NovelToon NovelToon
Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Shen Ruozi, mahasiswi kedokteran modern yang super judes dan matre, terlempar ke zaman kuno dan terpaksa tinggal di gua. Ogah hidup miskin, ia berniat menjadi juragan obat kaya raya memanfaatkan ilmu medis abad ke-21 miliknya.

Takdirnya berubah kocak saat ia menyelamatkan Long Tianxu, Jenderal Besar berwajah kaku seperti papan tripleks yang sekarat karena racun kronis. Bukannya tunduk pada wibawa sang Dewa Perang, Ruozi malah menjadikannya asisten magang tanpa gaji, buruh numbuk jamu, hingga investor paksaan untuk mendanai apotek barunya di ibu kota!

Menghadapi musuh politik kekaisaran dengan modal lencana emas Jenderal, tabib matre yang tidak pernah mau rugi ini siap mengguncang dunia medis kuno!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22: Kiriman koki dan ledakan laboratorium

Kesunyian di Apotek Ruozi Jaya Medika tidak bertahan lama setelah kepergian rombongan militer Long Tianxu. Siang harinya, halaman belakang ruko yang awalnya sepi mendadak gaduh oleh kedatangan lima kereta kuda berukuran besar.

Puluhan prajurit bertubuh kekar sibuk menurunkan berkarung-karung tanaman herbal mentah pilihan, mulai dari Akar Angelica kering, Daun Dewa segar, hingga bunga kamomil liar yang masih wangi. Gudang belakang ruko milik Ruozi seketika penuh sesak oleh aroma jamu yang sangat pekat.

Namun, yang membuat mata Shen Ruozi melotot bukan karena tumpukan herbal gratisan itu, melainkan karena kedatangan tiga orang asing di barisan paling belakang. Seorang pria paruh baya bertubuh agak tambun dengan celemek sutra tebal, didampingi dua gadis muda berpakaian pelayan rapi, membungkuk hormat di depan meja kasir Ruozi.

"Selamat siang, Nona Shen. Hamba adalah Koki Lin, koki kepala dari kediaman pribadi Jenderal Besar Long Tianxu. Mulai hari ini, Jenderal memerintahkan hamba dan kedua pelayan ini untuk menetap di ruko Nona guna mengurus seluruh urusan dapur, kebersihan, dan kebutuhan logistik Nona selama masa persiapan toko," ucap pria tambun itu dengan sikap sangat sopan.

Ruozi sempat cengo selama beberapa detik, sebelum akhirnya senyum matre andalannya kembali mengembang sempurna.

Wah, Mas Jenderal ini peka banget ya! Tahu saja kalau aku cuma bisa masak mi instan dan tidak tahu cara menyalakan kayu bakar kuno, batin Ruozi kegirangan. Dapat bahan herbal gratis, pengawal gratis, sekarang ditambah fasilitas koki pribadi bintang lima tanpa perlu bayar gaji pula! Pelayanan investor kelas kakap ini benar-benar tidak main-main.

"Oke, mantap! Dapur ada di lantai satu sebelah kanan ya, Paman Lin. Tolong buatkan aku makan siang yang banyak proteinnya biar otakku encer buat meracik obat," perintah Ruozi tanpa sungkan, langsung melenggang naik ke lantai tiga dengan membawa beberapa keranjang herbal pilihan untuk mulai memproduksi stok obat massal.

Lantai tiga ruko seketika berubah menjadi laboratorium kuno berskala modern. Mengandalkan pengetahuan kimia dan farmasi dari abad ke-21, Ruozi mulai menyalakan belasan tungku pembakaran.

Ia memodifikasi tabung bambu menjadi alat penyulingan uap untuk mengekstrak minyak esensial tanaman, serta menumbuk beberapa akar obat dengan takaran analitis yang sangat presisi agar efeknya konstan.

Ruozi berniat membuat dua produk unggulan untuk hari pertama pembukaan nanti: Salep Dewa Pereda Nyeri Sendi untuk kalangan militer dan buruh pasar, serta Sirup Angelica pereda asma dan batuk kronis.

Proses distilasi dan eksperimen itu berjalan sangat serius selama berjam-jam, hingga sore hari menjelang. Ruozi yang mulai kelelahan mencoba mencampurkan ekstrak minyak jahe liar konsentrasi tinggi dengan sisa serbuk belerang kuno untuk menguji khasiat pengawetan herbal alaminya. Namun, tampaknya takaran belerang yang ia masukkan sedikit berlebihan untuk ukuran tabung bambu yang tertutup rapat di atas tungku yang membara.

BUMMM!

Sebuah suara ledakan kecil berdentum cukup keras dari lantai tiga, diikuti oleh kepulan asap hitam pekat yang mendadak keluar dari celah-celah jendela ruko.

Wajah Shen Ruozi yang tadinya putih mulus seketika berubah menjadi hitam legam penuh noda gosong, dengan rambut supelnya yang agak mencuat ke atas layaknya karakter kartun yang terkena bom.

Tepat pada detik kehebohan itu terjadi, tirai jendela lantai tiga mendadak disibak kasar dari luar. Sesosok pria tegap berjubah hitam bordir naga melompat masuk dengan pedang yang sudah setengah tercabut dan wajah yang dipenuhi kepanikan luar biasa.

Long Tianxu, yang kebetulan sedang memantau pengiriman herbal dari kejauhan, langsung melesat naik lewat atap begitu mendengar suara ledakan di ruko tabib pribadinya.

"Ruozi! Apa ada serangan musuh?!" teriak Tianxu dengan suara baritonnya yang menggelegar penuh kecemasan.

Namun, langkah kakinya langsung terhenti total ketika matanya mendarat pada sosok gadis sekurus triplek di depannya yang kini berpenampilan mirip pantomim gosong dengan asap yang masih mengepul dari ujung kepalanya.

Ruozi mengecap bibirnya yang terasa pahit karena debu arang, lalu menatap Tianxu dengan pandangan judes paling maksimal yang bisa ia berikan. "Serangan musuh apanya... ini namanya kegagalan eksperimen kimia, Mas Jenderal!" semprot Ruozi ketus, sambil terbatuk-batuk kecil menyemburkan asap hitam dari mulutnya.

Melihat penampilan Ruozi yang luar biasa hancur namun tetap galak tidak keruan, Long Tianxu yang biasanya dingin bagaikan es batu mendadak tertegun. Detik berikutnya, sudut bibir sang Jenderal Besar berkedut hebat, dan sebuah tawa rendah yang sangat jarang terdengar akhirnya lolos dari tenggorokannya, membuat suasana laboratorium yang berantakan itu mendadak dipenuhi riak geli di antara mereka berdua.

Melihat pria kaku itu menertawakannya, sumbu pendek di kepala Ruozi langsung terbakar. Ia melempar kain lap kotor ke arah meja tungku dengan sentakan kasar. "Eh, malah ketawa! Mas Jenderal, tidak ada yang lucu ya! Ini aset tokomu hampir saja ikut meledak karena belerang sialan ini!" omel Ruozi sambil berusaha mengusap wajahnya dengan punggung tangan, yang justru membuat noda hitam gosong itu semakin melebar tidak keruan di pipinya.

Tianxu menghentikan tawa rendahnya, meski sisa-sisa binar geli masih tertinggal jelas di sepasang mata elangnya. Ia melangkah mendekat, melewati pecahan tabung bambu yang berserakan di lantai ruko. "Diamlah. Semakin kamu usap, wajahmu semakin mirip dengan pantat kuali di dapur Paman Lin," ucap Tianxu datar, kembali ke mode tripleks andalannya namun dengan nada suara yang entah mengapa terdengar jauh lebih lembut dari biasanya.

Sebelum Ruozi sempat membalas ejekan itu dengan semprotan yang lebih galak, Tianxu sudah meraba balik jubahnya dan mengeluarkan selembar sapu tangan kain sutra putih bersih.

Tanpa permisi, tangan kekar yang biasanya berlumuran darah di medan perang itu terulur maju, memegang dagu kecil Ruozi dengan sangat lembut agar gadis itu tidak banyak bergerak. Ruozi seketika membeku, matanya terbelalak menatap dada bidang Tianxu yang kini berada sangat dekat di depan wajahnya.

Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian, Tianxu mulai menyeka noda hitam gosong di pipi dan hidung Ruozi menggunakan sapu tangan sutranya.

Jarak yang begitu intim membuat Ruozi bisa merasakan kehangatan napas sang Dewa Perang yang berembus di keningnya, bercampur dengan aroma kayu cendana yang menenangkan di antara bau gosong belerang.

Jantung Ruozi mendadak berdegup dengan ketukan yang sangat tidak beraturan, sebuah sensasi aneh yang belum pernah ia rasakan selama hidup di abad modern maupun dunia kuno ini.

"Lain kali, kalau mau bermain dengan api atau belerang, panggil pengawal di bawah. Jangan melakukan hal bodoh sendirian di lantai atas," bisik Tianxu dengan suara baritonnya yang rendah, matanya menatap lekat ke dalam manik mata Ruozi sebelum akhirnya menarik kembali tangannya dan menyimpan sapu tangan yang kini telah bernoda hitam itu ke balik jubah.

Ruozi berdehem keras untuk menutupi kegugupan dan rona merah yang mendadak menjalar di pipinya yang baru saja dibersihkan. Ia langsung membalikkan badan dan pura-pura sibuk memilah sisa tanaman herbal yang selamat dari ledakan kecil tadi. "I-Iya, bawel! Lagipula ini cuma salah takaran sedikit saja kok. Besok juga racikan obat massalku pasti selesai dan siap untuk hari pembukaan resmi!" sahut Ruozi dengan suara yang sengaja dikeraskan untuk menyembunyikan getaran aneh di hatinya, sementara Tianxu hanya menatap punggung sekurus triplek itu dengan senyuman tipis yang tersembunyi rapat di balik kegelapan malam lantai tiga.

1
Fwyz
rouzi merebus obat herbal di hutan belantara dan di kemiskinan itu pake apa ya, lagipula kok bisa nemu botol banyak, emang botolny dari kayu kah?
heldahell: bikin botol dari kayu kak,zaman dlu kan belum ada botol ya😁
total 1 replies
Fwyz
keren bangett ceritanya bisa nambah wawasan dan berasa baca komik🤭luf yuu batt😍😍👍👍
Fwyz: iya thor ma sama
total 2 replies
sibaweh abduh
bagus sekali
Maria Lina
tambah dikit aj up nya hadeh😭😭🤔
heldahell: lagi sibuk kak,jadi 2 bab aja up nya🥹,tungguin besok lagi yaa
total 1 replies
Maria Lina
kenapa 2 lgi thor biasa 5 bab 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Maria Lina
wkwk kasian bocor
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk😘😘🙏🙏
lin sya
lucu klo baca ceritanya komedinya dpt thor
The Dream26: hai kak, Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru dari Author The Dream26, mampir ya
total 1 replies
Maria Lina
wkwk dsr lo rouzi haha..makasih thor ud up nya😘😘😘🙏🙏🙏
Maria Lina
mantap raouzi wkwk
Maria Lina
maaksih bnyk thor ud up nya🙏🙏😘😘
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk🙏🙏😘😘
Maria Lina
lanjut lgi thor wkwk..sebagian cerita mu ud ku baca thor wkwk
heldahell: terimakasih kak,sudah setia baca karya²ku, terharu banget🥹🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!