NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Malam

Pesona Gadis Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: novia_dwi

Alitza Zeefanya Bella, atau sering disapa Zee adalah seorang gadis cantik yang ceria. Seperti nama yang diberikan oleh orang tuanya yang berarti gadis cantik yang ceria yang selalu ada dalam lindungan Tuhan.


Hidupnya baik-baik saja, terlahir cantik serta besar di lingkungan keluarga kaya yang harmonis membuat dirinya tumbuh menjadi gadis ceria dan penuh kepedulian.


Semua baik-baik saja sampai dirinya harus kehilangan seluruh alasan kebahagiaan nya. Membuat dirinya harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan seorang wanita tua yang menjadi pengasuhnya sejak bayi.

Bekerja didunia malam membuat dirinya dipandang miring oleh semua orang. Namun dirinya tak peduli, hanya dirinya yang tahu seperti apa sesungguhnya yang ia jalani.

Akankah nasib baik kembali berpihak padanya? atau justru kehidupannya semakin sulit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia_dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

liburan

Baik Zee maupun Ben sama-sama kembali pada kesibukannya masing-masing. Bertemu satu minggu sekali jika Ben sedang berkumpul dengan teman yang lain di club Leon.

Maya juga sudah pulih dan sudah kembali bekerja seperti biasanya. Semua berjalan seperti biasa dan semestinya.

Sasa beberapa kali berkunjung kerumah Zee bersama oma. Bahkan pernah sekali waktu Sasa menginap dirumah Zee saat weekend.

Terkejut? Tentu saja Zee terkejut karena Mei masih mengijinkan Sasa untuk berhubungan dengannya. Gadis cilik itu benar-benar menganggap Zee sebagai kakak perempuan nya.

"Tidak usah dibangunkan mak. Kasian Zee.. dia pasti lelah". Oma Sandra mencegah emak yang hendak membangunkan Zee.

Jam masih menunjukkan angka 8, namun ia dan cucunya sudah duduk manis di ruang tamu rumah sederhana Zee.

" Bu Sandra kalau kesini tidak perlu repot begini". Mata emak menatap beberapa bungkusan diatas meja. Bahkan meja yang berukuran sedang itu terlihat penuh oleh barang yang dibawa oma Sandra.

"Tidak repot mak. Justru cucu saya yang suka merepotkan emak dan Zee". Sandra menatap tenang pada sosok wanita tua yang terlihat ramah itu.

" Kami senang Sasa masih mau datang kesini. Kehadiran Sasa sudah cukup bagi kami.. " Sandra tersenyum lebar, ia senang Sasa pernah bertemu dengan emak dan Zee. Mereka benar-benar orang-orang baik, batin Sandra.

"Saya tinggal ke belakang sebentar bu Sandra.. " Pamit emak pada Sandra yang langsung mengangguk.

"Oma.. aku mau nyusul emak dulu" Pamit Sasa pada sang nenek dan langsung bergegas menyusul emak ke dapur.

Sandra langsung mendengar suara cucunya mengobrol santai dengan emak. Bahkan beberapa kali cucunya itu tertawa lepas.

"Dia nyaman sekali disini". Gumam Sandra kemudian bangkit dari duduknya.

Sudah beberapa kali Sandra menemani cucunya untuk berkunjung kerumah Zee. Namun wanita bule itu seperti tidak pernah bosan melihat foto-foto yang dipajang di ruang tamu sederhana itu.

"Dia cantik dari kecil.. menggemaskan sekali". Sandra mengelus foto seorang gadis kecil dengan gaun berwarna pink. Gadis kecil itu tampak tersenyum lebar hingga menampakkan deretan gigi putihnya.

ceklek..

Sandra mengalihkan perhatiannya saat mendengar pintu terbuka. Ia melihat Zee dengan wajah bantal dan rambut yang acak-acakan berjalan sedikit sempoyongan menuju dapur.

" MICIIINN!!! '. Tak lama Sandra sudah mendengar suara Zee memanggil cucunya.

"Aaaa... kakak kangen deh ama kamu". Seru Zee memeluk Sasa.

" Aku juga kangen sama kakak. Tapi nggak mau dipeluk, kakak bauuu... " Kini terdengar suara cucunya yang tak kalah keras.

"Enak aja.. aku wangi tau". Zee tak terima. Ia mengapit leher Sasa dan membawa gadis cilik itu keluar kembali ke ruang tamu.

" Iiih kakak lepasin ah.. kakak belum mandi". Sasa coba melepaskan diri meskipun tak sungguh-sungguh. Ia suka dengan semua perlakuan yang ia dapat dari Zee.

"Biarin, nih.. nih.. nih.. biar kamu ketularan bau". Zee tertawa sambil terus memeluk leher Sasa. Ia tak menyadari ada Sandra disana.

" Seru sekali kalian ini". Zee membeku, tangannya langsung melepaskan leher Sasa saat mendengar suara Sandra.

"Eh bu Sandra.. hehe.. " Zee tertawa sumbang, ia segera merapikan rambutnya yang acak-acakan kemudian meraih tangan Sandra dan mencium nya.

Zee tidak menyangka jika ada tamu, dirinya keluar kamar juga hanya untuk minum saja tadinya. Jika tahu ada tamu, ia akan merapikan penampilannya. Paling tidak menyisir rambutnya.

"Sudah dari tadi bu? ". Tanya Zee berbasa-basi.

Sandra kembali duduk diikuti Zee, sementara Sasa kembali ke dapur menyusul emak yang tengah membuat minum dan menyiapkan hidangan untuknya dan Sandra.

" Belum lama. Lelah sekali ya? ". Tanya Sandra menatap Zee penuh sayang. Mengenal Zee beberapa waktu sudah membuat nya menyayangi gadis tangguh itu.

" Setiap pekerjaan pasti melelahkan bu". Sahut Zee bijak.

"Saya permisi ke belakang dulu bu Sandra". Pamit Zee pada Sandra. Ia ingin ke kamar mandi, mencuci muka dan menggosok gigi.

" Yasudah sana.. " Zee berlalu, meninggalkan Sandra seorang diri yang menatap punggung nya hingga menghilang.

"Gadis hebat.. " Gumam Sandra.

Lama Sandra ada dirumah Zee, bahkan sudah sempat pergi ke mall bersama-sama sebelum dirinya pamit pulang. Sementara Sasa, gadis cilik itu memilih menginap karena sejak semalam memang sudah meminta izin kedua orang tuanya.

Awalnya Meidina melarang Sasa terlalu sering berkunjung kerumah Zee. Masih ada sedikit rasa ragu tentang sosok Zee meskipun ibu dan anaknya sudah berulang kali meyakinkan Mei jika Zee adalah gadis baik-baik.

Namun seiring berjalannya waktu, Mei melihat perubahan-perubahan kecil setiap kali Sasa bertemu dengan gadis bernama Zee itu. Banyak sikap dan sifat buruk Sasa yang mulai ditinggalkan, berganti dengan sikap lembut dan penuh pengertian. Dari sana Mei mulai memberi kebebasan pada Sasa jika ingin berkunjung ataupun menginap dirumah Zee. Dengan syarat Zee maupun emak tidak keberatan dengan keberadaan Sasa.

...☘️☘️☘️☘️...

Libur akhir tahun sudah didepan mata. Seperti tahun-tahun sebelumnya, club akan mengadakan Family gathering. Kali ini pantai di selatan jawa barat menjadi tujuan mereka.

Zee memastikan kesehatan emak sebelum pergi berlibur. Mengantar emak kontrol dan memastikan obat-obatan emak aman dalam kurun waktu satu minggu.

Bagi Zee, emak tetap prioritas utamanya. Tiga tahun lalu Zee memilih melewatkan liburan gratisan ini demi menemani emak yang kala itu dirawat dirumah sakit karena penyakit darah tinggi yang dimilikinya.

"Aku panggilin mbak Mirna buat nemenin emak ya? ". Tawar Zee pada emak.

Mirna adalah seorang perawat yang sering Zee mintai tolong untuk menjaga emak. Tentu saja Zee memberi upah untuk Mirna.

" Tidak usah. Emak baik-baik saja.. kondisi emak baik neng".

"Nanti kalau memang terasa nggak enak, emak akan telpon bu Mirna sendiri". Zee sudah siap pergi, koper sudah ada disamping nya namun gadis itu masih mengkhawatirkan emak.

" Emak ikut aja deh yuk.. " Usul Zee kemudian membuat emak tertawa.

"Beneran mak. Bang Leon juga pasti izinin kok.. " Imbuh Zee karena emak justru tertawa.

"Emak lebih suka di rumah neng. Capek pergi-pergian jauh. Kalau dirumah kan bisa kapan saja tiduran.. " Jelas emak karena Zee masih memasang wajah khawatir.

"Sudah sana. Itu mas Ilham sudah nungguin kamu dari tadi". Akhirnya emak mendorong pelan tubuh Zee.

" Sudah cepat sana.. kamu juga butuh bersenang-senang ". Emak tersenyum hangat saat Zee memeluk nya.

" Mas Ilham tolong jagain anak emak ya.. " Maya mendengus mendengar panggilan emak. Namun ia tetap berlaku sopan.

"Maya mak... panggil nya bisa dong diubah jadi Maya. Ma-ya.. " Ucap Maya sengaja mengeja namanya.

"Sudah bagus namanya Ilham, ndak cocok kalo dipanggil Maya" Emak tetap ngeyel dan akhirnya Maya mengalah.

"Lagian emak salah kalau nitipin Zee ke aku. Yang ada tuh aku yang dijagain sama Zee.. " Maya terkikik membuat emak menggeleng heran.

Kadang bingung melihat Maya, apa kurangnya lelaki itu. Apa pula penyebab nya bisa jadi seperti sekarang ini. Namun dari semua hal itu, satu yang emak yakini adalah Maya orang baik. Orang yang bisa ia percayai untuk menitipkan Zee.

"Emak baik-baik dirumah ya. Kalo ada apa-apa langsung telpon aku". Pesan Zee saat sudah berdiri di ambang pintu.

" Emang kalo emak telepon yey, yey bisa terbang kesini saat itu juga? ". Zee melirik Maya kemudian mencebikkan bibirnya. Membuat Maya dan Emak tertawa.

" Emak baik-baik aja. Jangan terlalu mikirin emak, nikmatin liburannya neng.. " Emak mengelus lengan Zee dengan sayang.

"Oh iya.. hampir lupa. Ini buat pegangan mak, kalau males masak beli aja ya mak. Jangan capek-capek". Zee mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan dan ia serahkan pada emak.

Emak yang sudah hafal sifat Zee memilih menerimanya daripada meributkan perkara uang dan membuat Zee semakin enggan pergi.

" Aku berangkat dulu ya mak.. " Zee kembali memeluk emak, membuat Maya berdecak kesal melihatnya.

"Kamu pergi cuma 4 hari Zee. Kamu kaya pamitan mau merantau ke Arab". Ledek Maya merusak suasana saja.

" Kamu berisik banget deh ih.. " Zee mencubit gemas perut rata Maya.

"Aww... kdrt nih, bisa aku laporin kamu". Sungut Maya membuat Emak dan Zee tertawa.

Dan akhirnya meskipun dengan berat hati, Zee meninggalkan emak dirumah seorang diri. Berulang kali ia menoleh ke belakang, dimana emak masih berdiri didepan pintu dan melambaikan tangan padanya.

...¥¥¥°°°¥¥¥...

...Cihuuyyy asyik nih ah Zee liburan, ikutlah ya aku🤩🤭...

...Apakabar nya readers? Semoga sehat semua ya.. aamiin🤲🤲...

...Jangan lupa ritualnya pemirsah, like komennya ayo dikencengin 🤗👍✌...

...Happy reading ya semua, sarangheyo sekebon readers💋💋💋 ❤🥰😍🤩🤩❤🥰❤😍💋💋😘😘😘😘...

1
Astrid Fera
seru kok kak cuma Zee dbuat yg lbih tangguh lgi kak,,kyg pinter bela diri gtu kn tmbh seru nnti,,itu saran aku j SC kak😄😄tetap smngt kak💪💪
amma_iKiss: hihi.. tenang kak, pemeran perempuan di novel aku semua strong kok🤭 Btw makasih dukungannya ka😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!