NovelToon NovelToon
Luluna

Luluna

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / Anak Genius / Tamat
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

S1 : Luluna
S2 : Lilina


Sinopsis S1:

Ketika kisah yang tidak terduga tentang kehidupan Luluna, Lilina, Lilani dan kawan-kawannya terjadi dalam kehidupan mereka.

Mereka hampir saja terjebak oleh rasa takut.

Tapi ketakutan bukan jawabannya.
Karena yang namanya hidup perlu perjuangan.

Kisah Luluna, tentang ibu, saudara, ayah dan teman.

Sinopsis S2 :

Sinopsis:

Lilina baru saja lulus dari SMA, kini memilih bekerja sambil kuliah kedokteran, di sebuah Rumah Sakit Swasta dia mulai bekerja. Melakukan pekerjaan magang dengan sepenuh hati. Siapa sangka sesulit ini? Novel ini tidak hanya tentang pengalaman horor banyak orang, keseharian, tetapi juga tentang humor, hiburan dan cerita moral lainnya... Selamat menikmati


by: Jauhadi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 LILINA

...Kini, Lilina sudah banyak berubah. Lebih dewasa dan tidak terlalu manja lagi, dia mandiri dan bahkan bersedia menjadi perawat kecil di rumah sakit swasta....

...Gaji Lilina tidak seberapa besar, tetapi dia tidak mengeluh, seakan hal ini sebuah suatu yang mustahil sebelumnya....

...Tapi sebagai ayah, hanya bisa memberikan dukungan dan motivasi agar Lilina dapat berdiri kokoh dengan sendirinya....

Tekat Lilina tidak akan sia-sia dan akan ada ganjarannya sendiri.

...☣☣☣...

Selesai mandi Lilina langsung merebahkan diri ke atas kasur. Dia langsung tertidur setelah memanjatkan doa sebelum tidur. Sepertinya dia sangat letih. Ayahnya tidak mau mengganggu Lilina. Baik itu untuk sekedar menanyakan apa dia sudah makan atau belum.

Dia lebih memilih bertanya pada Lilani yang memang di tugaskan oleh ayahnya untuk mengurusi dan mengawasi Lilina, sambil bekerja Lilani pun sambil mengawasi kembaran sekaligus adiknya.

...☣☣☣...

Sudah pagi lagi.

Hari ini adalah harinya, hari memilih cincin. Baru saja mau bertunangan Lilina sudah gembira seperti itu.

Apa lagi jika sudah bertunangan bukan?

Dia bersiap-siap, dia berjalan ke kamar mandi. Sambil menenteng pakaian yang kemarin pagi sudah dia setrika dan siapkan. Biasanya ada asisten rumah tangga yang akan menyetrika untuknya. Tetapi kali ini dia ingin melakukannya sendiri, dan sudah di lakukan.

Dia mandi hanya beberapa menit. Sebentar saja, tidak selama Lilani kalau mandi. Entah apa saja yang Lilani lakukan didalam kamar mandi selama ini? Apa dia malah tidur di dalam sana? Entahlah, bahkan Lilina pun tidak mengetahuinya.

Selepas mandi, Lilina lalu berdandan tipis seperti biasa, tidak pakai alis, tidak pakai bulu mata palsu juga, cukup perona Bibis tipis saja yang digunakan untuk cukup sebagai pelembab bibir. Dia tidak suka terlalu menor dan menonjol.

Lilina lalu pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama dengan yang lainnya.

"Ibu Risa!" Celetuk Lilina spontan saat melihat ibunya ada disana.

"Sayang, kamu sudah makan?" Tanya Risa pada anaknya yang sudah beranjak dewasa itu.

"Belum, mari!" Jawab Lilina singkat dan sopan.

"Ayah, entah apa saja yang di ajarkan pada kamu, sehingga kamu sekarang lebih dewasa dari sebelumnya. Oh Ibu jadi kangen saat kamu manja dan seperti anak kecil!" Ujar Risa pada anaknya itu.

"Kan bagus dia sudah lebih dewasa!" Ujar Ayah yang tidak ingin berdebat.

Risa hanya menghela nafas dan agak cemberut.

Lilina melihat Salsa yang duduk di samping Luluna dan malah asik sendiri dengan saudarinya satu itu.

Mereka makan dengan tenang. Lebih tenang dari hari-hari sebelumnya. Biasanya akan ada suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring walau hanya suara kecil. Tetapi kali ini mereka tidak memerlukan sendok dan garpu, karena mereka sarapan serabi saja.

Tak ada yang berbincang saat makan seperti biasa. Selalu di awali dan di akhiri dengan doa. Sebuah kebiasaan baik selalu di ajarkan oleh ayah mereka. Dan tidak lupa setelahnya membersihkan meja secara bergantian. Sering kali satu sama lain saling membantu walaupun bukan jadwalnya.

Hari ini jadwalnya Luluna untuk membersihkan meja dan mencuci piring. Dan Salsa pun seperti dugaan membantu saudarinya mengerjakan bagian itu. Meski sama-sama masih kecil, tetapi sudah mengerti akan pentingnya kebersihan dan ketertiban. Tidak pernah saling iri terhadap tugas yang lain, justru mereka saling membantu satu sama lain tanpa memikirkan dirinya sendiri, yang mereka bersaudara pikir adalah tentang kepentingan bersama, dan keharmonisan sebuah keluarga.

Mereka tidak ingin mengungkit masa lalu yang buruk satu sama lain, tidak suka mengungkit masalah yang sudah lalu. Yang penting adalah yang sekarang bukan yang sudah-sudah. Yang sudah-sudah dijadikan pelajaran.

Matahari sudah menampakkan cahayanya di jendela. Sudah saatnya masing-masing melakukan urusan masing-masing lagi.

Lilina lalu berpamitan pada ayah dan ibunya. Sejenak berpikir untuk mengajak Salsa dan Luluna bersamanya, tetapi ternyata kedua adiknya itu memiliki hal lain yang ingin mereka lakukan.

Sudah paham dengan adik-adiknya, Lilina pun beranjak ke depan halaman dan menunggu Arga datang. Tak perlu waktu lama, Arga sudah berada di depan halaman rumah besar itu. Menjemput Lilina, untuk memilih cincin bersama dengannya.

Mereka tidak ada saling mengobrol di dalam mobil, sibuk dengan suara radio mobil yang sengaja Arga putar.

Lilina sangat suka berita radio pagi hari. Tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga dengan hiburan. Lilina tidak pernah kekurangan hiburan, dia tidak perlu lagi pergi healing jauh-jauh, untuk sekedar mencari hiburan.

...☣☣☣...

Mereka sampai di sebuah toko perhiasan kecil di sana. Toko perhiasan milik seorang wanita China yang sangat baik hati. Dulu Arga pernah menyukai putri dari wanita China tersebut. Tetapi di tolak, karena ternyata akan pergi ke ibu kota negara. Arga memang suka terhadap anak gadis dari pemilik toko tersebut, tetapi itu hanya sebatas rasa suka sementara. Arga tahu, dia dari kecil sudah sangat menyayangi Lilina seperti adik sendiri. Dia ingin menjaga Lilina untuk seterusnya juga. Dan juga Arga dan anak pemilik toko perhiasan tersebut beda agama, tahulah kalian, beda agama.

Lilina mengetahui hal itu, lagi pula jika Arga tidak melamarnya saat itu, dia dan Arga akan di jodohkan juga oleh kedua orang tua mereka. Dia tahu baik ayah maupun ibunya sangat menyukai Arga dan ingin agar Arga dapat menjadi bagian dari keluarga mereka. Di tambah, hnya Arga yang sangat sabar dalam menghadapi kelakuan Lilina yang masih seperti anak-anak sebelumnya. Meski saja kini ia sudah lebih dewasa, tetapi tetap saja, dalam kenyataan Lilina tetaplah anak kecil di mata orang-orang yang merawatnya dari kecil juga mengamati perkembangannya.

Saling sapa dengan pemilik toko tentu sudah biasa.

Mereka lalu memilih cincin yang akan mereka kenakan di acara mereka nantinya.

Lilina sangat menyukai perak dari pada emas karena warnanya. Lilina pun memutuskan memilih perak murni dan sebagai hiasan dia memilih berlian kecil yang Arga sarankan.

Arga sengaja menyarankan berlian, karena ia tahu Lilina suka dengan yang tampak mewah tapi tetap sederhana. Lilina tidak suka terlalu menonjol. Arga hafal betul dengan harga yang ada di toko perhiasan itu. Karena ia memang berteman baik dengan pemilik toko.

Arga pikir tidak ada salahnya berteman dengan siapa saja, asalkan tidak melebihi batas.

Arga lalu memilih cincin yang tidak akan dia beli di toko perhiasan ini. Dia hanya akan mengenakan cincin besi saja, cincin itu sudah ada di tangan Lilina, Lilina sudah menyiapkan cincin ini sejak lama, karena ini pemberian dari neneknya. Cincin besi yang besinya tidak mudah berkarat. Sehingga cincin tersebut dapat di simpan hingga waktu yang cukup lama.

Arga tahu itu saat ia pergi ke rumah Lilina tempo lalu, Lilina adalah orang yang memberi tahu pada Arga soal cincin ini. Arga tersenyum senang, karena ternyata nenek Lilina bahkan mendoakan Lilina menikah lebih dulu dari Lilani. Terbukti dari Cincin tersebut.

Di toko itu Arga juga membeli sebuah kalung emas putih yang menurutnya akan sangat cocok di kenakan oleh Lilina.

Tiba-tiba……

"Saya mau yang ini!" Kata Seorang gadis berusia sekitar 16 atau 17 tahun.

"Nona?" Kata Lilina benar-benar terkejut, ada seorang gadis yang dia lihat di kamar pasien nomor 9 kemarin dan kini berada di hadapannya.

Gadis itu tidak menjawab, dan malah pergi tanpa membeli atau membawa barang apapun dari toko perhiasan tersebut.

1
R-Mr.Ne
Waktu kecil psikopat sama Luluna waktu Gedhe malah jadi pahlawan. Lilina yang awalnya iri hati bakalan berubah gak Thor?
Ma Xixi (Heler).
Berarti Lilina lanjutannya di sini?
R-Mr.Ne
Padahal lumayan bagus gambar lu
AdminSlot_✓
Kukira Lucinta Luna, ternyata Luluna🤭. Jan lupa mampir dan liat karya mimin ya😁
Tini Timmy
bagus sekali 😅
Cantika Putry
aku mampir Thor
Cantika Putry
semangat kakak
Ijin Rekomendasi Novel ku kakak, jika berkenang bisa mampir nya : My Ceo, My Contract Boyfriend.
Terimakasih.
#Riski JR
Uha ini kapan Up lagi, 😶 Aku pengen bca kelanjutannya cantik
Dhina ♑
Sedih banget. Jadi ibunya kenapa??
#Riski JR
Akhirnya Tante Up 😂 Lama banget
#Riski JR
Kurang panjang , 2000 kata 😍
Dhina ♑
Belum kembali
Dhina ♑
⭐⭐⭐⭐⭐ Rate
♥️ Favorit
👍 Like

thor, mengapa karya yang lain pada dihapus??
Little Peony
Semangat selalu thor 🌸
Protocetus: min main yuk ke novelku Panakkukang
total 2 replies
Little Peony
Semangat selalu Thor 🌸🌸🌸🌸
Jauhadi: Ok kak pastilah
total 2 replies
Little Peony
Like like like
Jauhadi: Kalau bilang pasti maka akan jadi janji loh
total 1 replies
Little Peony
Halooo Thor salam kenal dari Temptation dan Split Up 🌸🌸🌸
#Riski JR
komen buat dapet kristal di game pakaian doang
#Riski JR
fafelia 😑
Queenby
hai kak aku mampir nih, semangat terus yah kak 💪
salam dari cerita hidden wounds
Jauhadi: Iya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!