"Kau akan dibunuh oleh orang yang paling kau cintai."
Chen Huang, si jenius yang berhenti di puncak. Di usia sembilan tahun ia mencapai Dou Zhi Qi Bintang 5, tetapi sejak usia dua belas tahun, bakatnya membeku, dan gelarnya berubah menjadi 'Sampah'.
Ditinggalkan orang tua dan diselimuti cemoohan, ia hanya menemukan kehangatan di tempat Kepala Desa. Setiap hari adalah pertarungan melawan kata-kata meremehkan yang menusuk.
Titik balik datang di ambang keputusasaan, saat mencari obat, ia menemukan Pedang Merah misterius. Senjata kuno dengan aura aneh ini bukan hanya menjanjikan kekuatan, tetapi juga mengancam untuk merobek takdirnya.
Bagian 1: Gerbang Dimensi Harta ~ 26 Chapter
Bagian 2: Aliansi Xuan Timur vs Wilayah Asing ~ ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32: Teknik Kultivasi Iblis
Beberapa hari telah berlalu sejak pertemuan genting di Sekte Awan Langit. Jauh dari hiruk-pikuk sekte, di kedalaman pegunungan yang tersembunyi.
Chen Huang kembali memasuki tubuh spiritual Yun Wangshu. Ia kini fokus pada latihan rahasia—Teknik Kultivasi Iblis milik Yue Chan, sebuah jalur menuju kekuatan yang cepat namun berbahaya.
Di dalam gua yang sunyi, sosok wanita itu duduk bersila dengan keanggunan seorang dewi.
"Kekosongan melahirkan satu."
Jari-jarinya yang mulus, seolah terbuat dari giok yang dipoles sempurna, bergerak perlahan ke depan dadanya. Saat ia mengucapkan mantra, sebuah lingkaran konsentris dengan tulisan kuno muncul di belakang punggungnya, memancarkan aura gelap namun murni.
"Satu melahirkan dua."
Kekuatan di dalam tubuhnya melonjak drastis. Dou Qi murni yang diserapnya mulai berpadu dengan pesona tubuh Yun Wangshu, menciptakan pusaran energi yang melilit dirinya.
"Dua melahirkan tiga."
Kedua tangannya disatukan dalam posisi mudra. Pada saat yang sama, ia tersentak, seteguk darah segar memuntahkan dari bibirnya yang pucat. Itu adalah harga dari teknik terlarang, namun Chen Huang tidak berhenti. Tekadnya lebih kuat dari rasa sakit.
"Tiga melahirkan dao!"
Dou Qi-nya mengalami peningkatan eksplosif, membawa kekuatannya ke tingkat yang lebih tinggi.
"Dao melahirkan segalanya!"
Boom—!
Ledakan energi terjadi, tidak terhindarkan. Gua tempat ia bersembunyi bergetar hebat, bebatuan kecil runtuh dari langit-langit. Chen Huang, dalam wujud wanita, telah berhasil menerobos.
Ia bangkit dari posisi duduknya. Langkahnya yang masih sedikit kaku membawa ia keluar dari gua menuju cahaya alami. Wajah cantiknya—milik Yun Wangshu—memancarkan kelelahan namun tetap memikat.
Ia bergerak di antara bayangan dan sinar matahari, sebuah pemandangan yang begitu mempesona. Jika ada yang melihatnya, tidak akan ada yang menduga bahwa di balik rupa dewi ini, bersemayam kesadaran seorang pria yang tengah menyamar.
"Kultivasi Iblis Tingkat 2."
Chen Huang melihat ke tangannya sejenak. Tangan itu begitu mulus, putih, tanpa cela, kontras dengan tangan aslinya yang lebih kasar dan penuh bekas latihan.
"Meski begitu, tubuh ini benar-benar tidak nyaman."
Komentar itu selalu muncul setiap kali ia menggunakan tubuh ini. Fokusnya terganggu oleh bagian-bagian tubuh wanita yang belum ia pahami sepenuhnya.
Ia menggerakkan pinggulnya sedikit saat berjalan, dan seketika ia merasakan goncangan pada dua buah melon di dadanya—sebuah guncangan yang membuatnya harus mengerutkan kening karena ketidaknyamanan.
Ia sempat berpikir untuk menyentuh dan mencoba menahannya, namun bayangan tamparan spiritual Yun Wangshu masih segar di ingatannya.
Ia mengurungkan niatnya.
"Huang, tingkat 2 dalam waktu yang singkat. Itu juga sudah bagus."
Pujian singkat, namun tulus, dari Yue Chan muncul di benaknya.
"Meski begitu, aku juga harus meningkatkan kekuatanku sendiri. Melatih tubuh ini hanya untuk jaga-jaga saja."
"Itu bagus, tidak terpengaruh oleh kekuatan yang lebih kuat."
Chen Huang menggerakkan tubuhnya untuk duduk di atas batu. Gerakan duduk yang luwes namun hati-hati itu tetap mengundang guncangan pada aset besar di dadanya. Guncangan yang membuatnya menghela napas panjang karena frustrasi.
"Dewi Wangshu, bukankah milikmu ini terlalu besar? Ini benar-benar mengganggu."
"Dasar sialan, benda itu adalah kebanggaan wanita, kau tau apa."
Yun Wangshu langsung memprotes keras di benak Chen Huang, amarahnya dipicu oleh komentar kurang ajar itu.
"Haola—haola~ Lebih baik aku kembali ke sekte saja. Tidak ada gunanya terus menerus disini, lagipula barang lelang yang kudapatkan sudah habis."
Chen Huang segera memutuskan, mengakhiri perdebatan lucu itu. Ia harus segera kembali ke tubuh aslinya untuk mempraktikkan Tapak Kaisar Es Penghancur yang ia ambil, sebelum Yun Wangshu benar-benar mengamuk.