NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Cinta Dramatis Yang Sedih / Tamat
Popularitas:36.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: JBlack

Pernikahan yang begitu sempurna dan seharusnya berakhir bahagia, seketika hancur, karena kehadiran sosok wanita lain di kehidupan mereka.

Perasaan Gibran Bara Alkhafi awalnya hanya untuk Almeera, kini terbagi dua, dengan wanita dari masa lalunya. Pesona Narumi, mampu membuat hasrat terlarang di dalam diri Gibran Bara Alkahfi, keluar tanpa terkendali.

Bagaimana nasib rumah tangga Gibran dan Almeera? Apakah pernikahan mereka akan bertahan atau berpisah?

Jadwal Update : Pukul 09.00 dan 14.00
Follow instagram Author : @myname_jblack

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JBlack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan

...Apa yang kutakutkan selama ini akhirnya datang kepadaku. Suara itu memanggil namaku dengan keras, ketika aku bersama istri mudaku....

...~Gibran Bara Alkahfi...

...🌴🌴🌴...

Suara denting jarum jam memenuhi sebuah ruangan. Terlihat seorang perempuan tengah berkutat dengan pekerjaannya. Dahinya berkerut saat membaca file yang baru saja dikirimkan oleh sekretarisnya.

Keheningan seperti ini yang selalu Almeera sukai. Banyaknya pekerjaan yang dia lakukan lantas mampu membuatnya lupa dengan masalah yang sedang terjadi kepadanya. Hingga tak lama, suara dari benda pipih yang diletakkan di sampingnya berbunyi dan membuat Almeera lekas mengangkatnya. 

Tertera nama Fadly disana yang membuat adik dari Jonathan lekas mendekatkan ponselnya di telinga.

"Assalamualaikum," salam Almeera saat panggilan itu tersambung.

"Waalaikumsalam, Num. Maaf pasti kamu sedang sibuk, 'yah?" Sahut suara pria dari seberang sana.

Almeera tersenyum. "Nggak kok, Kak Fadly. Apa ada sesuatu yang mendesak?" 

"Ya," sahut Fadly dengan cepat. "Aku sudah menemukan rumah untukmu. Rumah ini sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Ada halaman luas dan memiliki kolam renang."

Mata Almeera berbinar. Dia begitu antusias mendengar bahwa hunian untuknya sesuai dengan keinginan.

"Area perumahan ini memiliki taman juga. Disana ada area bermain, lapangan basket dan tempat latihan skateboard."

"Alhamdulillah. Jadi semua ada, Kak?" 

"Ya, Shanum. Semua sesuai dengan rumah impian kamu," kata Fadly dengan semangat.

"Terima kasih banyak, Kak. Aku gak tahu harus membalasnya dengan apa," ujar Almeera penuh haru.

Apa yang dia katakan memang benar. Sejak dulu Fadly adalah sosok paling baik yang dia kenal. Dia adalah sosok kedua setelah Adeeva dan Zelia yang selalu ada untuknya. Dirinya tak pernah kecewa bertemu dan mengenal Fadly. Walau pria itu dulu meninggalkannya karena pendidikan. Namun, kebaikannya masih begitu lekat.

"Tidak perlu membalasnya, Num. Kenapa kamu seperti orang asing saja?"

Almeera terkekeh. Jawaban Fadly dari dulu selalu seperti itu. 

"Aku akan mentraktirmu setelah rumah itu selesai, Kak. Bagaimana?" 

"Baiklah. Aku terima tawaran Anda, Nyonya Shanum." 

"Oke, Kak."

"Aku akan mengirimkan alamatnya melalui pesan. Nanti sore kamu bisa melihatnya secara langsung, tapi maaf aku tak bisa menemanimu."

"It's ok, Kak Fadly."

"Asistenku nanti akan menunggumu disana."

Akhirnya panggilan itu terputus. Lalu tak lama muncul notifikasi pesan yang Fadly katakan tadi. Sebuah pesan berisi alamat rumah yang harus dia datangi nanti bersama kedua anaknya.

"Aku berharap semoga ini jalan terbaik untuk membuka mata hatimu, Mas."

...🌴🌴🌴...

Waktu terus beranjak sore. Matahari sudah berada di bagian barat. Di sebuah rumah, terlihat dua orang manusia sedang duduk bersama di sebuah sofa. Sang wanita dengan manjanya menggapit lengan sang suami dan meletakkan kepalanya di lengan pria itu.

"Hari ini kamu disini, 'kan, Mas?" Kata Narumi dengan suara manja.

"Iya, Sayang. Hari ini aku bersamamu," sahut Bara dengan mengelus kepala istri keduanya.

"Mas aku boleh tanya sesuatu?" Tanya Narumi dengan menjauhkan kepalanya dari sang suami.

Bara mengangguk. Dia memiringkan tubuhnya agar bisa melihat ekspresi wanita disampingnya.

"Apa Mas gak mau punya anak sama aku?"

"Apa maksud kamu, Rumi?" Tanya Bara dengan kening berkerut.

Narumi menghela nafas berat. Dia memalingkan wajahnya dan merebahkan punggungnya di sandaran sofa.

"Kenapa setiap kita melakukannya, Mas selalu membuangnya di luar? Atau kalau sempat Mas memakai pengaman?" Tanya Narumi menuntut.

Tubuh Bara menegang. Pria itu memalingkan wajahnya karena tak tega melihat ekspresi istrinya yang penuh iba.

"Jawab aku, Mas! Kenapa? Apa Mas gak mau punya anak dari aku?" 

"Aku…."

Bara terdiam. Jujur dia tak tahu harus melakukan apa. Perjanjian yang sudah dia sepakati dengan Almeera membuatnya tak bisa mengucapkan apapun. Dirinya benar-benar berada di perbatasan yang sulit. Jika perjanjian itu dia langgar, maka dirinya harus siap berpisah dengan Almeera.

"Mas. Aku apa, Mas?" 

"Aku masih ingin menikmati waktu bersamamu, Sayang," kata Bara begitu lugas.

Dia mencoba menetralkan ekspresi wajahnya. Bara benar-benar tak tahu harus melakukan apa. Perjanjian yang dilakukan olehnya harus ditepati. 

"Mas bohong!" Teriak Narumi menjauh. "Mas pasti gak mau punya anak dari aku, 'kan?" 

Narumi histeris. Dia menatap marah sekaligus sedih di hadapan suaminya. Matanya meneteskan air mata dengan deras. Sesungguhnya ini adalah bagian dari sandirawanya. Ya, Narumi hanya ingin membuat suaminya mau memberikan benihnya di dalam perutnya.

Kalau aku hamil anakmu. Semua kasih sayang dan perhatianmu hanya untukku dan anak kita, Mas. Aku harus membuatmu menghamiliku, gumamnya dalam hati.

"Sayang." Bara spontan berdiri.

Dia berusaha mendekat tapi Narumi berteriak meminta menjauh.

"Berhenti. Jangan dekati aku, Mas. Aku benci sama kamu," serunya dengan suara serak.

Bara semakin tak tahan. Dia tetap melangkah walau istrinya melarang. Sampai jarak mereka tinggal beberapa jengkal, Bara lekas menarik tubuh Narumi ke dalam pelukannya dan tak melepaskannya sedikitpun.

"Lepaskan aku, Mas! Aku gak mau dekat-dekat sama kamu. Kamu gak mau punya anak dari aku, 'kan? Iya, 'kan?" Serunya memukul-mukul dada Bara.

"Nggak, Sayang. Aku mau punya anak sama kamu," sahut Bara pada akhirnya. 

Matanya terpejam dengan rasa takut yang mendalam. Ya, dia takut akan melanggar perjanjian ini. Dia takut istri dan kedua anaknya akan pergi dari hidupnya.

"Beneran, 'kan, Mas? Mas janji?" 

Dengan berat hati, Bara menganggukkan kepalanya atas permintaan sang istri. Namun, jujur di dasar hatinya yang terdalam, dia berharap semoga Narumi lupa akan keinginannya saat ini.

Wajah Narumi mulai berbinar. Dia memberikan kecupan singkat di bibir sang suami dan memeluknya begitu erat.

"Terima kasih, Mas. Kalau begini aku bisa tenang."

Bara tak menjawab. Namun, dia hanya tersenyum tipis dan mengelus kepala istrinya dengan lembut.

Aku tau kamu menutupi sesuatu dariku, Mas. Tapi aku tak peduli apa hal itu. Yang terpenting saat ini, aku harus hamil dan membuatmu segera meninggalkan mereka. 

"Ayo kita keluar, Mas. Aku ingin jalan-jalan," ajak Narumi setelah menghapus air matanya.

Bara tak menolak. Dia ingin mood istrinya kembali membaik. Keduanya segera keluar dari rumah dan menuju mobilnya. Namun, sebelum keduanya sampai, Bara melihat rumah di depannya ada dua buah mobil yang berhenti di depannya.

Keningnya berkerut saat melihat sesuatu yang tak asing. Namun, dia mengacuhkannya tatkala istrinya tak sabaran.

"Apa rumah depan sudah ada yang membeli?" tanya Bara saat keduanya berjalan menuju mobil.

"Aku gak tau, Mas. Tapi jika dilihat sepertinya memang iya." 

"Ya bagus. Jadi kamu ada tetangga baru. Nanti kita datang dan membawakan hadiah sebagai salam perkenalan."

Narumi mengangguk. Lalu keduanya segera membuka pintu mobil. Saat Bara hendak masuk, sebuah suara yang tak asing memanggilnya dengan kencang.

Jantungnya berdebar dan dia begitu berat untuk berbalik. Namun, panggilan itu semakin lama, semakin keras menyebut namanya.

"Papa...Papa!" 

~Bersambung

Hmmm kira-kira itu suara siapa yah? hayoo.

Jangan lupa klik like, komen dan vote yah. Biar author makin semangat updatenya.

1
Dysha♡💕
mantep juga 🤣
Anonim
Almira ......ah masak seperti itu
Bennar bisa ikhlas ??
Zafir Nadin
Kesekian kali baca novel ini dan selalu kesal dan jijay sama bara,iyuhhh bara lu ga cukup satu istri aja ape gimane😐
L A
jangan² pria inisial F ini target nya Jimmy 🤔
L A
🤣🤣🤣🤣🤣
Cha Cha
kalo dulu benihmu di buang buang ya bara
Cha Cha
karna dirimu cuma memikirkan kebahagian kamu sendiri egois👊
Cha Cha
kamu emang gampang di bodohi istri ularmu
Cha Cha
kamu aja yg kurang bersukur uda punya yg cantik masi aja serakah
Retno Isusiloningtyas
baru tau tulisan kakak J
bagus .. bagus .. karyanya

pertama baca novel anaknya
fany threeboy
aku baru baca aaaaaaaaa. rasanya pen banting hape taauuuu.. /Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
fany threeboy
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Yeni susilawati
khilaf apa doyan
Yeni susilawati
Basi...
Queen Sha
kalau kamu kerupuk atau rempeyek, bisa dipastikan kamu bakal tak kunyah2 tanpa jeda Bar... gemesh
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Vitriani
Luar biasa
Komariyah
Kecewa
Komariyah
Buruk
Evi
zaman sekarang perasaan harus dibarengin logika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!