NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Bab 6

Panti asuhan kini terasa sepi, hanya anak-anak kecil yang tersisa di antara anak-anak yang merindukan kasih sayang orang tua. Arina adalah satu-satunya anak berusia tujuh belas tahun, hanya dia, dan Rania Putri yang berusia tujuh belas tahun. Secara teknis Arina adalah satu-satunya anak panti yang berusia tujuh belas tahun, itu karena Rania tidak termasuk dalam kategori anak panti asuhan. Rania Putri sendiri adalah putri dari kepala panti, dia memiliki orang tua, dan tidak akan di adopsi, jadi dia tidak termasuk dalam kategori anak panti asuhan.

Arina turun dari motor milik kakaknya, dia menyambut tangan Tion Andrews, dan mencium punggung tangannya. Arina melambaikan tangan ke arah kakaknya, dan pergi ke arah Rania Putri yang menunggu di depan pintu panti asuhan.

"Kenapa lama sekali?" Ujar Rania Putri.

"Aku mengobrol dengan kakakku, jadi agak lama deh." Balas Arina pada Rania Putri. Arina melihat motor kakaknya sudah menjauh, dan menghilang, lalu dia meraih tangan sahabatnya. Mereka lalu pergi ke ruang buku, Rania Putri tersenyum begitu melihat tumpukan buku yang di bawa Arina Andrews di tote bag.

"Ya tidak apa-apa, kalian kakak adik akrab, tapi aku penasaran dengan buku yang kamu bawa. " Ujar Rania Putri tersenyum begitu manis.

Dari arah belakang Rania, tanpa di sangka muncul sesosok yang tidak bisa di tangkis.

"Kalian, belu buku lagi, beli buku lagi. Dari SD sampai SMA kerjaannya belu buku terus. Apa tidak cukup satu ruangan Ibu isi dengan buku." Ujar Ibu Kepala Panti.

"Ibu, ini aku...eee.." Rania Putri tidak bisa beralasan, memang Arina, dan Rania Putri membeli buku bukan untuk keperluan khusus, dan sudah sering juga mereka di marahi sebab mengisi penuh lemari buku yang ada di ruang buku.

"Sudah terlanjur di beli Ibu, jadi biar sajalah mereka bersenang-senang. " Tiba-tiba saja Sarah muncul dari belakang. Ibu Kepala Panti hanya bisa menghela nafas panjang, Arina, dan Rania Putri pun masuk ke dalam ruang buku setelah Ibu Kepala Panti mengizinkan.

"Aku tidak habis pikir dengan mereka, apa tidak cukup buku pelajaran mereka baca, masih beli buku lagi." Ujar Ibu Kepala Panti merasa pusing dengan kelakuan anaknya, dan anak asuhnya.

"Biar saja, di larang juga mereka makin parah Bu. " Balas Ibu Sarah. Kini Ibu Kepala Panti merasa makin pusing, sebab Sarah malah membela hobi kedua anak remaja itu. Anak-anak panti lain yang lebih kecil berseliweran di sekitar ruang buku, sebab di depan ruang buku adalah ruang bermain, Ibu Panti meski galak, dia pandai menjaga anak-anak. Dia, dan Sarah selalu menjaga anak-anak dengan baik.

Arina Andrews, dan Rania Putri mereka berdua sibuk dengan buku mereka masing-masing. Hingga sesuatu dengan wangi lavender menarik perhatian Arina, dan Rania. Itu adalah aroma sabun mandi milik Thomas Andrews. Hanya Thomas Andrews, dan Tion Andrews yang beraroma seperti itu, kadang juga beraroma lemon.

Arina tidak menoleh pada orang yang telah membuangnya. Dia memilih mengabaikan saja orang yang sedang berdiri di samping pintu di dekat tembok. Sosok itu tertutup tembok. Sama seperti tembok antara dirinya, dan putri kecilnya yang sudah tidak kecil lagi. Andai dia tidak menaruh Arina di panti asuhan mungkin dia bisa melihat Arina kecil itu seperti apa.

Rania memberikan kode pada Arina agar menoleh, atau setidaknya menemui sosok itu, tetapi Arina tetap keras kepala. Dia jengah dengan kehadiran sang ayah. Dia tidak ingin bertemu dengan Thomas Andrews, dia tidak merasa jika menemui ayahnya adalah sebuah keharusan.

Thomas Andrews masih memperhatikan dari tembok, dia mendengarkan apa yang terjadi di dalam ruang buku. Dan tampak Arina Andrews yang tidak ingin bicara apapun. Sarah datang, dan meminta Thomas Andrews untuk duduk di ruang tamu, tetapi Thomas Andrews menolak, dia lebih memilih memperhatikan putrinya diam-diam.

Arina yang tahu dirinya di perhatikan akhirnya tidak tahan, sudah satu jam pria tua itu begini. Apa dia tidak lelah berdiri saja di sana. Dia berdiri lalu menatap tajam pada Thomas Andrews. Tatapannya kian melembut ketika tahu Sarah ada di samping Thomas Andrews.

"Apa yang anda lakukan dengan hanya berdiri saja di sini? " Tanya Arina tanpa ada nada ketus sedikitpun. Dia tidak ingin Sarah tahu jika dia membenci kekasih Sarah itu. Meski Sarah sudah sejak awal tahu hal ini, Arina hanya bersikap ramah pada ayahnya saat ada Sarah.

"Aku hanya ingin diam-diam melihatmu. Ayah bawakan coklat untukmu, dan untuk temanmu." Ujar Thomas Andrews.

Sebungkus coklat mahal terpampang di depan nya, tetapi Arina tidak tertarik. Dia sama sekali tidak suka pada makanan berbahan coklat, dan tanpa tahu apapun Ayahnya malah memberikan sekotak coklat untuknya. Mungkin dia hanya akan memberikan sekotak coklat itu pada Rania. Arina alergi pada coklat, dia bisa muntah kalau terlalu banyak makan benda itu.

Thomas Andrews agak kecewa Arina tidak menunjukkan ketertarikan, sementara Sarah hendak menghentikan Thomas Andrews agar tidak sembarangan memberikan Arina makan. Arina mengambil kotak coklat itu, Thomas Andrews merasa senang, sementara Sarah menganggap Arina hanya menghargai pemberian ayahnya. Meski tidak akan di makan apa salahnya menerimanya?

"Aku punya tiket ke taman hiburan, tiga hari lagi aku, dan Sarah akan menikah. Ayo kita rayakan dengan ke taman hiburan besok. " Thomas Andrews menaruh satu tiket ke atas kotak coklat Arina. Arina menggelengkan kepalanya, dia ingin pergi, hanya saja dia ingin Rania ikut dengannya.

"Aku tidak ikut, aku ingin Rania ikut denganku." Ujar Arina berterus terang. Dia selalu bersenang-senang dengan teman baiknya itu, jadi dia tidak terbiasa bersenang-senang sendiri, apa lagi dengan dua orang dewasa di antaranya.

Thomas Andrews tidak memikirkan sampai ke sana, dia tidak terpikir jika Arina mungkin merasa nyaman berada di dekat trman sepantarannya.

"Aku sudah memesan tiket lainnya secara online, ini, ambillah. Besok kita berangkat dengan Rania juga." Balas Thomas Andrews menyerahkan satu tiket lagi. Kini senyum merekah di bibir Arina. Dia senang bisa bersenang-senang dengan teman baiknya.

Meski Thomas Andrews harus membeli tiket tambahan untuk dirinya sendiri, dia tidak masalah asalkan putrinya bahagia bisa bermain dengan temannya. Sarah hanya tersenyum melihat Arina tersenyum, dan ingin tertawa melihat tingkah Thomas Andrews yang harus membeli tiket lagi secara online untuk dirinya sendiri. Dan jadilah Arina Andrews, Sarah, Thomas Andrews, dan Rania Putri besok akan pergi ke taman hiburan di kota itu.

Setelah Thomas Andrews pulang kembali Arina memberikan sekotak coklat dari Thomas Andrews untuk Rania.

" Apa tidak masalah kau memberikan ini buat ku? Cobalah sedikit, lagian kau gak akan muntahkan cuman gara-gara makan sedikit." Ujar Rania pada Arina.

"Aiss Gak lah, kau kan tahu aku gak suka coklat. Alergi aku tuh." Arina hanya bersender sambil membaca buku kembali, meninggalkan coklat itu di depan Rania.

"Ya udahlah makasih." Balas Rania. Dia tahu betul Arina menerimanya hanya untuk sekedar menghargai pemberian ayahnya, hanya saja memberikan barang yang di berikan orang lain padamu juga jangan sering-sering, sama tidak baiknya.

Sarah mengirimkan pesan pada Thomas Andrews diam-diam setelah mendengar percakapan Arina Andrews, dan Rania Putri diam-diam pula.

"Lain kali bawakan bolu pisang saja, Arina Alergi pada coklat. " Tulis Sarah pada Thomas Andrews.

Thomas Andrews membaca pesan itu, dan membalas "Akan aku ingat."

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝑫𝒆𝒘'𝒂
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!