NovelToon NovelToon
Mati

Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Queenvyy27

Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,

" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.

" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."

" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sumala

Setelah mandi pak tarjo pun buru buru ke kamar nya, Tubuh nya terasa sangat lelah dari biasa nya,

" Apa lagi sih kan tugas ku sudah selesai." ucap pak tarjo saat melihat wanita sedang duduk di sudut kamar nya.

" Sudah lah aku lelah mau tidur." ucap pak tarjo seraya merebah kan tubuh nya.

" Kang." ucap wanita itu.

" Apa sih sana pergi." sahut pak terjo seraya membelakangi sosok wanita itu,

" Kang aku nia boleh kah aku tidur bersama mu."

" Hah nia." pak tarjo langsung memutar tubuh nya, dan ternyata sosok wanita yang mirip dengan nia sudah ada di sini.

" Kang aku kangen." Ucap nia seraya memeluk pak tarjo,

" Aku juga kangen sayang." ucap pak tarjo seraya membalas pelukan dari nia.

" Loh bukan nya nia sudah meninggal." batin pak tarjo seraya merenggangkan pelukan nya, tapi wanita itu seakan enggan melepas kan pelukan nya justru semakin kuat,

" Nia bukan nya kamu sudah meninggal lepas kan aku." ucap pak tarjo mulai panik.

Tapi sosok wanita itu semakin kuat dan seperti ada kuku yang menancap di punggung pak tarjo,

Hihihihihi

Sosok nia berubah jadi kuntilanak yang biasa meneror Desa Lengi, Alhasil pak tarjo pun mendorong paksa kuntilanak itu dari tubuh nya.

" Kurang ajar kenapa kau bisa masuk ke kamar ku." pak tarjo mengeluarkan ilmu nya, dan sosok kuntilanak itu dengan sekejap menghilang.

" Sial kenapa dia bisa masuk kesini, rumah ku sudah di pagari bahkan Desa ini, tapi kenapa dia masih bisa masuk." ucap pak tarjo seraya merintih karena punggung nya terasa pedih.

" Kenapa punggung ku." pak tarjo buru buru mencari cermin, betapa terkejut nya luka tusukan menganga dan darah mengalir deras di punggung nya.

" Dasar kuntilanak biadab berani sekali dia melukai ku, awas saja pasti aku balas." ucap pak tarjo Dan ia memilih membiarkan darah itu mengalir karena tubuh nya benar benar terasa lelah yang teramat, ia memilih tidur dengan keadaan luka di punggung nya.

" Ini terkahir kali aku menyentuh tubuh mu, tapi lihat saja efek dari kuku ku yang bersarang di tubuh mu." ucap sosok kuntilanak itu.

" Kakak." batin sukma yang tidak jauh dari sosok kuntilanak itu, sukma juga melihat apa saja yang di lakukan oleh pak tarjo memang ia sudah lama mengintai pak tarjo, Sukma mendekati sosok kuntilanak itu.

" Kakak kamu kah itu." ucap sukma, Tapi sosok kuntilanak itu merubah rupa wajah nya seperti biasa.

" Kakak, tolong kata kan kepada ku kamu kakak ku bukan, jika iya tolong henti kan teror mu, kamu sudah banyak membunuh orang yang tidak bersalah." ucap sukma,

" Diam kamu dan jangan ikut campur urusan ku apa lagi menghalangi semua niat ku, Tidak hanya Desa ini tapi ada dua Desa yang akan aku serang." ucap kuntilanak itu seraya menghilang dari hadapan sukma.

" Siapa sebetul nya sosok kuntilanak itu, jika ia benar kenapa ia bisa menyentuh tubuh pak tarjo." gumam sukma seraya menuju rumah nya.

" Kakak." ucap ica saat melihat sukma datang.

" Abang kak sukma pulang."

" Mana ca."

" Itu bang."

Doni pun buru buru lari keluar,

" Syukur lah kamu pulang dek, mana satria."

" Abang beda tempat nya dengan ku bang." ucap sukma seraya melepas kan samurai dari balik punggung nya.

" Kak minum dulu." ucap ica seraya menyuguhkan segelas teh, untuk sukma

" Aku baru saja ketemu kuntilanak itu, dia menyerang pak tarjo." ucap sukma seraya menyeruput teh hangat nya.

" Terus bagai mana dek." tanya Doni penasaran.

" Luka di punggung nya, kok aku merasa dia bukan kuntilanak."

" Iya gua juga punya pikiran seperti itu." sahut Zea.

" Hantu kok punya pemikiran sih." sahut ica.

" Diam luh." sahut Zea.

" Yeee galak luh." ucap ica

" Aku tidak faham." ucap Doni.

" Aku merasa itu bukan kuntilanak asli, tapi manusia jadi jadian tapi menyerupai kuntilanak, tadi aku melihat wajah kuntilanak itu mirip dengan wajah kaka, tapi dia berubah seperti wajah biasa nya, aku jadi bingung mana susah banget di ajak bicara." ucap sukma.

" Aku juga pernah lihat sekali sekilas mirip wajah kakak mu." sahut Doni

" Ica jangan sesekali kamu pulang ke Desa mu."

" Loh kenapa kak ?."

" Kamu dan fani sedang di cari."

" Sama siapa kak ?."

" Sama siapa lagi kalau bukan paman mu, dia sudah membunuh semua anak anak nya, dan yang tersisa hanya fani, dan kini fani sedang di cari kamu juga."

" Astagfirullah paman tega sekali kamu, anak sendiri kok di jadi kan tumbal sih." ucap ica sedih,

" sepertinya kuntilanak itu punya dendam pribadi kepada pak tarjo, tapi tidak hanya kepada pak tarjo saja, ternyata empat wanita yang di temukan tergantung di pohon itu ulah si kuntilanak itu." ucap sukma.

" Aku harap kuntilanak itu mampu membunuh pak tarjo." sahut Doni

" Berat bang, mungkin aku juga tidak mampu membunuh nya, ilmu hitam nya lebih kuat dari ku, sebetul nya bukan dia tapi dukun nya, pak tarjo sudah main dengan siluman, aku semakin susah menjangkau kemampuan nya, yang ada bisa saja aku yang celaka." ucap sukma.

" Kalau begitu jangan kak, aku rasa selain kakak pun ada orang lain yang mengincar nyawa paman." ucap ica.

" Benar apa yang di kata kan ica dek, jangan menyerang jika kamu tidak di serang, kita lihat saja siapa yang akan menyerang pak tarjo kalau bukan orang lain mungkin di serang sama anak nya sendiri, ingat aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi, kamu sudah ku anggap seperti adik kandung ku sendiri." ucap Doni

Sukma pun menatap sesaat wajah abang ipar nya itu, jujur saja sukma senang Doni sudah bicara seperti itu,

" Nah itu bang satria dan bang topan." ucap ica saat melihat satria dan topan datang,

" Alhamdulillah pulang semua jadi rumah gak sepi lagi." sambung ica seraya buru buru ke dapur untuk membuat kan minuman,

" Akhirnya kalian pulang juga." ucap Doni.

" Dek ada apa dengan Desa Lengi ???." Tanya satria.

" Entah aku saja baru tiba." sahut sukma.

" Selama kalian tidak ada pokonya Desa Lengi semakin kacau, kuntilanak itu semakin parah meneror warga entah sudah berapa orang yang meninggal, bahkan sudah banyak juga yang ngungsi." sahut Zea,

" Bagai mana tidak kacau, di teror kuntilanak di tambah pak tarjo tiap malam mempersembahkan tumbal dan mengambil tumbal orang dari Desa itu, Bagai mana warga tidak pada minggat aku rasa Desa Lengi akan jadi Desa yang sesuai dengan nama nya, Sunyi dan senyap tidak ada penghuni nya." ucap sukma,

Topan hanya diam seraya menikmati kopi hitam buatan ica, sesekali ia melihat wajah sukma.

" Bang topan bagai mana keadaan fani." tanya ica.

" Fani baik baik saja." sahut topan.

" Syukur lah kalau fani baik baik saja." ucap ica.

Di tempat lain tepat nya di dalam goa yang di huni oleh dua wanita, kedua wanita itu sedang diskusi,

" Nyai kenapa aku tidak boleh membunuh pria jahat itu ???."

" Sabar sumala belum waktu nya kamu membunuh pria itu, tugas mu saat ini terus teror dia dan penghuni Desa itu."

" Baik lah nyai." ucap wanita yang bernama sumala,

1
Sisca Melyan
notbad
Allxandya
halo kak saya baru aja baca bab 1. menurutku udah dapet atmofer seremnya, tapi adegan pas belanja langsung lompat ke adegan pulang kampung terasa buru-buru banget. padahal bisa di tambah adegan antagonistik majikanya, jadi motivasi sarti buat pulang kampung bisa kerasa lebih kuat. semangat kak💪
Queen vyy: Hallo kak, trimaksih banyak ya masukannya🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!