NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: MISI PENYELAMATAN BAYANGAN

BAB 28: MISI PENYELAMATAN BAYANGAN

Malam di Mansion Raisinghania terasa lebih menyesakkan daripada penjara mana pun yang pernah ditempati Aarohi. Setelah mengetahui keberadaan Shravan, setiap detak jam di dinding terdengar seperti hitungan mundur menuju kehancuran. Aarohi berdiri di balkon, menatap kamera CCTV yang berputar perlahan di sudut halaman. Di tahun 2026 ini, pelarian fisik hampir mustahil dilakukan tanpa bantuan teknologi tingkat tinggi.

"Kau memikirkan anak itu lagi?" suara Deep terdengar dari arah pintu balkon. Pria itu berdiri di sana, menyesap segelas wiski mahal, tampak begitu tenang seolah-olah ia tidak baru saja mengancam nyawa putranya sendiri.

Aarohi tidak menoleh. Ia mengepalkan tangannya di balik jubah sutra. "Aku memikirkan betapa malangnya dia memiliki ayah seorang monster sepertimu, Deep."

Deep tertawa pelan, melangkah mendekat hingga aroma alkohol dan parfum maskulinnya memenuhi udara di sekitar Aarohi. "Monster inilah yang membiayai napasnya selama empat tahun terakhir, Aarohi. Tanpa aku, Shravan hanyalah debu di jalanan Shimla. Ingatlah itu setiap kali kau mencoba merencanakan sesuatu dengan Abhimanyu."

Deep kemudian mengecup bahu Aarohi dengan dingin dan berlalu pergi, mengunci pintu kamar dari luar secara elektronik. Deep merasa telah menang, namun ia tidak tahu bahwa Aarohi sudah melangkah satu langkah di depannya.

Begitu Deep pergi, Aarohi mengeluarkan sebuah lensa kontak khusus dari balik kelopak matanya. Itu bukan lensa biasa, melainkan perangkat Augmented Reality (AR) prototipe yang diberikan Abhimanyu. Melalui kedipan mata tertentu, Aarohi bisa melihat jalur buta (blind spot) dari sistem keamanan mansion yang telah diretas oleh tim siber Abhimanyu.

"Abhimanyu, kau mendengarku?" bisik Aarohi ke arah mikrofon yang tertanam di giginya.

"Sinyal stabil, Aarohi," suara Abhimanyu terdengar jernih di telinganya. "Tim penyelamat sudah berada di posisi dua kilometer dari Panti Asuhan Kasih. Kita punya waktu tiga menit saat aku mematikan server listrik pusat kota Shimla. Kau harus segera keluar melalui jalur pembuangan yang sudah kita siapkan."

"Bagaimana dengan Shravan?"

"Suster di sana sudah kita amankan. Kita akan membawa Shravan ke perbatasan sebelum Deep menyadari apa yang terjadi."

Tepat pukul 02.00 dini hari, seluruh kota Shimla mendadak gelap gulita. Pemadaman total. Sistem keamanan mansion yang bergantung pada server pusat mengalami reboot selama 60 detik. Itulah jendela waktu Aarohi.

Aarohi melompat dari balkon lantai dua menuju kanopi kain di bawahnya, lalu berlari dengan kegesitan seorang bayangan menuju gerbang belakang. Ia menggunakan kode enkripsi yang dikirim Abhimanyu ke ponselnya untuk membuka kunci magnetik terakhir.

"Aku keluar," bisik Aarohi saat ia melompat ke dalam mobil off-road hitam yang sudah menunggu di balik semak-semak.

Mobil itu melaju kencang menembus hutan pinus. Di dalam hati, Aarohi terus berdoa. Ia membayangkan wajah kecil Shravan. Ia tidak peduli jika harus kehilangan seluruh harta Raisinghania, ia hanya ingin memeluk putranya sekali lagi.

Namun, saat mereka sampai di Panti Asuhan Kasih, pemandangan yang menyambut mereka sangat mengerikan. Panti asuhan itu sudah dikepung oleh mobil-mobil hitam dengan lambang keluarga Malik.

"Sial! Aryan Malik tahu tempat ini!" umpat pengemudi mobil Aarohi.

Aarohi tidak menunggu perintah. Ia keluar dari mobil dengan pistol di tangan. Di bawah cahaya lampu sorot mobil-mobil Malik, ia melihat Aryan berdiri di teras panti asuhan, memegang Shravan yang sedang menangis ketakutan.

"Anjali... atau Aarohi? Kau benar-benar sulit ditebak," teriak Aryan Malik dengan tawa mengejek. "Ternyata Deep menyimpan harta karun yang lebih berharga daripada rekaman Vivan. Seorang pewaris."

"Lepaskan dia, Aryan! Urusanmu denganku dan Deep, jangan libatkan anak itu!" teriak Aarohi, suaranya pecah karena amarah.

"Oh, tentu saja ini melibatkan anak ini," Aryan mengelus rambut Shravan dengan kasar. "Deep baru saja mengirim pesan. Dia bilang jika aku memberikan anak ini padanya, dia akan memberikan kode akses ke rekening bayangan di Swiss yang selama ini aku incar. Ternyata Deep lebih mencintai uangnya daripada anaknya sendiri."

Aarohi terpaku. Deep berbohong lagi? Apakah pelariannya tadi malam sengaja dibiarkan oleh Deep agar Deep bisa menggunakan Shravan sebagai umpan untuk bernegosiasi dengan Malik?

Tiba-tiba, suara helikopter menderu di atas mereka. Lampu sorot besar menyinari seluruh area panti asuhan. Melalui pengeras suara, suara Deep terdengar menggelegar dari angkasa.

"Aryan Malik! Kau melanggar kesepakatan! Aku bilang jangan sentuh anak itu sampai aku tiba!"

Suasana menjadi sangat kacau. Anak buah Malik mulai menembak ke arah helikopter, sementara tim Abhimanyu mulai menyerbu masuk untuk menyelamatkan Shravan. Di tengah desingan peluru di tahun 2026 yang canggih ini, Aarohi berlari menembus garis api. Fokusnya hanya satu: Shravan yang kini terlepas dari pegangan Aryan akibat ledakan granat asap.

"Mama!" teriak Shravan di tengah kepulan asap.

Aarohi berhasil menangkap tubuh kecil Shravan, memeluknya erat, dan melindunginya dengan tubuhnya sendiri saat sebuah ledakan besar menghancurkan bagian depan panti asuhan.

Di tengah reruntuhan yang terbakar, Aarohi menatap ke langit. Ia melihat Deep turun menggunakan tali dari helikopter dengan wajah penuh kegilaan. Di sisi lain, Aryan Malik bangkit dari reruntuhan dengan pistol teracung.

Aarohi menyadari bahwa tidak ada tempat yang aman di Shimla. Ia harus memilih: menyerahkan diri pada monster yang mengaku sebagai ayah anaknya, atau bertaruh nyawa melawan iblis yang ingin menggunakan anaknya sebagai alat tukar.

"Aku akan membunuh kalian berdua sebelum kalian menyentuh anakku lagi!" teriak Aarohi di tengah badai api.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!