NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keberangkatan ke Jawa Barat

    Pagi hari dua wanita paruh baya sibuk menyiapkan sarapan yang sudah matang, walau baru mengenal dalam waktu yang singkat mereka berdua tampak akrab seperti teman yang sudah lama.

   Ratna tampak senang karena ada yang menemani nya karena ketiga anak nya dan suami nya selalu sibuk dengan pekerjaan dan kegiatan masing masing, bahkan ada dua anak asuh nya pun ikut sibuk berbarengan.

  Semenjak nia tinggal dirumah nya ibu tiga anak itu begitu senang karena rumah nya ramai tidak hanya sore sampai malam, nia juga begitu di manjakan ratna sama seperti anak anak nya tapi kali ini lebih spesial nia.

   Wanita mana yang tidak menunggu anak kecil hadir dirumah nya, "Oma, nia hari ini ulangan di sekolah pasti pulang cepat boleh ikut pulang ke rumah nenek?"

  "Aduh sayang oma, Semangat ulangan nya nanti oma buatin kue dan coklat ya, ulangan nya berapa lama sayang?"

  "Nia ulangan lima hari Oma, habis ulangan ada lomba di sekolah, nia udah daftar lomba mewarnai dan lomba lari"

   Gadis kecil itu begitu semangat menjelaskan seluruh kegiatan yang akan di lakukan nya, tanpa ada satu pun yang terlewatkan.

   "Sayang nya Oma, bukan oma mau larang kamu ikut ante pergi kesana tapi kan ulangan nya aja lama banget kalo nia ikut nanti pasti cape banget, belajar nya gimana pasti pulang malam sekali"

   "ehemmm iya deh nia dirumah aja ya oma, nenek tapi kalo nanti nia libur naik kelas ikut ya ke rumah nenek"

   "iya sayang, sarapan lah sekarang terus berangkat sekolah bekel nya hari ini nasi goreng ya"

   Ratna memang tidak pernah menjanjikan dan mengajarkan untuk menjanjikan sesuatu yang belum pasti, tapi dengan penjelasan yang detail selalu menjadi sebuah jawaban dari setiap pertanyaan yang selalu di ucapkan anak anak nya dan sekarang bertambah nia.

  Wanita paruh baya itu tersenyum setiap pagi mendengar celotehan nia yang begitu aktif, apa pun yang di lakukan di pikir atau di rasakan akan di ungkapkan karena ia mengajarkan nya supaya mental seorang anak tidak rusak dengan memendam sendirian.

  Seseorang menjadi sukses karena dorongan dari diri nya sendiri kalau dari diri sendiri mentalnya sudah rusak apa yang akan di bangun untuk menjadi sukses.

   Waliyah begitu senang melihat cucu nya di perlakukan begitu lembut, rasa malu nya menyelimuti diri karena selama nia berada di dekat nya merasa sering menyia nyiakan dan memperlakukan nya dengan kurang baik.

   Mereka semua selesai sarapan dan bersiap dengan kegiatan masing masing, Nia yang pergi sekolah di antar banu setiap pagi dan tidak ada yang boleh mengantar nya sekolah selain banu.

  Tinggal lah Ratna, Waliyah, Bunga menunggu bari datang karena di ajak menginap di tempat vandy, mereka bertiga mengobrol panjang lebar

    "Awal nya saya pikir keluarga ini kaku dan pasti kurang nyaman mba, tapi saya salah ke balik menilai"

   "Semua mengatakan hal yang sama bu, tapi kita ngak ambil pusing orang menilai apa pun itu, bunga senang di nilai orang apa saja selalu di terima ah pokok nya"

  "Baik sekali kamu cah ayu, jangan sungkan bercerita atau mengadu kalau ibu mu ngak mau denger, aku siap gantiin kok" mereka semua tertawa bersama sampai terdengar suara mobil di halaman depan rumah di tengah obrolan mereka.

  "Mba anak anak sudah mencari ruko untuk toko kue, nanti di bantu anak anak urus tempat dan persiapan nya, ngak boleh di tolak ya, ini bukan mba sendiri yang jalani ada aku jangan sungkan untuk berdiskusi dan bercerita apa pun itu,loh"

  Ratna sampai lupa memberitahu rencana yang kemarin di bahas bersama, menaruh harapan supaya waliyah yang di anggap sahabat dan saudara nya bisa lebih maju untuk usaha.

  "Terima kasih banyak mba saya kira cuma bercanda kemarin, tapi apa bisa dadakan begini mbaa?"

  "Udah mba tenang aja ada bunga dan helen kita tenang aja santai santai, nanti kalau sudah siap semua saya akan kesana sama anak anak, mba ngak boleh larut sedih nya, kita sama sama bangun usaha nya ya sampai mba siap untuk usaha mandiri"

  Waliyah terharu di perlakukan baik selama hidup nya orang menganggap rendah karena sebagai janda anak 4, sudah banyak pait dan asin di rasakan sesekali manis dalam hidup nya, semangat nya hampir hilang di tambah masalah yang menimpa rumah tangga anak nya bari anak yang di besarkan sendiri dengan perjuangan besar.

   "Vandy, ngapain ...... Ngak kerja kamu ?" ratna berteriak bagai ibu tiri yang lagi mengejar anak.

   "Mati lah sudah masih pagi udah konser"

    "Vandy ...... Ibu tanya"

     "Ibunda Ratu jadwal ku libur selama 4 hari ke depan, ananda tidak akan bolos bekerja ibunda ratu, karena ini masih pagi jangan mengamuk tolong ibunda"

   yang lain tertawa melihat vandy menjadi ceceran Ratna dengan mode ibu tiri "Rasain lu libur dua hari bilang empat hari" bunga menimpali nya sambil terkekeh.

      "Mana jadwal mu ibu mau lihat"

       "Tamat sudah riwayat healing, tolong dong gaes gimana si kalian malah ketawa cengengesan begitu"

      "Maafkan kami bro, karena yang menyecar mu adalah surga dunia dan akhirat maka dari itu kami tidak bisa membantu" revo pun meledek nya

    "Vandy ...... Dengar ngak ibu bilang apa"

  mendadak suara tawa helen mengakak menertawai vandy, "lagi gaya gayaan di pake nyambung cuti, omelin aja Bu"

   Vandy mencari sumber suara itu, ternyata Calling Call yang di lakukan nya bersama bunga mendadak di mode louspaker gatel meledek.

   "Vandy ..... Satu ... dua...."

    "Iya ibu, siap ini jadwal saya sebulan kedepan dua har ini memanglah libur tapi dua hari selanjutnya saya mengajukan cuti"

    Memang dia seorang polisi tapi tetap di luar pekerjaan dan kelas seragam nya vandy tetap yang paling lucu dan gesit.

    "Gimana si kalian bukan nya bantu malah mendatangkan suara Kunti bentia begitu pula dari telepon"

   "Sudah siap semua nya?" ratna menatap para ke empat pemuda itu dengan mantap kecuali dengan vandy masih dengan tatapan seperti panas siap meluncur begitu saja.

pak dayat yang ada di tengah mereka pun Ikut menyimak tugas masing masing.

  "Bunga, Helen Tolong nanti di pastikan semua nya ya nak, jangan sampai berantakan kalau perlu di beli beli saja ruko nya biar ngak gaduh kedepannya"

   "Revo, Vandy ...... Tolong jaga anak anak gadis, vandy kamu belum selesai urusan nya sama ibu" mata nya kembali menghunus ke arah nya dengan tajam

 "Bahri, kamu persiapkan diri waktu kamu memang cuma satu minggu untuk, untuk anak anak mu disana tenang aja bunga dan helen yang akan membantu, fokus lah bekerja"

  "Pak Dayat, selama anak anak keluar kota tolong bantu jaga vania ya"

Semua meng iyakan apa yang di pesankan ratna tanpa membantah, walau pikiran bari masih bingung dengan apa yang akan di lakukan pemuda kota untuk keluarga nya, tapi bari sendiri tetap positif untuk hal itu

"Sudah ....? Berangkat lah hati hati di jalan ingat beri kabar, kamu vandy nanti ibu akan telepon kabari kalau sudah sampai"

"Ampun Bu, beneran ngak lagi lagi Bu"

"Berangkat lah kalian jaga mba waliyah awas ya sampe ibu dengar kabar tentang kalian yang ngak enak"

     Mereka semua masuk ke dalam mobil, Ratna melepas perjalanan ke enam orang itu dengan senyum harapan "semoga baik baik saja sampai tujuan" mata nya masih menatap belakang mobil yang terus berjalan ke depan Sampai di ujung jalan tidak terlihat lagi, baru lah dia kembali masuk ke dalam rumah.

   "Pak nanti kita jemput nia ya, ajak nia ke cafe yang sering dia ceritain saya ngak tau dimana itu"

   "oh saya tau baik Bu, saya kembali ke pos mang Darmo"

  Di dalam mobil mereka puas meledek vandy yang masih gelisah hati nya karena bagai anak tiri yang di tekan hidup nya padahal karena ulah nya memaksa untuk ikut pergi ke kampung halaman waliyah di Jawa Barat.

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!