NovelToon NovelToon
It'S Perfect

It'S Perfect

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Perjodohan / Cintamanis
Popularitas:229.8k
Nilai: 5
Nama Author: RayyanSA

Dua keluarga ternama yang ingin memperkuat hubungan memutuskan untuk menjodohkan anak mereka. namun apakah rencana itu akan berjalan lancar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RayyanSA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengecut

Sudah dua bulan semenjak Lesya dan Saga sepakat untuk memulai kehidupan baru. Saga juga sudah menyelesaikan ulangan sekolah dan mendapat libur panjang.

"bagaimana jika kita liburan di dekat-dekat sini Saga! masalahnya jika terlalu jauh itu akan memerlukan banyak waktu, dan aku hanya bisa cuti selama beberspa hari saja. karna kebetulan banyak proyek di perusahaan yang harus aku pantau!" itulah yang keluar dari mulut Lesya saat Saga memeluknya dari belakang setelah bangun pagi, tepat saat Lesya tengah menyiapkan sarapan didapur.

"huff inilah susahnya jika istriku adalah CEO di perusahaan ternama" Saga mendengus mendengar jawaban dari Lesya.

"makanya Saga, jadilah seseorang yang berguna! jangan jadi laki-laki yang hanya mengandalkan perempuan saja!" celetukan Saka berhasil membuat Saga meradang.

"apa maksudmu kak, aku belum bekerja karna memang aku masih sekolah. lihat saja nanti setelah aku lulus, aku akan lebih sukses dengan usahaku sendiri tanpa embel-embel dari nama keluarga!" Saga bersungut-sungut membalas ucapan Saka.

saat itu Lesya mengusap dada suaminya agar tenang sembari menggelengkan kepalanya.

"dan saat kau sukses nanti, Lesya sudah pergi dengan pria yang memang pantas untuknya." sahut Saka dengan senyum menyeringai sehingga membuat Saga mengepalkan Tangannya.

dan saat itu Saga segera pergi kekamarnya dengan perasaan marah.

"lihatlah dirimu Saga, hanya mendengar ucapanku yang seperti itu kau sudah marah seperti anak ingusan!" entah sejak kapan kakak beradik ini menjadi perang panas seperti ini. dan hal itu tidak baik bagi Saga yang merasa diremehkan.

melihat suaminya yang sedang kesal, Lesya segera menyusul Saga untuk menenangkannya. Lesya membuka kenop pintu kamarnya, dan setelah itu ia mencari keberadaan Saga.

Lesya lalu berdiri didepan Saga yang duduk ditepian ranjang. Saga masih memasang wajah murungnya tanpa melihat kearah Lesya.

"Saga.." Lesya memanggil lembut suaminya, namun Saga masih belum menyahut.

Lesya memanggil Saga hingga beberapa kali, namun Saga hanya berdeham dan enggan menatapnya.

brugh

Lesya menjatuhkan dirinya dipangkuan Saga, dan segera melilitkan tangannya di leher Saga. "apa karna ucapan kakakmu, kau jadi marah denganku Saga?" Lesya menatap Saga dengan tatapan sendu.

begitupun Saga, Saga kini membalas tatapan dari istrinya itu.

"apa yang dikatakan oleh kak Saka memang benar, bahkan aku belum pernah memberimu uang dari hasil kerjaku sendiri. aku hanya mengandalkan uang dari papi kan Lesya"

"memang yang dikatakan kak Saka itu benar! tapi apa itu salahmu? kamu memang masih sekolahkan, dan itulah yang menyebabkan kamu belum bekerja!" Lesya meletakkan kepalanya di pundak Saga dengan tangan yang melingkar di tubuh Saga. "dan aku akan menemanimu dari nol hingga kamu sukses nanti. aku akan terus mendukung apapun yang kamu kerjakan nantinya Saga!"

entah kenapa, mendengar ucapan dari Lesya Saga semakin bertekad untuk mencari pekerjaan secepatnya. "aku akan mencari pekerjaan, dan aku janji aku akan membiayai hidup kita dengan jerih oayahku sendiri Lesya"

"tentu saja Saga, tapi kita pikirkan itu nanti! labih baik kita bersiap untuk liburan kita okey?" Sagapun mengangguki ucapan Lesya.

setelah mendapat anggukan dari Saga, Lesya hendak turun dari pangkuan Saga. namun Saga justru menariknya hingga kini posisi mereka semakin dekat. Saga mengecup sekilas dan kemudian ia mengembangkan senyumnya lebar.

_

pukul 12 siang setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya Saga dan Lesya sampai ditempat tujuan. saat itu Saga baru turun dari mobil yang mereka tumpangi, tiba-tiba saja Liyora berlari menghambur kedalam pelukan Saga.

memdapati hal itu, Saga segera mendorong tubuh Liyora hingga terpental. untung saja saat itu Liyora di tangkap oleh Dikta yang ada dibelakangnya bersama dengan Alden.

"lu bisa nggak, gak usah kasar sama cewe. apalagi Liyora."

"apa lu gak liyat Alden? dia meluk gua yang jelas-jelas gua udah punya istri!" jawab Saga.

"istri yang dulu lu bilang cewe tua? kemana kesombongan lu selama ini Saga?"

"Alden hentikan!" ucap Dikta menengahi " kita disini untuk berlibur, bukan untuk Mencari masalah!" tambahnya lagi.

"Alden, kenapa sekarang kamu sepertinya tidak suka dengan Saga?" tanya Lesya yang memang tidak tau permasalahn antara Alden dan Saga yang sebenarnya merebutkan dirinya.

"Saga, kenapa kamu mendorongku? apa kamu kepengen anak kita keguguran?" belum sempat Alden menjawab pertanyaan lesya, namun semuanya justru dibuat terkejut oleh Liyora yang membahas soal anak.

"jangan mengarang Liyora!" bentak Saga yang saat itu tidak setuju dengan ucapan Liyora.

"aku tidak pernah mengarang Saga,bahkan aku ounya buktinya! kau lihat ini!" Liyora menunjukkan sebuah kertas kecil dan panjang dengan dua garis disana dengan sebuah foto dirinya dengan Saga yang tengah terlelap tanpa Saga mengenaka atasan, sedang tubuh Liyora tertutup selimut.

"apa ini Saga?" Lesya menatap nanar Saga dengan matanya yang memerah.

"baj**gan lu Saga!" Alden langsung memukul Saga tepat di wajahnya sehingga membuat sudut bibirnya berdarah.

"kali ini gua setuju sama ucapan Alden, Saga. kenapa lu permainkan peradaan mba Lesya Saga!" sahut Dikta menimpali Alden.

"itu memang aku, tapi aku yakin aku tidak pernah melakukan hal terlarang itu dengan Liyora. dan kenapa? kenapa Liyora mempunyai foto ini? aku yakin di sudah merencanakannya."

plak

Liyora menampar Saga dengan keras hingga membuat kulit putih Saga memerah.

"aku mengambil foto ini hanya untuk berjaga-jaga jika nantinya kamu mengelak Saga. dan benarkan dugaanku? kamu benar-benar mengelak!"

"astaga Liyora, saat itu aku tidak sadarkan diri. dan mana mungkin aku melakukan hal itu?" Saga membentak Liyora karna merasa Liyora benar-benar keterlaluan.

"dengarkan Lesya? Saga bahkan mengakui bahwa dirinya tidak sadar! dia memang sedang mabuk saat itu, makanya dia tidak mengingatnya!"

"selain kurang ajar, ternyata lu juga pengecut Saga!" Alden semakin membuat suasana menjadi tambah panas.

"kalau lu laki-laki, sebaiknya lu akuin kesalahan lu Saga!" tutur Dikta yang masih dengab nanda tenangnya.

"gua harus gimana lagi, gua emang gak pernah apa-apain Liyora Dikta!" Saga mengacak rambutnya frustasi.

"tapi waktu itu gua denger kalian balikan saat Lesya hilang ingatan kan Saga! itu berarti lu masih punya hubungan dengan Liyora, dan hal yang terjadi saat ini itu sangat mungkin!" sambung Dikta

"gua emang balikan, tapi gua udah mutusin buat pertahanin rumah tangga gua dan milih Lesya Dikta."

"siapa yang tau? lu dulu sangat memuja Liyora bukan? dan setelah lu hamilin dia, lu justru pura-pura lupa pernah nikm*tin tub*h wanita lain selain istri lu!"

"bac*t lu Alden"

*bug..

bug..

bug*..

kini Saga dan Alden saling jual beli pukulan. hingga saat itu Lesya yang melerai perkelahian antara Saga dan Alden.

"berhenti kalian, kita akan bicarakan ini nanti. lebih baik kalian kekamar kalian masing-masing!" Lesya terlihat tegas, kemudian ia segera pergi menuju kamarnya dengan Saga.

melihat hal itu, membuat Liyora tersenyum licik. ia merasa Saga akan segera bertanggung jawab dengan perbuatan yang sudah Saga lakukan terhadapnya.

Saga segera membuka pintu kamar setelah sebelumnya Lesya menutupnya terlebih dahulu. Saga mendapati Lesya yang tengah berdiri didekat jendela kamar hotel tempat mereka menginap.

"sayang aku benar-benar tidak melakukan itu dengan Liyora?" Saga memeluk Lesya dari belakang dengan posesif.

"kapan itu terjadi Saga?" ucap datar Lesya.

"aku tau kamu pasti ingat kapan kamu bangun dengan keadaan seperti itu?"tambahnya lagi mencecar Saga dengan pertanyaan itu.

"aku memang ingat ketika aku bangun dengan keadaan seperti itu! tapi aku yakin aku tidak pernah melakukan hal itu Lesya." Saga berusaha meyakinkan Lesya.

Lesya menghela nafas panjang dan kini berbalik memghadap Saga yang masih menempel di tubuhnya. "apa aku bisa percaya semudah itu dengan seseorang yang mengkhianatiku ketika aku sedang sakit Saga! bahkan kamu melakukan itu tanpa memikirkan kesehatanku yang entah apa yang akan terjadi jika aku mengetahunya saat itu juga!"

"aku akan buktikan aku tidak bersalah Lesya!" Saga memeluk erat tubuh istrinya yang bahkan tidak membalas pelukannya sedikitpun.

.

.

1
Retno Anjar
critanya kok muter2 ja sich🙏🙏
Deandra🕊🌻
gara" gw sering nonton drama Thailand yg berhubungan dengan boy's love atau LGBT,,gw d kira belok🤣🤣🤣astgaa tapi demi apa gw baper banget ngelihat pasangan sesama jenis😁😁semangat thorrrr
Deandra🕊🌻: siapp
total 3 replies
Deandra🕊🌻
ohh God,,di tiktok bnyak postingan sad soal p'mew..skrg d SNI Dikta n Alden juga...sadnesssss😓😓
azril arviansyah
semoga dina cepet kebongkar kejahatannya
Deandra🕊🌻
berasa d Thailand😁😁 apa cmn gw doang yg pengen Dikta sama Alden bersatu🤔🤔. biar beda aja sich sama yg lainnya...
azril arviansyah
lagi dong upnya
Deandra🕊🌻
perasaan gw ikutan kacau saat sttus Alden n Dikta juga berantakan😁😁 seketika jiwa tuk baca novel jadi memudar🤩🤩thorrr semangatttt
azril arviansyah
kok penjahat nya masih aja menang kapan dapat karmanya
azril arviansyah
lanjut
azril arviansyah
next
azril arviansyah
duh arga gimana sih
azril arviansyah
lagi thor
azril arviansyah
duh kenapa yang tau itu liyora malah saka bukanya saga ya
azril arviansyah
srmoga tidak terjadi apa2 dengan kandungan lesya
azril arviansyah
aduh andi gak peka banget deh
azril arviansyah
lagi thor upnya
RayyanSA: siap kak, ini masih ngorek2 kepala biar updateannya menarik
total 1 replies
azril arviansyah
lanjut
azril arviansyah
kenapa sih saka gak di suruh pergi aja biar dina ikut pergi juga
azril arviansyah
alhamdulilah lesya bisa hamil
azril arviansyah
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!