Tiga persahabatan Laras, Clarisa dan Maria telah menikah dengan pasangan masing - masing hingga di karuniai anak - anak yang tampan dan cantik.
Alviana anak dari pasangan Alvonso dan Laras seorang sekretaris menjalin hubungan dengan bosnya bernama Arlan seorang pria CEO dan tanpa di ketahui oleh Alviana ternyata CEO tersebut ternyata seorang ketua mafia yang sangat kejam tidak segan membunuh orang yang berkhianat selain itu ternyata pria tersebut musuh bebuyutan kakaknya Alvonso. Akankah hubungan berlanjut ke jenjang pernikahan atau kandas di tengah jalan?
Ada juga Liani seorang sekretaris bekerja di kantor Harlan, seringnya bertemu merekapun saling jatuh cinta walau jarak usia terlampau jauh tapi tidak diperdulikan oleh mereka berdua.
Akankah hubungan Liani dan Harlan sampai ke jenjang pernikahan atau kandas di jalan? ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arlan Bertemu dengan Alviana
" Tapi Daddy ,Alya pertama kali melihatnya langsung jatuh cinta." ucap Alya merajuk.
" Kalau kamu cinta tahan perasaanmu yang ada nanti tuan Candra menjadi kurang respek padamu." ucap Daddy Rochard.
" Daddy, gimana caranya Daddy harus menjodohkan aku dengannya." ucap Alya.
" Umurmu masih 16 tahun dan kamu masih sekolah tidak mungkin kamu menikah umur segitu, minimal 18 tahun menikah." ucap Daddy Richard sabar menasehati putri kesayangannya.
" Tunangan dulu dad, setelah itu nanti umur 17 tahun baru menikah.
" Tapi..." ucapan terpotong karena istrinya memotong perkataannya.
" Sudah daddy turuti saja permintaan anak kita." ucap Mommy Ana.
" Hah baiklah terserah kalian sajalah, sudah diam orangnya datang." ucap daddy Richard.
Arlan berjalan menuju kursi yang agak jauh dari Alya membuat mereka bertiga terkejut terlebih Alya. Alya tanpa punya rasa malu langsung berdiri ingin duduk dekat Arlan.
" Maaf, saya tidak biasa duduk dekat wanita, silahkan nona Alya duduk kembali." ucap Arlan tegas.
" Tapi.." ucap Alya terpotong karena Arlan memotong pembicaraannya.
" Kalau tetap memaksa saya tidak jadi makan dan kita batalkan kerjasama kita tuan Richard." ucap Arlan yang sudah mulai kesal dengan sikap Alya.
" Maafkan putri saya tuan Arlan, Alya duduk di tempatmu!!" perintah daddy Richard tegas.
" Baiklah dad." jawabnya sambil cemberut.
Arlan menikmati makanannya tidak memperdulikan Alya yang sedang menatapnya dengan kesal.
Selesai makan tuan Richard meminta Arlan untuk masuk ke dalam ruangan kerja miliknya untuk membicarakan bisnisnya.
Selesai membicarakan bisnisnya dan menandatangani kerjasamanya mereka berdua mengobrol secara santai.
" Maaf, apakah tuan Arlan tidak tertarik dengan putriku Alya?" tanya tuan Richard
" Bukannya saya tidak tertarik, karena saya masih sekolah dan bekerja, saya belum memikirkan untuk menikah." ucap Arlan menjelaskan.
" Oh begitu, bagaimana kalau kalian berdua bertunangan dulu. Nanti jika Alya sudah lulus sekolah kalian menikah." ucap Tuan Richard.
" Maaf umur saya masih muda dan saya belum ada keinginan untuk menikah. Target saya menikah di usia 30 tahun baru saya memikirkannya. Jadi kalau nona Alya mau menunggu silahkan saja." jawab Arlan tegas
" Apakah tidak terlalu lama?" tanya tuan Richard.
" Kalau nona Alya menemukan jodoh yang lebih baik silahkan saya tidak akan marah." jawab Arlan santai.
" Baiklah nanti saya akan sampaikan pada putriku Alya." jawab tuan Richard pasrah.
" Ok. Karena tidak ada pembicaraan lagi saya akan pergi karena saya ada janji dengan klien lagi." ucap Arlan tanpa basa basi pasalnya Arlan sudah mulai jenuh.
" Ok silahkan, senang bekerja sama dengan tuan Arlan." jawab tuan Richard.
Mereka berjabat tangan dan kemudian Arlan pergi meninggalkan rumah tuan Richard.
xxxx
Kini Arlan sudah sampai di restoran xxx karena Arlan ada janji temu dengan kliennya. Arlan memesan meminumnya sambil menunggu kliennya datang.
Arlan menunggu lama pasalnya Arlan datang lebih awal seharusnya bertemu jam satu siang sedangkan Arlan datang jam 12 siang.
( " Huh gara - gara tuan Richard menjodohkanku dengan gadis yang tidak punya malu, gadis centil, gadis murahan terpaksa aku pergi dari rumah itu sebab kalau kelamaan ulet keket itu nempel terus..ih dasar tidak punya malu. " omel Arlan dalam hati ).
Seorang gadis pelayan restoran membawa gelas yang berisi minuman tinggal sedikit, melihat Arlan sangat terpesona melihat ketampanan Arlan membuatnya tidak kosentrasi hingga menabrak kursi restoran.
bruk
akhhh
Gadis pelayan restoran itu terjatuh dan gelas yang dipegangnya tumpah mengenai kepala Arlan.
Plak
Arlan menampar gadis itu dan menatap tajam ke arah gadis pelayan restoran itu.
" Sial, kamu ngga punya mata ya? kalau jalan itu lihat - lihat hah!!" bentak Arlan sambil mengambil saputangan dan mengelap wajahnya.
" Maaf tuan saya tidak sengaja." ucap gadis pelayan restoran itu ketakutan sambil memegang pipinya.
" Tidak sengaja enak saja kalau ngomong, tidak ada maaf buatmu!!" bentak Arlan lagi sambil tangannya diangkat ke atas sedangkan gadis pelayan restoran itu hanya memejamkan matanya, di hatinya sangat menyesal gara - gara mengagumi pria tampan itu dirinya terkena masalah.
Arlan yang hendak menampar gadis pelayan restoran itu tangannya ada yang menahannya, membuatnya bertambah murka dan memutar lehernya ke arah samping untuk memarahi orang yang menahan tangannya.
" Maaf kak, pelayan itu sudah meminta maaf dan juga tuan sudah menamparnya. Apakah hukuman itu belum cukup?" tanya gadis cantik dan seksi itu dengan suara lembut sambil tersenyum manis.
deg
deg
deg
deg
( " Kenapa jantungku berdebar menatap mata gadis itu, tatapannya sangat teduh dan suaranya sangat lembut dan tangannya sangat lembut memegang tanganku." batin Arlan ).
" Kakak tidak apa - apa?" tanya gadis cantik itu masih memegang tangan Arlan.
Arlan hanya diam hanya menatap gadis itu sedangkan gadis itu baru tersadar kalau tangannya masih memegang tangan Arlan.
" Maaf aku kak." ucap gadis itu sambil melepaskan tangan yang tadi memegang tangan Arlan.
" Ya, tidak apa - apa dan kamu pelayan bereskan semua kekacauan ini." perintah Arlan.
" Baik tuan." ucap gadis pelayan restoran itu.
Gadis pelayan itu pamit dan pergi ke arah dapur.
" Permisi kak saya mau pergi ke meja sana." ucap gadis cantik tersebut sambil menunjukkan arah meja makan.
" Silahkan." ucap Arlan
Gadis itupun tersenyum dan pergi menuju ke meja restoran. Sedangkan Arlan yang tadi merasa bosan menunggu menjadi tidak bosan karena ada pemandangan yang sangat indah untuk di lihat untungnya saling berhadapan walau jaraknya hanya dibatasi dua meja.
( " Bodoh kenapa tadi tidak bertanya namanya ya? kok aku jadi begini sich!! ingat Arlan semua gadis itu hanya akan memperhambat karirmu, kamu masih sekolah, belum lagi kuliah, belum lagi membalas Alvonso." omel Arlan pada dirinya sendiri ).
Tidak berapa lama datang seorang gadis dengan gaya agak tomboy berjalan dan matanya melirik ke sana ke mari mencari seseorang setelah bertemu orang yang di cari langsung menuju ke arah gadis itu.
" Alviana?" teriak gadis tomboy itu sambil berjalan cepat.
Sontak semua orang termasuk Arlan menatap gadis tomboy itu sedangkan yang ditatapnya hanya cengir kuda.
Gadis itu duduk berhadapan dengan temannya bernama Alviana anaknya Daddy Alvonso dan mommy Laras.
Gadis yang tadi menahan tangan Arlan agar tidak menampar adalah Alviana.
" Arin, kamu bisa ngga sih kalau manggil orang jangan teriak, malu tahu diliatin orang." ucap Alviana
" Cuek aja kali, kenapa mesti malu." ucap gadis tomboy yang bernama Arin.
" Kamu itu perempuan, kalau bicara yang lembut." nasehat Alviana.
" Iya, iya aku usahain berubah." ucap Arin.
Mereka memesan makanan sambil menunggu mereka mengobrol sambil tertawa. Gadis pelayan restoran yang tadi wajahnya di tampar sangat kesal pasalnya gajinya di potong oleh managernya.
Gadis pelayan itu sangat dendam pada Arlan dan ingin membalasnya. Karena gara - gara dirinya dia menerima tamparan dan makian dari Arlan dan juga menerima amarah dari managernya, padahal kan kena airnya sedikit kenapa mesti marah dan menampar itu yang dipikirkan gadis itu.