NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku

Ternyata Bukan Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Misya dan Reyden menikah selama dua tahun. pernikahan yang mereka jalani karena perjodohan, tak ada masalah dalam rumah tangga mereka yang monoton itu.

namun menjelang pernikahan ke dua mereka, ternyata Misya baru tahu kalau Reyden belum menerima dan bisa mencintai dia bukan karena belum siap. tapi karena hatinya masih ada pada wanita masa lalunya yang akhirnya kembali.

apakah Reyden akan kembali kepada wanita di masa lalunya atau mungkin dia mulai menyadari cintanya kepada Misya?

ikuti terus kelanjutan kisah cinta mereka ya kak...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misya 2

"Sarapannya enak tidak, Mas? Ini aku mencoba resep baru..." tanya Misya dengan penuh antusias saat melihat suaminya menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.

"Enak... Kamu memang mulai pandai memasak..." puji Reyden membuat mata Misya berbinar bahagia karena Reyden memang selalu menghargai setiap usaha yang dia lakukan.

"Wah yang bener, Mas? Syukurlah kalau kamu suka... Oh iya, hari ini apa kamu punya banyak pekerjaan?" tanya Misya kembali.

"Memangnya ada apa? Apa kamu ingin belanja?"

Misya mengangguk, hari minggu adalah satu-satunya kesempatan untuk Misya bisa bersama dengan Reyden. Walau suaminya itu juga sering banyak menghabiskan waktu di rumah untuk menyelesaikan pekerjaannya.

"Iya, Mas, belanja bulanan dan juga sekalian nanti sore kita ke rumah Bunda... Mas nggak lupa kan? Kalau Bunda meminta kita ke rumahnya karena ada acara keluarga?"

"Ah iya, Saya lupa... Tapi kalau kamu merasa tidak nyaman dengan acara keluarga saya lebih baik kita jangan datang. Nanti saya yang akan hubungi Bunda,"

"Tidak apa-apa, Mas... Aku juga tak mau mengecewakan Bunda yang sudah meminta kita untuk datang. Lagi pula aku udah terbiasa kok, tidak semua orang harus suka aku kan? Karena akan ada juga yang kurang suka sama aku yang tiba-tiba di jodohkan sama kamu..." jawab Misya sambil terkekeh berusaha untuk menyembunyikan perasaannya.

"Baiklah kalau memang itu mau kamu. Kalau kamu mulai tidak nyaman bilang saja, kita pulang..." jawab Reyden tak mau mendebat Misya.

"Iya, Mas... Terima kasih..."

Dia sadar, tidak semua angota keluarga suaminya menyukai dirinya. Ada beberapa anggota keluarga terutama keponakan dan juga Tante dari Reyden yang kurang menyukai dan belum menerima dia menjadi istri Reyden. Namun selagi keluarga inti Reyden menerima dengan baik, juga Reyden sendiri. Bagi Misya tak ada masalah yang berarti, lain cerita kalau Reyden sendiri yang sudah tak menginginkannya, maka dia akan pergi tanpa di minta atau di paksa siapapun.

Menjelang siang, mereka berdua bersiap menuju supermarket untuk berbelanja kebutuhan rumah yang sudah mulai habis. Reyden tak pernah menolak saat Misya mengajaknya belanja. Kecuali kalau dia sedang benar-benar banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan. Barulah Misya akan pergi bersama dengan Mbak Atin atau bersama dengan sahabatnya, Febby.

"Mas kamu mau di masakin apa?"

"Apa saja, saya bukan orang yang pemilih makanan..."

Misya mengambil beberapa bahan makanan untuk satu minggu kedepan. Dia memang sedang menyukai bereksperimen membuat berbagai makanan untuk suaminya. Walau terkadang rasanya ada yang sedikit aneh, tapi Reyden tak pernah komplain apapun. Dia juga mengambil beberapa buah dan kebutuhan Reyden yang sudah hampir habis.

"Ambil juga kebutuhan kamu, Misya! Kamu malah mengambil semua kebutuhan untuk aku... Jangan sampai orang tua kamu tahu dan mengira kalau aku adalah suami yang pelit, Misya..." tegur Reyden saat melihat isi di dalam troli. Misya malah terkekeh mendengar ucapan suaminya.

"Iya, Mas... Ini aku juga ambil beberapa kebutuhan pribadi aku... Tapi setelah belanja apa aku boleh beli es krim?" tanya Misya dengan tagan yang terus mengambil bebberapa kebutuhannya dan juga Reyden.

"Boleh, tapi jangan yang besar! Terakhir kali kamu beli es krim besar malamnya kamu mengeluh perutmu sakit dan tidak nyaman..."

"Iya, Mas... Terima kasih..."

Sesuai janjinya, Misya duduk di tepi jendela dengan wajah yang tak bisa menyembunyikan binar bahagianya. Di hadapannya kini tersaji satu porsi waffle hangat bertabur gula halus dan buah beri, berdampingan dengan satu skop es krim vanila berukuran sedang, persis seperti batasan yang disyaratkan suaminya.

"Emm... enak banget, Mas! Wafflenya krispi di luar tapi lembut banget di dalam," ujar Misya antusias setelah mencicipi suapan pertamanya. Matanya berbinar menatap Reyden yang duduk tenang di seberang meja.

"Kamu beneran nggak mau coba, Mas? Sedikit saja?"

Reyden menggelengkan kepalanya pelan. Pandangannya lurus menatap istrinya yang tampak begitu menikmati setiap suapan es krim itu. Reyden geleng-geleng kepala, sudut bibirnya sedikit terangkat membentuk ukiran senyum tipis, sebuah senyuman langka yang sangat jarang ia perlihatkan. Bagi Reyden, melihat Misya yang gembira hanya karena hal sederhana seperti es krim membuat wanita itu terlihat tak ubahnya seperti anak kecil yang baru mendapat hadiah kesukaannya. Begitu polos dan mudah dibahagiakan.

"Tidak, untuk kamu saja. Saya cukup kopi saja," sahut Reyden halus sembari menyesap Americano hangat miliknya.

"Tapi ini enak banget lho, Mas..." Misya bersikeras. Tanpa ragu, ia menyendokkan sedikit es krim beserta potongan waffle, lalu mengarahkannya ke depan bibir Reyden.

"Ayo coba dulu sedikit..."

Reyden sempat tertegun sejenak melihat suapan yang disodorkan tepat di depan wajahnya. Tatapan matanya yang tajam sempat beradu dengan mata Misya yang penuh harap. Sejenak suasana terasa menghening, sebelum akhirnya Reyden menghela napas pasrah, menerima suapan itu agar tidak merusak suasana hati istrinya.

"Gimana, Mas? Enak kan?" tanya Misya menanti respons dengan antusias.

Reyden mengunyahnya perlahan, merasakan manis dingin yang berpadu dengan gurihnya waffle.

"Iya, lumayan," jawabnya singkat.

Meskipun singkat, jawaban itu sudah cukup untuk membuat senyum Misya makin mengembang. Ia kembali menikmati es krimnya dengan riang, tak menyadari ada sedikit noda es krim vanila yang tersisa di sudut bibirnya.

Reyden yang memperhatikan hal itu menggelengkan kepala sekali lagi. Tangannya terulur menggapai tisu di atas meja. Secara refleks, Reyden memajukan tubuhnya dan menyapu lembut noda es krim di sudut bibir Misya dengan tisu tersebut.

Sentuhan mendadak itu membuat gerakan Misya terhenti seketika. Jantungnya berdegup kencang, menatap wajah Reyden yang kini berada begitu dekat dengannya.

"Makan yang benar, Misya... Kamu ini seperti anak kecil saja, belepotan," tutur Reyden tenang, lalu kembali duduk tegap di kursinya seolah hal yang baru saja dilakukannya adalah sebuah kebiasaan alami.

"Iya, Mas. Abisnya ini enak banget. Terakhir aku makan kan lebih dari dua minggu lalu..."

"Iya, tapi makan pelan-pelan. Lagian saya juga tidak terlalu suka makanan kamu itu! Jadi tidak akan ada yang memintanya..."

Misya terpaku beberapa saat sebelum pipinya perlahan memerah bagai buah tomat. Ia meraba sudut bibirnya yang baru saja disentuh suaminya, lalu menunduk malu mencoba menyembunyikan rona bahagia yang membakar wajahnya. Perhatian-perhatian kecil yang implisit dari Reyden seperti inilah yang selalu berhasil membuat fondasi cintanya pada sang suami tumbuh makin kuat dari hari ke hari.

1
Susan Paulina
Lanjut lagi Thor, ditunggu ya 👍
Ambu Rinddiany Thea
untung mertua s misya tidak seperti emaknya s abi hadeeeeh amsiong we lmn kitu mah ..🤭
Sri Angga
good job reyden.
ryuka
xiihhh gila ni cewe.. dia yg ninggalin dia yg ga terima pas udah ga di pikirin
Oma Gavin
ulet bulu gatel aurela ngga kapok juga sudah di cuekin sudah di bentak ngga di anggap kok masih saja menggatal
ryuka
haduhhh ada ulet keket gabtau diri muncul
ryuka
untung bapak ibu mertua nya baik ya misya
Oma Gavin
ulet bulu gatel mulai menggatal
Heni Setiyaningsih
/Heart/
Heni Setiyaningsih
bersyukur Misya punya mertua yg selalu menyayangi dan melindungi
nining cahyaningrum
bagus
Lembang Azam
bagus Rey sebelum trlambat, untung kamu cpt menyadarinya dan bergerak cp, klw enggak kamu yg tak ulek JD bergedel🤣
Oma Gavin
akhirnya reydhan tegas juga itu semua orang kenapa berkomplot musuhi misya dan bela aurelia
ryuka
diiihh dasar cewe cewe gila.. 🔥🔥🔥🔥🔥
nely_48
ku pegang kata² mu ya rey,,,
nely_48
hmmmm tunggu hukuman mu merlyn,, sok anggun sok merasa tinggi setinggi langit kau aurelia, gataunya cewe arogan n egois, pantas az bunda nya Rey lbh memilih menjodohkan dgn misya
Sri Angga
jgn cm dg kata tp buktikan
Ambu Rinddiany Thea
sok buktikan ters rey sm s misya kalo cinta kamu hanya buat ambu seorang eh salah , buat misya seorang maksdnya 🤭
Susan Paulina: Di tunggu Up selanjutnya Thor, tambah seruu 👍
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut maak
Ambu Rinddiany Thea
kenapa sih ga apada terbuka aja 2 2 nya , s rey masih mendem soal s aurelia s misya masih mendem soal sepupu dajalna nu ngirim2 foto te bermerk , maenya ambu kudu turu gunung ie teh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!