fokus kepada orang yang kau tujuh"
Flashback on
"Apa semudah itu, hanya fokus saja?"
"Entahlah, tapi itu bekerja pada pengguna kemampuan seperti dirimu sebelumnya."
"Baiklah, kalau begitu aku akan mengingatnya."
Flashback off
"Kurasa aku akan mencoba cara itu!"
Pertama-tama aku mengintip pria berkemampuan angin itu dari jauh, lalu ku fokuskan kemampuan ku padanya. Dan menunggu apa yang akan terjadi.
Sayangnya, aku tidak bisa fokus sama sekali, karena bayang-bayang pemandangan tadi terus bermunculan di kepalaku seakan sedang menghantuiku.
"Kena kamu sekarang, Putri!"
Tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh suara pria berkemampuan angin itu, yang kini sudah berada tepat di belakangku.
Padahal di depan sana dia masih terlihat dengan jelas.
"Dimana aku sekarang ini, bukanya tadi aku sudah tertangkap?"
Keadaan di sekitarku berubah menjadi gelap gulita dan aku tergeletak disini seorang diri.
Tempat yang sunyi tak ada bunyi apapun, kecuali suara-suara yang ada dalam diriku.
Sambil beranjak aku pun memutuskan untuk berkeliling di tempat ini.
Tempat yang tak asing yang rasanya pernah aku jumpai.
Aku terus melangkahkan kakiku kedepan namun seakan-akan diriku hanya diam ditempat yang dekat diantara jalan buntu.
Seolah-olah diriku kembali ke tempat yang sama, yang sebelumnya pernah aku lewati.
Tak lama, kegelapan lekat ini mulai berangsur-angsur berubah menjadi secercah warna. Yang kemudian membentuk suatu keadaan di sekitarku.
"Jadi... Sepertinya aku ada didalam memory seseorang!"
Sekarang ini aku berada disebuah kamar, lebih tepatnya kamar seorang pria. Kondisinya acak-acakan dan kotor.
Bahkan banyak sekali botol-botol mineral dan sampah-sampah plastik didalam kamarnya yang tergeletak bebas di lantai.
Kasurnya pun bak sarang penyakit ketika kulihat. Dan tiba-tiba terdengar suara pintu yang akan terbuka
"Kurasa ini adalah akhir dari ceritaku, dimana aku menghabiskan masa muda dengan sia-sia hanya untuk kesenangan sementara. Rumah reot ini adalah tempat mengerikan yang aku gunakan sebagai persembunyian."
"Seandainya aku hidup kembali, yang kuinginkan hanyalah kebebasan. Dapat menghirup udara segar dan angin yang berhembus. Yap, itu semua hanya ada dalam khayalanku, jadi... selamat tinggal dunia..."
krek!
lanjut kak Wii, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻