NovelToon NovelToon
Kelopak Bunga Dan Duri Jiwa

Kelopak Bunga Dan Duri Jiwa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mafia / Transmigrasi
Popularitas:31
Nilai: 5
Nama Author: kawaichanopi

🌹 Kelopak Bunga dan Duri Jiwa

Shen Yue, dokter psikologi tegas berusia 25 tahun, berpindah jiwa ke tubuh Su Xinyi, gadis penjaga toko bunga yang hidup menderita di bawah kekejaman kerabatnya. Takdir mempertemukannya dengan Xiao Chen, penguasa mafia kejam yang menyimpan rahasia: ia mengidap gangguan kepribadian ganda—berubah dari sosok dingin mematikan menjadi pemuda ceria yang memuja bunga.

Di tengah bahaya, intrik musuh, dan tingkah laku Xiao Chen yang sering kali konyol, Shen Yue berusaha menyeimbangkan jiwa orang yang dicintainya. Di antara kelopak bunga indah dan duri tajam, tumbuhlah cinta gelap antara penyembuh jiwa dan pria yang terbelah hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kawaichanopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Di Dasar Menara

Langkah kaki mereka bergema pelan di antara puing-puing bangunan tua yang megah namun sunyi. Setiap langkah membawa Shen Yue dan rombongannya semakin dekat ke menara putih keemasan itu, dan semakin dekat pula ke sumber cahaya lembut yang terus berdenyut memanggil-manggil namanya.

Udara di sini terasa berbeda: tidak lagi berat dan penuh kematian seperti di hutan luar, melainkan sejuk, bersih, dan penuh energi yang sangat murni, seolah waktu telah berhenti berjalan di tempat ini ribuan tahun lamanya.

Xiao Chen berjalan di samping Shen Yue, tangannya tetap erat menggenggam tangan gadis itu. Di dalam dirinya, Xiao Lei dan Xiao Mo tidak berhenti berbisik, keduanya sama-sama gelisah dan terkejut.

"Energi ini... aku merasa seperti ada bagian dari diriku yang tertinggal di sini," gumam Xiao Lei pelan di dalam benak. "Rasanya sangat akrab, sangat dekat... seolah aku pernah hidup di tempat ini dulu."

"Aku juga merasakannya," jawab Xiao Mo dengan suara serius. "Dan lihatlah, Yue juga sama. Dia makin bersinar, makin kuat. Semakin dekat kita ke sana, semakin jelas semua ingatan yang terpendam mulai bangun."

Shen Yue sendiri berjalan dengan mata sedikit terpejam, seolah sedang mengikuti irama detak jantung bumi itu sendiri. Wajahnya damai, namun matanya berkaca-kaca, penuh rasa haru yang mendalam. Di sekelilingnya, dari sela-sela puing batu dan retakan tanah, mulai tumbuh tunas-tunas hijau kecil, bunga-bunga liar yang mekar seketika hanya karena kehadirannya.

"Aku kenal tempat ini..." bisiknya pelan, suaranya bergetar. "Aku ingat... dulu di sini ada alun-alun besar, penuh orang-orang yang tertawa dan bercanda. Di sana ada pasar, di sana ada taman, dan di tengahnya... menara ini, tempat kami menjaga harta paling suci kami."

Mereka sampai di depan kolam besar yang airnya sudah kering. Di tengahnya, di atas alas batu berukir indah, benda yang bersinar itu kini terlihat sangat jelas: sebuah bola cahaya seukuran kepalan tangan, berwarna putih keemasan, berdenyut lembut seperti jantung yang berdetak, memancarkan sinar yang menerangi seluruh dasar menara.

"Itu dia... Inti Akar Dunia," ucap Shen Yue dengan suara penuh hormat dan kagum. Ia melangkah turun ke dasar kolam kering itu, mendekat perlahan, seolah takut akan mengganggu benda suci itu.

Saat ia berjarak hanya beberapa langkah, bola cahaya itu tiba-tiba berdenyut sangat kuat, lalu memancarkan sinar terang yang menyilaukan mata. Cahaya itu tidak menyakiti, tapi melingkupi seluruh tubuh Shen Yue, mengangkatnya sedikit ke udara, dan menariknya perlahan mendekat seolah memeluknya kembali setelah berpisah ribuan tahun.

"Yue!" seru Xiao Chen khawatir, ingin melangkah maju, tapi kakinya tiba-tiba terasa berat, seolah ada kekuatan tak terlihat yang menahannya.

Dari dalam cahaya itu, terdengar suara lembut, tenang, dan penuh kasih sayang, suara yang terdengar seperti gabungan ribuan suara orang berbicara bersamaan namun tetap jelas dan indah.

"Selamat datang kembali, keturunan kami... Penjaga terakhir... Akhirnya kau datang... Kami sudah menunggu begitu lama..."

Shen Yue melayang di udara, matanya tertutup, air mata menetes di pipinya. Ia merasakan seluruh ingatan nenek moyangnya mengalir masuk ke dalam dirinya, seluruh sejarah, seluruh kebenaran, seluruh rahasia yang tersimpan selama ribuan tahun.

Ia melihat kembali masa lalu: bagaimana Kerajaan Akar Dunia begitu makmur dan damai, bagaimana mereka hidup selaras dengan alam, bagaimana mereka menjaga keseimbangan seluruh dunia. Lalu ia melihat datangnya kegelapan: pasukan penyerang yang membawa sihir hitam, kekuatan yang haus akan kuasa dan penghancuran.

Ia melihat pertempuran besar itu, bagaimana nenek moyangnya bertahan mati-matian, bagaimana mereka akhirnya kalah, tapi sempat menyembunyikan dan melindungi Inti Akar Dunia agar tidak jatuh ke tangan musuh. Ia melihat bagaimana mereka mengorbankan diri mereka sendiri, menyatu dengan tanah dan pohon agar tempat ini tetap tersembunyi dan aman.

Dan di antara semua bayangan itu, ada satu sosok yang paling jelas, paling kuat, dan paling berharga: sosok pemuda yang berdiri di samping Ratu Penjaga terakhir, berjuang sampai titik darah penghabisan, melindungi Inti itu dengan nyawanya sendiri. Wajah pemuda itu... persis sama dengan wajah Xiao Chen.

Shen Yue tiba-tiba membuka matanya, menatap ke arah Xiao Chen yang berdiri di bawah, wajahnya penuh keterkejutan yang luar biasa.

"Xiao Yi... kau... kau di sini... dulu..."

Cahaya itu perlahan mereda, menurunkan tubuh Shen Yue kembali ke tanah dengan lembut. Bola cahaya itu kini tidak lagi bersinar menyilaukan, tapi berubah menjadi bentuk yang lebih nyata: sebuah permata besar berwarna hijau keemasan, berukir pola akar yang rumit dan indah, dan di tengahnya, ada dua bayangan kecil yang terperangkap di dalamnya—dua jiwa yang sangat ia kenal.

Xiao Chen berlari mendekat, langsung memeluk Shen Yue memastikan ia baik-baik saja. Napasnya masih berat, matanya lebar menatap permata itu.

"Aku melihatnya, Yue... saat kau terangkat tadi... aku juga melihat semuanya. Aku melihat diriku, atau mungkin leluhurku, bertempur di sini ribuan tahun lalu. Dan aku mengerti sekarang... mengapa jiwaku terbelah menjadi Xiao Lei dan Xiao Mo."

Ia menunjuk ke arah permata itu, suaranya bergetar karena emosi.

"Dulu, saat kerajaan ini akan runtuh, ada dua orang terkuat yang dipercaya menjaga Inti Akar Dunia: satu adalah Panglima Perang yang berani dan berapi-api, yang jiwanya kini menjadi Xiao Lei... dan satu lagi adalah Penasihat Agung yang bijaksana dan tenang, yang jiwanya kini menjadi Xiao Mo. Mereka berdua mengorbankan nyawa mereka, membiarkan jiwa mereka terikat dan tersegel di dalam inti ini, agar kekuatan pelindungnya tetap hidup dan tempat ini tetap aman."

Xiao Chen menatap Shen Yue dalam-dalam, matanya penuh kelembutan dan kebenaran yang akhirnya terungkap.

"Dan aku... aku adalah reinkarnasi dari tubuh mereka berdua. Dua jiwa yang terpisah ribuan tahun, akhirnya bersatu kembali dalam satu tubuh, dan ditakdirkan untuk bertemu denganmu, keturunan Penjaga, untuk kembali menyelesaikan tugas yang belum selesai."

Shen Yue menutup mulutnya dengan tangan, air mata bahagia dan kaget mengalir deras. Segala hal yang aneh, segala perasaan akrab, segala kekuatan yang mereka miliki... semuanya sekarang terjawab sudah. Takdir mereka sudah terjalin erat sejak ribuan tahun yang lalu, sejak sejarah bangsa mereka ditulis.

"Ternyata... kita sudah ditakdirkan bersama sejak dulu," bisiknya lemah, tersenyum di tengah tangisnya. "Kita tidak baru bertemu. Kita sebenarnya baru saja kembali berkumpul."

Tiba-tiba, suara gemuruh besar mengguncang seluruh dasar menara. Dinding-dinding batu di sekeliling mereka mulai berubah, ukiran-ukiran di dinding bergerak dan membentuk tulisan-tulisan besar yang bersinar: RAHASIA TERAKHIR DAN MUSUH SEBENAR.

Dari permata Inti Akar Dunia itu, muncul bayangan wajah seorang wanita tua yang bijaksana, wajah Ratu terakhir kerajaan ini. Suaranya bergema lembut namun tegas.

"Anak-anakku... kalian telah menemukan jalan pulang, telah menemukan kebenaran diri kalian. Tapi perjalanan kalian belum selesai. Ancaman yang dulu menghancurkan kita belum hilang. Dia masih ada, masih kuat, dan kini dia sudah tahu kalian ada di sini."

Wajah bayangan itu berubah menjadi serius dan penuh peringatan.

"Musuh kita bukan sekadar pasukan atau penyihir jahat biasa. Dia adalah Raja Kegelapan, makhluk yang memakan energi kehidupan, yang ingin menghancurkan seluruh alam semesta agar dia bisa menjadi satu-satunya kekuatan yang ada. Ribuan tahun lalu dia gagal mengambil inti ini, tapi sekarang dia akan datang lagi, dengan kekuatan yang jauh lebih besar."

Shen Yue dan Xiao Chen saling berpandangan, mereka sadar bahaya besar sudah di depan mata.

"Hanya gabungan kekuatan Penjaga Kehidupan dan Dua Pelindung yang bersatu kembali yang bisa mengalahkannya," lanjut suara itu. "Di dalam inti ini tersimpan seluruh kekuatan, seluruh ilmu, dan seluruh senjata yang kami tinggalkan untuk kalian. Ambilah, gunakanlah, dan selamatkanlah dunia ini seperti yang kami coba lakukan dulu."

Shen Yue mengulurkan tangannya perlahan menyentuh permata besar itu. Saat kulitnya menyentuh permukaan dingin namun hangat itu, seketika itu juga energi yang luar biasa besar mengalir masuk ke seluruh tubuhnya, dan juga masuk ke dalam tubuh Xiao Chen yang berdiri di sampingnya.

Kekuatan itu bukan lagi sekadar sihir atau tenaga dalam... itu adalah kekuatan alam, kekuatan kehidupan, kekuatan yang mampu menciptakan, memulihkan, dan juga melindungi dengan kekuatan mutlak.

Di dalam diri Xiao Chen, Xiao Lei dan Xiao Mo berteriak bahagia, kekuatan mereka melebur menjadi satu utuh, tidak lagi terpisah, tidak lagi terbagi. Kini mereka menjadi satu jiwa yang lengkap, kuat, dan utuh, bersatu dengan tubuh Xiao Chen.

"Aku merasa... aku bisa melakukan apa saja sekarang," gumam Xiao Chen, matanya bersinar terang, aura putih dan hijau menyelimuti dirinya. "Aku merasa kekuatan ribuan nenek moyang kita ada di sini, bersama kita."

Namun, kebahagiaan dan kekuatan baru itu terputus tiba-tiba ketika tanah di bawah kaki mereka bergetar hebat. Dari langit-langit menara yang tinggi itu, terdengar suara tawa dingin, kejam, dan sangat mengerikan—suara yang sama persis dengan suara yang mereka dengar di hutan tadi.

"Bagus... bagus sekali... Semuanya sudah berkumpul, semuanya sudah lengkap. Sekarang aku tidak perlu lagi mencarimu ke sana ke mari..."

Dari atas, dari celah-celah batu langit-langit, mulai menetes cairan hitam pekat yang berbau busuk dan mematikan. Cairan itu jatuh ke lantai, lalu berubah menjadi makhluk-makhluk gelap, berwajah bengis, bermata merah, senjata mereka tajam dan beracun.

Di ujung atap menara itu, muncul sosok raksasa yang tertutup jubah hitam tebal, wajahnya tertutup bayangan, tapi matanya yang merah menyala menatap tajam ke bawah, tepat ke arah Shen Yue dan Xiao Chen.

"Selamat datang di rumahmu yang asli, Penjaga... Selamat datang kembali, Pelindung... Dan selamat tinggal... karena hari ini, sejarah akan terulang kembali, dan kali ini aku pastikan tidak ada yang selamat lagi."

Shen Yue menggenggam tongkat kayunya yang kini berubah menjadi tongkat perak berhiaskan permata hijau yang sama persis dengan Inti Akar Dunia. Xiao Chen mencabut pedangnya, yang kini berubah wujud menjadi pedang panjang berkilauan, berukir akar dan bunga, memancarkan cahaya suci yang membakar kegelapan.

Mereka berdiri berdampingan, bahu menyentuh bahu, hati menyatu, kekuatan mereka berpadu menjadi satu cahaya besar yang menerangi seluruh ruangan itu, mengusir kegelapan yang mulai merayap masuk.

"Kali ini tidak akan sama," ucap Shen Yue tegas, suaranya lantang dan berani, tidak ada rasa takut sedikit pun. "Kali ini kami tidak akan kalah. Kali ini kami akan membalas dendam ribuan tahun yang lalu, dan kami akan melindungi apa yang menjadi milik kami sampai napas terakhir kami."

Xiao Chen mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, senyumnya berani dan penuh keyakinan.

"Dan kami tidak sendirian. Kami membawa harapan, kami membawa kekuatan ribuan jiwa yang menunggu kami membebaskan mereka. Turunlah, Raja Kegelapan. Kami sudah siap. Dan kami akan pastikan, hari ini adalah hari terakhir kau ada di dunia ini."

Pertempuran besar yang menentukan nasib seluruh dunia... akhirnya dimulai. Di dasar menara tertinggi, di jantung kerajaan yang hilang, di tempat di mana segalanya dimulai ribuan tahun lalu... segalanya kini akan berakhir.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!