NovelToon NovelToon
Reinkarnasi : Kembali Ke Tahun Milenium

Reinkarnasi : Kembali Ke Tahun Milenium

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Patahhati / Reinkarnasi / Badboy / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mizzly

Hidup Sandy bisa dibilang gagal. Kehilangan pekerjaan yang berujung dengan rumah tangga yang hancur. Kini Ia sendiri meratapi nasib. Namun saat Ia terbangun dari mabuknya, Ia mendapati dirinya kembali ke tahun 2000, tahun milenium. Mampukah Ia memperbaiki masa depannya dan kembali ke masa depan lagi? Ataukah Ia akan mengulangi kesalahan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Woy! Bengong aja!" Sandy menyadarkan Shanum yang sedang melamun setelah mendengar apa yang Sandy katakan tadi.

"Er... Mm.... Enggak melamun kok." jawab Shanum dengan tergagap.

"Mikirin apa sih? Kalung? Udah simpen aja!"

"Bukan! Lagi mikir nanti jam berapa ya selesai kuliah? Terus ketemuan dimana?" Shanum tak mau Sandy tau kalau Ia memikirkan perkataan Sandy yang mengatakan kalau di masa depan Shanum adalah istrinya.

"Nanti gue telepon. Tunggu di perpus aja! Oh iya, sekalian kalau ketemu Black bilangin kalau gue mau ngomong!" pesan Sandy.

"Ih ogah banget gue ketemu Black. Takut gue! Yaudah ketemuan depan perpus aja ya!"

"Iya. Bye!" mereka pun berpisah di depan kelas Shanum. Sandy lanjut berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai 3.

Shanum memegang dadanya yang sejak tadi berdegup kencang. Apa benar di masa depan Ia akan menjadi istrinya Sandy? Hebat sekali Sandy dalam merayunya.

"Num! Sini!" panggil Siska sambil menepuk kursi kosong di sebelahnya. Selang satu kursi ada Kemal yang sudah menyambut Shanum dengan senyuman di wajahnya.

Shanum membalas senyum semuanya dengan senyumannya yang cantik. Membuat Kemal kegeeran dan merasa senyum Shanum hanya miliknya seorang.

"Pagi Num!" sapa Kemal ketika Shanum duduk.

"Pagi Mal!" jawab Shanum.

"Lo berangkat kuliah sama siapa? Tadi gue ke rumah lo tapi lo udah berangkat katanya." ujar Kemal.

"Sendirian. Gue naik Kopaja. Agak macet tadi makanya baru sampe sekarang." Shanum mengeluarkan binder note yang Ia gunakan untuk mencatat materi kuliah. Pulpen kesayangannya Ia selipkan di tengah binder.

"Besok bareng gue aja! Enggak perlu macet-macetan dan desak-desakkan di Kopaja. Tinggal duduk manis nanti gue akan antar lo dengan selamat." ujar Kemal.

"Iya. Paling rambut lo kusut aja Num he...he...he..." ledek Siska.

"Nanti gue sisirin kalau rambut lo kusut." balas Kemal.

"Ih itu sih mau lo pegang-pegang Shanum. Jangan mau, Num! Eh Num gue denger kemarin lo jalan bareng sama Sandy ya?!" tanya Siska.

"Sandy? Yang anak komputer?" Kemal malah ikutan bertanya.

"Iya." jawab Shanum.

"Ngapain lo jalan sama dia? Lagi PDKT? Lo kan tau Sandy pacarnya Linda! Masa sih lo mau ngerebut pacar orang!" cerocos Siska panjang lebar.

"Ih nuduh aja lo! Gue tuh lagi ada urusan sama Sandy." jawab Shanum.

"Urusan apaan?" kini Kemal yang ingin tau.

"Ada deh." ujar Shanum sambil mengerling jahil.

"Tapi bener kan lo enggak PDKT sama Sandy?" tanya Siska lagi memastikan.

"Hmm... Sekarang sih enggak." goda Shanum.

"Kalau nanti?" Kemal lagi yang nanya. Shanum lagi meledek Siska eh malah Kemal yang kepo.

"Enggak tau deh kalau nanti. Apa yang terjadi semenit kedepan aja enggak ada yang tahu, apalagi nanti?" jawab Shanum sebelum percakapan mereka terhenti karena dosen sudah datang.

Shanum keluar kelas dengan segera. Ia tak mau Sandy lama menunggunya. Dengan sengaja Shanum menjatuhkan kalung milik Black. Tujuannya adalah membuang kalung yang menakutinya tersebut.

Namun baru beberapa langkah, seseorang memanggil namanya. "Num! Shanum!"

Shanum menoleh. Dilihatnya Satria sedang berlari mengejarnya. "Kenapa?"

"Nih! Kalung lo jatoh!" Satria memberikan Shanum pemberian Black kembali pada Shanum.

Shanum menghela nafas, usahanya gagal kali ini. Tadi Ia sudah melihat ke sekeliling dan tak ada orang, kenapa Satria tahu ya kalau Ia pemilik kalung tersebut?

"Kok lo tau gue pemilik kalung ini?" selidik Shanum.

"Tadi gue lagi iket sepatu. Gue lihat ada kalung, pas gue keluar kelas eh ada lo lagi jalan. Makanya gue kejar."

"Makasih ya." ujar Shanum.

Shanum kembali melanjutkan langkahnya menuju perpus. Usaha membuang kalung gagal. Next akan Ia coba lagi.

Di depan perpus sudah ada Sandy yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya. Shanum terpukau dengan ketampanan Sandy.

Kedua alis Sandy bertaut melihat laptop, pasti ada masalah yang Ia hadapi. Di mata Shanum, apapun yang Sandy lakukan tetap saja terlihat keren, bahkan saat menggerutu sekalipun.

Entah sejak kapan, Shanum merasa Ia mulai menyukai Sandy. Bagi Shanum, Sandy amat dewasa dibanding teman-teman cowok disekitarnya.

Sandy sadar kalau ada seseorang yang memperhatikannya. Ia pun mengedarkan pandangannya dan mendapati Shanum yang berdiri di lorong. Senyum Sandy mengembang. "Sini!" ujarnya seraya melambaikan tangan.

Shanum balas tersenyum. "Udah lama?" tanya Shanum yang langsung duduk di dekat Sandy.

Sandy melihat jam tangannya. "Hampir satu jam."

"Hah? Satu jam? Udah lama dong!" Shanum merasa tak enak hati membuat Sandy menunggu.

"Dosen gue enggak masuk. Gue ngerjain laporan cafe aja. Lumayan mengusir waktu sambil nungguin lo!" Sandy menyimpan laporan yang Ia buat lalu mematikan laptopnya.

"Kita mau kemana nih?" tanya Shanum.

"Ke Bakso Simon aja!" ujar Sandy.

"Doyan banget! Eh iya sih emang enak. Gue juga suka." aku Shanum.

"Justru karena lo suka makanya kesana. Selain itu, harganya masih terjangkau. Cocok untuk mahasiswa kayak lo."

"Ish... Tau deh yang udah kerja!" ujar Shanum sambil memanyunkan bibirnya.

"Makanya kerja dari muda! Biar tua kaya raya lalu mati masuk surga!"

"Iya... iya..."

Shanum tiba-tiba teringat sesuatu. "Hmm, San. Linda gimana? Takut marah nih gue kalau dia tau lo pergi sama gue."

"Linda enggak masuk! Lagi pergi sama keluarganya. Udah biarin aja!" Sandy pun bangkit dan berjalan menuju motornya.

Sebelum Sandy melemparkan helm, Shanum sudah mengambilnya dan memakainya. "Mulai pinter nih anak!" puji Sandy.

"Iya dong. Ayo kita jalan!" Shanum tersenyum bahagia bisa jalan dengan Sandy.

Shanum bahkan tak melihat ada Kemal yang juga sedang di parkiran motor dan menatap keakraban mereka berdua. Hati Kemal terbakar cemburu melihat keakraban dua manusia di depannya.

***

Sandy melihat ada yang berbeda dari Bakso Simon sejak terakhir kali Ia datang. Kompor gas yang baru beserta gerobak pun baru.

Sandy senang Pak Simon mendengarkan apa yang Ia katakan terakhir kali. "Pak bakso dua ya."

"Eh mas yang waktu itu ya? Kompor gas saya udah diganti baru loh, Mas. Saya pas denger perkataan Mas langsung besoknya saya ganti. Ternyata lebih awet juga gasnya. Lebih hemat. Lalu sekalian gerobaknya saya ganti juga. Bagus kan?" ternyata Pak Simon mengenali Sandy dalam sekali lihat.

"Bagus Pak. Semoga makin sukses ya!" Sandy pun mengikuti Shanum yang sudah memilih tempat duduk dekat kipas angin.

"Gimana Kemal? Masih PDKT?" tanya Sandy setelah duduk di samping Shanum.

"Biasa aja. Kita masih temenan. Tadi juga duduk di samping gue kayak biasanya." jawab Shanum.

"Lo suka sama Kemal?"

"Kenapa lo nanya-nanya?" Shanum bukan menjawab malas bertanya balik.

"Kemal cowok baik. Cocok sama lo yang baik juga." kata Sandy tulus.

*****

Malam....maaf telat up, gpp telat drpd enggaklah ya... Cuma mau bilang, jangan lupa like, komen dan add favorit ya. maacih 🥰🥰🥰🥰

1
Ayu Sari Murni
mikiro le🤣
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Istiy Ana
keren 👍👍
Istiy Ana
ma sya allah kenapa gw bisa ketinggalan cerita sebagus ini ☺️
Ati Yulianti
ya k mizz cerita kk pasti bikin aku nantikan , selamat dan semangat berkarya kutunggu cerita selanjutnya Terima kasih sudah memberikan aku cerita yg luar biasa bagus dalam mengisi liburan ku
Ati Yulianti
aje gild k mizz tau aje proyek 2 /Grin/
lily
tersanjung sudah berapa episode?
Mbok'e AHB
iya bener,kangen gulali tepung.
Mbok'e AHB
dan skrg dkt jorr yaaa
Aysana Shanim
Kan bener.. Nhincer kalung shanum
Aysana Shanim
Apakah tujuan mereka ngasih tau sandy ke masa depan agar sandy jauh dari shanum, terus kalungnya di incer ya?
Aysana Shanim
Apakah nanti air di botolnya yg di incer ya?
Aysana Shanim
Ini yg aku pikirin dari kemaren sih..
Sandy yg milenium kemana. Terus kalo dia mantap gamau balik lagi ke milenium misalkan, mau di 2021 aja terus yg di milenium gimana? Ngilang dong? Dan nggak akan ada di masa depan tiba tiba aja kan?
Aysana Shanim
Ooh sepupunya pak dibyo yah berarti
Aysana Shanim
Apa mereka sepupuan?
Aysana Shanim
Vibes nya sandy sama shanum itu kayak maya sama Leo 😂😂🤣 kocak tapi gemesin wkwk
Aysana Shanim
Ini mah nyesek banget 😭
Aysana Shanim
Wkwkwk iya juga sih bener 😭🤣😂
Aysana Shanim
Hahaha ngakak 🤣🤣🤣 bener juga kata sultan wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!