NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Anak Adik Ipar

Menjadi Ibu Susu Anak Adik Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Selingkuh / Romansa / Pihak Ketiga / Ibu susu
Popularitas:13.9k
Nilai: 5
Nama Author: myabra

Raisa cukup kaget saat mertuanya menyurunya menjadi ibu susu keponakannya sendiri anak dari adik suaminya. apakah Raisa menyetujuinya atau menolaknya?..

*******************************
"milikmu enak sekali beda jauh dengan milik istriku" pujinya kala milik mereka telah menyatu, membuat wanita yang dibawahnya tersenyum bangga " aku ingin setiap hari kita melakukan ini" ucapannya lagi sambil mulai menggoyangkan pinggulnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myabra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 27

" ya Allah sah, tumben kamu tidur kaya kebo, sampai itu mu keluar. Untung gak ada tukang remot lewat." Ujarnya menunjuk payudara Raisa yang keluar satu dari bra-nya, dan banyak bintik-bintik merah disana. Raisa yang baru ngeh langsung merapikan nya.

"Kalau ada tukang remot, bisa ikut nyusu dia" ujar Bu Fatma mengingat kejadian yang dialami tetangganya. Yang sedang menyusui anaknya di gazebo. Sudah biasa kalau ibu-ibu sedang menyusui anaknya, anaknya gak tidur malah ibunya yang ketiduran, akhirnya susunya nganggur dan digantikan oleh tukang remot keliling yang lewat ikut menyusu.

" aku ada dikamar bu, bukan di gazebo, lagian gak ada tukang remot keliling disini" ujar Raisa, yang ingin masuk kedalam kamar mandi.

"Iya adanya Arga keliling " ujar ibu membuat Raisa menghentikan langkahnya. Dan menoleh kearah ibunya, yang bersikap cuek

" Kayanya nak Arga sudah bangun . Kamu buruan mandi " ujar Bu Fatma, yang mendengar teriakan girang anak-anak. Dan langsung pergi keluar dari kamar. " Apa ibu tau sesuatu" batinnya meremas jari-jarinya dan menyentuh dadanya sendiri. Takut ibunya mengetahui tentang dia dan Arga lakukan.

" Mamah, Mama cepetan, mau berangkat sekarang" ujar Rangga saat melihat mamanya baru keluar dari dalam rumah karena mereka sudah bersiap untuk berangkat, Raisa hanya bisa menundukkan kepalanya, dia malu dengan kejadian tadi pagi. Dan dia tau kalau Arga sedang menatapnya. " Iya sayang ayo" ujar Raisa yang ingin naik dikursi depan namun dihalangi oleh Bu Fatma. " Sah.. boleh kan ibu Duduk dikursi depan, ibu takut mabok" ujar Bu Fatma. " Iya Bu silahkan" Raisa langsung membantu ibu Fatma naik dikursi depan bersama Arga, sedangkan Arga sedikit kecewa karena bukan Raisa yang duduk di kursi depan.

" Gak apa-apa kan nak Arga, ibu duduk didepan" Tanya Fatma, walaupun dia tau , ada guratan kecewa diwajah pria itu. Fatma tak akan membiarkan hal yang salah terjadi kepada putrinya. Fatma tahu tanda merah di dada putrinya itu apa. Karena dia melihat Arga yang masuk kedalam kamar Raisa , Fatma pikir anak muda itu ada perlu dengan Raisa mangkanya dia membiarkannya, sepuluh menit berlalu Arga tidak keluar juga dari kamar Raisa, membuat Fatma kembali berkumpul dengan anak dan cucunya. tapi pas Fatma balik lagi pintu kamar malah terkunci. Dia masih berfikiran positif. Dan ke dua kalinya pintu itu sudah tidak di kunci Dia menemukan putrinya yang tidur terlelap dengan payudaranya yang sudah keluar dengan bintik-bintik merah disana. Tentu Fatma tau itu tanda apa.

Perjalanan yang biasanya sebentar kini terasa lama, tidak ada pembicaraan yang ada hanya nyanyi-nyanyian Rangga yang begitu senang diajak jalan-jalan. Akhirnya kini mereka sampai ditempat wahana permainan anak-anak semua ada disana dari gondola, mandi bola, zig-zag, hingga wahana air dan wisata kuliner masih banyak lagi membuat mereka senang. Tanpa terasa waktu sudah semakin sore .

" Apa kalian senang?" Tanya Arga yang sekarang sedang duduk dirumah makan lesehan, bersama yang lain. Dan masih sama posisi Raisa di biarkan sedikit jauh dari Arga, " seneng papah" Ujar Rangga dan angel. " Iya mas, nanti ajak kami main kesini lagi yah" ujar Fitri semangat. " Siap" balas Arga ikut senang mendengar mereka senang. " Sah, katanya nak Fahmi telpon kamu tadi, dia ngomong apa?" Tanya bu Fatma kepada Raisa, membuat Raisa menoleh kepada Arga, yang sedang mengutak-atik ponselnya. " Cuma nanya Rangga Bu, kenapa tidak masuk sekolah" ujar Raisa jujur.

" Oh... kirain. terus apa kamu sudah memikirkan tentang lamaran nak Fahmi Tempo hari?" Tanya Bu Fatma. Membuat Arga menatap wanita yang ada didepannya dengan tatapan tak biasa, tatapan menuntut penjelasan tentang apa yang dikatakan oleh orangtua wanita itu. " Raisa belum memikirkannya Bu" ujar Raisa yang mendapat tatapan mengerikan dari orang didepannya. Membuat Raisa menundukkan kepalanya. " Iya mbak, mas Fahmi baik loh orangnya. Sudah baik ganteng, PNS lagi" ujar Fitri setuju jika kakaknya itu menikah dengan Fahmi.

" Kakak setuju gak, kalau pak Fahmi jadi papah kakak?" Tanya Arga. Pertanyaan yang sebenarnya membuat telinga dan hatinya panas. Rangga yang ditanyai menatap kearah Arga. Yang sedang menunggu jawaban bocah itu. "Kakak kan sudah punya papah" ujar Rangga yang langsung memeluk leher Arga dan mencium pipi pria yang sedang patah hati itu. Arga membalas pelukan Rangga dengan sayang. " Makanan sudah datang ayo kita makan." Ujar Arga yang yang sudah tidak mau mendengar nama Fahmi dimeja makan.

Akhirnya mereka melahap makanannya dengan lahap bermain seharian membuat perut mereka lapar, mendapat makanan yang begitu menggugah selera membuat mereka tambah semangat dan akhirnya ... setelah mereka selesai makan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Hari ini hari terakhir mereka liburan , dan memutuskan untuk pulang. Sudah ada pekerjaan yang menunggu Arga.

Raisa sibuk membereskan barang-barangnya walaupun tidak banyak tapi jangan sampai ada yang tertinggal. Sedangkan Bu Fatma memanggil Arga terlibat obrolan serius, yang hanya diketahui oleh mereka berdua.

" Ibu mama fit?" Tanya Raisa kepada Fitri karena ibunya tidak gabung dengan mereka. " Gak tau mbak, tadi sih ibu ada didepan tapi sekarang gak tau" ujar Fitri sibuk memakaikan pakaian angel dan Rangga sedangkan Ameera sudah ada suster yang mengurus.

" Bu, ini Ameera pengen nyusu" ujar Nani memberikan Ameera kepada Raisa, yang langsung disambut oleh wanita itu. " Sini sayang" Ujarnya dengan lembut langsung menyusui Ameera yang sudah mulai aktif, puting susu Raisa selalu jadi korban bayi yang belum genap setahun itu. Cetil-cetil, suara puting ditarik dan digigit membuat Raisa meringis oleh ulah jail Ameera. Mungkin gusinya gatal karena giginya sudah mulai tumbuh.

Melihat Ameera mengingatkannya dengan kejadian tadi pagi dimana papahnya anak itu juga melakukan hal yang sama. Bukan sakit seperti yang dilakukan bocah itu, melainkan rasa yang berbeda membuat Raisa menjambak rambut pria yang sedang menyusu dan sesekali menggigit putingnya. Raisa tidak bisa menahan getaran yang pria itu buat.

Mereka tidak langsung tidur Arga memainkan bibir Raisa, Raisa yang sudah mulai terangsang pun membalas permainan bibir pria itu. Walaupun dia tidak begitu mahir dalam berciuman Raisa masih bisa mengimbanginya. Hanya itu yang mereka lakukan Sebelum mereka benar-benar tertidur.

Setelah mengantar Raisa dan keluarganya pulang, kini Arga sudah sampai dirumah orangtuanya. Disambut oleh Arya, Tantri dan Talita yang sudah menunggu kedatangan mereka. " Assalamualaikum" salam Arga kepada penghuni rumah. " Walaikumsalam" sambut mereka langsung menghampiri Arga dan cucu mereka Ameera. " Cucu Kakek habis jalan-jalan yah sayang" ujarnya sambil meraih Ameera dari gendongan suster. " Mas" sapa Talita langsung mencium bibir Arga, membuat Arga menatapnya kesal.

1
Farid Atallah
di gantung lagi
Su-heriyah🍒
asiapp🙏
اختی وحی
hrs ny jgn berbelit² thor, arga hrsnya ngmong sma bpkny klw dia tdk mnyentuh talita, sdh pasti itu bkn anknya
Indah Tuk Di Kenang
kenapa sih thorr ...
gak ngomong langsung👍👍👍
Frida Fairull Azmii
sekantor pada sakit semua kelakuan nua
Farid Atallah
doubel up dong Thor 😚
Su-heriyah🍒: lagi diusahakan kak🤭
total 1 replies
Eridha Dewi
udah ketahuan selingkuh kenapa tidak di cerai in
Tamirah Spd
Sudah jelas tanda tanda suami gak beres, betul pepatah ipar adalah maut. ini kelemahan istri selalu diremehkan kalau gak kerja sendi, untuk minta uang saja dibentak padahal untuk kepentingan pendidikan anaknya. Jangan menyerah harus kuat cari kerja bila perlu, kalau gak tahan minta cerai aja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!