Kisah seorang anak yg tak kenal orang tua..mencoba bertahan dari keras nya hidup dalam dunia persilatan...di asuh oleh 3 orang gembong iblis, mencoba bertahan hidup..untuk mebalas dendam..terhadap orang2 yg tlah mencelakai orang2 yg di cintai nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jack mad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch : kalahnya Pendekar Yo
Perlahan Yo Han mencabut pedang yang dia pegang, lalu sarung pedangnya, ia lemparkan ke tanah.
Traang!
Pocu, bila masalah ini tak bisa di damai kan lagi,
baik! Kita main main dulu dengan senjata,"
berkata pendekar Yo dengan gagah berani.
Yo han dalam Bu Lim ( dunia persilatan ) telah mempunyai gelar Pendekar pedang arwah, tampak pedang peraknya berkilat, tertimpa sinar matahari senja.
Begitu pula Thai Sin, ia merupakan Pocu dari
benteng Serigala akhirat, pendekar Serigala Cakar Hitam, murid dari si Setan rubah, seorang datuk dunia hitam yang hebat.
Yo han sendiri tidak yakin dapat mengalah kan
sang pocu, tapi ia berpikir bila tak ada jalan lain, ia akan mengadu jiwa, soal si Setan rubah.
Ia hanya pasrah kan kepada dewa, terhadap
nyawa orang² yang ada di sini.
Shin Mo secara diam² mengerahkan tenaga dalam dari perutnya ke arah mata, tanpa ada yang curiga terhadapnya, mata Naga Shin Mo berkilat sangat merah.
Hmm!
"Pendekar Yo masih kalah sedikit aura pancaran tenaga dalamnya dengan pocu dari benteng Serigala.
Sementara kakek yang tertawanya aneh dan
seram, pancaran aura tenaga dalamnya,
terlihat oleh Shin Mo seperti api yang sedang
berkobar kobar.
Shin Mo sedikt terkejut melihatnya, "besar juga
tenaga dalam kakek itu," batin Shin Mo.
Tenaga dalam Shin Mo yang berada di mata
langsung buyar, ketika punggungnya di tepuk
seseorang, ia pun kaget
Ternyata wan ji.
"Shin Mo, aku takut! Ucap Wan ji
Nada gadis itu terdengar ketakutan, apalagi setelah tahu bahwa si setan rubah berada di situ.
ia pernah dengar dari gurunya tentang dunia
persilatan dan para datuk golongan hitam.
Dan salah satu nama yang masih ia ingat adalah si setan rubah ini, karna gurunya menekankan, bahwa Setan rubah tak peduli wanita atau anak anak, bila ia tak suka akan ia bunuh dan bila bertemu salah satu dari mereka, harus segera
menghindar, itulah nasehat dari gurunya Yo Han.
Tanpa terasa tangannya makin erat memegang punggung Shin Mo, sambil membayangkan
apa yang akan terjadi pada mereka semua.
Wan ji menghela nafas dalam², telapak
tangannya terasa sangat dingin di punggung
Shin Mo.
"Wan ji, kau jangan khawatir! Tidak akan terjadi apa², Shin Mo berkata untuk menghibur Wan ji.
Terdengar suara dari samping Shin Mo menimpali.
"Ya, iya lah, kau kan buta! Tak bisa melihat apa
yang akan terjadi," berkata polos paman Ouw.
Shin Mo terkejut mengetahui paman Ouw telah berada di sampingnya, dan mendengarkan perkataan yang telah mereka bicarakan.
Mendengar perkataan paman Ouw, Wan ji tertawa, lantas berkata, "nah apa aku bilang tadi, Shin Mo! Aku bingung kalo dengar paman Ouw bicara."
Shin Mo tersenyum mendengar perkataan Wan ji
Sementara itu, Pocu dari benteng srigala terlihat sudah memakai senjata andalannya, yang berupa sarung tangan kulit dengan ujungnya di beri seperti cakar dari besi hitam yang beracun.
Yo Han melompat ke arah sang pocu dengan jurus "Naga langit mengitari gunung." Yo Han berputar kencang sambil melakukan serangan ke arah tempat² mematikan di tubuh Thai Sin.
Trang....Trang!
Tetapi Thai Sin selalu bisa menangkis dan berusaha membalas, dengan mencengkeram tangan Yo Han yang memakai pedang.
Debu mengepul ke atas dan kerikil² kecil berterbangan, akibat tenaga dalam tingkat tinggi yang di keluarkan oleh keduanya.
Setelah berputar putar tak ada hasil, Yo han meloncat mudur dengan jurus pedang arwah
mencari mangsa.
Lalu ia melesat kembali ke arah Thai Sin, pedangnya menebas dari atas ke bawah,
berusaha membelah kepala Thai Sin.
Thai Sin tak berusaha menghindar,
ia malah menyilangkan kedua tangannya,
dengan jurus serigala menahan rembulan.
Trang!
Laju pedang Yo Han mengenai cakar besi
Thai Sin dan tergelincir ke samping.
Yo Han terlihat gugup melihat serangannya dapat di patah kan dan pedangnya tergelincir ke samping.
Ia lengah, kesempatan itu tak di sia - sia kan oleh Thai Sin.
Sebuah tendangan kaki kanan Thai Sin dengan telak mendarat di perut Yo Han.
Yo Han terlempar ke arah tempat hakim Li berkumpul, sedang pedangnya terlempar entah kemana
Hoaaaks!
Darah muncrat keluar dari mulut Yo Han.
Isi perutnya terasa hancur, Yo Han mendapat luka dalam yang tak ringan.
Yo Jan berusah bangkit, tetapi tak lama kemudian rubuh kembali, darah dari mulut Yo Han mengucur
terus tanpa henti.
"Guru!"
Wan ji teriak dan meloncat menubruk gurunya.
Ha Ha Ha
Thai Sin tertawa senang melihat Yo Han.
Tiba - tiba Shin Mo sudah terlihat berada di depan
Yo Han dan Wan ji.
Tidaak ada yang melihat kapan Shin Mo bergerak ke sana, karena mereka semua panik melihat keadaan Yo Han.
Shin Mo berdiri dengan kedua tangan bertumpu
pada tongkat bambu hitamnya.
Lalu berkata, "lociapwe! Kenapa kita tak bicarakan, masalah ini secara baik baik?"
Melihat pemuda berusia belasan memakai caping serta membawa tongkat bambu berdiri di depan nya dan berkata berkata seperti itu.
Meledak lah tawa keras dari Thai Sin, lalu berkata.
Ha Ha Ha
Apakah kau ingin mati sekarang, bocah?
Shin Mo, lekas mundur! Kau mau cari mati?
teriak Wan ji memperingatkan pemuda itu.
Melihat kecantikan Wan ji dan mendengar ia bicara, tampak raut wajah Thai Sin tersenyum lebar.
"Hai bocah buta, buka caping mu! Berkata si Setan rubah, nadanya dingin menyeramkan.
"Biar kan saja guru! kalau di buka, nanti bisa merusak suasana."
"Shin Mo, munduuur! Wan ji berteriak untuk kedua kali nya.
Ternyata calon istri kunperhatian terhadap kau,
bocah buta," berkata Thai Sin.
"Calon istri? Shin Mo berkata seperti bertanya
kepada Thai Sin.
"Ya..! Bocah itu akan ku bawa ke benteng serigala dan akan ku jadikan selir ku yang ke 5," ucap Thai sin sambil tertawa keras.
Mendengar suara tertawa keras, Thai Sin.
Terlihat senyum di bibir Shin Mo.
Dasar serigala cabul!
"Ini lah saatnya, batin Shin Mo.
Ia menarik nafas dalam2 dan mengalirkan tenaga dalam yang tengah bergolak akibat jurus Dewa menarik alam semesta, jurus tahap ketiga dari kitab penakluk iblis.
Perlahan Shin Mo membuka caping lalu menancap kan tongkat bambu hitamnya, ke samping.
Whuuut!
Shin Mo melesat sangat cepat ke arah
suara Thai Sin yang sedang tertawa.
Pendengaran Shin Mo sangat tajam, ia bisa tahu dimana Thai Sin berada, denga jurus bayangan iblis, warisan Nio nio
Terdengar suara 2 tamparan sangat kencang.
Plaak....Plaak!
Terlihat 3 buah gigi mencelat dari mulut Thai Sin
dan Shin Mo, telah melesat kembali setelah
menampar, ke tempat semula.
Baru terdengar raungan keras Thai Sin, sambil me megangi pipi nya, rahangnya terasa remuk
akibat tamparan Shin Mo.
Sementara si Setan rubah sangat terkejut.
Ia berada di samping muridnya, tapi tak melihat
gerakan Shin Mo ketika menampar muridnya
secara reflek ia mundur setengah tombak kebelakang.
Apakah ia benar manusia ataukah sebangsa iblis?
Aku tak dapat melihat gerakannya," batin
si Setan rubah, perasaan nya mulai bergidig ngeri
Shin mo berbalik ke arah wan ji.
Rambut putih keperakan berkibar terkena angin
senja dan mata yang merah seperti mata naga.
menambah ketampanan wajahnya.
Lalu shin mo berkata, "nona Wan tolong bawa mundur, pendekar Yo!
Wan ji tak menjawab, ia hanya menatap tajam
ke arah wajah Shin Mo seperti terpana.
Wajah gadis itu lantas merah, lalu tertunduk malu.