Bagaimana jadinya jika kalian tiba-tiba di jodohkan oleh kedua orang tuamu, langkah apa yang akan kalian ambil. Menerima atau menolak perjodohan tersebut!
Yuk ikuti kisah Lexa dan David yang terpaksa menerima perjodohan tersebut demi kebahagiaan kedua orang tuanya. Hingga keduanya terjerat sendiri dengan perjodohannya
Para pemeran utamanya di ambil dari sekuel cerita Mafia vs Gadis Bercadar dan Mafia Couple Love. Semoga kalian suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelukan
Lexa memilih melanjutkan pekerjaannya, tiba-tiba perasaannya menjadi kesal apalagi David sama sekali tidak merasa bersalah padahal jelas-jelas ia baru saja bertemu dengan kekasih gelapnya. Lexa lagi-lagi memejamkan matanya untuk mengontrol emosinya. Lexa mengucapkan istighfar dalam hati berulang kali, karena perasaannya saat ini tidak tenang.
David duduk berhadapan dengannya sambil memainkan mainan lego yang tersusun rapi dalam kotak kecil di meja kerja Lexa. David memilih memainkan mainan tersebut berhubung karena Lexa sibuk bekerja dan sama sekali tidak ingin mengobrol dengannya. Bahkan raut wajahnya terlihat jelas bahwa Lexa sedang kesal. Namun David tidak mempermasalahkannya.
Lexa masih saja belum tenang, ia pun memilih membereskan seluruh pekerjaannya dan tidak ingin berlama-lama bersama David di dalam ruangannya. Lexa bangkit dari kursi kebesarannya, David juga refleks bangkit dari kursi yang didudukinya sambil menatap bingung Lexa.
“Mau kemana?”tanya David cepat.
“Ini sudah jam istirahat, jadi kamu tak perlu banyak nanya”ucap Lexa ketus.
“Ada apa dengan mu, mengapa kamu bersikap aneh seperti ini?”ucap David sambil memegangi tangan Lexa.
Lexa menghempaskan tangan David dengan kasar yang masih di selimuti kekesalan. Lexa bahkan tidak menimpali ucapan David, ia langsung bergegas masuk ke ruangan pribadi nya.
David ikut bergegas mengikuti langkah kaki Lexa. Saat di depan pintu ruangan pribadi Lexa, David dengan cepat ingin menyelonong masuk, namun Lexa dengan kesalnya langsung membanting pintu ruangannya membuat hidung David terbentur keras akibat pintu tertutup secara tiba-tiba.
David hanya mampu meringis kesakitan sambil memegangi hidung mancungnya.
“Aww…Sial, bahkan hidungku menjadi sasarannya”ucap David berdengus kesal yang melihat darah segar di tangannya.
“Lexa...cepat buka pintunya, kau sudah membuat hidung ku terluka”teriak David.
Sementara Lexa sudah berada di dalam toilet untuk mengambil air wudhu di wastafel dalam toilet. David sudah kesal setengah mati, ia sedari tadi mengetuk pintu ruangan pribadi Lexa, namun Lexa sama sekali tidak menghiraukannya.
David mengepalkan tangannya, ia pun memilih mencari kotak obat yang berada di ruangan Lexa. Lagi-lagi David menggertakkan giginya dengan kesal karena belum juga menemukan kotak obat, David hanya menyambar tissue yang berada dia atas meja kerja Lexa. David segera menyumpal hidungnya dengan tissue agar darah segar tidak bercucuran, ia saat ini seperti orang yang sedang mimisan.
David kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya, David segera menghubungi Lexa. Ia tidak ingin Lexa istirahat di dalam sana sedangkan dirinya terluka karena kecerobohon istrinya. Panggilan teleponnya kembali tidak di angkat, dikarenakan Lexa sedang menjalankan sholat dhuhur.
“Hei…bahkan tidak menjawab panggilan masuk telepon ku, Lexa benar-benar keterlaluan”ucap David kesal.
David kembali berjalan mendekati pintu ruangan pribadi Lexa, jika Lexa tidak membuka pintu ruangannya maka dirinya akan mendobrak pintu ruangan Lexa dan kalau perlu ia akan merusaknya.
“Lexa buka pintunya, kamu harus membayar kejahatan yang sudah kamu perbuat kepada suami mu”teriak David.
“Lexa buka pintunya, sebelum kesabaran ku habis…..aku bahkan bisa memakan mahluk yang bernyawa”ucap David kesal dengan suara meninggi bahkan urat-urat lehernya juga timbul.
“Lexa….”
Brakkk
David langsung terlonjat kaget mendengar pintu itu terbuka. Sedangkan Lexa yang masih mengenakan mukenah nya begitu terkejut melihat hidung David yang tampak memerah. David melirik Lexa dan segera menyelonong masuk. Lexa menutup kembali pintu ruangan pribadinya sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
David membuka jasnya, kemudian melemparnya di sofa kecil samping tempat tidur, David memilih duduk di pinggir tempat tidur sambil memegangi keningnya, ia sungguh kesal dan marah kepada Lexa yang sudah melukai hidung mancung nya. Sementara Lexa sama sekali tidak mempedulikan nya Lexa hanya membereskan peralatan sholatnya.
“Mengapa hidung mu terluka?”tanya Lexa yang sudah duduk di sampingnya.
“Ini semua karena ulah istri galak ku, membanting pintu ruangannya dengan kesal bahkan hidungku menjadi sasarannya”ucap David kesal sambil buang muka.
Lexa langsung memegangi wajah David menggunakan salah satu tangannya. David segera memalingkan wajahnya untuk menatap wajah Lexa, lagi-lagi debaran jantungnya kembali berdemo. Sementara Lexa mulai mengobati hidung David menggunakan salep luka. David langsung menarik ujung bibirnya membentuk senyuman, yang tadinya ia begitu marah dan kesal kepada Lexa, sekarang ia menjadi senang di obati oleh Lexa.
Lexa dengan hati-hati mengobati luka nya, David hanya mampu diam sambil memperhatikan manik mata istrinya.
“Selesai, maaf aku tidak sengaja”ucap Lexa yang merasa bersalah.
“Hemm, terima kasih”ucap David yang merasa luluh dengan perlakuan istrinya.
Lexa langsung bangkit dari duduknya, lagi-lagi David memegangi tangannya.
“Jangan ulangi lagi, ku mohon jangan berubah kepada ku”ucap David tersenyum.
Lexa ikut tersenyum, sambil mengangguk pelan, Lexa benar-benar menyesal sudah melukai David. Karena kekesalan nya David menjadi sasarannya, aroma parfum dan noda lipstick membuat perasaannya kesal dan tidak tenang. Tapi sekarang ia sudah tenang dan hanya perlu meluruskan semuanya, ia perlu melakukan miss komunikasi yang baik dengan David dan menanyakan hal-hal yang mengganjal di pikirannya.
David langsung bangkit dari duduknya dan kembali memeluk Lexa dengan penuh kasih sayang. Sedangkan Lexa hanya mampu diam di tempatnya tanpa membalas pelukan David.
“Terima kasih istriku”ucap David sambil mengeratkan pelukannya.
Lexa bingung apakah ia juga harus membalas pelukan David? Lexa menurunkan egonya, ia pun mengangkat salah satu tangannya dengan ragu dan tanpa pikir panjang Lexa ikut membalas pelukan David. Keduanya larut dalam pelukan, ditambah debaran jantung keduanya sama-sama berdemo.
"Siapa yang membuat mu kesal?" tanya David yang masih memeluk Lexa.
Lexa membulatkan matanya mendengar ucapan David.
"Kamu yang sudah membuat ku kesal" ucap Lexa cepat.
"Kok bisa, memang apa yang sudah ku perbuat kepada mu?" ucap David yang sama sekali belum ngeh.
"Kamu pikir sendiri" ucap Lexa acuh.
David segera melepaskan pelukannya dan kembali menatap manik mata istrinya.
"Aku sama sekali tidak tahu, tolong berbicaralah yang jelas" ucap David yang kembali memegangi kedua pundak Lexa.
"Sudahlah, sebaiknya kita makan siang. Aku tadi sempat mampir beli makanan" ucap Lexa.
"Tidak....kita luruskan dulu ke salah pahaman ini" ucap David kekeh yang tidak ingin melewatkan kesempatan nya.
David kembali menurunkan kedua tangannya untuk menggenggam kedua tangan Lexa. David terlihat bersungguh-sungguh untuk mengetahui perihal kekesalan Lexa.
"Tolong jelaskan, aku sama sekali tidak tahu menahu tentang diriku" ucap David yang terlihat memohon.
Lexa menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu mulai angkat bicara.
"Kamu habis nemuin kekasih mu" ucap Lexa dingin.
"Tidak, aku bahkan tidak memiliki kekasih" ucap David cepat.
"Terus kamu dari mana saja, mengapa ada aroma parfum wanita dan noda lipstick di jas mu" ucap Lexa dengan tatapan tajam.
David langsung melepaskan genggaman tangannya, ia pun bergegas mengambil jas nya untuk memperjelas ucapan Lexa. David langsung mengendus-endus jasnya dan benar dugaan Lexa karena ia pun mencium aroma parfum vanilla yang sangat ia yakini parfum mantan kekasihnya. David kembali mengepalkan tangannya melihat noda lipstick di jas nya.
Ini semua ulah Hanum, aku tidak akan membiarkan dia tenang setelah apa yang dia perbuat kepada ku. Dan sekarang dia kembali bermain api denganku hingga membuat istriku kesal setengah mati kepada ku. Batin David sambil mengepalkan tangannya.
David segera menghampiri Lexa untuk menjelaskan semuanya.
"Ini tidak sesuai yang kamu pikirkan. Aku sudah mengakhiri hubungan ku dengan wanita yang tidak jelas. Namun wanita itu kembali datang menemui ku di kantor untuk mengejar-ngejar ku. Dan betapa liciknya, dia bahkan menimbulkan masalah besar seperti ini. Aku tidak pernah lagi memiliki hubungan dengan wanita lain. Tolong percayalah, ini hanya salah paham" ucap David memohon.
"Aku belum sepenuhnya percaya kepada mu" ucap Lexa dingin.
"Aku mengerti perasaan mu, tolong maafkan aku, aku tidak pernah berniat untuk mengkhianati" ucap David dengan tatapan sendunya.
"Sudah lupakan saja. Tapi jika kamu mengkhianati ku, aku tidak segan-segan untuk membalas mu jauh lebih menyakitkan dari pada denganmu" ucap Lexa dingin.
David berlutut di hadapan Lexa dan kembali menggenggam kedua tangan Lexa.
"Aku berjanji tidak akan pernah merusak rumah tangga kita, aku memang bukan lelaki yang tepat untuk mu. Tapi semenjak kita menikah aku berusaha menjadi lelaki yang lebih baik lagi dan berusaha untuk menjadi imam yang baik untuk mu. Aku bahkan ingin membahagiakan mu dan terus bersamamu. Aku tidak tahu apakah ini terlalu berlebihan, tapi jujur aku benar-benar ingin selalu dekat denganmu, menyayangi, mencintaimu dan memiliki mu seutuhnya, bahkan menjadikan mu ibu dari anak-anakku" ucap David tulus dengan tatapan sendunya.
Lexa hanya mampu diam seribu bahasa, hatinya begitu melunak mendengar ucapan David. Sungguh ia sosok wanita lemah, namun jika dihadapkan dengan sebuah masalah ia akan menjadi tegas dan jika mendapatkan kabar gembira ia akan sangat bahagia.
Lexa memejamkan matanya, perasaannya saat ini campur aduk. Sungguh ucapan David membuatnya tersentuh dan merasa lega, walaupun hanya sekedar ucapan, namun ucapan David begitu tulus kepadanya.
David kembali bangkit dan langsung menghambur memeluk Lexa. Lexa terlonjat kaget, namun ia tidak ingin menolak pelukan hangat David. David terus mengeratkan pelukannya sambil mencium pucuk kepala Lexa yang sudah berhasil menjadi istrinya karena sebuah perjodohan.
Lexa pun mulai membalas pelukan David sambil mengelus punggung kekar David. Ia sudah salah paham kepada David, tapi ia sedikit lega mendengar ucapan David yang mampu menyentuh hatinya.
Bersambung.....
Terima kasih atas dukungannya teman-teman 🙏 🙏🙏