Menikah bukan karena terpaksa, bukan karena keinginan orangtua, bukan karena adanya hutang, juga bukan karena keuntungan bisnis semata. Tetapi karena ....
Kaili adalah seorang gadis yang memiliki keterbatasan, yaitu tidak bisa melihat. Kaili terpaksa menikah dengan Presdir Lee yang terkenal akan kekejamannya.
Tak ingin membantah Sang Daddy, Presdir Lee terpksa menikahi Kaili yang sama sekali tidak dia cintai. Ketika menikahi Kaili, ternyata Presdir Lee telah menikah lebih dulu dengan kekasihnya yaitu, Yuki. Pernikahan keduanya diketahui oleh semua anggota keluarga dari pihak Presdir Lee. Bahkan, Tuan Shilin merestui keduanya.
Lantas, kenapa Tuan Shilin menikahkan kembali Putranya dengan seorang gadis buta seperti Kalii? Misteri apa yang sebenarnya dia sembunyikan?
Lalu bagaimana sulit kehidupan Kaili selanjutnya? Akankah Presdir Lee mau menerima Kaili sebagai istri? Akankah tumbuh benih-benih cinta antara keduanya?
Sekuel : My Boss Is My Husband
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IBPD BAB 30
"Tenang saja, Paman. Aku juga telah mengirimkan orang-orangku untuk menyelidiki kasus ini. Kita tinggal tunggu saja kabar dari mereka." Saut Presdir Lee.
"Terima kasih, Lee " jawab Tuan Yong. "Kalian apakah ingin sarapan dulu. Semua sudah siap di ruang makan." Tawar Tuan Yong.
"Tidak perlu, Yong. Kami semua sudah sarapan di pesawat. Kami akan istirahat saja. Semuanya pasti sangat lelah." Tolak Tuan Shilin.
"Baiklah, kalian istirahatlah dulu. Tapi sebelum itu, apa itu gadis yang bernama Kaili. Istri keduamu Lee?" Tanya Tuan Yong sambil menunjuk Kaili yang duduk disamping Presdir Lee.
"Benar, Paman. Dia adalah Kaili, Istri keduaku." Jawab Lee santai.
"Baiklah kalau begitu. Ajaklah istri-istrimu untuk istirahat. Mereka pasti sangat lelah." Ucap Tuan Yong.
"Baiklah, Paman. Ayo Kaili." Ajak presdir Lee kembali menuntun Kaili sedangkan Yuki mengekor dibelakang Suaminya.
"Apa gadis buta itu, yang akan Kakak gunakan untuk menyelamatkan nyawa Lee?" Tanya Tuan Yong. Ketika semua orang sudah berada di kamar masing-masing.
"Benar, kau tau aku bukan. Demi Putraku, aku akan melakukan apa pun." Jawab Tuan Shilin yakin.
Kini, Lee telah berada disebuah kamar,Lee tampak perhatian menuntun Kaili hingga menuju kasur.
"Istirahatlah disini. Jangan kemana-mana, jangan membuatku susah bila kau tersesat!" Ujar Lee mengingatkan Kaili.
"Huum," jawab Kaili singkat. Sepertinya Kaili masih belum melupakan kejadian tadi malam.
Keluar dari kamar Kaili, Lee langsung mengajak Yuki menuju kamarnya.
"Sayang, kau tidur bersama Kaili saja. Aku sedang datang bulan." Jawab Yuki cepat.
"Tanggal berapa sekarang, biasanya kau akhir bulan." Saut Lee heran.
"Jadwalku agak berantakan saat ini, sepertinya karena aku kelelahan." Jawabnya asal.
"Baiklah, sepertinya kau masih membutuhkan istirahat. Ayo kita akan istirahat di kamar. Nanti malam aku akan tidur bersama Kaili," jawab presdir Lee membawa Yuki menuju kamar yang masih berada disamping kamar Kaili.
Semua orang telah beristirahat, tapi tidak dengan Kaili. Dia tampak gelisah dan tidak bisa tidur. Karena bosan, Kaili pun menuju balkon guna mencari udara segar. Perlahan-lahan Kaili meraba-raba dinding hingga berhasil tiba di balkon. Duduk disalah satu kursi, Kaili merasa sangat nyaman.
"Memangnya sebagus apa pemandangan disini, aku sangat ingin melihatnya. Kapan? Kapan aku akan bisa melihat lagi Ya Tuhan?" Ujar Kaili.
Setelah baikkan, Kaili pun segera masuk kembali kedalam kamar. Angin yang begitu kencang pasti bisa membuatnya masuk angin, untuk itulah Kaili kembali menuju ranjang, memilih untuk beristirahat di kasur yang terasa begitu empuk.
Sedangkan Yuki merasa tidak nyaman ketika Lee terus memeluknya saat tertidur.
"Malam ini juga, aku akan melakukan rencanaku. Aku tidak punya banyak waktu lagi." Batin Yuki dengan segala rencana liciknya untuk Kaili.
***
Malam harinya, semua orang sudah berkumpul di halaman Villa, yang dihadapankan dengan pemandangan pantai dimalam hari.
Tidak ada acara khusus yang akan mereka lakukan. Hanya makan malam bersama menghadap pantai. Itu adalah suasana yang di inginkan Nyonya Aurel dihari ulang tahunnya yang ke empat puluh sembilan.
Berbagai jenis hidangan yang begitu lezat, mereka santap dengan nikmat. Sesekali diselingi dengan canda tawa semuanya. Suasana yang terasa begitu hangat, Kaili yang tidak bisa melihat pun dapat merasakannya.
Kaili yang merasa perlu ke toilet, memilih pergi sendiri—karena tidak ingin menyusahkan siapa pun. Setidaknya dia hapal jalan menuju kamarnya. Karena saking asiknya berbincang-bincang, semua orang tidak menyadari akan kepergian Kaili.
"Ini kesempatan untukku," batin Yuki.
"Em, Sayang. Aku merasa ingin ke toilet, aku pergi sebentar ya," pamit Yuki mendapatkan anggukan dari Lee yang sibuk dengan makanannya.
greget ihkkkk😡
happy ending buat pasangan Lee - Kaili..
tapi sad ending buat Shilin - Aeri.. 😭😭😭
ya walopun emang Aeri udah cukup berumur dan memang mungkin sudah waktunya pulang, tapi tetep aja nyesek bacanya kak..,😭😭😭
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
mslh yuki aja blm selesai kok dh tamat
krn pd kejadian itu kai pergi sm tuan garod